Teror yang baru dimulai

Anna tiba kembali setelah empat jam meninggalkan penjara. Langkahnya terhenti begitu melihat sipir yang menyambutnya. Pria itu menatapnya tanpa ekspresi, tapi mata penuh keserakahan itu berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Dada Anna bergejolak. Ia ingin meludah ke arah pria itu—ingin mencabik wajahnya yang mengingatkan pada parasitik yang hanya hidup dari uang. Tapi sesuatu menahannya. Ia belum pernah melihat pria ini berkeliaran di sel. Ini bukan orang Harry.

Jantungnya berdegup lebih cepat. Ada sesuatu yang salah.

Anna harus lebih waspada. Jika ada orang asing di sini, itu berarti ada kekuatan lain yang ikut bermain—sesuatu yang lebih besar dari sekadar pengaruh Harry. Sesuatu yang telah menyusup jauh lebih dalam. Dan jika benar begitu… maka Harry bisa berada dalam bahaya.

Pikiran itu membuat perutnya bergejolak. Ia menelan ludah, mencoba menenangkan diri, tapi wangi sisa salon yang masih melekat di rambutnya justru membuatnya mual. Bukan karena aromanya—tetapi karena ingatan yang dibawanya.

Ethan.

Anna mengejang. Tenggorokannya terasa kering.

Tangannya gemetar saat menyentuh bibirnya, seolah masih merasakan sentuhan yang tidak seharusnya ada di sana. Napasnya pendek dan tertahan. Bayangan Ethan, dengan mata penuh birahi dan tatapan haus darah, muncul di benaknya. Ia bisa merasakan cengkeraman kasar itu lagi. Bisa mendengar bisikannya.

Tiba-tiba Anna merasa kotor.

Ia berlari keluar sel, menghampiri wastafel, lalu mencuci wajahnya dengan air dingin. Tapi itu tak cukup. Ia menggosok bibirnya, lebih keras, lebih kuat—seakan bisa menghapus jejaknya dari bibirnya.

Sialan!

Ia mengangkat kepala, dadanya naik-turun.

Lalu ia melihatnya.

Pantulan di cermin.

Wajah Ethan.

Ia menyeringai padanya.

"KAU PIKIR BISA MEMBELI SEMUA ORANG?!"

Jeritan Anna menggema di dinding sel.

Anna menatap cermin dengan napas tersengal. Ia seharusnya hanya melihat pantulan dirinya, tapi yang muncul justru wajah Ethan—menyeringai, penuh kesombongan dan kesenangan sakit.

"Lihat kau sekarang," suara Ethan terdengar, seakan cermin itu bisa berbicara. "Masih berpikir punya pilihan?"

Anna menegakkan tubuhnya, menahan muntah yang hampir naik ke tenggorokannya. "Kau pikir aku akan tunduk padamu hanya karena uang?"

Ethan tertawa pendek.

"Aku sudah membeli banyak orang, Anna. Kau pikir kau lebih istimewa?"

"Kau menjijikkan," desis Anna. "Kakiku yang sehat ini… andai bisa, aku lebih memilih menukarnya dengan kakimu yang cacat, hanya agar aku bisa melihatmu merangkak dalam kehinaan."

Ethan mencondongkan tubuhnya di dalam cermin, matanya menyala dengan kekejaman.

"Tapi kau tetap ada di sini. Dan kau tetap milikku."

"Di dalam mimpimu yang paling sakit!" Anna membalas dengan mata membara.

Ethan menyeringai lebih lebar.

"Dan mimpi burukmu yang paling nyata."

Tiba-tiba, seseorang berlari di luar kamar mandi. Suara napas tersengal, langkah kaki terburu-buru.

"Harry dihajar habis-habisan!"

Dunia Anna berhenti seketika.

Jantungnya seperti terhenti, lalu berdetak begitu kencang hingga hampir melompat keluar dari dadanya.

Ia membayangkan sepasang kaki Harry—hancur, diinjak-injak, dihajar tanpa ampun.

Matanya kembali ke cermin.

Ethan masih tersenyum.

"Aku bilang, aku sudah membeli banyak orang."

Darah Anna membeku.

Tidak.

Tidak mungkin.

Ia berbalik dan berlari keluar, menerobos kerumunan yang mulai berkumpul di lapangan. Orang-orang berteriak, sorak-sorai menggema.

Setiap pria di sana bertelanjang dada, tubuh mereka penuh keringat dan luka perkelahian.

Tapi Anna tidak mencari mereka.

Ia mencari seseorang yang tidak seharusnya terluka.

Di mana Harry?

Dimana dia?!

Ketakutan mulai mencengkeram hatinya.

Dan di dalam cermin yang telah ia tinggalkan, Ethan masih tersenyum.

Seolah tahu bahwa pertarungan ini baru saja dimulai.

