Sang penakluk

Saat Edward mulai terlelap, tiba-tiba pikiran Susan melayang ke masa lalu.

Wei Jian.

Pria mapan itu datang kembali dalam ingatannya, menyusup tanpa permisi di antara desahan kepuasan dan kemenangan yang baru saja ia rasakan.

Malam perpisahan saat itu.

Susan duduk di sofa dengan kaki bersilang, mengenakan gaun sutra merah yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Di tangannya, segelas anggur berputar perlahan, tetapi ia tidak benar-benar menikmati rasanya.

Di hadapannya, Wei Jian berdiri dengan tangan di saku, wajahnya tetap tenang seperti biasa—begitu berwibawa, begitu tak tergoyahkan. Pria itu masih tampan meski usia telah menggoreskan sedikit garis halus di wajahnya.

Malam ini, Susan bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda.

Dan firasatnya benar.

"Kita sudah sampai di akhir, Susan," Wei Jian akhirnya membuka suara, suaranya rendah tetapi terdengar tajam.

Susan mendongak, menatap pria itu dengan sorot mata dingin. "Akhir? Kau ingin mengakhiri sesuatu yang bahkan belum dimulai?"

Wei Jian tersenyum kecil, seolah jawaban Susan sudah ia duga. "Kita sudah cukup lama bermain, Sayang. Kau tahu ini tidak bisa bertahan selamanya."

Susan tertawa kecil, tetapi ada kebencian di balik tawanya. "Selama ini, kau yang mengajariku bahwa dunia ini hanya milik orang-orang yang cukup kuat untuk mengambilnya. Tapi lihat siapa yang sekarang ingin pergi?"

Wei Jian menghela napas, matanya menatap Susan dengan sedikit rasa kasihan. "Aku memberimu segalanya, Susan. Pendidikan, koneksi, kekuasaan. Kau tidak akan menjadi seperti ini tanpa aku."

Susan menggertakkan giginya. "Dan kau pikir aku harus berterima kasih, lalu menerima begitu saja ketika kau membuangku seperti sampah?"

Pria itu tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Susan dengan ekspresi yang sulit ditebak—kombinasi antara rasa sayang dan ketegasan seorang pria yang tahu bahwa keputusannya sudah final.

"Aku sudah menemukan seseorang yang lebih cocok," katanya akhirnya.

Susan tersenyum sinis. "Lebih muda? Lebih liar? Atau lebih plastik?"

Wei Jian tidak membantah. "Wanita itu bisa memberiku sesuatu yang kau tidak bisa lagi berikan."

Sesuatu yang aku tidak bisa berikan?

Susan merasa seperti ditampar.

Sentuhan itu…

Pikiran Susan berputar liar, kembali ke malam bertahun-tahun lalu, saat Wei Jian pertama kali mengambilnya.

Malam di mana ia memberikan segalanya kepada pria ini.

Wei Jian begitu lembut malam itu, begitu sabar. Ia memeluk Susan dengan penuh kepemilikan, membisikkan kata-kata yang membuatnya percaya bahwa ia istimewa. Bahwa dirinya satu-satunya wanita yang akan dimiliki pria itu.

Tangannya menelusuri kulitnya, bibirnya membelai dengan penuh kesabaran…

Dan akhirnya, saat ia menyerahkan dirinya sepenuhnya—saat dinding itu jebol dan rasa sakit menusuk perutnya—Wei Jian membisikkan sesuatu di telinganya:

"Kini kau benar-benar milikku, Susan."

Saat itu, Susan percaya.

Ia percaya bahwa dirinya telah menjadi milik pria ini selamanya.

Tapi lihat sekarang…

Wei Jian tidak pernah menginginkannya selamanya.

Wanita itu bisa memberiku sesuatu yang kau tidak bisa lagi berikan.

Susan menggigit bibirnya, menatap pria itu penuh kebencian.

