Transformasi yang dipaksakan

Anna mendongak tajam saat suara langkah berat sipir menggema di lorong, mendekati selnya. Tanpa basa-basi, pria itu menggerakkan tangannya, memberi isyarat tegas.

“Keluar. Ada yang ingin menemuimu.”

Anna tidak langsung bergerak. Jantungnya berdetak keras.

Siapa?

Rina? Tidak mungkin. Wanita brengsek itu tidak akan pernah mengunjunginya. Keluarga? Ia bahkan sudah lama dianggap mati oleh mereka.

Namun, sekuat apa pun ia mencoba mengusir bayangan Rina, sosok itu tetap merayap di pikirannya. Wanita keparat itu telah merampas segalanya—karyanya, kebebasannya, impiannya. Rina telah menghancurkannya, membuatnya terjebak di tempat ini.

Anna menggertakkan giginya, tapi tak punya pilihan selain mengikuti langkah sipir.

Mereka melewati lorong penjara pria. Tatapan-tatapan liar menyusup dari balik jeruji, beberapa penuh penilaian, beberapa sekadar mengawasi.

Namun, satu tatapan lebih tajam dari yang lain.

Harry.

Anna sempat ingin menyapa, tapi pria itu memilih pergi begitu saja, masuk ke dalam selnya. Seolah sengaja menunggu apakah Anna akan mengejarnya.

Tidak akan.

Langkah sipir membawanya semakin jauh. Anna mulai merasa ada sesuatu yang salah.

Ketika sebuah pintu kedap suara terbuka, jantungnya hampir berhenti.

Mercy hitam mengilap menunggunya di luar.

Sebelum ia sempat bertanya, sesuatu yang dingin melingkar di pergelangan tangannya—borgol.

“Hei! Apa ini—”

Tak ada jawaban. Hanya dorongan kasar yang membuatnya terseret masuk ke dalam mobil.

Sipir itu berkata singkat sebelum menutup pintu. “Tidak lebih dari empat jam.”

Suara pintu yang tertutup keras bergema di kepala Anna bersama rasa takut yang kini menguasai tubuhnya.

Di dalam mobil, seorang pria paruh baya duduk dengan tenang di sampingnya. Wajahnya dingin, penuh ketenangan yang berbahaya. Seseorang yang terbiasa memegang kendali.

Anna menegang.

“Aku tidak menjual diri,” desisnya.

Pria itu menoleh, senyum tipis muncul di wajahnya yang sudah dipenuhi garis usia.

“Panggil aku Han,” katanya, suaranya rendah dan mengancam. “Aku diutus untuk menjemputmu.”

Anna mencengkeram tangannya yang terborgol, berusaha menarik diri.

“Untuk siapa?”

Han tersenyum kecil, memainkan kunci borgol di antara jari-jarinya.

“Seseorang yang akan memutuskan nasibmu malam ini.”

Anna merasakan ketakutan merayap naik.

“Lepaskan aku,” geramnya.

Han menatapnya, seolah menilai seberapa lama ia bisa melawan.

“Jangan bodoh,” suaranya tetap tenang. “Sang Tuan tidak suka wanita yang suka mengacau.”

Anna merasa darahnya mendidih. “Kalian semua sampah! Aku bukan barang!”

Han hanya tertawa kecil. Mobil melaju, dan semakin jauh dari penjara… semakin jauh dari harapan untuk melarikan diri.

Lalu tiba-tiba, mobil mereka berhenti.

Anna mengerjap. Sebuah salon kecantikan mewah berdiri di depan mereka.

Ruangan salon itu terasa terlalu terang, terlalu bersih, terlalu berlawanan dengan kegelapan tempatnya berasal. Cermin-cermin besar memantulkan bayangannya—seseorang yang tidak ia kenali.

Borgolnya baru dilepas, tetapi Han tetap berdiri di ambang pintu, mengawasi dengan tatapan dingin. Seolah memastikan ia tidak akan melakukan hal bodoh.

Seorang wanita bertubuh besar dengan bulu mata lentik mendekatinya, senyum tipis tersungging di bibir merahnya. Tatapan penilaiannya menusuk.

“Saatnya membersihkan diri.”

Anna ingin menolak, tetapi tangannya segera ditarik. Bajunya—seragam tahanan kusam yang telah melekat di tubuhnya selama dua bulan terakhir—dilucuti dengan kasar.

“Lepaskan aku!” Anna berontak, tapi dua wanita lain segera menahannya.

“Sayang, ini bukan pilihan,” salah satu dari mereka berbisik, suara lembutnya mengandung ancaman.

Anna mendesis, tubuhnya kini berdiri telanjang di tengah ruangan. Malu, marah, dan ketakutan bercampur menjadi satu.

Uap panas memenuhi ruangan saat salah satu dari mereka menyalakan pancuran air. Tidak ada kebebasan untuk menyentuh tubuhnya sendiri.

Ia didorong masuk ke dalam pancuran, sementara tangan-tangan mereka mulai bekerja.

Seseorang menuangkan cairan kental ke atas kepalanya, busa putih menyelimuti rambutnya yang kusut. Aroma citrus dan vanila memenuhi hidungnya, begitu berbeda dari bau sabun murahan di penjara.

Tangan lain mulai menggosok tubuhnya—kasar dan tanpa ampun. Seolah mereka ingin menghapus setiap jejak kehidupan lamanya.

