isna vs dirman

Sementara itu tugimen yang akan beranjak dari tempat duduknya kembali kedatangan tamu.

Nampak seorang pria botak berjaket kulit hitam dan di pinggang sampingnya terlihat golok yang memancarkan hawa haus darah, orang tersebut adalah dirman tangan kanan dawih.

"Apa kamu yang bernama tugimen..?" Tanya dirman dengan tatapan dingin.

"Be.. benar saya tugimen itu sendiri.." ucap tugimen kakinya gemetar ketakutan, melihat orang di depanya, tugimen mengenai betul pria botak di depanya adalah tangan kanan dawih yang terkenal kejam, dan tanpa ampun kepada musuh musuhnya.

"Apa kamu yang membayar kaeros untuk membunuh heri dan komplotanya.."

"Bu... bukan saya tuan dirman..., yang mengirim kaeros adalah tuan sakti tidak terkalahkan.."

Dirman menyipit menatap netra tugimen. "Tuan sakti tidak terkalahkan..! Apa kau mau membual di depanku..?"

"Tidak tuan saya berani bersumpah bukan saya yang mengirim kaeros, tetapi tuan sakti tidak terkalahakan itu.."

"Jika dia tuan sakti tidak terkalahkan, untuk apa dia repot repot membayar mahal kaeros hanya untuk membasmi kelompok mafia kecil, dan atas dasar apa tuan sakti tidak terkalahkan itu mau membantu cecenguk sepertimu..!"

"Tuan sakti itu tidak membayar kaeros tuan, tetapi tuan sakti tersebut memiliki kemampuan membangkitkan seseorang yang sudah mati, dan dasar membantu saya karena tuan tersebut iba terhadap saya. saya yang di kejar kejar teluh kiriman mbah sigit dukun bayaran heri.."

"Di mana tempat tinggal tuan sakti tidak terkalahkan itu, aku ingin bertemu denganya jika kamu berbohong akan aku penggal kepalamu, dan seluruh anggota keluargamu..!"

"Tu... tuan sakti itu tinggal di kota pemalang tepatnya di jalan sudirman.." ucap tugimen. Tugimen berani berkata seperti itu karena sosok di depanya merupakan sosok yang sangat kejam, dan tidak segan segan membunuh seseorang.

"Baiklah jika kau berbohong awas saja..!!" Ucap dirman kemudian berbalik dan berjalan pergi.

Tubuh Tugimen langsung merosot ke lantai "aku fikir dirman mencari nona muda adinda ternyata dia juga mencari tahu tentang kaeros. Tuan sugi maafkan aku, aku terpaksa memberi tahu tempat tinggalmu jika kau ingin membunuhku bunuh saja aku tapi jangan bunuh keluargaku..!!" Gumam tugimen.

***

Waktu berjalan cepat tidak terasa malam tiba begitu saja saat ini adinda dan isna mengelilingi kota pemalang mencari tahu toko boneka yang di tinggali Oleh tuan sakti tidak terkalahkan. Tetapi usaha mereka sama sekali tidak membuahkan hasil, pasalnya mereka hanya menemukan toko toko boneka yang di jaga oleh wanita wanita muda, dan benar benar manusia biasa.

Saat ini adinda, dan isna sedang meminum kopi di cafe north coast coffee pemalang.

"Isna, apa jangan jangan ucapan tugimen itu cuman bualan saja, apa jangan jangan memang dugaan kakek benar bahwa keturunan kaeros itu yang membunuh heri dan komplotanya.." ucap adinda kemudian meminum kopinya.

"Ku rasa tidak nona, anak tugimen yang terkena guna guna dari mbah sigit itu benar, dan teluh tawon itu juga benar, tugimen sama sekali tidak bohong. dan coba nona fikir baik baik jika ada keturunan kaeros mana mungkin ada wanita yang mau Menikah dengan pria kejam seperti kaeros, walaupun wajahnya tampan tetapi kaeros terkenal sangat dingin, dan kejam mana mungkin ada wanita yang mau Menikah denganya, dan menghasilkan keturunan seharusnya juga dia sudah tewas karena dia hidup di zaman yang jauh sebelum nona lahir. Kemungkinan yang paling besar adalah tuan sakti tidak terkalahkan yang di maksud tugimen itu yang membangkitkan sosok kaeros itu."

"Isna, aku penasaran dengan pria bernama kaeros itu, kenapa dia sangat terkenal padahal ia pembunuh.."

"Kaeros terkenal karena dia sama sekali tidak menutupi identitasnya ketika membunuh korbanya.. dan yang identik dari kaeros adalah selalu meninggalkan huruf k di leher korbannya...."

