Benang Cinta

Anna menghela napas panjang, mencoba mencerna semua kejadian dalam hidupnya.

Menabrak seseorang. Jatuh miskin. Terjerat utang.

Dan kini? Seorang kriminal justru ingin memilikinya.

Ia menatap Harry dengan penuh kewaspadaan, lalu berdiri dan melipat tangan di dadanya.

“Jangan katakan bahwa semua ini adalah imbalan agar kau bisa tidur denganku,” ucapnya tajam.

Harry, yang duduk santai di kasur empuknya, menatap Anna dengan bingung sebelum akhirnya terkekeh.

“Apa?” tanyanya, seakan tidak percaya dengan tuduhan itu.

Anna menunjuk ke sekeliling ruangan. “Kasur yang nyaman, AC dingin, televisi besar… Aku tahu pasti ada harga yang harus dibayar.”

Harry mendesah, menggelengkan kepala. “Kau berpikir terlalu jauh. Aku bukan pria murahan yang menukar fasilitas dengan sesuatu seperti itu.”

Anna masih tidak percaya. Tatapannya tetap curiga.

Harry mengangkat satu tangan, memasang ekspresi seolah bersumpah. “Aku tidak akan pernah mengambil apa pun tanpa kau memberikannya lebih dulu.”

Namun, kemudian, seringai kecil muncul di wajahnya.

“Tentu saja, jika kau benar-benar ingin, aku tidak akan menolak,” lanjutnya santai. “Bahkan jika kau sedang hamil, aku akan melakukannya dengan pelan.”

Anna tersentak. “Apa?”

Harry mengangguk yakin. “Aku sudah tahu sejak awal. Kau mengandung anakku.”

Anna menatapnya lama, berusaha mencari keseriusan dalam perkataan itu. Setelah beberapa detik, ia terkekeh kecil, meskipun bukan karena senang.

“Aku tidak hamil.”

Harry mengerutkan dahi. “Jangan mencoba menutupinya. Aku sudah tahu. Aku memberikan kasur ini untukmu dan…” Ia menggantungkan kalimatnya sejenak, lalu tersenyum. “Dan anak kita.”

Anna menghela napas panjang, menahan diri agar tidak melempar sesuatu ke arah pria itu.

“Aku bilang aku tidak hamil,” ulangnya lebih tegas.

Harry tetap bergeming. “Kau tidak perlu menyangkalnya. Aku bahkan bersedia mengumumkan ke seluruh dunia bahwa anak ini adalah milik kita. Aku tidak akan membiarkan siapa pun tahu kebenarannya, bahkan ayahku sendiri.”

Anna mendengus. Kali ini, ia tidak menahan diri lagi. Dengan gerakan cepat, ia meraih sesuatu dari bawah bantalnya dan melemparkannya ke wajah Harry.

Sebuah pembalut.

Harry menangkapnya dengan refleks, lalu menatap benda itu dengan kebingungan.

“Apa ini?” tanyanya polos.

Anna melipat tangan di dadanya. “Petunjuk.”

Harry masih menatap pembalut itu, berpikir keras.

“Jadi…” Ia mengangkat wajahnya, ekspresinya penuh kebingungan. “Kau tidak hamil?”

Anna menatapnya dengan ekspresi tidak percaya. “Tidak ada wanita hamil yang masih memakai pembalut, Harry.”

Hening.

Harry masih diam, lalu perlahan menurunkan pembalut itu dari tangannya. Ia menatap Anna, lalu kembali menatap pembalut itu, seolah mencoba menghubungkan fakta yang baru saja ia terima.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang canggung.

Kemudian, hal yang tidak terduga terjadi.

Harry tertawa.

Bukan sekadar tawa kecil, tetapi tawa yang terbahak-bahak, seolah ia baru saja memenangkan sesuatu yang besar.

Anna menatapnya bingung. “Kenapa kau malah tertawa?”

Harry mengusap wajahnya, masih menahan tawa. “Karena itu berarti… aku tidak perlu mengasuh anak haram.”

Anna menatapnya lama, lalu tanpa pikir panjang, ia mengambil bantal dan melemparkannya tepat ke wajah Harry.

"Dasar idiot!"

