Hidup sekali lagi

Di sudut penjara lain, Harry duduk santai menatap tumpukan jaket rajutan yang memenuhi ruangannya.

Kevin, yang duduk di sebelahnya, hanya bisa menghela napas panjang.

"Harry, aku benar-benar tak mengerti. Kenapa kau terus membeli barang-barang rajutan Anna seperti ini?"

Harry tersenyum kecil, mengambil salah satu jaket dan membolak-baliknya di tangan.

"Apa salahnya? Ini investasi," ujarnya santai.

Kevin mengangkat alis. "Investasi? Untuk apa? Cuaca di sini bahkan tidak cukup dingin untuk butuh satu jaket, apalagi sepuluh!"

Harry tertawa kecil. "Ini bukan soal musim dingin, Kev. Ini soal menjaga mimpinya tetap hidup."

Kevin menatapnya dengan ragu. "Jadi kau lebih memilih membeli semua dagangannya diam-diam daripada langsung memberinya uang?"

Harry mengangkat bahu. "Dunia luar suka menghancurkan orang yang bermimpi terlalu tinggi. Setidaknya di sini, biarkan aku yang menjadi satu-satunya orang yang mendukungnya."

Kevin mengambil salah satu jaket merah muda dari tumpukan dan menatapnya penuh arti. "Serius? Bahkan warna ini pun kau beli? Kau yakin tak ingin mencoba memakainya?"

Harry terkekeh. "Kalau aku memakainya, mungkin aku akan kehilangan gelar Pangeran Kegelapan."

Kevin menggeleng pelan. "Kau ini bodoh atau romantis?"

Harry menyeringai. "Dua-duanya, mungkin."

Kevin tertawa kecil, lalu mengambil beberapa jaket lainnya. "Kalau begitu, aku akan membantu menyebarkannya ke beberapa orang, biar Anna tetap merasa barangnya benar-benar laku."

Harry menatap jaket di tangannya dan tersenyum sendiri.

Anna, dunia ini mungkin tidak pernah adil padamu. Tapi setidaknya, di balik semua kegelapan ini, ada seseorang yang masih ingin melihatmu tetap bercahaya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keringat mengalir dari pelipis Harry, jatuh perlahan menyusuri rahangnya yang tegang. Tinju demi tinju ia hantamkan ke samsak tua di depannya, seolah berharap rasa sesak di dadanya ikut luruh bersama keringat.

Malam ini terlalu panjang.

Terlalu sepi.

Terlalu dipenuhi suara Anna di kepalanya.

"Model pria selalu berganti pakaian di hadapanku. Itu hal biasa."

Harry mengepalkan tangannya lebih erat. Rasa panas menjalar di dadanya, lebih menyakitkan dari semua pukulan yang pernah ia terima. Jadi, tubuh yang ia tempa setiap malam ini tak ada artinya di mata Anna? Keringat, otot, dan ketahanan yang ia bangun selama ini hanyalah bagian dari sesuatu yang sudah terlalu sering dilihatnya?

Samsak itu ia hantam sekali lagi, lebih keras.

Baiklah. Kalau memang begitu, ia akan pastikan bahwa tubuhnya adalah satu-satunya yang bersinar di mata Anna.

Tapi... apakah itu cukup?

Ia menarik napas panjang, lalu menunduk. Tangannya gemetar.

Jika hanya itu yang ia pikirkan, maka ia sama saja dengan pria-pria lain.

Ia tenggelam dalam sesuatu yang lebih dalam, lebih menyakitkan.

Ia mencemburui pria-pria yang bahkan mungkin tidak pernah dipedulikan Anna, tapi yang lebih menyakitkan dari itu adalah kenyataan bahwa ia sengaja menjaga jarak.

Ia bisa saja mendekat, mengejeknya seperti dulu, menertawakan ekspresi kesalnya, melihat matanya membulat penuh amarah.

Tapi setiap kali ia menatap Anna yang begitu serius di balik jarum dan benangnya, ada sesuatu yang membuatnya terpaku.

Anna bukan wanita kebanyakan.

Dia tidak menghabiskan malamnya untuk mencari kehangatan pria lain, tidak sibuk mengejar hal-hal fana seperti gairah sesaat. Dia terlalu sibuk mengejar sesuatu yang lebih besar—mimpinya yang telah lama hancur.

Dan itu membuat Harry sadar.

Cinta yang dibutuhkan Anna bukanlah genggaman tangan atau bisikan manis. Bukan seseorang yang menahannya dalam pelukan dan mengatakan segalanya akan baik-baik saja.

Cinta yang dibutuhkan Anna adalah seseorang yang diam-diam membangun kembali dunia yang telah dihancurkan untuknya.

Seseorang yang tidak memberinya janji kosong, tapi memberinya kesempatan untuk bermimpi lagi.

Mungkin itulah alasan Harry mulai mencari tahu tentang masa lalu Anna.

Namun, yang ia temukan hanyalah kehampaan.

Seolah-olah Anna tidak pernah ada sebelum ia masuk ke penjara ini.

Seluruh koneksi yang dulu Harry miliki telah mati. Sejak ia memilih untuk hidup dalam kegelapan bersama Kevin Liang, dunia luar menjadi sesuatu yang semakin jauh.

Tapi yang lebih menyakitkan dari semua itu…

Yang lebih menyakitkan dari kehilangan akses ke dunia luar…

Adalah kenyataan bahwa ia sendiri yang memilih untuk menghilang.

Bukan karena ia ingin.

Tapi karena ia tidak pantas untuk dunia itu lagi.