"Dia tidak menutupi identitasnya? bagaimana jika keluarga korban yang di bunuh itu mencarinya dan membalaskan dendamanya, atau pihak berwajib memburunya. bukan kah pembunuh biasanya memakai topeng untuk menutupi identitas mereka."

"Hahahah..! Siapa aparat yang berani menangkap pria mengerikan itu nona, dia bahkan sengaja tidak menutupi identitasnya agar lebih banyak musuh yang datang dan membunuhnya. konon katanya semakin banyak musuh pria gila itu malah semakin senang dan semakin merasa tertantang."

Adinda menelan ludahnya secara kasar mendengar ucapan isna. "La.. lalu sejak kapan kaeros berhenti menjadi pembunuh, apa karena umurnya yang sudah tua.."

"Untuk kabar kaeros dia menghilang begitu saja tanpa kabar atau berita apapun..!"

Dari jauh terlihat dirman memperhatikan mereka. "Bukankah itu nona adinda, kenapa dia di sini..? apa nona adinda berliburnya di pemalang, tapi kenapa sih tua wiran mengatakan nona adinda Berlibur di bali, dan kenapa nona adinda bersama dengan isna..?" Gumam dirman.

Untuk menjawab rasa penasaranya dirman berjalan menghampiri tempat duduk adinda, dan isna.

Isna yang tidak sengaja melirik ke segala arah, melihat dirman berjalan ke arahnya.

Mata isna membelalak, dengan cepat isna menarik tangan adinda untuk pergi.

"Kenapa isna.."

"Mbak belum bayar..!!" Teriak salah satu pegawai.

Isna langsung melemparkan uang ke arah lantai dan kembali bergegas.

"Cih, apa ini rencana sih tua wiran dengan membawa kabur nona adinda. apa sih tua wiran fikir bisa membawa kabur nona adinda. ini tidak bisa di biarkan..!" Gumam dirman.

Dirman langsung melesat dengan kecepatan yang sangat cepat, tangan kananya membentuk cengkraman mencoba menggapai tangan adinda.

Bughh..!!! Dengan cepat isna menendang dirman.

Duarghhh..!!

Tubuh dirman menghantam meja yang sedang di gunakan para wanita wanita muda.

"Akhhh..!!" Teriak para wanita muda, ketika tubuh dirman menghantam meja yang sedang mereka gunakan.

"Ayo cepat nona..!"

Isna kembali berlari. Isna bisa saja melesat, tetapi tidak bisa karena tidak mungkin isna meninggalkan adinda.

"BAJINGAN...!!" Teriak dirman.

Sring...!!! Dirman mencabut golok di samping pinggangnya.

Orang orang di cafe langsung membuat jarak dengan dirman. Bahkan ada yang beberapa menelphone polisi.

Whusss..!!! Dirman kembali melesat ke arah adinda.

"Nona pergi dahulu, aku akan menyusul..."

"Tapi..!!"

"Cepat..!!" Teriak isna

Adinda tersentak kaget karena baru pertama kali ini isna membentaknya, dengan cepat adinda berlari ke mobilnya.

Sebuah selendang biru keluar dari tangan kanan isna.

Whuss...!! Dirman melesat dan menebaskan goloknya.

Isna menyabetkan selendang birunya.

Duarghhhh..!!!! Adu energi terjadi antara golok dirman dan selendang biru isna. Sementara adinda sudah masuk ke mobilnya.

"Nona cepat pergi tinggalkan saja aku..!! aku nanti akan menyusul.."

"Bagaimana denganmu isna..!!"

"Jangan fikirkan aku, nanti aku pasti menyusul.."

Dengan derai air mata, dan perasaan terpaksa adinda menjalankan mobilnya menjauh dari cafe.

Isna dan dirman sama sama membuat jarak. Dirman ingin mengejar adinda.

Whuss..!!! Dirman melesat ingin mengejar adinda. Tetapi! Ujung selendang isna melilit kaki kananya.

Bang..!!! Isna membanting dirman di tanah.

