Membayar Rumah Sakit

Anna harus pergi. Sekarang.

Tatapannya beralih ke wanita itu yang masih terisak, bersandar manja di dada pria di belakangnya. Ini kesempatannya. Dengan langkah pelan, nyaris tanpa suara, Anna mulai bergerak mundur, mengendap-endap menjauh. Setiap otot di tubuhnya menegang, seolah menunggu seseorang meneriakkan namanya dan membuatnya terhenti seketika.

Ia ingin menghilang. Tidak hanya dari ruangan ini, tapi dari dunia ini. Jika bisa, ia akan lenyap begitu saja, melebur menjadi debu, atau lebih baik lagi—langsung ke Mars. Bumi terlalu menyesakkan baginya sekarang.

Begitu mencapai lorong, ia mempercepat langkah, jantungnya berdentam liar di dadanya. Namun, baru beberapa meter menuju pintu keluar UGD, dua petugas kepolisian tiba-tiba muncul dari sisi kanan dan kiri, menghadangnya dengan sikap yang terlalu kaku, terlalu siap.

Langkahnya terhenti mendadak.

"Maaf, Nona. Anda tidak boleh keluar."

Suara berat itu terdengar seperti vonis.

Anna menegang, dunia seakan berputar. Napasnya tercekat di tenggorokan. Ia bisa merasakan keringat dingin mengalir di tengkuknya.

"Aku… aku hanya haus," katanya buru-buru, suaranya nyaris serak. "Aku tidak berniat kabur."

Petugas yang lebih tinggi melirik rekannya sekilas, lalu mendekat selangkah, tatapannya dingin dan penuh kecurigaan. "Haus?" ujarnya datar, seolah itu adalah kebohongan paling konyol yang pernah ia dengar.

Anna mengangguk cepat. "Ya. Aku hanya butuh air. Itu saja."

Namun, bukannya merespons, pria itu justru mengulurkan tangannya ke arah lengan Anna, mencengkeramnya lebih kuat dari yang diperlukan.

"Tolong jangan buat masalah, Nona."

Anna tersentak, tubuhnya refleks menegang. "Aku serius! Aku hanya haus!" Suaranya meninggi, panik, tapi mereka hanya saling berpandangan sebelum kembali menatapnya dengan ekspresi dingin yang sama.

"Kami tidak bisa mengambil risiko," kata petugas satunya dengan nada tenang yang justru terdengar lebih mengancam. "Anda harus tetap di sini."

Dunia di sekelilingnya terasa semakin sempit.

Ia benar-benar terperangkap. Dan lebih buruknya—tidak ada seorang pun yang akan percaya padanya.

Tatapannya memohon, bibirnya mengerucut sedikit, berusaha terlihat selemah dan semanis mungkin. Ia tahu dirinya dalam posisi genting, dan satu-satunya cara agar bisa sedikit bernapas adalah dengan membuat mereka percaya.

Petugas yang lebih muda tampak ragu, matanya menelusuri Anna sejenak sebelum akhirnya berkata, "Jangan menyebutnya kabur. Jika memang ingin lari, dia takkan tetap di sini sejak awal."

Anna langsung mengangguk cepat, seperti anak kecil yang ingin meyakinkan orang dewasa. "Aku tidak akan lari. Aku hanya ingin menunjukkan tanggung jawabku," suaranya sedikit bergetar. "Bolehkah kita bicara setelah aku membayar biaya rumah sakit?"

Petugas yang lebih tegas mendecak, jelas masih curiga. "Baik. Tapi aku harap kau tahu, tanggung jawab tidak berarti menghindari konsekuensi."

Anna menelan ludah, tetapi tetap mengikuti langkah petugas menuju loket pembayaran.

Setiap langkah terasa berat. Begitu sampai di meja kasir, tatapan tajam seorang perawat langsung menyambarnya. Perawat itu tidak berusaha menyembunyikan ekspresi meremehkan, seakan menunggu drama berikutnya.

Anna berusaha menata napas, tapi rasa malu sudah menyusup dalam dirinya.

"Maaf, aku bukan istrinya," katanya buru-buru, berusaha menghindari kesalahpahaman lebih jauh.

Perawat itu mengangkat alis, lalu tertawa pendek. "Oh? Lalu kenapa Anda yang mengurus pembayaran? Mau main jadi Cinderella?"

Anna menahan napas. "Aku hanya ingin bertanggung jawab," katanya pelan.

Perawat itu menyipitkan mata, menatapnya dari atas ke bawah. "Bertanggung jawab?" katanya sinis. "Kau pikir uang receh yang kau bawa bisa menutupi biaya perawatannya? Apa kau lupa siapa yang kau tabrak?"

Anna menelan ludah, tetapi tetap teguh. "Aku tahu siapa dia."

"Oh, kau tahu?" Perawat itu menyilangkan tangan. "Kalau begitu kau pasti sadar, keluarganya akan menganggap ini penghinaan."

