Sang mempelai wanita

Anna melangkah mengikuti instruksi perawat menuju ruang operasi. Setiap langkah terasa berat, seolah sesuatu menahannya untuk terus maju. Ia duduk diam, menatap kosong ke arah lampu darurat yang berpendar merah. Sinar itu menusuk matanya, tapi yang membuat dadanya sesak adalah bayangan kejadian yang terus berputar di kepalanya—momen saat ia menabrak seorang pria yang belakangan ia ketahui bernama Ethan.

Ethan. Nama itu kini bergema dalam benaknya, membawa rasa bersalah yang semakin menggunung. Tianrong Nation tak butuh waktu lama untuk menemukan identitas seseorang. Cukup satu sentuhan ibu jari pada pemindai sidik jari, dan segalanya terungkap. Tidak ada tempat untuk bersembunyi, tidak ada cara untuk menghindar.

Anna masih terpaku menatap sinar merah di atas kepalanya. Napasnya tersengal, pikirannya berantakan. Ia berbisik dalam hati, memohon agar pria itu tetap hidup. Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya… tidak, ia tak sanggup membayangkannya.

Dring! Dring!

Ponselnya berdering, suaranya menggema di ruangan yang sunyi. Tangannya bergetar saat meraihnya, tetapi sebelum sempat menjawab, panggilan itu berakhir. Nama Rina Wei tertera di layar.

Tak lama, sebuah pesan video masuk. Dengan ragu, Anna membukanya.

Di layar, panggung megah terlihat bersinar dalam gemerlap lampu-lampu sorot. Di antara tepuk tangan meriah, seorang model melangkah anggun, mengenakan gaun pengantin rancangannya. Anna terdiam. Ia hampir melupakan acara ini.

Namun, ada sesuatu yang terasa tidak beres. Alisnya terangkat. Rina tidak pernah meminta izin sebelumnya. Lalu, sebuah video lain masuk.

Di sana, Rina berdiri di tengah sorotan lampu, trofi kemenangan tergenggam erat di tangannya.

Sebelum Anna sempat mencerna semuanya, sebuah pesan muncul di layar:

"Anna, aku tidak punya pilihan! Kau tidak datang, dan aku hanya mencoba menyelamatkan kesempatan ini. Mereka pikir akulah desainernya, dan aku tidak mungkin mempermalukan diriku sendiri di depan semua orang. Lagipula, kau pasti mengerti kan? Aku melakukannya juga untukmu… Aku tidak mencuri milikmu, aku hanya menjaga agar namamu tetap ada di dunia fashion. Aku akan mengklarifikasi setelah ini, tapi tolong jangan marah… Aku juga tak ingin terlihat buruk di mata mereka…"

Anna membeku. Jemarinya mencengkeram ponsel, napasnya tercekat. Air mata yang ia tahan sejak tadi akhirnya jatuh.

Sungguh ironis. Seharusnya ini menjadi momen yang selama ini ia impikan—berdiri di atas panggung, menerima penghargaan untuk karyanya sendiri. Tapi kini, panggung itu bukan miliknya. Gaun yang ia rancang dengan sepenuh hati dikenakan orang lain, sementara dirinya hanya bisa duduk di ruangan dingin ini, memikirkan dua kesalahan besar dalam hidupnya.

Di satu sisi, ada pria yang mungkin tengah berjuang antara hidup dan mati karena kelalaiannya. Di sisi lain, ada sahabat yang tanpa ragu mengambil tempatnya, lalu meminta pengertiannya dengan alasan yang terdengar manis tapi beracun.

Dan yang lebih menyakitkan, Anna tak tahu mana yang lebih harus ia sesali.

Anna gemetar, bukan karena dinginnya ruangan, tetapi karena kemenangan yang seharusnya menjadi miliknya kini hanya bayangan samar di kejauhan. Namun, ia tak bisa terus larut dalam kekecewaannya. Perhatiannya teralihkan ketika langkah tergesa-gesa menggema di lorong rumah sakit.

Seorang wanita muda berlari, gaunnya berayun mengikuti langkah paniknya. Riasan natural di wajahnya tampak sempurna, tetapi air mata yang jatuh perlahan menambahkan kesan rapuh yang menyedihkan—atau mungkin hanya sekadar ilusi. Ia cantik, begitu anggun dengan sorot kedewasaan yang menenangkan. Namun, ada sesuatu dalam ekspresinya yang terasa terlalu terlatih, terlalu sempurna, seperti kesedihan yang sengaja dipertontonkan.

