Harga yang harus dibayar

Ethan menahan diri agar tidak menghancurkan pintu di hadapannya.

Tangannya terkepal begitu erat hingga kukunya melukai telapak tangannya sendiri.

Namun, ia tidak merasakan sakit itu.

Karena yang jauh lebih menyakitkan adalah kata-kata Susan setelahnya.

"Tapi aku masih harus menikah dengannya," desah Susan, masih bergerak di atas Edward, seakan membahas hal remeh di tengah… ini.

"Kau hanya butuh dia untuk bertahan hidup," Edward mencibir, tangannya meremas pinggang wanita itu semakin erat, mengendalikan tempo permainan mereka. "Setelah itu, buat alasan. Katakan kau tidak bisa hidup dengan pria cacat. Hukum akan berpihak padamu. Tak ada yang akan menyalahkanmu."

Mata Ethan bergetar.

Setiap kata itu menghujamnya lebih dalam dari peluru.

Namun, Susan belum selesai.

"Aku bahkan jijik melihatnya di ranjang itu," bisiknya dengan nada penuh hinaan. "Aku tidak bisa membayangkan harus menghabiskan hidupku dengan pria yang bahkan tidak bisa—"

Tangan Edward menarik rambut Susan, membuat kepalanya mendongak.

"Tapi kau menyukaiku, kan?" suara Edward bergetar penuh nafsu.

Ethan bisa melihat mata Susan yang basah, bibirnya yang ternganga dengan wajah penuh kenikmatan.

"Tentu saja," bisik Susan, napasnya tersengal. "Kau membuatku merasakan apa yang tidak pernah bisa dia berikan. Aku bahkan lupa bahwa aku masih harus menikah dengannya."

Dan di sana, di balik pintu yang sedikit terbuka, Ethan hanya bisa berdiri kaku.

Menyaksikan cinta yang pernah ia percayai tercabik-cabik menjadi kepingan kosong.

Kesetiaan tidak ada.

Cinta hanya permainan.

Dan wanita tidak akan pernah mencintai pria yang cacat.

Ethan bukan pria yang bodoh.

Ia tahu ada dua jenis pembalasan.

Satu, pembalasan yang dilakukan dengan terburu-buru—didorong oleh amarah yang menggelegak, menghancurkan semuanya dalam satu ledakan singkat.

Dua, pembalasan yang dilakukan dengan tenang—seperti ular yang melilit mangsanya perlahan, membiarkan mereka merasa aman sebelum akhirnya kehabisan napas dan mati.

Ethan memilih yang kedua.

Ia tidak akan mengamuk.

Ia tidak akan langsung menghancurkan.

Tidak.

Ia akan membuat mereka merasa aman.

Membiarkan mereka percaya diri.

Membiarkan mereka hidup dalam kebohongan, berpikir bahwa mereka menang.

Dan saat mereka berada di puncak keangkuhan mereka—ia akan menjatuhkan mereka ke dalam jurang yang lebih gelap dari neraka itu sendiri.

Malam itu, ketika ia melihat Susan dan Edward di ranjang yang sama, telanjang dan terjerat dalam nafsu, Ethan bisa saja menghancurkan mereka saat itu juga.

Tapi tidak.

Karena itu terlalu mudah.

Dan orang seperti mereka tidak pantas mendapatkan kemudahan.

Ia memilih mundur.

Membiarkan mereka berpikir bahwa mereka tidak ketahuan.

Membiarkan Susan tetap tersenyum manis kepadanya, seolah ia masih tunangan yang setia.

Membiarkan Edward tetap bersikap seperti kakak yang peduli, seolah ia bukan pengkhianat yang paling keji.

Karena semakin lama mereka memainkan sandiwara ini, semakin dalam mereka akan terjatuh saat Ethan menarik tirai terakhir.

Dan sekarang, di hadapannya, ada satu orang lagi yang harus ia hadapi.

Anna.

Wanita yang—entah sengaja atau tidak—telah menjadi bagian dari takdir buruknya.

Wanita yang menabraknya.

Tapi juga wanita yang menyelamatkannya.

Wanita yang menandatangani kertas persetujuan operasi itu.

Ethan menatapnya, mempelajari setiap inci ekspresinya.

Ketakutan.

Kebingungan.

Dan—jika ia perhatikan lebih dalam—sedikit perlawanan.

Ah, jadi begitu.

Jadi, Anna bukan sekadar wanita lemah yang pasrah.

Bagus.