"Aku tidak peduli," suara Anna lebih keras dari yang ia rencanakan. Matanya berkaca-kaca. "Aku hanya ingin melakukan sesuatu. Apa pun."

Dokter yang sejak tadi diam kini tertawa tipis, nada suaranya tajam. "Oh, tentu. Gadis malang dengan hati emas. Tapi sayangnya, dunia tidak bekerja seperti itu."

"Kau tidak perlu pura-pura baik," perawat itu menambahkan dengan nada mencibir. "Jangan-jangan kau cuma berharap mendapat belas kasihan Ethan setelah ini?"

Anna tersentak. "Aku tidak sepicik itu!"

"Tidak?" Perawat itu mencondongkan tubuhnya ke depan. "Lalu kenapa repot-repot? Rasa bersalah? Atau ada agenda lain?"

"Aku harus melakukan ini!" suara Anna pecah, hampir tersendat oleh isakannya. "Aku tidak bisa pergi tanpa membayar!"

Keheningan menggantung di udara.

Lalu, perawat itu menghela napas panjang, seolah ini semua adalah beban tak perlu. "Baik. Kalau kau ingin membuang uangmu dengan sia-sia, silakan."

Dokter melirik ke arah petugas kepolisian di belakang Anna. "Tapi aku harap kau siap menghadapi keluarganya. Jika mereka marah, aku tidak akan ikut campur."

Anna mengepalkan tangan, rahangnya mengeras.

Ia tahu mereka tidak akan mempercayainya. Tidak akan melihat ketulusannya.

Tapi ia tidak peduli.

Ia menoleh pada petugas administrasi, suaranya bergetar tetapi tegas. "Sebelum aku berdiskusi dengan mereka," katanya, melirik petugas kepolisian di belakangnya, "Aku ingin membayar biaya Tuan Ethan."

Dokter dan perawat kembali saling pandang, tatapan mereka seolah berkata tunggu saja sampai ini meledak.

Tapi Anna tidak akan mundur.

Tidak sekarang. Tidak sebelum ia melakukan sesuatu untuk Ethan.

Perawat itu mendengus, melipat tangan di dada sambil menatap Anna dengan penuh ejekan. "Awas saja kalau aku sampai mendapat masalah karena tanda tangan persetujuan operasi itu."

Ia menyipitkan mata, seolah baru sadar sesuatu yang membuatnya semakin marah. "Kau benar-benar wanita gila! Berani-beraninya mengaku sebagai istrinya!"

Anna tetap diam. Napasnya terasa berat, tapi ia tahu tidak ada gunanya membantah.

Brtttt!

Suara printer berbunyi nyaring, lembaran tagihan keluar dengan angka yang tertera begitu jelas di atas kertas putih itu. Petugas administrasi menggesernya ke arah Anna dengan gerakan malas, seakan sudah bisa menebak reaksi yang akan muncul setelahnya.

Tatapan Anna jatuh ke angka itu.

Darahnya seolah berhenti mengalir.

Jumlahnya… mustahil.

Tangan Anna sedikit gemetar saat melihat angka yang lebih besar dari semua tabungannya—bahkan lebih besar dari yang bisa ia bayangkan dalam hidupnya.

Perawat itu tertawa kecil, nada suaranya tajam seperti pisau yang menusuk ke dalam harga diri Anna. "Oh, lihatlah. Kau bahkan belum membacanya sampai habis, tapi wajahmu sudah pucat."

Anna menelan ludah, tapi tenggorokannya terasa kering.

Perawat itu menyentuh dagunya dengan ekspresi pura-pura berpikir. "Hmm… bagaimana ya? Apa kau yakin saldo rekeningmu cukup? Atau jangan-jangan, kau cuma punya beberapa lembar uang lusuh di dompetmu?"

Ia mendekat, suara sindirannya semakin pelan namun menusuk. "Tagihan ini saja mungkin lebih besar dari seluruh hidupmu. Kau benar-benar berpikir bisa menanggungnya?"

Anna mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya, tapi perawat itu belum selesai.

"Oh, dan ini baru biaya saat ini. Belum termasuk biaya setelah operasinya selesai." Ia menyeringai tajam. "Apa kau masih yakin bisa berdiri setelah melihat angka ini? Atau kau mau kami siapkan tandu sekalian?"

Tawa kecil terdengar dari seorang staf di belakang, dan Anna bisa merasakan panas membakar pipinya—bukan karena marah, tapi karena malu.

Perawat itu menghela napas dramatis. "Jadi bagaimana, Nona Dermawan? Masih ingin sok bertanggung jawab? Atau akhirnya sadar bahwa kau tidak punya tempat di dunia orang kaya?"

Anna merasakan dadanya sesak, napasnya pendek-pendek, dan dunia seakan semakin mengecil di sekelilingnya.

Mundur?

Menelan harga dirinya dan pergi?

Atau tetap maju… dengan konsekuensi yang mungkin akan menghancurkannya?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!