Semua ini terjadi karena sesuatu yang sepele.

Sebuah pertengkaran bodoh yang berubah menjadi tragedi.

Sebuah kesalahan kecil yang merenggut nyawa seseorang.

Rei Zhang.

Darah.

Suara tembakan.

Tubuh yang jatuh ke tanah, tidak bergerak.

Harry menutup matanya, tapi itu tidak membuatnya lupa. Tidak ada yang bisa menghapusnya.

Ia bisa merasakan lagi bagaimana tangannya berlumuran darah saat mencoba menghentikan pendarahan di dada Rei. Bisa mendengar suara napas terakhirnya yang semakin lemah, bisa melihat tatapan kosong yang perlahan menghilang.

Saat itu, mereka bertiga—Harry, Kevin, dan Rei—seharusnya pulang bersama.

Tapi hanya dua orang yang bertahan.

Rei tertinggal di tanah yang dingin, dengan darah mengalir dari dadanya, dan Harry hanya bisa menatapnya dalam keheningan.

Tidak ada kata-kata terakhir.

Tidak ada permintaan maaf.

Tidak ada kesempatan untuk mengulang semuanya.

Dan itu yang paling menyakitkan.

Sebab, selama ini, Harry berpikir bahwa ia bisa bertahan dalam dunia gelap itu bersama mereka.

"Kita tidak akan terkubur di dunia ini, kan?"

Rei pernah bertanya seperti itu.

Dan Harry, dengan penuh percaya diri, menjawab, "Tentu saja tidak. Jika salah satu kita terkubur. Maka, yang lain harus mengubur dirinya pula."

“Kau konyol. Tetap harus hidup. Ingat kataku tetap untuk hidup!”

Betapa bodohnya ia.

Ia tidak bisa menepati janjinya.

Kevin selalu berkata bahwa mereka tidak bersalah. Bahwa mereka tidak bisa disalahkan atas apa yang terjadi.

Tapi Harry tahu itu bohong.

Mereka bersalah.

Mereka bisa saja melakukan sesuatu. Mereka bisa saja mencegah semua itu terjadi.

Tapi mereka tidak melakukannya.

Dan sekarang, Rei telah pergi, sedangkan mereka berdua masih di sini—bersembunyi di tempat yang bahkan tidak menginginkan mereka.

Ayahnya pun tidak menginginkannya.

Pria itu, walikota yang dihormati, bahkan tidak pernah datang menemuinya.

Bukan karena ia malu.

Bukan karena ia kecewa.

Tapi karena ia benar-benar telah menghapus Harry dari hidupnya.

"Aku ingin mendidik putraku."

Itulah yang pria itu katakan.

Dan Harry pernah mencoba memahami maksudnya.

Ia berpikir, mungkin ayahnya ingin memberinya pelajaran hidup. Mungkin pria itu ingin Harry bangkit sendiri, menemukan jalannya keluar.

Tapi sekarang ia tahu.

Itu bukan pendidikan. Itu penghapusan.

Pria itu tidak mendidiknya.

Ia hanya ingin dunia melupakan bahwa ia pernah punya anak bernama Harry.

Harry tertawa kecil, getir.

Betapa mudahnya seseorang dibuang.

Betapa cepatnya dunia menghapus seseorang yang dianggap gagal.

Ia berpikir bahwa mungkin memang seperti inilah akhirnya.

Bahwa ia akan membusuk di tempat ini, seperti yang diinginkan dunia.

Tapi kemudian, Anna datang.

Tidak dengan kata-kata manis, tidak dengan janji kosong.

Hanya dengan sepasang tangan yang tidak pernah berhenti bekerja, dengan keteguhan yang tidak pernah luntur.

Dan itu cukup untuk membuat Harry ingin hidup sekali lagi.

Ia menatap samsak di depannya, mengepalkan tinjunya.

Satu pukulan untuk Rei Zhang, sahabatnya yang telah pergi.

Satu pukulan untuk dirinya yang dulu menyerah.

Satu pukulan untuk semua rasa sakit yang tak pernah bisa ia ungkapkan.

Dan satu pukulan terakhir—untuk Anna.

Untuk seseorang yang, tanpa sadar, telah menyelamatkannya.

Kevin Liang, yang sedari tadi diam, akhirnya berbicara. "Kau tahu, sejak kita masuk ke sini, aku selalu berpikir… mungkin ini memang hukuman yang pantas untuk kita."

Harry masih meninju samsak, tapi suaranya terdengar pelan saat menjawab, "Mungkin memang pantas."

"Tapi kau…" Kevin melanjutkan. "Kau tidak seharusnya di sini selamanya, Harry."

Harry tertawa kecil, tapi tidak ada kebahagiaan dalam suara itu. "Aku pikir kau sudah menerima kenyataan bahwa dunia tidak menginginkan kita lagi."

Kevin menghela napas. "Tapi Anna masih menginginkan dunia."

Harry terdiam.

Kevin tersenyum kecil, lalu menepuk bahunya sebelum beranjak pergi. "Kalau begitu, mungkin sudah saatnya kau berhenti meninju samsak itu dan mulai berpikir bagaimana kau akan keluar dari sini."

Harry menatap punggung Kevin yang menjauh, lalu kembali melihat jaket rajutan Anna di tangannya.

Ayahnya mungkin telah melupakannya.

Dunia mungkin telah menolaknya.

Tapi untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa ada sesuatu yang masih layak diperjuangkan.

Dan kali ini, ia tidak akan gagal lagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!