Pisau belati dari kakak tiri

Anna baru saja akan mengangkat kepalanya, mencoba berkata sesuatu—meskipun ia sendiri tak yakin apa yang ingin ia katakan. Namun, sebelum satu kata pun keluar, tangan Ethan sudah mencengkeram pergelangannya.

Cengkeraman itu dingin. Keras.

Seketika, tubuhnya tertarik ke depan.

Jatuh tersungkur.

Lututnya menghantam lantai, dan kini ia terduduk tepat di hadapan Ethan.

Di depan kaki pria yang sudah ia hancurkan.

Matanya membelalak, napasnya tercekat. Tapi bukan karena tarikan kasar itu.

Melainkan karena ekspresi Ethan.

Karena tatapan pria itu seolah melihatnya sebagai sesuatu yang jauh lebih hina dari musuh.

Anna tidak tahu harus bagaimana.

Harus marah?

Harus membela diri?

Atau… memang seharusnya ia tetap diam?

Sebab yang ada di hadapannya sekarang bukan sekadar seorang pria yang terluka.

Yang duduk di kursi roda ini adalah seseorang yang telah dikhianati berkali-kali hingga hatinya tak lagi bisa percaya.

Dan itu lebih menyakitkan dari sekadar luka fisik.

Ethan menatapnya dalam diam.

Tapi di balik tatapan itu, ada badai di dalam dirinya.

Malam itu…

Malam itu seharusnya menjadi awal yang baru.

Ethan masih bisa mendengar suara dokter dengan jelas, seolah kata-kata itu terus terukir di kepalanya, mengingatkan betapa ironisnya hidup yang ia jalani sekarang.

*"Kelumpuhan yang Anda alami bukanlah permanen, Tuan Ethan*," dokter itu berkata dengan nada profesional, namun tetap berusaha terdengar menenangkan. "Dampak kecelakaan memang menyebabkan trauma pada saraf tulang belakang Anda, ditambah dengan koma yang cukup lama, menyebabkan penurunan fungsi sementara. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, tidak ada indikasi kerusakan permanen pada sistem saraf motorik Anda."

Ethan terdiam saat itu, mencoba mencerna kalimat yang baru saja ia dengar.

"Artinya…" ia akhirnya membuka mulut, meskipun suaranya terdengar ragu.

Dokter itu mengangguk, seolah sudah terbiasa menangani pasien yang sulit percaya dengan harapan yang diberikan padanya. "Artinya, Anda masih bisa berjalan. Dengan fisioterapi intensif dan latihan bertahap, Anda akan mampu memulihkan fungsi kaki Anda sepenuhnya."

Ada keheningan sesaat sebelum dokter itu melanjutkan, nada suaranya menjadi lebih serius.

"Namun, ada satu hal yang perlu Anda pahami, Tuan Ethan. Pemulihan ini bukan sesuatu yang instan. Otot-otot Anda telah mengalami atrofi karena kurangnya aktivitas selama masa koma. Jika tidak ditangani dengan latihan yang tepat, kemungkinan Anda akan mengalami kelemahan permanen. Itu sebabnya fisioterapi menjadi sangat krusial dalam proses pemulihan Anda."

Ethan masih mengingat bagaimana tangannya mengepal di atas selimut tenpat tidurnya saat mendengar penjelasan itu.

Bukan karena takut.

Bukan karena kecewa.

Melainkan karena saat itu, ia merasa memiliki alasan untuk hidup kembali.

Ia membayangkan dirinya berdiri di hari pernikahannya, membuktikan bahwa ia bukan pria lumpuh yang lemah.

Saat itu, ia merasa seperti seseorang yang mendapat hidup kedua.

Ia membayangkan betapa bahagianya Susan nanti saat melihatnya bisa berdiri.

Ia membayangkan bagaimana ia akan berjalan ke arahnya, membuktikan bahwa ia bukan pria lemah.

Tapi sebelum ia bisa melakukan semua itu…

Terjadi hal yang lain. Membuka sepasang mata Ethan.

Malam itu, dunia Ethan masih terasa utuh.

Meskipun dokter telah memberitahu kondisi sebenarnya—bahwa kelumpuhannya bukan permanen—dan meskipun ia sendiri belum berani mengungkapkan kebenaran itu, Ethan masih merasa memiliki harapan.

Karena malam itu, Susan datang.

Dengan senyumnya yang lembut.

Dengan tangannya yang telaten merapikan selimutnya, duduk di tepi ranjang, membelai rambutnya dengan penuh perhatian.

*"Kau pasti lelah*," bisiknya dengan nada penuh kasih, seakan benar-benar peduli. "Istirahatlah. Jangan terlalu banyak berpikir. Aku ada di sini."

Ethan menatapnya diam-diam.

Sikap Susan begitu manis, begitu perhatian—terlalu sempurna untuk seorang wanita yang akan menikahi pria cacat.

Namun, ia mengabaikan keraguan itu.

Ia ingin percaya.

Ia ingin percaya bahwa Susan berbeda.

