Zean tiba di rumah dia membuka pintu dan ternyata tidak di kunci. Di langkahkan kaki nya menuju kamar dan dia mendapati istrinya tertidur di atas kasur dengan mata yang sembab. “pasti dia tertidur karena kelelahan menangis” pikir nya. Dia merasa sangat tidak tega telah berbuat seperti itu keapda istrinya tapi entah iblis apa yang telah merasuki hati dan fikirannya. Berat baginya untuk melepaskan Melati, seorang cinta pertamanya di masa lalu yang muncul di antara pernikahannya.
Aku terbangun, perut ku lapar. Aku duduk dan melihat sekeliling kamar ada jaket Zean di atas sofa yang menandakan dia sudah pulang. Aku pun turun dan mendapati Zean sedang menelepon seseorang yang aku yakin adalah wanitanya. Aku melewatinya seolah-olah tidak melihatnya aku terus berjalan menuju dapur.
“kamu lapar bii...?” tanya zean yang tiba-tiba ada di belakang ku
“... aku beliin makan ya, kamu jangan makan mie instan. Kamu mau makan apa?” lanjut Zean
Aku diam, dan melanjutkan memasak mie ku.
“walaupun kamu lagi bad mood kamu tetep harus makan yang bergizi bii...”
“nasehat itu seharusnya gak kamu ucapin buat aku kamu bisa kasih nasehat itu ke pacar mu” ucap ku
“kamu kok ngomong gitu sih bii aku ini bener-bener ngomongin kamu lo, aku nasehatin kamu karena aku perduli sama kamu, aku sayang sama kamu, dan aku khawatir dengan kesehatan kamu”
“berhenti ngomongin hal yang gak penting dan lagi aku terlalu malas untuk mendengar omong kosong dari mulut mu itu” aku mematikan kompor dan pergi meninggalkan Zean di dapur. Nafsu makan ku pun seketika menghilang. Berubah dengan emosi yang membuncah
Dia mengikuti ku sampai ke kamar aku sangat muak hanya dengan melihat mukannya. Ponselnya yang dari tadi berbunyi membuat ku ingin sekali membantingnya. Aku menganbil ponsel dan laptop ku di kamar aku berencana akan tidur di kamar tamu.
“kamu mau kemana bii..? ini udah malam” tanya Zean setelah mengecek ponselnya
Aku diam tidak memperdulakan pertanyaan Zean kepada ku, tiba-tiba dia menarik tangan ku.
“aku nanya sama kamu sesusah itu kah buat kamu ngejawab pertanyaan ku? Aku ini suami kamu bii..”
“aku mau tidur di kamar tamu” ucap ku singkat dan melepaskan tangan ku dari genggaman nya
“kenapa tidur di sana? Kenapa kamu gak tidur di sini bii...?” tanya Zean bingung
“haruskah aku tidur satu ranjang dengan manusia seperti mu? Apakah otak mu bekerja dengan baik? Jangankan untuk tidur seranjang dengan mu, berbagi udara yang sama di dalam kamar ini pun aku enggan dengan mu. Tidak taukah kau betapa menjijikanya aku melihat muka mu itu? Sampai-sampai rasanya aku mau memuntahkan semua organ-organ dalam perutku dan mensterilkannya. Kau berbicara padaku seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita seakan-akan apa yang terjadi itu hanya masalah kecil” teriak ku ke Zean sambil melangkah pergi keluar dari kamar.
“sampai kapan pun kamu tetap istri ku bii...” ucap Zean yang tiba-tiba memeluk ku dari belakang.
Aku melepaskan pelukannya dan masuk ke kamar tamu. Aku menutup pintu dan mengunci kamar meninggalkan Zean yang masih berdiri di luar. “pergi lah Zean, aku sangat muak untuk melihat muka mu” batin ku. Dan lagi-lagi air mata ku megalir deras, andaikan rasa cinta ini mudah di hapus mungkin mudah pula bagi ku melupakan Zean.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Rostina
Kasihan😥😥😥😥😥
2022-01-03
0
Lina Wati
bagus tiara
2021-11-12
0
Romauli Siahaan
munafik lo Zean jdi imam gk jelas semua orang pasti punya mantan tapi klo sdh menikah berarti harus rela berkorban demi keutuhan rumahtangga bukan kembali kpd mantan krn bertemu kembali
2021-10-30
0