Sikat-sikat kecil menjelajahi kulitnya, menggosok kotoran yang mungkin sudah melekat bertahun-tahun. Setiap gesekan terasa seperti penolakan atas siapa dirinya.

Anna menggertakkan giginya, mencoba menahan diri agar tidak meronta.

Lalu, sesuatu yang lebih mengerikan terjadi.

Salah satu wanita meraih pisau cukur.

“Apa yang kalian lakukan?!” Anna meronta, tapi tangannya segera ditekan ke sisi tubuhnya.

“Kita harus memastikan kau tampak… sempurna,” wanita berbulu mata lentik itu berbisik, suaranya halus namun berbahaya.

Pisau itu bergerak di sepanjang kakinya. Anna bisa merasakan bulu-bulu halus di kulitnya menghilang, seolah mereka sedang mempersiapkannya untuk seseorang.

Panas mulai menjalar ke pipinya—ini penghinaan.

Tapi mereka belum selesai.

Cairan dingin dituangkan ke tubuhnya, lalu tangan-tangan itu mulai memijatnya, mengoleskan sesuatu yang licin dan wangi. Lotion.

Anna merasa seperti boneka yang dipermak tanpa kehendaknya.

Setiap bagian tubuhnya dipoles—dari kaki, lengan, leher, bahkan punggungnya. Tidak ada sudut yang luput dari sentuhan.

Begitu mereka selesai, ia diberi handuk tebal berwarna krem dan didorong keluar dari pancuran.

Namun, mereka masih belum puas.

Seseorang datang dengan alat pengering rambut, sementara yang lain menata rambutnya dengan teliti. Gunting, sisir, dan tangan-tangan cekatan mulai membentuk ulang penampilannya.

Rambutnya yang sebelumnya kasar dan berantakan kini jatuh lembut di bahunya, terasa lebih ringan dan halus dari sebelumnya.

Seorang wanita lain membawa palet makeup. Anna ingin menolak, tapi wajahnya segera diputar paksa menghadap cermin.

“Diam,” perintah salah satu dari mereka.

Kuaskan bedak menyapu kulitnya. Foundation disapukan, menyamarkan kelelahan dan luka kecil yang ia dapat di penjara. Bibirnya dipoles dengan warna merah tua—terlalu mencolok, terlalu asing.

Ketika mereka akhirnya mundur, Anna menatap pantulan dirinya.

Wanita yang ada di cermin bukan lagi dirinya.

Ia tampak seperti seseorang yang telah dijual kepada pria kaya. Seseorang yang dipoles, disiapkan, dan diserahkan untuk menjadi milik orang lain.

Jantungnya berdebar keras.

Namun, mereka belum selesai.

Setumpuk pakaian mewah dibawa ke hadapannya. Gaun-gaun dengan kain mahal yang mungkin seharga lebih dari kebebasannya.

Tangannya terangkat, ingin menyentuh. Dulu, ia hanya bisa memimpikan pakaian seperti ini.

Namun, Han berbicara untuk pertama kalinya sejak ia masuk.

“Waktu kita tidak banyak.”

Seorang pria masuk, matanya langsung menilai tubuh Anna. Anthony Liu.

Perancang busana terkenal. Seseorang yang pernah ia kagumi dari jauh.

Anna hampir tidak percaya bahwa ia melihatnya di sini.

“Pak Anthony…” suaranya lirih. “Aku sangat menyukai koleksi Anda. Bisakah aku—”

“Kita tidak punya waktu untuk basa-basi,” potong Anthony, suaranya dingin dan profesional. Seolah Anna hanya produk lain yang harus dipersiapkan.

Tanpa menunggu jawaban, Anthony memilihkan busana terbaik untuknya. Sesuatu yang ringan, namun tetap menggoda.

Ia menyerahkan pakaian itu ke salah satu wanita, yang kemudian menyerahkannya ke Anna.

“Pakai ini.”

Anna menatap gaun di tangannya.

Begitu ia mengenakannya, segalanya terasa final.

Ia tidak lagi terlihat seperti seorang narapidana.

Ia terlihat seperti seseorang yang telah dipersiapkan untuk pria kaya.

Jantungnya berdetak semakin keras.

Ketika ia kembali ke dalam mobil, borgol kembali dikunci di pergelangan tangannya.

Namun, kali ini, yang terasa terborgol bukan hanya tubuhnya, tapi juga takdirnya.

Matanya beralih ke Han, mencoba membaca sesuatu dari pria itu.

“Kalian salah pilih wanita,” katanya dingin. “Aku tahu bosmu pasti pria menyedihkan yang punya gangguan orientasi seksual. Bagaimana mungkin dia menginginkan narapidana?”

Han terkekeh, suaranya rendah dan penuh ejekan.

“Jika dia ingin menidurimu,” katanya santai, “mungkin saja.”

Jantung Anna mencelos.

Han menatapnya tajam, lalu melanjutkan dengan suara rendah.

“Sang Tuan sudah muak dengan wanita-wanita yang terlihat baik di luar, tapi busuk di dalam.”

Senyumnya semakin gelap.

“Kali ini, mungkin dia hanya ingin mencoba sesuatu yang berbeda—meniduri seorang narapidana.”

Anna terpaku bodoh. Paku-paku itu seakan menutup peti tutup mati. Ia tidak bisa keluar dari takdirnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!