Dari dulu aku bukanlah seseorang yang bisa mengambil keputusan sendiri. Setiap masalah yang ada pasti aku mendiskusikannya dengan orang tua ku. Padahal mereka selalu memberikan aku kesempatan untuk memutuskan sendiri. Tapi kepercayaan mereka malah membuat ku takut untuk salah mengambil keputusan. Aku takut mereka kecewa. Seperti sekarang aku yang mengambil keputusan untuk menikah dengan Zean. Aku yakin ayah sangat kecewa dengan keputusan ku.
“Zean menemukan lagi cinta pertamanya yang dia tunggu selama ini. Dan sekarang mereka sudah bersama lagi” jelasku kepada ayah
"apa dia sudah memberikan alasannya atau menjelaskannya kepada mu nduk?” tanya ayah
"tidak, Raa nggak ngasih dia kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Untuk apa? Apa pun alasannya dia itu sudah punya istri. Jadi gak seharusnya dia berbuat seperti itu yah!” elak ku
"ya nggak bisa gitu nduk, kamu harus nanya. Nggak perlu bertanya sama Zean tapi tanya pada diri mu sendiri. Apa kesalahan mu sebagai istri, di mana kurangnya diri mu, kenapa dia bisa berbuat seperti itu. Kamu harus tau jawaban dari semua itu nduk, tidak semua masalah di rumah tangga itu kesalahan suami...”
Aku terdiam mendengar penjelasan ayah
".... kita sebelum mengambil keputusan itu, harus bercermin ke diri kita sendiri. Setiap masalah kalau bukan kita yang memulai pasti ada alasan lain. Siapa tau yang salah itu wanita simpanan suami mu. Makanya ayah selalu bilang berfikirlah yang tenang. Kalau kamu emosi nggak akan menyelesaikan semuannya. kamu minggat dari rumah itu berarti mengalah dengan simpanan suami mu. Berarti kamu yang salah, nggak bisa menjaga suami dan rumah tangga.” Lanjut ayah sambil menatap mata ku yang menahan air mata.
“pergilah di saat kamu sudah mencoba memperbaikinya nduk. Kalau kamu belum melakukan apa-apa nanti akan berujung penyesalan. Ya sudah,,, ini dah malam kamu jangan tidur kemaleman nduk, jangan menyiksa diri sendiri” ucap ayah berlalu sambil menepuk pundak ku
Apa yang ayah katakan semua terngiang di dalam benak ku, dan tangisku pun pecah. Aku rasa Ayah tau aku akan menangis, makanya dia mengambil keputusan untuk meninggalkan ku sendiri. Dia sangat tau kalau ayah masih di sini tangisku hanya akan tertahan di kerongkongan ku.
“permudahkan lah segala urusan dan masalah rumah tangga anak ku ya Gusti” batin ayah yang berjalan menuju kamar.
Harapan setiap orang tua pastilah sama, ingin anaknya hidup bahagia dengan pasangannya dan selalu di cintai.
Aku memikirkan semua yang ayah ku katakan, menyakitkan bila mengingat semua yang telah dilakukan Zean kepada ku. Dulu kami sangat bahagia semua yang kami lakukan selalu bersama.
"aku bahagia karena kamu memilih ku sebagai suami mu bii" ucap Zean dulu
"terima kasih karena telah menjadi bagian dari hidup ku, dan terima kasih telah menerima kekurangan ku bii" lanjut Zean
Sebuah kata-kata yang membuat setiap orang bahagia. Salahnya aku terlalu menyanjung apa yang Zean ucapkan kepada ku. Tiba-tiba pak Sugeng keluar.
"mbak Tiara nggak tidur? udah malem mbak" ucapnya
"iya pak ini mau masuk ke kamar, bapak sendiri kenapa belum tidur?" tanya ku
"owh ini bapak baru siap kunci pagar sama matikan lampu depan mbak" jelas nya
"owh ok lah pak, Raa masuk dulu. Bapak istirahatlah. Jangan kecapean, bapak kan udah tua hahahaha" ucap ku meledek
"si mbak mah bisa aja" katanya
Aku pun masuk dan menuju kamar tidur ku, berharap esok ada sesuatu yang lebih baik
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Hasma Hasma
ayah yang bijak...
2021-12-14
0
Romauli Siahaan
yg salah disini kan Zean dia ngaku sama mantan blm nikah dan zean juga lebih pilih pelakornya buat zean menyesal thor suami gk bertanggung jawab ntar kena karma itu si pelakor udh tlponan juga sma si melati biar ditinggalin tpi ttp aja gk mau dua2nya gk becus istrinya kasian
2021-10-30
0
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
semakin mnrik
2021-10-22
0