Mimpi yang berganti

Anna termangu, menatap ambulans yang dengan tergesa memasukkan seorang pria—bersama tubuh dan mimpinya—ke dalamnya. Tatapannya jatuh pada gaun pengantin yang kini ternoda darah, renda putihnya berubah merah pekat. Warna itu, yang seharusnya melambangkan kebahagiaan, kini menenggelamkannya dalam rasa bersalah yang tak tertanggungkan.

Suara sirene membangunkannya dari lamunan panjang. Ia mencoba berdiri meski tubuhnya terasa lemah. Namun, baru satu langkah ia ambil, pandangannya kembali tertuju pada gaun itu—sebuah saksi bisu tragedi yang baru saja terjadi.

“Gaun ini pasti sangat berarti baginya,” gumam Anna lirih. Ia menatap kain itu dengan tatapan sendu, lalu perlahan berlutut untuk mengambilnya. Tanpa sadar, tangannya meremas gaun itu erat, seolah mencoba memahami beban yang kini menyertainya.

Dengan langkah ragu, ia naik ke dalam ambulans, membawa serta gaun itu bersamanya.

Di dalam, Anna duduk di sisi pria yang terbaring pucat. Selang oksigen terpasang di hidungnya, tetapi napasnya begitu lemah, nyaris tak terlihat.

Air mata menggenang di pelupuk mata Anna, jatuh perlahan membasahi gaun pengantin yang kini penuh darah. Jemarinya yang gemetar meremas kain itu erat, seakan berusaha meredam sesak yang menggulung dadanya. Dengan suara nyaris tak terdengar, ia berbisik,

“Aku… aku benar-benar minta maaf… Aku tidak pernah ingin ini terjadi. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku lebih memilih terluka daripada membuatmu terbaring seperti ini…”

Suaranya bergetar, napasnya tersendat di antara isakan yang ia tahan. Perlahan, ia mengangkat wajah, menatap pria itu lebih dekat. Meskipun wajahnya pucat dan tubuhnya lemah, ketampanannya tetap terlihat jelas di mata Anna. Rahangnya yang tegas, bulu matanya yang panjang, bibirnya yang sedikit terbuka seakan hendak mengucapkan sesuatu—semua membuatnya tampak begitu tenang, hampir seperti sedang tertidur dalam damai.

Anna menelan tangisnya, menahan dorongan untuk menyentuh wajah itu lebih lama. Ia membayangkan, seandainya kejadian ini tak pernah terjadi, pria ini pasti sedang berdiri gagah di altar, menanti kekasihnya datang dengan senyum penuh cinta. Seharusnya malam ini adalah malam yang paling indah dalam hidupnya. Namun, kini, semuanya telah hancur—dan itu karena dirinya.

Dengan hati-hati, Anna mengulurkan tangannya, ujung jarinya menyentuh pipi pria itu yang terasa dingin.

“Seharusnya aku tidak ada di sini…” suaranya nyaris tercekat. "Seharusnya ini bukan aku. Seharusnya ini adalah malam paling bahagia dalam hidupmu..."

Matanya menelusuri setiap lekuk wajah pria itu, menghafalkan setiap detailnya, seolah ingin mengukirnya dalam ingatan selamanya. Perasaan aneh menyelinap di hatinya—sebuah getaran yang tak ia pahami. Bagaimana mungkin seseorang yang baru saja ia temui bisa meninggalkan jejak begitu dalam dalam hatinya?

Dengan napas tertahan, ia menggenggam tangan pria itu dengan lembut, menautkan jemarinya di antara jemari yang terasa dingin.

“Aku rela kehilangan semua impianku… asalkan Tuhan tidak mengambil mimpimu malam ini.”

Rasa bersalah itu menghantam dada Anna seperti gelombang yang tak berhenti. Selama ini, ia bermimpi merancang gaun pengantin yang akan membawa kebahagiaan, membalut seseorang dalam cinta dan harapan. Namun, malam ini, bukan kebahagiaan yang ia ciptakan—melainkan luka. Gaun yang seharusnya menjadi saksi cinta kini justru menjadi saksi tragedi, ternoda darah dan air mata.

Jemarinya menyentuh lembut kain mewah itu, baru menyadari betapa mahal nilainya—setara dengan sebuah Mercedes-Benz S-Class terbaru, namun kini hanya menjadi saksi bisu tragedi.

Tatapannya beralih ke wajah pria itu, begitu tampan meski pucat. Dengan suara lirih, ia berbisik,

“Pasti kau sangat mencintainya…”

Kepalanya tertunduk, membiarkan air matanya mengalir tanpa persetujuannya.

