Bencana Gaun Pengantin

Bencana Gaun Pengantin

Bencana Gaun Pengantin

Seorang pria keluar dari Fashion House Rose Marrie, butik ternama yang dikenal dengan koleksi mewah dan eksklusifnya. Langkahnya cepat dan penuh keyakinan. Di tangannya, sebuah cover clothes berisi gaun pengantin mewah nan indah tergenggam erat, sementara tangan kanannya memegang ponsel, membahas bisnis miliaran yang akan ia raih esok hari.

Pria itu adalah Ethan Ruan, pengusaha muda paling berpengaruh di seluruh pelosok Tianrong Nation—negara adidaya dengan ekonomi maju dan politik penuh intrik. Di usia 29 tahun, ia telah mencapai puncak kejayaan. Wajahnya tampan, tubuhnya tinggi menjulang dengan bahu lebar dan dada bidang yang terlihat jelas di balik kemeja putihnya. Aura maskulin dan karismatiknya terpancar kuat.

Dua minggu lagi, ia akan menikahi Susan Lin, seorang direktur cantik dan cakap di Neo Digital Bank, salah satu bank terbesar dan paling inovatif di negara itu. Untuk melamar gadis itu, Ethan telah menyiapkan kejutan luar biasa—gaun pengantin yang harganya setara dengan sebuah mobil Force keluaran terbaru.

Tik! Tik!

Tetesan hujan pertama jatuh ke aspal, kecil, hampir tak terasa. Namun dalam sekejap, langit yang semula cerah mendadak berubah kelam. Awan hitam tebal bergulung-gulung, menyelimuti kota dalam bayangan gelap. Udara yang tadi hangat perlahan berubah dingin, membawa serta angin yang berembus kencang. Hujan mulai turun dengan intensitas yang semakin deras, membasahi trotoar dan jalanan yang kini dipenuhi pantulan cahaya lampu kendaraan.

Ada sesuatu yang tidak beres.

Ethan mendongak sekilas ke langit yang kini gelap pekat. Ia mengerutkan kening. Kenapa cuaca tiba-tiba berubah seperti ini?

Tapi ia tak punya waktu untuk memikirkannya. Yang terpenting sekarang adalah gaun ini tidak boleh basah.

Ia menutup ponselnya dan mulai berlari, tanpa memperhatikan lampu penyebrangan berwarna merah menyala—peringatan jelas bahwa ia tak boleh menyeberang.

"Susan pasti akan menyukai gaun ini," pikirnya sambil mempercepat langkah. "Semuanya harus sempurna."

Di saat yang sama, sebuah mobil putih melaju menembus hujan deras.

Anna Li, seorang gadis muda berbakat, memegang kemudi dengan erat. Wiper mobilnya bergerak cepat, tapi derasnya hujan membuat dunia di depannya tampak buram. Kilatan petir membelah langit, menambah ketegangan yang menusuk dadanya.

"Aku harus cepat!" pikir Anna. "Ini debutku. Aku tidak boleh terlambat. Semua kerja kerasku akan sia-sia kalau aku tidak sampai tepat waktu."

Ia menggigit bibirnya. Tangannya semakin erat menggenggam kemudi.

"Bagaimana jika mereka menolakku? Bagaimana jika gaunku tidak cukup bagus?"

Ia menggelengkan kepalanya. Tidak! Tidak ada waktu untuk berpikir seperti itu. Ia harus percaya diri. Ini adalah langkah besar dalam kariernya.

Namun, perasaan aneh tiba-tiba menjalar ke sekujur tubuhnya. Ketegangan yang tak bisa dijelaskan.

Ethan semakin dekat ke jalan.

Anna semakin menekan pedal gas.

Siluet seseorang muncul di hadapannya.

"Apa itu?" pikir Anna, matanya membelalak.

BRAK!

Suara benturan keras mengguncang udara. Tubuh seseorang terlempar ke udara, berputar dalam kehampaan sebelum jatuh menghantam aspal dengan bunyi yang menggetarkan.

Jantung Anna serasa berhenti.

"TIDAK! APA YANG BARU SAJA AKU LAKUKAN?"

Tangannya gemetar di atas kemudi. Napasnya tercekat. Dunia di sekitarnya terasa hening, seolah waktu berhenti.

Di depannya, seseorang tergeletak tak bergerak di tengah jalan basah, diterangi pantulan lampu kendaraan yang mulai berhenti.

Gaun pengantin rancangan pertamanya…

Gaun yang selama ini ia impikan, yang seharusnya berjalan anggun di atas panggung debutnya, kini menghilang dari pikirannya.

Sebagai gantinya, bayangan lain muncul—gaun pengantin lain, tapi bukan miliknya.

Sebuah gaun putih… berlumuran darah.

Darah pria itu.

Pemandangan itu menghantam pikirannya seperti badai yang tak terelakkan. Seolah-olah nasib mempermainkannya, menggantikan debut impiannya dengan mimpi buruk yang tak akan pernah bisa ia hapus.

Anna terkejut. Dunia terasa berhenti berputar.

