Menjadi Kaya

Satu bulan sudah Anna mendekam di penjara. Hari-harinya penuh ketidakpastian, menanti sidang yang seolah tak pernah ada. Setiap detik yang berlalu terasa menyiksa. Status hukumnya masih menggantung—bukan tahanan bebas, tetapi juga belum resmi menjadi tersangka. Ia terjebak dalam ruang hampa hukum, di antara harapan dan keputusasaan.

Namun, satu hal yang lebih menyiksanya bukanlah pengadilan yang diam, melainkan sosok pria yang kini tak lagi sama—Ethan.

Setiap hari, ia melihat pria itu di layar televisi. Duduk di atas kursi roda elektro yang bergerak otomatis, seakan tak butuh bantuan siapa pun. Ethan kini menjadi pusat perhatian media, tampil dengan wajah tanpa ekspresi, seolah tak ada lagi luka yang tersisa—kecuali di kakinya.

Anna meremas jemarinya. Ia tak perlu melihat untuk tahu bagaimana dinginnya mata Ethan kini menatap dunia. Semua ini terjadi karena dirinya. Malam itu terus menghantuinya—suara rem mendecit, kaca berhamburan, jeritan Ethan... dan kemudian keheningan.

Tabungannya telah terkuras, limit kartu kreditnya habis, utang menumpuk—semua ia relakan demi harapan tipis bahwa Ethan akan mencabut laporannya. Namun, harapan itu terasa semakin jauh.

"Kau bahkan tidak pernah melihat diriku yang telah kehilangan segalanya untukmu."

Dengan napas tertahan, Anna mematikan televisi. Di layar, Ethan baru saja menjawab pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikannya dalam bisnis keluarga.

"Yang cacat hanyalah kaki, bukan otak. Bisnis tetap akan berjalan."

Kata-kata itu menghantamnya lebih keras dari apa pun. Di balik semua itu, ia tahu—Ethan belum memaafkannya. Dan mungkin, tak akan pernah.

Anna membayangkan kaki itu—kaki yang kini hanya bisa bergerak dengan bantuan kursi roda. Ia tidak seharusnya merasa sebagai orang yang paling menderita. Mungkin justru Ethan-lah yang menanggung beban paling berat. Bukankah kaki gagah yang dulu membawanya melangkah penuh percaya diri kini telah berubah menjadi sesuatu yang tak lagi bisa digerakkan? Dan penyebabnya… adalah dirinya.

Putus asa mulai merayapi hati Anna. Mungkin ia seharusnya berhenti berharap. Setelah hari ini, kebebasan hanyalah ilusi. Istri palsu—itulah dirinya, wanita yang telah mengubah hidup Ethan Ruan dalam satu malam. Entah takdir apa lagi yang menunggunya.

Mungkin inilah sisa hidupnya—terkurung di balik jeruji besi. Ia hanya harus terbiasa.

Anna menatap layar televisi yang telah redup. Meski terkurung, ia masih bisa tidur nyenyak. Masih bisa menikmati hiburan. Masih bisa merawat diri. Berbagai skincare dan body care berjejer di rak kecilnya—hadiah dari seseorang yang tak pernah ia temui secara langsung lagi. Sang penghadiah sedang berpura-pura menghindarinya.

Harry Zhao.

Pria itu mengumpulkan uang dari para narapidana baru, lalu sebagian digunakan untuk mengiriminya hadiah. Lucu. Harry terus memberinya sesuatu, tetapi tak pernah muncul. Seolah menunggu Anna datang lebih dulu, seolah berharap ia yang mengambil inisiatif.

Tapi Anna tak punya waktu untuk itu. Ia terlalu sibuk menenun harapannya sendiri. Tangannya terus bergerak, memilin benang wol, merajut jaket dalam berbagai ukuran. Ini bukan sekadar pengisi waktu—ini adalah cara untuk bertahan.

Anna menatap kosong ke dinding selnya. Ia lelah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. Tak ada lagi gunanya berharap pada kebebasan yang entah kapan datang. Tapi ia masih memiliki satu pilihan: bertahan.

Jika ia tak bisa keluar dari sini dalam waktu dekat, maka ia harus memastikan satu hal—ketika saatnya tiba, ia tidak akan pergi dengan tangan kosong.

Ia butuh uang.

Bukan sekadar untuk bertahan hidup di dalam penjara, tapi untuk sesuatu yang lebih besar. Untuk memastikan bahwa saat ia bebas, ia masih memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.