Anna menerobos kerumunan, matanya liar mencari satu sosok yang harus ia temukan. Para pria bertelanjang dada membentuk lingkaran di sekitar arena pertarungan, tubuh mereka bergerak gelisah, membentuk dinding penghalang yang seakan mustahil ditembus.

Tidak. Anna tidak bisa terjebak di sini. Ia harus melihat. Ia harus tahu apa yang sedang terjadi.

“Permisi,” ucapnya, suaranya tenggelam dalam sorak-sorai beringas di sekelilingnya.

Tak ada yang peduli.

Seseorang mendorongnya keras, tubuhnya terhuyung ke belakang. Sebelum ia bisa menyeimbangkan diri, kakinya tersandung seseorang.

Lalu—

“Akh!”

Rasa sakit menusuk telapak tangannya. Seseorang—tidak, beberapa orang—menginjak tangannya yang terjatuh di tanah. Anna meringis, mencoba menarik tangannya, tapi kerumunan terus bergerak, membuatnya tak punya celah untuk melarikan diri.

Di tengah derit kesakitannya, matanya menangkap sesuatu.

Darah.

Dan di tengah lingkaran itu—Harry.

Dikelilingi oleh pria-pria yang bahkan belum pernah ia lihat sebelumnya.

Mereka bukan petarung biasa. Gerakan mereka terlalu terlatih, pukulan mereka terlalu kejam. Harry dihantam bertubi-tubi, tubuhnya terus mundur. Napasnya kasar, tapi matanya tetap tajam, meskipun darah mengalir dari sudut bibirnya.

Tidak!

Anna menahan napas, hatinya mencelos saat melihat salah satu pria itu mencengkeram leher Harry, menjepitnya dengan tenaga penuh. Harry berusaha melawan, tapi tekanan di tenggorokannya semakin kuat.

Anna panik.

“Harry!” teriaknya, suara penuh ketakutan dan kepanikan yang tidak bisa ia sembunyikan lagi.

Dan saat itu, sesuatu di dalam diri Harry seolah meledak.

Dengan kekuatan yang tiba-tiba kembali, ia melayangkan pukulan brutal ke pria yang menjepitnya. Tubuh pria itu terangkat dari tanah, diputar di atas punggungnya, lalu dijatuhkan dengan keras ke lantai.

Brak!

Si pria mengerang kesakitan, tubuhnya terpelintir.

Harry berdiri di atasnya, dadanya naik-turun, matanya dipenuhi bara kemarahan. Sepatunya terangkat sedikit, tepat di atas wajah pria itu, siap untuk menghantamnya habis-habisan.

Pria itu mengangkat tangannya lemah.

“M-menyerah…” suaranya nyaris tak terdengar.

Namun, bagi Harry, itu bukan akhir dari segalanya.

Dan bagi Anna, ketakutan yang menghantuinya baru saja dimulai.

Harry mengabaikan pria di bawah kakinya. Pertarungan seperti ini bukan hal baru—di tempat seperti ini, kekuatan adalah segalanya. Namun, kali ini berbeda. Lawan yang ia hadapi bukan sekadar narapidana baru yang ingin unjuk gigi. Jika kata-kata Kevin benar, mereka adalah singa lama—petarung yang telah lama mengincarnya, menunggu saat yang tepat untuk menerkam.

Tapi mereka lupa satu hal.

Harry bukan pria yang mudah ditaklukkan. Sejak kecil, hidupnya telah ditempa dalam pertarungan. Ia tidak hanya terbiasa menghadapi pukulan, tetapi juga telah hidup dalam bayang-bayang benda tajam yang siap merobek dagingnya kapan saja. Instingnya tajam, setajam serigala yang selalu tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan.

Dan kali ini, ia kembali berdiri sebagai pemenang.

Anna menarik napas lega, dadanya yang tadi sesak kini terasa lebih lapang.

Matanya mencari sosok yang selama ini membuatnya cemas.

Lalu, ia melihatnya.

Harry melangkah mendekat, tubuhnya masih tegap meski keringat membasahi kulitnya. Setiap gerakannya kuat, penuh percaya diri. Dan di sanalah—sepasang kaki yang sejak tadi Anna khawatirkan.

Utuh.

Masih berdiri kokoh.

Harry berhenti tepat di hadapannya. Matanya yang tajam menatap lurus ke dalam mata Anna, seakan ingin meyakinkannya bahwa ia baik-baik saja.

Tanpa sadar, Anna meraih tangannya—mencengkeram erat, merasakan kehangatan di balik kulitnya. Ia tidak peduli pada tatapan orang-orang di sekelilingnya. Yang penting, Harry ada di sini. Masih berdiri. Masih… dirinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Taris

Taris

bacanya sambil deg2an, tarik nafas, tegang n ngos2an /Gosh/

2025-03-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!