Aku pun menghidupkan mobil. Kacau,,, tapi aku harus tenang dan perbanyak menyebut nama Tuhan, tujuan ku adalah pergi ke tempat sahabat ku Dita
"Assalamualaikum,, Taa,, Taa,, Ditaa" ,, ku ketuk pintu rumahnya sekuat mungkin, seakan-akan aku takut ada orang yang mau menangkap ku.
"Waalaikumsalam, bentar. Siapa sih gak sabaran banget" oceh Dita
"Astaga TIARA...!!! kamu kenapa? Apa yang terjadi? Kok nangis? Ada masalah apa? Kamu kesini sama siapa?" tanya Dita bertubi-tubi sampai aku bingung untuk menjawabnya,
Satu jam aku berdiam di dalam kamar Dita, ku tatap muka sahabat ku itu yg penuh dengan kecemasan. Susu coklat yang dia buatkan pun sudah dingin, ku raih segelas susu itu dan ku pandangi isinya.
"Sini ku buatin yang baru aja, itu udah dingin" ucap Dita
"Nggak usah Taa, aku minta es batu aja boleh?" ujar ku lirih
"Ini udah malem nanti masuk angin loh, jangan cari masalah deh" Dita merampas gelas ku dan turun ke dapur.
Aku pun mengikutinya dari belakang. Dita tinggal sendiri, orang tuanya meninggal kecelakaan mobil 3 tahun yang lalu. Aku memandangi semua sudut rumah Dita, semua ornamen rumah tak ada yang berubah,
"Udah berapa lama ya Taa, aku gak main ke rumah mu? Semuanya masih sama kayak dulu," ucap ku sambil duduk di kursi meja makan
"Aku sengaja nggak merubah semuanya. Karena aku mau setiap aku pulang dari mana pun, masih terasa suasana rumah yang di beresin sama mamah" ujar dita sambil menyuguhkan segelas susu hangat.
Aku diam, terasa panas di mata. Sudah berapa lama aku menangis, sampai air mata pun enggan untuk keluar lagi. Dan aku pun bingung, akan kah aku ceritakan semua ini dengan sahabat ku atau aku memilih menyelesaikan sendiri. Ku pandang Dita di hadapan ku, kecemasan terpancar jelas di raut mukanya. Tapi dia tetap setia menanti saat yang tepat buat aku menceritakan semua ini.
"Bagai mana pendapat mu tentang Zean?" tanyaku kepada Dita
"kamu udah nanyain ini brapa kali sama aku? Harus ya aku jawabnya juga berkali kali? Dia itu baik, humoris, juga ambisius. Dan lagi dia udah janji bakalan jagain kamu" ucap Dita
"Taa, menurut mu aku sama dia cocok gak? Atau sebaiknya aku pisah aja sama dia?" tanyaku lebih serius
"Kamu ngomong apa sih Raa? Mabuk ya? Omongan mu ya Raa, pamali tau ngomong kayak gitu. Kalau kalian berantem itu memang wajar tapi jangan mikir buat pisah seenaknya aja dong. Kamu kira nikah itu main-main apa? "
Aku pun menyerahkan semua bukti-bukti perselingkuhan suami ku, semua yang telah ku kumpulkan. Semua yang ku tau, dan semua kekuatan dan waktu yang ku punya untuk menjadi istri terbaik. Entah apa yang akan terjadi bila semua keluarga tau akan masalah ini. Air mata pun jatuh mengaliri sudut mata ku yang sembap.
"Dari mana kamu dapat ini semua Raa? Dan udah berapa lama ini terjadi?" tanya Dita sambil memeluk ku.
"Sudah cukup lama sampai mereka bisa pergi liburan bareng" tangis ku pun pecah.
Dita memeluk ku sekuat tenaga dan menenangkan ku,
"Tenang raa, kitaa cari jalan keluarnya. Nanti aku bakalan nemenin kamu Raa, kamu wanita hebat, kamu gak salah, kamu sahabat aku, dan aku tau kemampuan kamu" ujar Dita menenangkan ku
semoga ada jalan...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Rostina
😥😥😥😥😥😥😥
2022-01-03
0
Sabrina Siringo Ringo
prnah juga di posisi ini diselingkuhin rasanya sakittt... mau mundur tapi udah punya anak
2021-12-20
0
Lina Wati
lanjuut
2021-11-12
0