Karena permainan ini baru saja dimulai.

Ethan mengeluarkan kertas itu dari saku kursi rodanya, lalu memperlihatkannya pada Anna.

Ia melihat bagaimana mata wanita itu membesar seketika.

Dia tahu.

Dia tahu apa yang ada di dalam kertas itu.

Ada namanya.

Ada tanda tangannya.

Dan ada statusnya.

Istri.

Istri palsu.

Ethan melihat bagaimana ketegangan di wajah Anna berubah menjadi sesuatu yang lain—sesuatu yang penuh kewaspadaan.

Dan saat wanita itu akhirnya membuka mulutnya, suaranya terdengar lebih keras dari sebelumnya, meskipun jelas ada getaran di sana.

"Apakah kau mencari masalah karena itu?" tantang Anna. "Karena aku tidak membayar semuanya? Baiklah. Aku tak punya uang lagi. Apa yang kau harapkan dari si miskin ini?"

Ethan tertawa kecil—bukan tawa yang menyenangkan, tapi tawa yang menandakan ia sedang menunggu momen ini.

Ia ingin melihat bagaimana Anna bereaksi.

Ia ingin tahu seberapa jauh wanita ini akan bertahan sebelum akhirnya menyerah.

"Kau masih punya uang," katanya pelan.

Anna menggeleng. "Tak punya."

Ethan menyeringai.

Baiklah.

Kalau begitu…

"Jika begitu, apa yang harus kau jual lagi?"

Anna menegang.

Ia berusaha mundur, tapi sebelum ia sempat bergerak, tangan Ethan mencengkeram lengannya dan menariknya dengan paksa.

Tubuh Anna terdorong ke depan, jatuh terduduk tepat di hadapan Ethan.

Dan di saat itu, mata mereka bertemu.

Ada dialog sunyi di antara mereka.

Mata Anna berisi kemarahan, ketakutan, dan sedikit rasa bersalah.

Tapi mata Ethan?

Kosong.

Tidak ada kebencian.

Tidak ada kemarahan.

Yang lebih mengerikan—tidak ada emosi sama sekali.

Karena Ethan tidak melihatnya sebagai musuh.

Ia melihatnya sebagai alat.

Dan alat tidak perlu dihancurkan.

Alat hanya perlu dimanfaatkan.

"Selain tubuhmu… tidak ada yang berguna lagi."

Kata-kata itu keluar dari bibir Ethan dengan pelan, tapi mengiris lebih dalam daripada pisau mana pun.

Anna mencoba melepaskan diri, tapi genggaman Ethan terlalu kuat.

Dan saat pria itu kembali bersuara, suaranya terdengar lebih rendah, lebih gelap, dan lebih menekan.

"Karena kaulah penyebab semua ini."

Jari-jari Ethan semakin menguat di lengannya, seolah ingin memastikan bahwa Anna tidak akan bisa lari.

"Dan sekarang…"

Ia menarik wajahnya lebih dekat, cukup dekat hingga ia bisa merasakan napas panas Anna yang bergetar.

"Kau harus membayar harga yang pantas."

Anna tahu ia harus membayar.

Malam itu, kecelakaan itu, darah yang mengalir dan gaun pengantin yang dibawa Ethan saat itu—semuanya membawa konsekuensi.

Dan kini, pria itu ada di hadapannya, menuntut sesuatu yang lebih dari sekadar permintaan maaf.

Anna menggigit bibirnya, mencoba mencari jalan keluar.

"Aku punya sedikit uang."

Kata-kata itu terdengar begitu lemah di antara mereka.

"Kau tinggal sebut harganya, dan aku akan berusaha mengurangi beban tagihanmu padaku."

Anna teringat setiap hasil tabungan kecil yang ia kumpulkan di dalam penjara. Setiap hasil keringatnya, setiap harapan kecilnya untuk membangun kembali hidupnya setelah keluar dari neraka itu.

Ia bermimpi membuka butik kecil, sesuatu yang bisa menghidupinya tanpa harus bergantung pada siapa pun.

Tapi kini?

Mimpi itu harus mati.

Karena Ethan lebih dulu datang menuntut sesuatu.

Ethan menatapnya dengan dingin.

"Aku perlu tubuhmu."

Pernyataan itu terdengar begitu mutlak. Seolah tak ada ruang untuk penolakan.

Anna menegang. "Aku tidak menjual tubuku. Aku bukan wanita seperti itu."

Ethan menyeringai.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!