Episodes
1 damar aby sugito
2 sesuai titahnya
3 ucapanya bagaikan mantra itu sendiri
4 sugi dan tikus
5 wanita berkaki busuk
6 kedatangan Sugi di toko bonekanya
7 tugimen dan boti
8 cita cita sugi
9 kaeros sih pembunuh berdarah dingin
10 kakek onjoyo sih dokter ajaib
11 berita yang menggemparkan dunia bawah
12 tuan sakti tidak terkalahkan
13 isna vs dirman
14 kecelakaan
15 dirman yang malang
16 berbicara dengan dua wanita cantik
17 aku kaya
18 ikut ke Banyumanik bersama surya
19 sugi adalah tuan sakti tidak terkalahkan itu sendiri
20 mendongakan dagu
21 sugi dan kadal eksotis
22 Mencium kotoran kadal
23 hadiah boneka murahan untuk tuan surya
24 nimas dan don
25 kedatangan gembel
26 memukuli orang gila
27 kehadiran adrian, dan kemunculan harimau putih penghuni alas saradan
28 akhir dari don dan nimas
29 cerita mengerikan dari adrian
30 pergi dari Banyumanik
31 takut gak dong
32 mengobrol dengan arwah
33 rencana memanfaatkan khodam sugi
34 dua boneka buto
35 menginjak kecoak
36 kerasukan
37 pensiun dini
38 mengambil buhul pring sedapur
39 cingkrobolo, bolouputo
40 santet pocong
41 ki brotho
42 terjengkang
43 terlalu cinta
44 nenek narti yang sadar
45 sugi vs sawerlarang
46 minyak wangi bolo jiwo
47 bersin asmara menggunjang hati angela
48 cincin pintajenar
49 kedatangan badut
50 kakek tua yang ketakutan
51 rongsokan sampah
52 kena kamu
53 50 ribu
54 sugi menunjukan kesaktiannya
55 sugi menunjukan kesaktiannya 2
56 rencana merebut cincin pintajenar
57 menyerang sugi
58 serangan balik
59 serangan balik 2
60 kertas mantra dan tubuh autodifen
61 menuju rumah pak joko
62 A' sugi
63 berpapasan
64 gelandangan
65 saat kau telah mengerti
66 gagal juara
67 menantang sugi
68 meragukan sugi
69 seperti novel fiksi saja
70 angela
71 ada apa dengan diriku???
72 rencana haris
73 sebelum battle
74 sugi yang jengkel!
75 arga sang tuan muda ternama
76 ronde 1
77 tuan sugi
78 battle siter
79 merpati
80 seruling naga taksaka
81 astaga dan astaga
82 sita
Episodes

Updated 82 Episodes

1
damar aby sugito
2
sesuai titahnya
3
ucapanya bagaikan mantra itu sendiri
4
sugi dan tikus
5
wanita berkaki busuk
6
kedatangan Sugi di toko bonekanya
7
tugimen dan boti
8
cita cita sugi
9
kaeros sih pembunuh berdarah dingin
10
kakek onjoyo sih dokter ajaib
11
berita yang menggemparkan dunia bawah
12
tuan sakti tidak terkalahkan
13
isna vs dirman
14
kecelakaan
15
dirman yang malang
16
berbicara dengan dua wanita cantik
17
aku kaya
18
ikut ke Banyumanik bersama surya
19
sugi adalah tuan sakti tidak terkalahkan itu sendiri
20
mendongakan dagu
21
sugi dan kadal eksotis
22
Mencium kotoran kadal
23
hadiah boneka murahan untuk tuan surya
24
nimas dan don
25
kedatangan gembel
26
memukuli orang gila
27
kehadiran adrian, dan kemunculan harimau putih penghuni alas saradan
28
akhir dari don dan nimas
29
cerita mengerikan dari adrian
30
pergi dari Banyumanik
31
takut gak dong
32
mengobrol dengan arwah
33
rencana memanfaatkan khodam sugi
34
dua boneka buto
35
menginjak kecoak
36
kerasukan
37
pensiun dini
38
mengambil buhul pring sedapur
39
cingkrobolo, bolouputo
40
santet pocong
41
ki brotho
42
terjengkang
43
terlalu cinta
44
nenek narti yang sadar
45
sugi vs sawerlarang
46
minyak wangi bolo jiwo
47
bersin asmara menggunjang hati angela
48
cincin pintajenar
49
kedatangan badut
50
kakek tua yang ketakutan
51
rongsokan sampah
52
kena kamu
53
50 ribu
54
sugi menunjukan kesaktiannya
55
sugi menunjukan kesaktiannya 2
56
rencana merebut cincin pintajenar
57
menyerang sugi
58
serangan balik
59
serangan balik 2
60
kertas mantra dan tubuh autodifen
61
menuju rumah pak joko
62
A' sugi
63
berpapasan
64
gelandangan
65
saat kau telah mengerti
66
gagal juara
67
menantang sugi
68
meragukan sugi
69
seperti novel fiksi saja
70
angela
71
ada apa dengan diriku???
72
rencana haris
73
sebelum battle
74
sugi yang jengkel!
75
arga sang tuan muda ternama
76
ronde 1
77
tuan sugi
78
battle siter
79
merpati
80
seruling naga taksaka
81
astaga dan astaga
82
sita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!