Cemburunya sang Tuan

Anna menatap dinding dingin yang mengurungnya.

Udara di dalam sel ini terasa berat, seolah menekan dadanya dari segala arah. Setiap detik yang berlalu semakin menenggelamkannya dalam kenyataan bahwa hidupnya kini tak lebih dari sebuah drama novela paling menyedihkan—sebuah kisah tragis yang bahkan tidak pernah ia bayangkan.

Semua itu terjadi hanya dalam satu malam.

Hanya dalam satu malam, ia berakhir di penjara karena menabrak seorang pria.

Hanya dalam satu malam, ia kehilangan segalanya.

Dan kini, saat ia terkurung dalam kesunyian yang mencekik, ia akan menduga dalam hitungan bulan telepon dari debt collector tak henti-hentinya akan berdering menghubunginya, menuntut pembayaran kartu kreditnya yang tak lagi bisa ia lunasi.

Bodohnya! Ia dalam penjara dan ia pun berhutang!

Dulu, ia mengira memiliki seorang sahabat. Rina Wei.

Sekarang, gadis itu bahkan tidak peduli.

Lebih dari itu, dengan bangga, Rina berdiri di depan kamera, dengan senyum angkuh, menyebut bahwa gaun pengantin rancangannya kini menjadi tren terbaru.

Gaun itu?

Anna menggigit bibirnya hingga hampir berdarah.

Gaun itu adalah impiannya.

Gaun yang ia buat dengan tangannya sendiri, dengan hatinya sendiri. Setiap jahitan, setiap aksen mawar putih, ia rancang dengan penuh makna.

"Aku ingin menciptakan gaun yang melambangkan pernikahan tanpa duri. Mawar ini, tidak seharusnya menyakiti. Pernikahan seharusnya membawa kebahagiaan tanpa luka."

Itulah yang selalu ia katakan pada Rina saat mereka mengobrol tentang desainnya.

Tapi sekarang?

Kata-kata itu keluar dari mulut Rina, disiarkan di televisi, diucapkan dengan penuh kebanggaan seolah itu adalah pemikirannya sendiri.

Anna ingin muntah.

"Kau ingin muntah saat makan?"

Suara bass pria itu mengejutkannya.

Anna tidak perlu menoleh. Ia tahu hanya ada satu orang yang bisa berbicara padanya di tempat ini.

Harry Zhao.

Bukan teman.

Bukan sekutu.

Ia adalah tuan di tempat ini. Dan Anna? Hanya pelayan kecil yang selalu diperintahnya, kecuali saat jam tidur.

"Mengapa kau tidak menjawab?"

Harry terdengar gelisah.

Sejak pertama kali Anna melangkah masuk ke halaman penjara ini, Harry telah memperhatikannya. Ia mendengar sipir wanita memperkenalkan gadis itu sebagai tahanan baru, mendengar dakwaan bahwa ia bersalah karena melanggar lalu lintas dan mencelakai seseorang—dan seseorang itu masih terbaring tak sadarkan diri, hingga hari ini.

Dua minggu.

Anna akhirnya mengalihkan tatapannya. Ia tidak ingin menjawab pertanyaan Harry.

Sebaliknya, ia bertanya, "Kau lapar?"

Harry mendengus pelan. Ia tahu, setiap kali Anna mengatakan itu, gadis itu hanya ingin mengalihkan topik.

"Aku tidak lapar!"

Tanpa peringatan, ia meraih piring Anna dan meletakkannya kembali di pangkuan gadis itu.

"Kau yang harus makan."

Anna menggeleng. "Aku kenyang!"

Ia ingin menghancurkan televisi yang terus menampilkan Rina, yang berdiri di samping ayahnya—Menteri Ekonomi Wei Jian.

Dengan dukungan dari pria itu, Rina semakin melejit.

Dan Anna?

Ia bahkan tidak bisa mengatakan siapa sebenarnya perancang gaun itu.

"Kau harus makan."

Nada Harry terdengar lebih keras.

Anna menggeleng lagi.

"Ini perintah!"

Kata itu membuatnya tersentak. Dengan gerakan lambat, ia mengambil sendok dan memasukkannya ke dalam mulut.

Benar saja.

Ia langsung mual.

Dengan cepat, ia bangkit dan berlari ke belakang, isi perutnya meluap tanpa bisa ditahan.

Seakan semua yang terjadi padanya terlalu berat untuk diterima.

Bukan hanya kemiskinan.

Bukan hanya hutang.

Tapi juga kehancuran yang begitu sempurna.

Anna mengelap wajahnya, mencuci mulutnya, mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Tapi kemudian—

Harry Zhao datang seperti hantu. Mengejutkan isi perut Anna.

Harry Zhao tidak pernah peduli pada siapa pun.

Di dalam penjara ini, ia adalah raja. Semua orang tunduk padanya. Tidak ada yang bisa mengguncangnya.

