Zean mengantar Melati ke rumahnya. Di bantu nya Melati turun dari mobil, dia sangat tak tega melihat Melati yang berantakan. Dia menggendongnya masuk kedalam rumah dan menuju kamar. Di letakkanya Melati di atas tempat tidur. Zean pun turun menuju kulkas dan mengambil air dingin serta kain kasa di kotak P3K yang ada di lemari .
“awwh... sakiit” ucap Melati saat Zean mencoba membersihkan pipinya yang luka tercakar kuku Dita
“iya sabar ya sayang, aku bersihin dulu luka kamu biar gak infeksi” jawab Zean lembut
“cewek itu siapa sih? Kok berani banget nyerang aku kayak gini? Itu pasti suruhan istri mu kan?” tanya Melati
"itu sahabatnya Tiara. Mungkin dia pas lewat di sana tadi. Makanya ketemu kita”
“kamu liat kan tadi gimana malunya aku di perlakukan seperti itu? Sudah saatnya kamu itu tegas akan hubungan ini Zean. Harga diri aku ini udah nggak ada lagi di mata masyarakat” tangis Melati
“iya, kita obatin dulu luka kamu ya”
“kalau memang kamu nggak mau serius sama aku ya sudah lah, kamu kembali lah sama istri mu. Aku capek Zean, aku malu. Semua orang menganggap aku ini kotor. Kalau kamu nggak mau nentuin biar aku yang nentuin” ancam Melati
“kamu mau lakuin apa? Sudahlah, untuk sekarang kamu bersihin dulu luka mu. Sudah itu baru kita bahas ok.”
“kalau kamu nggak mau serius sama aku mending aku pergi jauh dari kamu Zean. Aku malu, hari ini harga diri aku itu udah terinjak-injak oleh teman istri mu itu”
“iya aku tau, tapi aku masih belum punya solusinya untuk pisah dari Tiara”
“kamu bukan belum punya solusi, tapi kamu takut untuk pisah dari dia. Atau jangan-jangan kamu benar-benar sudah ngelupain aku dan jatuh cinta sama dia?”
“Melati, aku sama dia itu baru menikah. Apa yang mau aku bilang sama ayahnya kalau mau pisah dari anaknya. Belum lagi ayahnya Tiara itu sudah sangat baik membantu keluarga ku yang terlilit hutang”
“berarti kamu nggak cinta sama dia, kamu hanya merasa berhutang budi atas apa yang sudah ayahnya lakukan kepada mu”
"entah mau apapun itu, aku bingung apa yang harus aku lakukan. Sekarang ita bersihkan dulu luka mu”
Melati pun terdiam dan menuruti kata-kata Zean. Dia diam menahan sakit yang di alami nya. Dia sangat ingin membalaskan sakit hatinya ini kepada Tiara. Menurutnya Tiara yang membuat dia seperti ini.
“udah siap. Aku ke kamar mandi dulu sekalian ngembaliin kotak P3K nya” ucap Zean
Melati mengangguk. Melati melihat wajahnya di cermin, dalam batinnya dia sedikit beruntung hal ini terjadi kepadanya. Dengan begitu Zean pun akan sulit untuk meninggalkannya. Karena harga dirinya dan semua orang telah tau hubungannya dengan Zean “ok Tiara, kamu bakalan benar-benar kehilangan Zean kali ini” batinnya. Tiba-tiba ponsel Zean berbunyi, dan di lihatnya ada no baru masuk. Mungkin ini Tiara pikirnya dan dia pun mengankat telepon tersebut.
Zean meletakkan air es di wesafel dan kotak P3k ketempatnya semula. Pikirannya melayang jauh mengingat kejadian yang terjadi padanya tadi sore. Dia tidak pernah menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi. Dia sangat merasa iba dengan Melati, “pasti dia sangat malu dan trauma” pikir Zean. Dia pun membuatkan segelas coklat hangat untuk Melati. ia pun naik dan melihat Melati sedang menelepon menggunakan ponselnya. Melati pun memberikan ponsel ke Zean. Dan ternyata itu adalah telepon dari Tiara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
kimiatie
bikin kesal saya dengan SI zean..ingin rasanya jambak rambut neh...gatal tanganku...huhuuuuu
2023-11-11
0
Sugiyanto Samsung
bikin kesel aja
2021-08-26
0
Hana Sumiyawati
akhirnya di gantung juga tuh status melati sama zean. Uda di buat malu. nga ada tanggapan untuk serius menikah. kena deh
2021-08-20
0