"Jika aku menikah," ucapnya pelan tetapi dingin, "aku akan menikah dengan pria paling kuat di negeri ini. Aku tidak akan pernah menjadi wanita yang bisa ditinggalkan seperti ini lagi."

Wei Jian tersenyum tipis. "Ambisi itu akan menghancurkanmu, Susan."

Susan mengangkat dagunya, matanya berkilat. "Tidak, Wei Jian. Ambisi inilah yang akan menyelamatkanku."

Pintu tertutup.

Dan malam itu, Susan berjanji pada dirinya sendiri.

Ia tidak akan menjadi wanita yang ditinggalkan lagi.

Jika ia menikah, ia akan menikah dengan pria paling kuat di seluruh negeri.

Seorang pria yang tidak bisa meninggalkannya.

Seorang pria yang tidak bisa menggantikannya.

Seorang pria yang hanya akan memiliki dia—dan tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Malam itu, Susan yang lama mati.

Yang tersisa hanyalah wanita yang akan mengambil segalanya.

Susan kembali ke dirinya saat ini. Ia menatap Edward yang telah menguras energinya. Ia menghapus air matanya yang jatuh tanpa ia minta.

Susan menatap langit-langit kamar dengan mata kosong. Wei Jian—menteri ekonomi yang kini dihormati banyak orang—dulunya adalah pria yang memperkenalkan dunia ini padanya.

Lelaki beristri itu terlalu piawai dalam permainan ini.

Pria yang lebih tua, lebih berpengalaman, dan lebih berbahaya dari Edward.

Saat pertama kali bertemu dengannya, Susan masih terlalu naif, terlalu hijau untuk mengerti bahwa dirinya sedang dipersiapkan sebagai permainan seorang pria dewasa. Wei Jian tidak hanya memberinya pendidikan, uang, dan posisi tinggi sebagai direktur Neo Bank—tetapi juga mengajarinya bagaimana menaklukkan pria seperti Edward.

Dan sekarang, lihatlah… hasilnya sempurna.

Susan menoleh menatap Edward yang terlelap di sampingnya. Nafas pria itu masih berat, tubuhnya yang berkeringat masih berkilat di bawah cahaya redup kamar.

Edward… kau begitu yakin telah menang, bukan?

Susan tersenyum kecil.

Wei Jian dulu juga pernah berbisik hal yang sama di telinganya, setelah malam-malam panjang mereka yang penuh gairah. "Aku pria paling beruntung di dunia karena memilikimu, Susan."

Lalu, apa yang terjadi setelah itu?

Pria itu meninggalkannya untuk wanita yang lebih muda, lebih liar—wanita yang konon katanya memiliki sesuatu yang lebih plastik.

Ironisnya, dari sanalah Susan belajar.

Jika pria menginginkan kesucian, maka ia akan memberikannya. Jika pria tergila-gila pada kepolosan, maka ia akan menjadi wanita paling polos yang pernah ada. Jika pria ingin sesuatu yang belum pernah disentuh siapa pun… maka ia akan membuat dirinya terlihat seperti itu.

Susan tersenyum puas.

Wei Jian mengajarinya permainan ini.

Tapi kali ini, ia tidak akan menjadi bidak yang bisa dibuang begitu saja.

Edward akan mengikutinya.

Edward akan tunduk padanya.

Dan jika tidak?

Maka nasibnya tidak akan jauh berbeda dengan Ethan… atau Wei Jian.

Susan mengusap lembut pipi pria di sampingnya, lalu menutup matanya.

Malam ini, Edward berpikir ia telah menaklukkan wanita yang paling suci yang pernah ia sentuh.

Tapi sebenarnya, Susan-lah yang menaklukkan dirinya.

Sesaat setelah Susan menutup mata, Edward membuka matanya lebar.

Ia tidak benar-benar tertidur.

Dari awal, ia hanya menunggu.

Menunggu saat di mana Susan merasa puas karena berpikir telah menang.

Ia menoleh, menatap punggung wanita itu yang bergetar halus karena isakan tertahan. Rambutnya yang panjang berantakan di atas bantal, pundaknya sedikit naik turun saat bernapas.

