wanita berkaki busuk

Karena gondoruwo itu tidak kembali kembali, dayat berfikir bahwa gondoruwo itu sudah membunuh sugi, tanpa memberi tahunya bagaimana mungkin seorang manusia kecil, mampu membunuh gondoruwo besar yang bahkan badanya hampir sebesar bukit.

Tidak berfikir lama dayat langsung berjalan ke arah rumah sugi, guna mengecek keadaan sugi dengan kedua bola matanya sendiri.

Srek...!!! Srek...!!! Bunyi daun daun kering yang di pijak, maklum saja desa pener adalah desa yang masih banyak hutan di sekitarnya, bahkan di desa pener masih ada ayam hutan yang berkeliaran.

Dayat kemudian mengendap endap ke rumah sugi. Dayat yang melihat pintu rumah sugi terbuka lebar langsung mendekat.

Dayat mencoba melirik ke dalam rumah sugi, mencoba mencari keberadaan sugi tetapi sama sekali tidak ada orang di rumah sugi. Dayat langsung berfikir bahwa mayat sugi sudah di makan oleh gondoruwo raksasa itu.

"Hahahaha, mampus kau sugi..!! Makanya ga usah sok jadi orang...!!" Gumam dayat.

"Mumpung ga ada orang, gw sikat aja semua barang barang yang berharga di dalam.."

Dayat celingak celinguk setelah merasa sepi, dayat kemudian masuk ke dalam rumah sugi, mata dayat langsung berbinar, ketika melihat ponsel sugi tergeletak begitu saja di meja.

Dengan cepat dayat mengambil ponsel sugi tidak cukup dengan ponsel sugi dayat berkeliling mencari barang barang yang lebih berharga.

Sementara sugi yang sudah selesai membuang bakai gondoruwo tidak tikus langsung pulang sesampainya di rumah sugi menaruh seroknya di pinggiran rumah.

"Hahahaha aku kaya...!!" Teriak dayat.

Sugi mengerutkan keningnya mendengar teriakan itu berasal dari dalam rumahnya. Sugi juga merasa tidak asing dengan suara itu. Mata sugi langsung membulat sempurna, sugi langsung berfikir ada maling yang masuk ke rumahnya karena dia tidak menutup pintu saat pergi.

"Bajingan tengik..., duit gw...!!!" Ucap sugi langsung berlari masuk ke rumahnya.

Sesampainya di ruang tamu sugi melihat handphonenya sudah tidak ada menggertakan giginya Sugi melirik pintu kamarnya. Mata sugi membelalak melohat dayat yang sedang memeluk uang tabunganya. Dengan wajah memerah sugi langsung berlari dengan sangat cepat melompat kemudian menendang punggung dayat.

Bugh..!!! Tendangan Sugi tepat mengenai punggung dayat tubuh dayat langsung menggulung guling dan berhenti ketika menabrak tembok.

"Mampus...!!!" Ucap sugi. Sugi kemudian berlari kembali ke arah dayat berniat untuk membuat dayat pingsan dengan cara memukulinya.

"Ehhh....!!! Udah pingsan cepet amat, apa ini cuma trik...??" Sugi menatap wajah dayat yang pingsan dengan melut menganga.

"Masa sekali tendang pingsan...?" Gumam sugi.

"Bodo amatlah..., mending iket aja ini Hama masyarakat."

Sugi kemudian mengambil tambang dan mengikat dayat. Setelah di ikat sugi kemudian keluar sebelum keluar sugi mengunci pintu kamarnya, dan tidak lupa mengunci pintu rumahnya.

Tujuan sugi adalah rumah pak rt, sugi ingin menyerahkan masalah dayat pada pak rt.

Tidak lama kemudian sugi sampai di rumah pak rt.

Tok...!! Tok...!! Sugi mengetuk pintu. "Assalamualaikum pak rt..!!"

"Walaikumsalam.." tidak lama kemudian pintu di bukakan oleh pak rt, dan istrinya.

