Aku bersiap-siap akan berangkat ke kantor, ku lihat jam masih pukul 7.00 Wib. Sengaja aku bangun pagi agar bisa berangkat lebih cepat. Aku melewati kamar kami sepertinya Zean masih tertidur, ku turuni tangga dan melihat isi kukas yang ada di dapur. Masih ku temukan susu coklat kemasan, lalu memanaskannya di microwave. Mie instan semalam yang ku rebus sekarang sudah membengkak di dalam panci. Aku pun membuang mie itu dan mencuci pancinya. Ku ambil beberapa lembar roti dan memakannya dengan selai. Setelah sarapan aku pun berangkat tanpa membuatkan sarapan untuk Zean, bahkan secangkir kopi pun tak ada.
"morning Raa...” teriak Dita sambil berlari menghampiri ku
"morning saiiong,,, ada kabar apa hari ini?” tanya ku sambil merangkul tangannya
"nggak ada siih, kamu kemarin tiba-tiba pulang pas makan siang kan? Aku cariin buat makan bareng nggak taunya kamu udah hilang dari radar ku” oceh Dita
“yahh,,,, aku ada sedikit urusan. Jadi aku minta izin sama pak Bos buat keluar di jam makan siang”
“ada masalah apa? Atau urusan apa yang membuat mu harus keluar kantor? Karena itu bukan sama sekali sifat mu loh Raa” tanya Dita penasaran
"kau tau? Aku kemarin mendapati Zean pergi dengan wanita itu. Bahkan aku duduk berhadapan dengan mereka dan makan di meja dan cafe yang sama” ucap ku
Mata Dita langsung saja terbelalak mendengar apa yang aku ucapkan, aku yakin dia masih setengah percaya dengan apa yang aku bilang.
“wtf... kamu serius Raa? Terus Zean bilang apa? Terus cewek itu kamu apain Raa? Siapa yang menang? Kok gak telpon aku sih Raa!!!! Kan aku bisa tolongin kamu” tanya Dita bersemangat.
"yaa begitulah,,, aku Cuma bilang ke zean klau dia mau menikah lagi dia harus menceraikan aku terlebih dahulu” tegas ku
"kamu gila ya raa? Zean itu suami kamu. Jadi kamu dong yang harus memperjuangkan dia. Kok mudah banget minta pisah sama dia? Kalo dia stuju gimana? Kamu udah siap jadi janda muda?”
"aku hanya bersikap sesuai dengan kenyataan ku Taa. Kalau dia masih menganggap ku ini istrinya, tanpa ku minta dia pasti akan meninggalkan selingkuhannya itu. Tapi kalau dia mempertahankan wanita itu buat apa aku bertahan” jelas ku
"ok apa pun keputusan mu, aku bakalan dukung kamu”
Kami pun berpisah di lorong dan menuju ruang kerja masing-masing. Ku fokuskan fikiran ku ke pekerjaan ku agar semua masalah yang melanda rumah tangga ku tidak mengganggu pekerjaan yang ku jalani.
Zean bangun dari tidurnya, dia melihat di sebelahnya tidak di temuinya sosok yang selama ini setiap pagi membangunkannya. Di carinya sosok wanita tersebut, setelah melihat jam baru lah dia sadar wanita yang di carinya semalam tidak tidur di kamar yang sama dengannya. Dia bergegas melihat kamar tamu tapi tidak mendapatkan Tiara di kamar itu, lalu ia pun berlari menuju dapur mungkin Tiara sedang menunggunya sarapan seperti pagi-pagi sebelumnya. Tapi nihil, yang dicarinya pun tidak ada di sana. Bahkan secangkir kopi yang biasa di buatkan Tiara setiap pagi pun tidak ada di atas meja. Kosong dan semua nya berubah karena kesalahannya sendiri. Dia ke atas dengan langkah lesu dan bersiap-siap akan pergi kerja.
“Triiiinggg.....”
Sebuah pesan masuk di ponsel Zean,
“ morning sayang :* jangan lupa sarapan berangkat kerjanya ya, semangat” tulis pesan itu. Hatinya tiba-tiba terasa sakit, karena yang mengirim psan itu buakan lah istrinya. Melainkan simpanannya. Zean mengabaikan pesan itu dan bergegas untuk mandi dan bersiap diri untuk berangkat kerja.
Melati yang mendapati pesannya tidak di respon Zean merasa sedikit gelisah, tumben Zean tidak membalas pesannya. Biasanya Zean akan membalas pesannya walau hanya sebuah emoji. “aku benar-benar tidak akan pernah melepaskan mu Zean, jangan harap kamu bisa pergi dari aku” gumam Melati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Rostina
😡😡😡
2022-01-03
0
Hasma Hasma
bingung mau dukung siapa ...cinta pertama atau istri pertama
2021-12-14
0
Yuliana
dasar pelakor najis
2021-12-09
0