Anna melirik sekilas ke arah Harry yang tampak santai. Tidak mungkin pria ini menginginkan sesuatu yang tidak masuk akal dari seorang perempuan yang sedang datang bulan, bukan?

Suara televisi mengisi kesunyian sel, menampilkan siaran mode fashion yang berkilauan. Anna tidak benar-benar memperhatikannya. Ia mengambil tali wol dan jarum, jemarinya mulai memuntal benang dengan gerakan perlahan.

“Sebentar lagi cuaca akan dingin,” gumamnya, seakan berbicara kepada dirinya sendiri. “Aku harus membuat jaket untuk diriku sendiri.”

Harry mengamati gerakannya dengan mata yang tajam. Siluet Anna di bawah temaram bulan memiliki daya tarik yang sulit ia jelaskan. Di balik semua keanggunan yang tanpa sadar terpancar, ada kesedihan yang samar—seolah wanita ini telah kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.

Tiba-tiba, ia berbicara, suaranya rendah namun mantap.

“Pernahkah kau berpikir bahwa aku ini seorang pangeran?”

Anna menghentikan tangannya sejenak, lalu menatapnya sekilas. Ekspresinya tidak menunjukkan ketertarikan sedikit pun pada perkataan Harry.

“Ya,” jawabnya dingin. “Kau ini adik Pangeran William, bukan?”

Harry tersenyum tipis, tapi tidak ada tawa dalam matanya.

“Jika aku benar-benar seorang pangeran, apakah kau yakin aku bisa mewujudkan semua yang kau inginkan?”

Anna mendengus pelan. Gombalan macam apa ini?

“Aku tidak punya keinginan,” ucapnya datar. “Mimpiku sudah hancur… karena gaun itu.”

Gaun.

Seketika, dua bayangan melintas di benaknya.

Sebuah gaun pengantin yang ternodai darah.

Sebuah gaun pertunjukan yang dikenakan Rina di atas panggung.

Dua peristiwa yang menenggelamkan harapannya, menjadikannya orang yang ia benci saat ini.

Harry tidak mengalihkan pandangannya. Ia melihat bagaimana sorot mata Anna berubah, bagaimana suaranya sedikit bergetar meski ia berusaha menyembunyikannya.

“Kau mungkin berpikir segalanya sudah berakhir,” ucap Harry, suaranya lebih pelan, lebih dalam. “Tapi pernahkah kau membayangkan bahwa kecelakaan itu adalah awal dari sesuatu yang lain?”

Anna diam.

Harry menyandarkan tubuhnya ke tempat tidur, menatap langit-langit sel sebelum kembali berbicara.

“Kita seharusnya tidak berada di sini, Anna. Tapi takdir mempertemukan kita di tempat yang sama, dalam keadaan yang sama.” Ia menghela napas, lalu menatapnya lurus. “Aku ingin keluar dari sini. Dan aku ingin kau keluar bersamaku.”

Anna menatapnya dengan ekspresi sulit ditebak.

“Kau berbicara seolah kau bisa menyelamatkanku.”

Harry tersenyum kecil. “Mungkin.”

Anna menggeleng pelan. “Kau terdengar seperti pria yang sedang jatuh cinta.”

Hening.

Harry tidak menyangkal.

Ia hanya menatap Anna dalam-dalam, membiarkan kata-kata yang tidak terucapkan melayang di udara.

“Kalau begitu, kau sudah minum obat?” tanya Anna akhirnya, mencoba meredakan ketegangan dengan nada setengah bercanda.

Harry tertawa kecil, tapi dalam hatinya, ia tahu—perasaan ini bukan sekadar khayalan atau lelucon.

Anna tidak percaya padanya saat ini. Itu tidak masalah.

Ia akan memastikan Anna melihatnya, merasakannya.

Karena di balik jeruji ini, bukan hanya tubuh mereka yang terperangkap.

Hatinya juga perlahan mulai terikat pada wanita itu.

Harry dengan tenang mulai membuka kancing kemeja tahanannya, bersiap untuk melepasnya. Namun, sebelum ia benar-benar menanggalkan pakaiannya, suara Anna terdengar, memotong gerakannya dengan nada tajam.

“Aku akan membencimu jika kau menodai aku!”