"Eh mas sugi.. kenapa kesini mas apa ada masalah?"

Setelah kejadian di rumah pak kusno, dan bu farida sikap pak ridwan berubah kepada sugi, bukan cuma sikap pak ridwan tetapi sikap semua warga desa pener berubah pada sugi.

"Ada pak ridwan... itu dayat maling di rumah saya pak..."

"Hah..!! Serius mas... terus dayatnya kabur apa lagi di amuk masa..."

"Ga pak, dayat lagi saya iket di rumah pak, tadi saya hajar dia sampai pingsan."

"Ya sudah ayo kesana.." ucap pak ridwan kemudian berlari di ikuti oleh sugi, dan istri pak ridwan yang merasa penasaran.

Dalam perjalananya, pak ridwan dan istrinya serta sugi tidak mendapatkan kedala apapun. beberapa warga penasaran, dan ikut mengikuti mereka karena mereka merasa penasaran kenapa pak ridwan, dan istrinya serta, sugi berlari.

Sementara itu adegan berpindah ke kamar sugi, nampak dayat kelopak matanya bergerak gerak, tidak lama kemudian dayat bangun.

"Kenapa... aku bisa pingsan...?" Gumam dayat.

"Sial.., siapa yang mengikatku.."

Dayat baru menyadari tangan dan kakinya di ikat. "Aku tidak boleh terus di sini, bisa Gawat..!!"

Dayat kemudian melompat lompat seperti pocong ke arah pintu, Dayat mencoba mendobrak pintu walaupun susah.

Plekk... terdengar bunyi seperti benda kenyal yang jatuh.

Dayat tidak memperdulikanya, dia masih mencoba mendobrak pintu.

Tidak lama kemudian, bau busuk yang sangat mennyengat tercium di rongga hidung dayat.

"Bau apa ini...!!" Gumam dayat. Dayat menghebus hembuskan nafasnya, agar bau tersebut tidak tercium, tetapi tetap saja bau busuk tersebut sangat bau sehingga dayat masih bisa menciumnya.

Dayat kemudian mencari media bau tersebut, dayat melihat sebuah daging berwarna hitam, tergeletak di bawah lemari daging hitam yang di penuhi dengan belatung belatung.

"Huekkk...!!" Dayat memuntahkan isi perutnya ketika melihat daging busuk itu.

"Hihihi..!!" Tawa cekikian wanita muda terdengar di atas lemari.

Dayat mendongak menatap ke atas lemari. Betapa terkejutnya dayat, jantungnya hampir saja melompat dari tempatnya. ketika melihat seorang wanita berpakaian lusuh dengan wajah pucat, nampak bagian daging kaki wanita tersebut tidak utuh kaki kanan wanita itu busuk, dan terus menerus menyebarkan bau busuk.

"Si... siapa kamu...?" Tanya dayat.

"HIHIHIHIHIHIHI..!!" Wanita tersebut tidak menjawab, malah tertawa sangat nyaring, dengan kaki kanan, dan kirinya yang di ayun ayunkan seperti anak kecil, ketika bermain ayunan.

Dayat semakin takut, melihat hal tersebut. bau psing mulai tercium di selangkanganya, sedangakan wanita tersebut tertawa semakin nyaring, seolah menikmati rasa takut yang di alami dayat.

Brughhh...!! Dayat jatuh terduduk, wajahnya di benamkan ke pahanya agar tidak melihat wanita menyeramkan tersebut.

"HIHIHIHIHIHIHIHIHIHI.....!!!" Tawa tersebut semakin keras. Ingin sekali dayat menutupi telinganya, tetapi apalah daya tangan dayat di ikat.

Saking nyaringnya tawa wanita tersebut, bahkan telinga dayat sampai mengeluarkan darah.

Tiba tiba wanita tersebut berpindah ke depan dayat dengan sangat cepat, bagaikan lampu yang berkedip sangat cepat seperti hendak Konslet.