Tangannya yang masih menggenggam kemudi bergetar hebat. Napasnya memburu, dadanya naik turun, tapi udara seakan tak bisa mencapai paru-parunya. Keringat dingin merembes di pelipisnya, bercampur dengan ketakutan yang semakin menyesakkan.

Matanya perlahan bergerak ke depan, menembus hujan yang masih deras menghantam bumi. Sosok pria itu… tergeletak di atas aspal, tak bergerak.

Tidak… Tidak…

Anna menelan ludah, tapi tenggorokannya terasa kering. Dengan tangan gemetar, ia melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil. Darah… Darah mulai menyebar, mengalir di atas aspal yang dingin.

Langkahnya terasa berat saat ia mendekat. Lututnya melemas, tubuhnya jatuh di sisi gaun pengantin yang kini berlumuran merah. Gaun yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan… kini ternoda oleh tragedi.

Tiiin! Tiiin!

Suara klakson mobil di sekitarnya meraung, bersaing keras dengan suara hujan yang terus menghantam jalanan. Pekak. Memekakkan telinga. Menikam hatinya dengan kepiluan.

Anna memejamkan mata sesaat, tubuhnya gemetar. Ini bukan mimpi. Ini nyata.

Dia telah menabrak seseorang.

Tangannya perlahan bergerak, ingin menyentuh gaun pengantin itu. Jarinya nyaris menyentuh kain yang dulu ia impikan sebagai mahakarya perdananya. Tapi di saat yang sama… darah pria itu merembes ke telapak tangannya.

Darah hangat itu terasa di kulitnya.

Anna menahan napas. Tidak. Ini bukan tentang gaun lagi.

Dengan gemetar, ia merangkak mendekat. Jantungnya berdetak begitu kencang, rasa panik menyergap seluruh tubuhnya. Dia harus bertindak!

Tangannya terulur, menyentuh bahu pria itu, mengguncangnya dengan lembut.

“Hei…” suaranya tercekat. “Hei! Bangun!”

Tak ada reaksi.

Panik melanda. Anna dengan putus asa menarik tubuh pria itu ke dalam rangkulannya, menggoyang-goyangkan bahunya dengan lebih kuat. Air matanya mulai menggenang.

“Kau tidak boleh mati!” teriaknya, suaranya serak, penuh ketakutan.

Ia mendekatkan telinganya ke dada pria itu, berharap… memohon…

Degup jantung.

Masih ada! Masih berdetak!

Anna terisak lega, tapi rasa takut belum pergi. Pria itu pucat. Bibirnya membiru. Matanya terpejam tanpa ekspresi.

Dia masih hidup, tapi sampai kapan?

Anna menoleh dengan panik, menatap siapa pun yang kini mulai berkerumun. Wajah-wajah asing memandangnya dengan tatapan cemas, beberapa hanya berbisik, beberapa mengeluarkan ponsel untuk merekam.

Tidak! Mereka tidak boleh hanya diam!

Air mata bercampur hujan membasahi wajahnya. Suaranya pecah saat ia memohon, “Tolong! Tolong aku! Seseorang bantu aku mengantarnya ke rumah sakit!”

Namun, tak ada yang langsung bergerak. Mereka semua hanya terpaku, seakan masih mencoba memahami situasi ini.

Anna putus asa.

Tangannya terus menggenggam erat pria itu, mendekapnya lebih erat seakan jika ia melepaskan, nyawa pria ini akan ikut pergi bersama rinai hujan yang jatuh tanpa henti.

Anna terisak, mengguncang bahunya lagi. “Hei! Kau dengar aku? Kau tidak boleh mati! Kumohon…”

Tepat saat kepanikan mencapai puncaknya, suara lain menggantikan bising klakson—sirene.

Woo—woo—woo!

Anna menoleh. Cahaya merah dan biru memantul di genangan air, menerangi jalanan yang masih diguyur hujan.

Tak lama, seorang petugas keamanan tampak berlari mendekat, diikuti beberapa orang paramedis dengan tandu. Langkah mereka cepat, tegas.

Untuk pertama kalinya, sedikit kelegaan menyusup ke hati Anna.

Namun, rasa takut belum benar-benar pergi.

Belum sampai pria ini selamat.

Tangannya masih menggenggam erat lengan pria itu saat paramedis mulai mendekat. Seorang di antaranya berjongkok di sampingnya, menyentuh lengannya dengan lembut.

“Kami akan menanganinya, Nona.”

Anna menatap wajah pria itu sekali lagi—pucat, dingin, tak bergerak.

Apakah ia masih punya waktu?

Matanya berkabut oleh air mata saat ia perlahan melepaskan genggamannya. Dan untuk pertama kalinya, ketakutan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam—ingin mati jika pria itu mati.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

IamEsthe

IamEsthe

Saran, ini di font Bold aja.

2025-02-27

1

IamEsthe

IamEsthe

kata 'Fashion House' dan 'clover clothes' gunakan font italic sebagai bahasa asing/daerah.


Fashion House bukan sama dengan Rumah Mode dalam bahasa?

2025-02-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!