Pandangannya beralih ke tumpukan benang wol di sudut ruangan. Tangannya refleks mengambil gulungan benang dan mulai merajut. Jaket, syal, topi—apa pun yang bisa dijual.

Ia mulai memikirkan pasar yang tepat.

Para narapidana yang masih mendapat kiriman uang dari keluarga mereka adalah target utama. Beberapa dari mereka masih ingin tampil rapi, masih ingin merasakan kenyamanan dalam dinginnya malam di penjara. Mereka adalah pembeli potensial.

Lalu ada sipir. Mereka memiliki gaji tetap, dan beberapa dari mereka pasti ingin sesuatu yang berbeda—barang berkualitas dengan harga wajar.

Anna tidak hanya merajut dengan tangannya. Ia merajut strategi.

Setiap helai benang yang ia pintal adalah langkah kecil menuju masa depannya. Ia tidak tahu kapan kebebasan akan datang, tapi satu hal yang pasti—ketika saat itu tiba, ia harus siap.

Dan untuk itu, ia butuh uang. Sebanyak mungkin.

Anna menyelesaikan rajutannya dengan penuh kepuasan. Ia menatap hasil karyanya dan tersenyum bangga. Dalam pikirannya, ia sudah bisa melihat masa depan yang cerah—ia akan kaya!

Dulu, ia adalah seorang perancang busana yang merancang gaun-gaun indah dan gemerlapan. Namun, penjara mengubah segalanya. Tak ada lagi kain mewah atau permata berkilauan, kini ia hanya bisa bermain dengan benang wol dan gaya musim dingin. Tapi tidak masalah. Pasar harus menyesuaikan diri dengan keadaan, dan ia akan menjadi yang terbaik di dalamnya.

"Aku harus kaya. Walaupun seorang narapidana, aku tetap harus kaya!" pikirnya penuh semangat.

Jam 12:00 WIB

Tepat waktu! Jaket musim dingin rajutannya sudah siap, dan dalam hitungan menit pelanggan pertama hari ini akan datang mengambil pesanannya. Di dalam penjara, ia kini dikenal sebagai desainer spesialis pakaian musim dingin.

"Anna, aku datang untuk mengambil pesananku," seorang wanita datang mendekat.

Anna tersenyum cerah. Mereka bertukar uang dan pakaian—sebuah barter sederhana yang terasa luar biasa. Siapa sangka uang receh bisa membawa kebahagiaan sebesar ini?

Saat wanita itu pergi, Anna menatap uang receh di tangannya dan tersenyum kecil. "Dunia luar pasti akan tertawa melihat betapa kecilnya angka ini," gumamnya. "Tapi di sini? Ini adalah harta karun."

Namun, ia tak menyadari satu hal—separuh besar barang yang ia jual berakhir di tangan seseorang yang sama sekali tidak ia duga.

Anna mengambil uang receh di tangannya, menatapnya sejenak sebelum dengan hati-hati meletakkannya ke dalam tabungan kecil yang ia sembunyikan di sudut selnya. Dengan teliti, ia mencatat setiap pemasukan di buku lusuh yang mulai penuh coretan.

Jari-jarinya bergerak lincah, menghitung kemungkinan. Jika omzet terus meningkat, dalam satu tahun ia bisa mengumpulkan cukup uang untuk menyewa sebuah toko kecil. Bukan lagi penjara yang menjadi dunianya, melainkan butik sungguhan—tempat di mana setiap karyanya terpajang dengan bangga di balik jendela kaca besar.

Tapi kemudian, kenyataan menyentaknya kembali. Ia menghela napas dan menatap jeruji di hadapannya.

"Jika aku masih di sini, siapa yang akan menjaga butikku?"

Sesaat, pikirannya melayang ke dunia luar, ke jalanan yang penuh lampu gemerlap, ke pelanggan yang datang dan pergi, ke ruangan dengan cermin besar di mana seorang desainer sejati berdiri di tengah-tengah mahakaryanya.

Lalu ia tertawa.

Bukan tawa kebahagiaan, melainkan tawa yang sarat dengan ironi. Seolah menertawakan mimpi besarnya yang bertabrakan dengan realitas.

"Tidak masalah," gumamnya, tersenyum kecil. "Seorang pemilik butik tidak harus selalu berdiri di samping pajangannya."

Ia menatap jemarinya yang lelah setelah berjam-jam merajut. Lalu, dengan nada percaya diri, ia menambahkan, "Aku hanya perlu karyawan."

Seakan-akan semuanya begitu sederhana.

Seakan-akan ia benar-benar bisa melawan dunia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!