Namun, saat melihat Anna muntah, sesuatu dalam dirinya berubah.

Dadanya terasa sesak. Ia menggertakkan giginya.

Kenapa aku peduli?

Pikiran buruk mulai berputar di kepalanya.

Bagaimana jika Anna muntah bukan karena makanan?

Bagaimana jika ada pria lain sebelum aku?

Sesuatu yang panas menjalar dalam tubuhnya. Cemburu.

Tidak! Aku tidak bisa menerimanya!

Langkahnya cepat saat ia mendekati gadis itu, yang masih terduduk lemah.

Tanpa sadar, kata-kata itu keluar dari mulutnya, "Kau hamil?"

Anna menatapnya tajam, jelas tersinggung. "Apa? Tidak!"

Harry tidak puas. "Kau muntah."

Anna menghela napas dalam. "Muntah belum tentu hamil! Ada banyak penyebab lain!"

"Seperti apa?" desaknya.

Anna diam.

Emosinya semakin memuncak. Kenapa dia tidak menjawab? Apa yang dia sembunyikan?

"Aku muntah karena melihat tingkahmu!"

Harry membeku.

Mendengar itu, sesuatu dalam dirinya bergolak.

Tangannya terangkat, mencengkeram lengan Anna dan menariknya lebih dekat.

"Kau boleh muntah melihat pria mana pun. Tapi aku pengecualian. Karena aku terlalu terang untuk disebut najis."

Anna membuang muka, menolak menatapnya.

Harry tetap menatap wajah pucatnya.

Dan di saat itu, ia menyadari ia tidak suka melihat Anna seperti ini.

Lelah. Pucat. Menderita.

Tangannya melemah. Napasnya berat.

Dengan suara yang lebih lembut dari sebelumnya, ia berkata, "Istirahatlah. Kau tidak baik-baik saja.

Harry melepaskan genggamannya dari Anna, membiarkan gadis itu pergi tanpa berkata apa-apa.

Ia berbalik, melangkah kembali ke ruang tahanannya, tetapi pikirannya tetap tertinggal pada sosok itu.

Bulan telah naik tinggi di langit, menyinari jeruji besi dengan cahaya pucat.

Namun, meskipun malam semakin larut, Harry tak kunjung bisa memejamkan mata.Kegelisahan menggerogoti pikirannya, membuat dadanya terasa semakin sesak.

Harry Zhao duduk diam di ranjangnya, tubuhnya menegang, pikirannya dipenuhi amarah dan kegilaan.

Pernikahan?

Menjadi pengganti untuk pria lain?

Menjadi ayah untuk anak yang bukan darah dagingnya?!

Sialan.

Ia menggeram, meninju dinding selnya hingga buku-buku jarinya memerah.

Ia tidak tahu mana yang lebih buruk—Anna yang mungkin sudah dimiliki pria lain, atau dirinya yang sekarang mulai berpikir untuk mengambil wanita itu sepenuhnya.

Tiba-tiba, suara dari ranjang sebelahnya terdengar, mengganggu pikirannya.

"Kau tampak seperti pria yang akan dihukum mati besok."

Harry mendongak dengan tatapan gelap.

"Jika kau harus menikahi seorang wanita yang mengandung anak pria lain, apa yang akan kau lakukan?" tanyanya, suaranya dalam dan penuh ancaman.

Pria itu menyeringai. "Tergantung. Jika kau mencintainya, kau akan menerimanya. Tapi jika tidak…"

Ia berhenti sejenak, lalu tertawa kecil. "Kau akan membunuhnya di malam pernikahan."

Harry mencengkeram sprei kasurnya.

Membunuhnya?

Tidak.

Tidak, itu terlalu mudah.

Jika Anna memang mengandung anak pria lain, maka pria itu yang harus mati.

Ia akan mencari tahu siapa pria itu.

Ia akan menyiksanya perlahan, membuatnya merasakan penderitaan yang lebih buruk dari kematian.

Ia akan meremukkan setiap tulangnya satu per satu.

Ia akan menghancurkan wajahnya hingga tidak dikenali.

Dan ketika pria itu sudah hampir mati, ia akan berbisik di telinganya, "Anna milikku. Aku akan mengambil semuanya darimu, termasuk anak yang seharusnya kau besarkan."

Harry tersenyum miring, napasnya memburu.

"Jika aku menikahinya, maka dia hanya akan menjadi milikku. Aku tidak peduli anak itu dari siapa—aku yang akan mengklaimnya. Aku yang akan membuatnya melupakan siapa ayah kandungnya."

Pria di sebelahnya tertawa. "Kau benar-benar gila, Zhao."

Harry menoleh dengan tatapan dingin. "Dan aku akan membuktikan bahwa aku lebih gila dari yang kau pikirkan."

Karena bagi Harry Zhao, tidak ada pilihan lain.

Jika ia tidak bisa memiliki Anna seutuhnya…

Maka tidak ada seorang pun yang boleh memilikinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!