Hukuman dari Ethan

Dalam sekejap, tangannya terangkat, jari-jarinya mencengkeram dagu Anna, mengangkat wajahnya ke arah bibirnya.

Seolah ia bisa mencuri semua perlawanan dari Anna hanya dengan sebuah ciuman.

Tapi Anna menolak.

Kepalanya berbalik cepat, berusaha melepaskan diri dari genggaman Ethan.

Dan itu membuat pria itu tertawa kecil—bukan tawa bahagia, tetapi tawa penuh penghinaan.

"Kau menolakku karena aku cacat."

Suaranya rendah, tajam, dan penuh perhitungan.

"Kau juga tak ingin pria cacat di sampingmu."

Anna membeku.

Ia ingin menyangkal.

Tetapi pikiran itu memang sempat terlintas.

Malam itu, gaun pengantin memang bencana yang mengubah hidup Anna.

Gaun yang berubah warna karena darah Ethan.

Malam itu, seharusnya ada lamaran ke seorang wanita.

Dan setelah kecelakaan itu, sepertinya pernikahan itu batal.

Sungguh ironis, bukan?

Seseorang yang telah dipersiapkan untuk pernikahan harus kehilangan semuanya dalam satu tabrakan.

Termasuk kakinya.

Ethan menarik napas dalam, lalu menatap Anna lurus-lurus.

Dan kata-kata berikutnya jatuh seperti palu godam yang menghancurkan segalanya.

"Jika kau tidak menjual tubuhmu... kau boleh memilih patahkan kakimu saat ini juga."

Jantung Anna berdegup kencang.

Matanya membesar.

Tawaran itu…

Bukan sekadar ancaman.

Ethan bersungguh-sungguh.

"Kau ingin apa?" suara Anna bergetar. "Kau butuh uang? Aku akan mencicil. Tetapi, jika aku mematahkan kakiku… itu akan membuatku gila."

Mematahkan kaki.

Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Dan detik berikutnya, ia sadar.

Sadar betapa pahitnya kalimat itu terdengar bagi Ethan.

Sadar bahwa ia baru saja menginjak luka yang paling dalam.

Keheningan di antara mereka terasa lebih menyesakkan daripada jeruji besi di penjara.

Anna mencoba menarik kata-katanya kembali, mencoba mengucapkan maaf.

Tetapi Ethan sudah lebih dulu berbicara.

"Aku tak perlu uangmu."

Suaranya terdengar lebih gelap.

Lebih dingin.

Anna menelan ludah, tubuhnya semakin menegang.

"Aku perlu tubuhmu."

Kata-kata itu menusuk lebih dalam.

"Aku perlu kakimu berjalan untukku."

Mata Anna melebar.

Ethan tidak sedang bermain-main.

Tangan pria itu naik lebih tinggi, mencubit dagunya, memaksa Anna menatap lurus ke matanya.

Dan di sana, di mata itu, Anna melihat sesuatu yang lebih mengerikan dari sekadar dendam.

Ethan ingin mengurungnya.

Ethan ingin mengikatnya.

Dan saat bibir pria itu terbuka kembali, suaranya terdengar lebih dingin daripada malam yang membawa mereka ke neraka ini.

"Menikahlah denganku!"

Anna mendongak, matanya membelalak tak percaya.

Lamaran?

Tidak.

Ini hukuman.

Ethan tidak sedang meminta. Ia sedang menuntut.

Ia baru saja keluar dari jeruji besi, dan kini pria ini ingin mengurungnya kembali dalam penjara lain—penjara yang bernama pernikahan.

"Kau melamarku... atau ingin membunuhku perlahan?"

Anna bersiap mundur, tetapi tangan Ethan lebih cepat.

Jari-jari pria itu mencengkeram dagunya—keras, menuntut, mendominasi—lalu bibirnya jatuh ke atas bibir Anna.

Ciuman itu bukan kasih.

Bukan kelembutan yang biasa ditemukan dalam lamaran sungguhan.

Tidak.

Ciuman itu adalah perintah.

Anna melonjak, memberontak sekuat tenaga.

Tangannya menghantam dada Ethan, tetapi pria itu nyaris tak bergeming.

Begitu kuat. Begitu kokoh.

Putus asa, Anna melakukan satu-satunya cara yang tersisa.

Ia menggigit bibir Ethan—keras, hingga darah merembes keluar.

Ethan tersentak, melepasnya dengan mata menyala.

Darah segar menetes dari bibirnya, tetapi ia tidak marah.

Justru ia tersenyum miring, seakan menikmati perlawanan itu.

"Kau sialan sekali."