Kau menangis karena telah menyerahkan milikmu, huh?

Edward menyeringai. Betapa menyedihkan.

Ia menyesap udara, mengingat kembali bagaimana tubuh Susan terasa begitu rapat, begitu sulit ditembus—sesuatu yang membuatnya frustrasi sekaligus menikmati tantangan itu.

Tapi sekarang, setelah ia berhasil menaklukkannya…

Lalu apa?

Ia menyibakkan selimut, membiarkan udara dingin malam menampar tubuh telanjangnya.

Perawan Susan tidak akan membeli harga dirinya.

Perawanmu tidak lebih dari ilusi, Susan.

Yang ia butuhkan hanyalah kekuasaan.

Susan bisa merasa menang karena membuatnya tergila-gila, tetapi ia tidak tahu bahwa dalam permainan ini, Edward tidak pernah kalah.

Setelah aku menjadi kaya, aku bahkan bisa mengganti perawan setiap hari.

Kau hanya perlu mengingat kalender, Susan. Menghitung mundur kapan aku bosan dan kapan aku akan membuangmu.

Edward terkekeh tanpa suara.

Ia tidak punya belas kasihan.

Wanita ini mungkin berpikir bisa mengendalikan dirinya, tetapi yang tidak Susan sadari adalah—ia hanya pion dalam permainannya.

Ia melirik ke sisi ranjang, di mana ponselnya tergeletak.

Tangannya mengambilnya dengan cekatan, membuka layar, lalu mengetik pesan dengan cepat.

—Sang pembunuh sudah aku siapkan. Kau hanya perlu mengantarkan racunnya untukku saat ini sebelum matahari benar-benar naik.

Pesan terkirim.

Edward tersenyum puas.

Besok, dunia akan kehilangan satu Ethan.

Dan ia akan mendapatkan semuanya.

Kekayaan. Kekuasaan. Wanita.

Ia menatap Susan yang masih diam, terjebak dalam pikirannya sendiri.