Jadi, ketika wanita itu mengecup keningnya dengan lembut, menyelimutinya, dan meminta dirinya tidur dengan nyenyak, Ethan pun memejamkan mata.

Namun, malam itu, matanya tidak benar-benar terpejam.

Dan telinganya tidak benar-benar tertidur.

Di antara keheningan, suara pelan bergetar dari sudut ruangan.

Ponsel Susan berdering.

Wanita itu mengangkatnya dengan hati-hati, langkahnya mundur sedikit, lalu…

Berbisik.

Begitu lirih, begitu hati-hati.

Seolah tidak ingin ketahuan.

Ethan menegang.

Keraguan yang tadi ia abaikan mulai merayap kembali.

Apa yang disembunyikannya?

Susan berpamitan tak lama setelahnya, membisikkan kata perpisahan yang terdengar begitu manis di telinga.

"Aku pulang dulu, sayang. Tidurlah."

Ethan tidak menjawab.

Ia hanya menatap punggung wanita itu berlalu, mendengar suara langkah kaki yang menjauh… lalu suara pintu yang tertutup.

Saat itu, ia seharusnya memejamkan mata.

Ia seharusnya membiarkan dirinya terlelap dalam kebohongan yang nyaman.

Tapi sesuatu di dalam dirinya menolak.

Matanya mengarah ke jendela, menunggu mobil Susan meninggalkan halaman rumahnya.

Tapi…

Tidak ada mobil yang bergerak.

Tidak ada suara mesin yang menyala.

Susan… tidak pergi.

Napas Ethan memburu.

Kenapa dia masih di sini?

Dengan hati-hati, ia menyingkirkan selimutnya dan duduk di tepi ranjang.

Tangan Ethan menekan kakinya yang sempat mati rasa berbulan-bulan. Ia tahu bahwa ia bisa berjalan sekarang.

Ia bisa berdiri.

Ia bisa melangkah.

Tapi selama ini, ia memilih diam.

Karena ia ingin memberikan kejutan—ingin menunjukkan pada Susan bahwa ia bisa berdiri di altar, di hari pernikahan mereka, sebagai pria yang utuh.

Namun, kini…

Ia merasakan sesuatu yang jauh lebih menyesakkan di dadanya.

Tanpa suara, ia berdiri.

Dan dengan napas yang tertahan, ia berjalan menyusuri lorong rumah yang gelap.

Dari lantai satu, ia mendengar sesuatu.

Sayup-sayup… suara yang awalnya terdengar seperti angin malam.

Namun semakin ia mendekat, semakin suara itu terdengar nyata.

Suara seorang wanita.

Susan.

Suara erangan.

Napas Ethan tercekat.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Langkahnya naik ke anak tangga satu per satu, nyaris tanpa suara, seperti bayangan di tengah malam.

Hingga ia berhenti di depan sebuah pintu yang sedikit terbuka.

Kamar Edward.

Rumah ini dulunya adalah rumah lama keluarga Ethan, yang tak pernah Ethan kunjungi. Hanya ibu tirinya lah menjadi penghuni tetap. Kali ini ia kembali, dengan semua orang berkumpul kembali setelah Ethan selamat dari kecelakaan.

Namun, ia malah melihat hal yang lain.

Dari celah pintu, pemandangan itu menusuknya lebih dalam daripada belati mana pun.

Sepasang tubuh.

Berkeringat.

Telanjang.

Saling membelit dengan liar di ranjang.

Tangan Edward mencengkeram erat pinggang Susan, menggiring tubuhnya bergerak naik turun dengan kecepatan yang buas.

Ethan bahkan bisa melihat wajah Susan yang terpejam, bibirnya terbuka, napasnya memburu, erangannya terdengar tanpa rasa malu.

Mereka terlalu larut dalam gairah.

Begitu terhanyut hingga tidak sadar pintu tak tertutup rapat.

Tidak sadar ada sepasang mata yang melihat mereka dari kegelapan.

Tidak sadar bahwa lelaki yang mereka khianati menyaksikan semuanya.

Mata Ethan membelalak.

Ia tidak siap untuk melihat ini.

Namun, ia tidak bisa berpaling.

Susan, wanita yang selalu ia cintai—yang tangannya baru saja menyentuh wajahnya dengan lembut beberapa saat lalu, kini mencakar punggung Edward dengan mata yang terpejam dan bibir yang mengerang.

Lenguhan itu mengiris telinga Ethan lebih tajam dari pisau.

Tangan Edward mencengkeram pinggangnya dengan keras, mengendalikan gerakan mereka seolah Susan adalah miliknya sejak awal.

Bukan milik Ethan.

"Susan… lebih cepat… lebih dalam…" suara Edward terdengar serak, kasar.

"Kau tidak takut dia mendengar?"

Susan tergelak, napasnya terengah. Bukan gelak tawa yang lembut, tetapi penuh ejekan.

*"Dia*?" Edward mendengus. "Dia bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur tanpa bantuan. Kau pikir dia akan merangkak ke sini? Hah?"

Gelak tawa mereka bercampur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!