Harry menoleh, matanya menyipit, lalu menghela napas panjang seolah menahan tawa sinis. “Aku hanya meminta kau menjahitnya. Baju ini sobek.”

Tanpa berkata lebih banyak, ia melepas kemejanya dan menyerahkannya pada Anna.

Anna merasa sedikit bodoh karena sudah berpikiran yang tidak-tidak. Ia mengambil benang dan jarum, lalu mulai menjahit dengan teliti. Tangannya bergerak cekatan, seolah sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini.

Harry menyandarkan punggungnya ke dinding, memperhatikannya lekat-lekat. Setiap gerakan Anna, setiap helai rambut yang jatuh ke wajahnya saat ia menunduk, setiap desahan napas pelan yang terdengar… Semuanya membiusnya dengan cara yang tidak ia mengerti.

“Pernahkah kau berpikir untuk memiliki butik sendiri?” tanyanya tiba-tiba.

Anna berhenti sejenak, lalu melanjutkan jahitannya tanpa menoleh. “Dulu aku menginginkannya.”

Harry menyeringai. “Aku akan mewujudkannya untukmu.”

Anna tersenyum kecil, lalu mengambil benang warna lain. Dengan sengaja, ia mulai menjahit sesuatu di kantong kemeja Harry. Saat selesai, ia menyodorkannya kembali kepadanya.

Harry menatap kantong bajunya dan mengerutkan kening. Di sana, tergambar sebuah wajah tersenyum dengan mata berbentuk simbol dolar.

Anna menyeringai. “Ini simbol pembayaran utang yang harus kau bayar.”

Harry mendongak, menatapnya dengan intens, seolah ingin menangkap sesuatu dalam tatapan Anna—entah itu rasa malu, gugup, atau perasaan yang tersembunyi. Tapi Anna tidak menunjukkan apa pun.

Hanya ketenangan.

Hanya kebiasaan.

Seakan keberadaannya sebagai pria yang tengah bertelanjang dada di hadapan Anna tidak berarti apa-apa.

Harry berdiri tegak, membiarkan cahaya bulan jatuh ke tubuhnya, menonjolkan setiap lekukan ototnya.

“Anna, lihatlah aku.”

Anna menatapnya tanpa ragu. “Apa?”

Harry tidak bergeming, menunggu reaksi yang ia harapkan. Apakah pipi Anna akan merona? Apakah matanya akan menghindar dengan canggung?

Namun, tidak ada yang terjadi.

Anna tetap menatapnya biasa saja, tanpa perubahan ekspresi.

Seolah ini bukan hal yang istimewa.

Seolah ini… sudah sering ia lihat.

Harry menyipitkan mata.

“Apa kau pernah melihat pria bertelanjang dada sedekat ini sebelumnya?” tanyanya, nadanya lebih dalam.

Anna mengangguk santai. “Tentu.”

Harry merasa napasnya tercekat sesaat. “Berapa pria?”

Anna berpikir sejenak, lalu menjawab tanpa beban, “Aku tidak bisa menghitungnya. Pokoknya banyak.”

Harry terdiam.

Jawaban itu seperti pisau tumpul yang perlahan menusuk dadanya.

“Banyak?” ulangnya, suaranya lebih dingin.

Anna mengangkat bahu. “Aku bekerja di industri fashion. Model pria selalu berganti pakaian di hadapanku. Itu hal biasa.”

Hening.

Harry tidak bergerak. Matanya tetap tertuju pada Anna, tetapi ada sesuatu yang berubah dalam tatapannya.

Ada sesuatu yang menyesakkan dadanya.

Ia bukan yang pertama.

Dan lebih buruknya, ia bahkan bukan siapa-siapa bagi Anna.

Ia mengira, meski di tempat ini, di dalam jeruji besi yang sama, di mana mereka terjebak dalam takdir yang tidak diinginkan… setidaknya ia memiliki keistimewaan.

Setidaknya, ia memiliki sesuatu yang hanya menjadi miliknya.

Namun, ternyata tidak.

Tanpa berkata apa pun, Harry dengan cepat mengancingkan kembali kemejanya, menyembunyikan kulitnya di balik kain lusuh itu.

Wajahnya mengeras.

Ia berbalik dan melangkah pergi dari sel Anna, tanpa menoleh sedikit pun.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!