Tak lama, Ambulans itu berhenti mendadak di depan Unit Gawat Darurat, sirinenya masih meraung sebelum akhirnya terhenti. Pintu belakang terbuka lebar, dan dalam hitungan detik, seorang pria—berlumuran darah, napasnya tersengal-sengal—segera didorong masuk ke ruang tindakan.

Anna berdiri terpaku, tubuhnya terasa kaku. Ia melihat para dokter dan perawat bergerak cepat, memasang alat-alat medis, memeriksa kondisi pria itu dengan ekspresi tegang.

Lalu, seorang perawat tua dengan wajah lelah mendekatinya, menyodorkan selembar kertas dan sebuah pena.

"Tanda tangani ini."

Anna mengerjap. "Apa ini?"

"Persetujuan operasi. Kami butuh izin keluarga."

Jantungnya berdegup semakin kencang. Ia menggeleng cepat. "Aku bukan keluarganya. Aku... aku hanya—"

"Kau istrinya, kan?" Perawat itu menatapnya tajam, suaranya mendesak. "Dokter tidak bisa melakukan operasi tanpa tanda tangan keluarga. Kau mau dia mati?!"

Dunia Anna berputar. Ia menatap pria yang terbaring di ranjang itu—wajahnya pucat, napasnya tersengal, darah masih mengalir dari pelipisnya. Jika ia tidak menandatangani kertas itu sekarang, pria itu mungkin tidak akan bertahan.

Tapi ia bukan istrinya.

Ia hanya orang asing.

Atau lebih tepatnya… orang yang menabraknya.

"Cepat! Waktu kita tidak banyak!"

Anna menatap pena di tangannya. Dalam kepalanya, semua skenario buruk berkelebat. Jika ia menulis namanya di sana, itu berarti ia berbohong. Itu berarti ia menempatkan dirinya dalam masalah yang lebih besar.

Tapi jika ia tidak menandatanganinya…

Tangannya gemetar saat pena menyentuh kertas. Dengan satu tarikan napas, ia menulis namanya. Huruf demi huruf terasa berat, tetapi ia tetap melakukannya.

Dan kemudian, dengan tangan yang masih gemetar, ia menuliskan statusnya.

Istri dari Ethan Ruan.

Begitu ia menyelesaikan tanda tangannya, perawat itu langsung menarik kertas dari tangannya dan bergegas pergi. Anna menatap kosong ke depan. Napasnya berat.

Saat itu juga, ia tahu—ia baru saja membuat keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Dan harga yang harus ia bayar… mungkin jauh lebih besar dari yang bisa ia bayangkan.

Anna melangkah mengikuti perawat di depannya, tapi setiap langkah terasa seperti beban yang semakin menjerat. Dada dan tenggorokannya terasa sesak, napasnya pendek-pendek. Ia berusaha tetap tenang, berusaha menyembunyikan kegelisahannya. Tapi ketakutan itu mulai menggerogoti pikirannya.

Bagaimana jika mereka tahu? Bagaimana jika seseorang bertanya tentang pernikahan mereka? Bagaimana jika ada keluarga pria itu yang datang dan mengungkap kebohongannya?

Pikirannya semakin kacau. Ia merasa ingin berlari. Meninggalkan semuanya. Berpura-pura tidak pernah ada di sini.

Tapi saat perawat tiba-tiba berbelok ke lorong lain, Anna spontan menghentikan langkahnya. Tangannya mengepal di sisi tubuhnya, suaranya nyaris tak terdengar saat ia bertanya:

"Di… di mana suamiku akan dioperasi?"

Lidahnya terasa kelu saat mengucapkan kata suamiku. Seakan kata itu tidak pantas keluar dari mulutnya.

Perawat itu menoleh. Sejenak ia tidak langsung menjawab. Sepasang matanya yang teduh, di balik kacamata yang sedikit turun, menelusuri sosok Anna. Pandangannya jatuh pada gaun putih yang kusut, noda darah yang mengotori ujung kainnya.

Lalu, dengan suara pelan, ia bergumam, "Apakah ini cobaan pengantin baru?"

Jantung Anna mencelos. Ia merasakan tubuhnya melemah, seakan-akan lututnya tidak lagi sanggup menopang berat dosanya.

Jika ini memang cobaan… maka ia bukan pengantin baru yang sedang diuji. Tetapi, ialah setan bencana di balik gaun pengantin bernoda ini.

Ia adalah penyebab dari cobaan itu.

Senyum kecil muncul di wajahnya, tapi itu bukan senyum bahagia. Itu senyum getir. Senyum seseorang yang tahu ia baru saja menanam benih kehancurannya sendiri.

Sebuah dosa yang akan terus menghantuinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!