"Apakah Ethan ada di dalam?" tanyanya dengan suara lembut bergetar, berhenti tepat di depan pintu ruang operasi. Jemarinya yang gemetar menyentuh permukaan kayu, seolah berharap bisa menembusnya dan mencapai sosok di baliknya.

Seorang pria menyusul dari belakang. Dengan sigap, ia merangkul bahu wanita itu, menahannya dalam dekapan yang terlalu erat untuk sekadar penghiburan.

"Aku tidak kuat..." bisik wanita itu, tubuhnya bersandar semakin dalam ke dada pria itu. "Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Ethan? Aku tidak tahu harus bagaimana tanpanya..."

Pria itu tersenyum tipis, jarinya mengusap lengan wanita itu dengan lembut, nyaris seperti belaian. "Jangan sedih," suaranya rendah dan dalam, ada nada menggoda terselip di dalamnya. "Ada aku di sini. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian..."

Wanita itu menghela napas panjang, lalu menatap pria itu dengan mata basah yang penuh kepasrahan. "Kau tidak akan meninggalkanku juga, kan?" suaranya hampir seperti bisikan yang menggantung di udara, menunggu jawaban yang diinginkannya.

Pria itu terkekeh kecil, lalu menunduk sedikit, mendekatkan wajahnya. "Tentu saja tidak," katanya dengan suara lebih pelan. "Aku selalu ada untukmu… lebih dari siapa pun."

Wanita itu menggigit bibirnya, entah ragu atau justru menikmati kata-kata itu. Tapi kemudian, seolah baru tersadar, ia mengangkat wajahnya dan tiba-tiba menangis lebih keras, kali ini dengan raungan yang menggema di lorong rumah sakit.

"Ethan!"

Jeritan itu menusuk udara, membuat semua orang di sekitar menoleh.

Anna membeku.

Darahnya seperti berhenti mengalir, dan jantungnya mencengkeram dadanya dengan kuat.

Ia tahu siapa wanita itu.

Dan itu berarti, ia tahu siapa Ethan baginya.

Di depan matanya, sebuah kenyataan lain tersingkap. Tidak hanya tentang pria yang tengah berjuang antara hidup dan mati, tetapi juga tentang wanita yang menangis untuknya—dan pria lain yang diam-diam tersenyum dalam bayang-bayang kesempatan.

Anna meremas gaun pengantin yang ternoda darah, jemarinya mencengkeram erat kain yang seharusnya menjadi milik mempelai wanita itu. Tapi sekarang, gaun itu terasa seperti belenggu, seperti beban yang menghancurkannya perlahan.

Jantungnya berdegup liar, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Napasnya tercekat saat suara langkah mendekat—terlalu familiar, terlalu mengancam.

Lalu di sana, berdiri di bawah cahaya rumah sakit yang dingin dan kejam, sosok itu yang terlihat rapuh.

Sang mempelai wanita.

Wanita itu tampak begitu sempurna, begitu anggun dalam kesedihannya. Mata yang berkilat-kilat oleh air mata justru semakin mempertegas keindahannya. Gaun putih yang dikenakannya masih bersih, utuh—tidak seperti milik Anna, yang ternoda oleh darah dan dosa.

Anna menahan napas, tubuhnya mulai gemetar.

Ia seharusnya tidak ada di sini.

Ia seharusnya tidak pernah menyentuh gaun ini.

Ia seharusnya tidak pernah bertemu Ethan.

Ia seharusnya tidak pernah melaju dan menabrak Ethan.

Gaun berdarah itu kini terasa begitu berat dalam genggamannya, seolah menariknya ke dalam pusaran kesalahan yang tak bisa ia hindari. Tatapan mempelai wanita itu mengunci pandangannya, dan di balik keheningan yang menyakitkan, Anna menyadari satu hal.

Tidak ada tempat untuknya di sini. Tidak ada tempat untuk seseorang yang telah mencuri momen yang bukan miliknya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Metana

Metana

tidak bisa berkomentar karena cerita dan tulisannya udah bagus/Whimper/ sangat malahan, kaya penyampaiannya dapet bisa serinci itu menurut aku. Aku jadi sedikit nambah ilmu dari baca ini, karena aku sulit buat menata kalimat, seneng deh nemu karya ini

2025-03-20

1

𝓡𝓲𝓿𝓮𝓵𝓵𝓮 ᯓᡣ𐭩

𝓡𝓲𝓿𝓮𝓵𝓵𝓮 ᯓᡣ𐭩

next kak! tulisannya udah rapih bangett, kerenn

2025-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!