Nikmati kemenangan kecilmu, Susan. Karena sebentar lagi, kau akan tahu siapa yang benar-benar mengendalikan permainan ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Bencana Gaun Pengantin
2 Mimpi yang berganti
3 Sang mempelai wanita
4 Membayar Rumah Sakit
5 Istri asli dan istri palsu
6 Godaan calon ipar
7 Sang Pemenang Sejati
8 Sang penakluk
9 Cemburunya sang Tuan
10 Bukan tahanan biasa
11 Benang Cinta
12 Menjadi Kaya
13 Hidup sekali lagi
14 Transformasi yang dipaksakan
15 Istri di atas kertas
16 Pisau belati dari kakak tiri
17 Harga yang harus dibayar
18 Hukuman dari Ethan
19 Langkah menuju neraka
20 Teror yang baru dimulai
21 Langkah yang tersembunyi
22 Penolakan tersadis
23 Racun yang mengerikan
24 Gosip merebut ipar
25 Penyiksaan yang lebih menakutkan
26 Pelarian bodoh
27 Dingin yang tak memantahkan
28 Bunuh diri
29 Siapa yang menemukan lebih dulu
30 Bendera Putih
31 Mimpi yang tertunda
32 Panggung yang dibuat instan
33 Upik Abu menjadi Cindrella
34 Yang sebenarnya terbuang
35 Kehadiran Presiden
36 Menjadi Sorotan
37 Pusara yang tak pernah ada
38 Lelang Takdir
39 Membakar uang
40 Tahanan murahan
41 Cincin keluarga Ruan
42 Harga yang terdengar gratis
43 Menjadikanmu ratu kembali
44 Dunia Mikroba
45 Dokter Bayangan
46 Topeng pasangan tanpa cela
47 Menciptakan monster
48 Gaun pengantin malam itu
49 Penjara di langit
50 Gaun pengantin 75 miliar
51 Godaan yang tak terhindarkan
52 Perangkap dalam perangkap
53 Ternyata ada yang mendahuluiku
54 Peretas
55 Duri dalam daging
56 Bayangan Design
57 Menikahi gaunya saja
58 Membayar karma sendiri
59 Mempelai pengganti
60 Kurir salah tujuan
61 Menikah untuk menyesal
62 Istri sekaligus musuh
63 Genggaman dalam kepalsuan
64 Pasangan Disabilitas
65 Gunung Mawar
66 Wanita suka berbelanja
67 Belanja dengan pasukan
68 Aku adalah pelakunya
69 Merk Pakaian
70 Cinta tiga orang
71 Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72 Kembali ke pengaturan awal
73 Bunga dalam bentuk sentuhan
74 Gaun dalam kurungan
75 Menggunting kenangan
76 Walau aku bukan dirimu
77 Antara Ibu dan Ratu
78 Mie Instan yang aman
79 Duyung yang terperangkap
80 Kemampuan Recovery Jejak
81 Titip saja pada Tuhan
82 Tokoh dalam novel
83 Rencana Dadakan
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bencana Gaun Pengantin
2
Mimpi yang berganti
3
Sang mempelai wanita
4
Membayar Rumah Sakit
5
Istri asli dan istri palsu
6
Godaan calon ipar
7
Sang Pemenang Sejati
8
Sang penakluk
9
Cemburunya sang Tuan
10
Bukan tahanan biasa
11
Benang Cinta
12
Menjadi Kaya
13
Hidup sekali lagi
14
Transformasi yang dipaksakan
15
Istri di atas kertas
16
Pisau belati dari kakak tiri
17
Harga yang harus dibayar
18
Hukuman dari Ethan
19
Langkah menuju neraka
20
Teror yang baru dimulai
21
Langkah yang tersembunyi
22
Penolakan tersadis
23
Racun yang mengerikan
24
Gosip merebut ipar
25
Penyiksaan yang lebih menakutkan
26
Pelarian bodoh
27
Dingin yang tak memantahkan
28
Bunuh diri
29
Siapa yang menemukan lebih dulu
30
Bendera Putih
31
Mimpi yang tertunda
32
Panggung yang dibuat instan
33
Upik Abu menjadi Cindrella
34
Yang sebenarnya terbuang
35
Kehadiran Presiden
36
Menjadi Sorotan
37
Pusara yang tak pernah ada
38
Lelang Takdir
39
Membakar uang
40
Tahanan murahan
41
Cincin keluarga Ruan
42
Harga yang terdengar gratis
43
Menjadikanmu ratu kembali
44
Dunia Mikroba
45
Dokter Bayangan
46
Topeng pasangan tanpa cela
47
Menciptakan monster
48
Gaun pengantin malam itu
49
Penjara di langit
50
Gaun pengantin 75 miliar
51
Godaan yang tak terhindarkan
52
Perangkap dalam perangkap
53
Ternyata ada yang mendahuluiku
54
Peretas
55
Duri dalam daging
56
Bayangan Design
57
Menikahi gaunya saja
58
Membayar karma sendiri
59
Mempelai pengganti
60
Kurir salah tujuan
61
Menikah untuk menyesal
62
Istri sekaligus musuh
63
Genggaman dalam kepalsuan
64
Pasangan Disabilitas
65
Gunung Mawar
66
Wanita suka berbelanja
67
Belanja dengan pasukan
68
Aku adalah pelakunya
69
Merk Pakaian
70
Cinta tiga orang
71
Aku tidak mengubah. Hanya menggantikan
72
Kembali ke pengaturan awal
73
Bunga dalam bentuk sentuhan
74
Gaun dalam kurungan
75
Menggunting kenangan
76
Walau aku bukan dirimu
77
Antara Ibu dan Ratu
78
Mie Instan yang aman
79
Duyung yang terperangkap
80
Kemampuan Recovery Jejak
81
Titip saja pada Tuhan
82
Tokoh dalam novel
83
Rencana Dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!