Anna mengumpat, bersiap pergi, tetapi suara Ethan menghentikannya.

Suara rendah itu mengunci langkahnya lebih erat daripada rantai besi mana pun.

"Pergi saja."

Nada suaranya terlalu tenang. Terlalu dingin.

"Dan lihat bagaimana hidupmu akan berubah lebih buruk daripada yang pernah kau bayangkan."

Anna menegang.

"Kau pikir setelah ini kau bisa hidup tenang? Kau pikir dunia akan membiarkanmu berjalan bebas setelah menabrakku?"

Ethan menyandarkan punggungnya, matanya berkilat tajam.

"Aku tak akan melepaskanmu, Anna. Tapi aku belum memaafkanmu."

Anna menelan ludah.

Tetapi ia bukan wanita yang akan tunduk hanya karena ancaman.

Ia berbalik, matanya menyala dengan keberanian terakhir yang ia miliki.

Dan sebelum bisa menghentikan dirinya sendiri, tamparannya jatuh keras di pipi Ethan.

Suara benturan itu menggema di antara mereka.

Bukan hanya tangan Anna yang bergetar setelahnya, tetapi juga hatinya.

"Lebih baik aku di sana," Anna berdesis penuh kebencian, "daripada menjadi pelacur di bawah tubuhmu."

Keheningan jatuh seketika.

Lalu, Ethan tertawa.

Bukan tawa bahagia, bukan tawa yang menyenangkan.

Tetapi tawa dingin, tawa seseorang yang baru saja kehilangan seluruh sisa harapannya pada dunia.

Tawa yang lebih terdengar seperti patah hati.

Dan saat suaranya kembali terdengar, nada itu lebih menyeramkan daripada kemarahan.

"Jangan kau sebut pelacur!"

Mata Ethan berkilat tajam.

"Jika kau menikah denganku, kau akan memiliki kehormatan!"

Anna tertawa sinis, matanya berkilat marah.

"Kehormatan?"

Ia menggeleng, memandang Ethan dengan penuh penghinaan.

"Kehormatan macam apa yang bisa diberikan oleh pria yang cacat—bukan hanya pada kakinya, tetapi juga pada mentalnya?"

Ethan menyipitkan mata, bibirnya melengkung dalam seringai tipis.

"Kau benar."

Ia mendekat, menekan tubuhnya lebih dekat hingga Anna terdesak di kursinya.

"Aku memang cacat."

Nadanya begitu rendah, begitu penuh ancaman.

"Tapi jangan lupa, Anna—pria cacat pun masih bisa menyeret seseorang ke dalam neraka bersamanya."

Anna menggigil.

Bukan karena takut.

Bukan hanya karena ancaman itu.

Tetapi karena ia tahu Ethan tidak main-main.

Dan ia juga tahu—ia sudah masuk dalam perangkapnya.

Anna berdiri di depan pintu, jantungnya berdegup seperti genderang perang.

Tangannya hampir menyentuh gagang pintu ketika suara Ethan menggelegar di belakangnya—gelap, penuh nada permainan yang mengerikan.

Tawa.

Tawa yang bukan sekadar ejekan.

Tawa yang terdengar seperti seseorang yang menikmati kehancuran orang lain.

Suara Ethan memenuhi ruangan, bergema di antara dinding, menciptakan perasaan seolah-olah Anna telah melangkah ke dalam perangkap yang lebih buruk daripada penjara mana pun.

"Apakah kau tahu syarat agar pintu itu terbuka?"

Anna menegang.

Ethan masih duduk di kursinya, senyumnya melebar dalam seringai penuh kesenangan sakit.

Ia mengamati Anna seperti pemangsa yang sabar menunggu mangsanya menyerah.

Anna menoleh setengah, suaranya terdengar tajam.

"Aku tidak peduli. Aku tidak akan bermain dalam permainan gilamu."

Ethan mendengus, senyumnya semakin melebar.

"Syaratnya sederhana, Anna."

Tangannya terangkat, menelusuri sandaran kursi rodanya dengan santai.

"Jika kau menolak menikah denganku…"

Ia berhenti sebentar, membiarkan ketegangan menggantung di udara.

"Aku akan pastikan kau tahu bagaimana rasanya menjadi aku."

Dunia seakan berhenti.

Anna menahan napas, jari-jarinya menegang di sisi tubuhnya.

Ethan menyandarkan kepalanya ke kursi, menatapnya dengan tatapan puas.

"Aku akan memastikan kau tidak bisa lagi berlari ke mana pun. Aku akan selalu menuntut harga atas perbuatanmu."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!