Wanita tersebut kemudian sedikit bercongkok. Dayat yang Mencium busuknya bau yang di keluarkan Oleh wanita itu mulai merasa kembali mual ingin sekali dia memuntahkan isi perutnya, tetapi ia sudah melakuakanya tadi.

Dengan sangat kasar wanita dengan wajah pucat dan berpakaian hitam lusuh mencengkram rahang dayat dan memaksanya mendongkat melihat wajahnya.

"LIHATTT AKUUU...!!!" Teriaknya.

Hati dayat langsung Bergetar hebat, baru pertama kali ia merasakan ketakutan sehebat itu, bahkan rasa takut ketika bertemu gondoruwo tidak ada apa apanya di banding dengan rasa takutnya sekarang.

"Am... ampun.." ucap dayat terbata bata.

Wajah wanita pucat tersebut malah menyeriangai, menampilakan gigi gigi putihnya.

Tiba tiba wanita pucat tersebut menghilang, menjadi asap hitam.

Episodes
1 damar aby sugito
2 sesuai titahnya
3 ucapanya bagaikan mantra itu sendiri
4 sugi dan tikus
5 wanita berkaki busuk
6 kedatangan Sugi di toko bonekanya
7 tugimen dan boti
8 cita cita sugi
9 kaeros sih pembunuh berdarah dingin
10 kakek onjoyo sih dokter ajaib
11 berita yang menggemparkan dunia bawah
12 tuan sakti tidak terkalahkan
13 isna vs dirman
14 kecelakaan
15 dirman yang malang
16 berbicara dengan dua wanita cantik
17 aku kaya
18 ikut ke Banyumanik bersama surya
19 sugi adalah tuan sakti tidak terkalahkan itu sendiri
20 mendongakan dagu
21 sugi dan kadal eksotis
22 Mencium kotoran kadal
23 hadiah boneka murahan untuk tuan surya
24 nimas dan don
25 kedatangan gembel
26 memukuli orang gila
27 kehadiran adrian, dan kemunculan harimau putih penghuni alas saradan
28 akhir dari don dan nimas
29 cerita mengerikan dari adrian
30 pergi dari Banyumanik
31 takut gak dong
32 mengobrol dengan arwah
33 rencana memanfaatkan khodam sugi
34 dua boneka buto
35 menginjak kecoak
36 kerasukan
37 pensiun dini
38 mengambil buhul pring sedapur
39 cingkrobolo, bolouputo
40 santet pocong
41 ki brotho
42 terjengkang
43 terlalu cinta
44 nenek narti yang sadar
45 sugi vs sawerlarang
46 minyak wangi bolo jiwo
47 bersin asmara menggunjang hati angela
48 cincin pintajenar
49 kedatangan badut
50 kakek tua yang ketakutan
51 rongsokan sampah
52 kena kamu
53 50 ribu
54 sugi menunjukan kesaktiannya
55 sugi menunjukan kesaktiannya 2
56 rencana merebut cincin pintajenar
57 menyerang sugi
58 serangan balik
59 serangan balik 2
60 kertas mantra dan tubuh autodifen
61 menuju rumah pak joko
62 A' sugi
63 berpapasan
64 gelandangan
65 saat kau telah mengerti
66 gagal juara
67 menantang sugi
68 meragukan sugi
69 seperti novel fiksi saja
70 angela
71 ada apa dengan diriku???
72 rencana haris
73 sebelum battle
74 sugi yang jengkel!
75 arga sang tuan muda ternama
76 ronde 1
77 tuan sugi
78 battle siter
79 merpati
80 seruling naga taksaka
81 astaga dan astaga
82 sita
Episodes

Updated 82 Episodes

1
damar aby sugito
2
sesuai titahnya
3
ucapanya bagaikan mantra itu sendiri
4
sugi dan tikus
5
wanita berkaki busuk
6
kedatangan Sugi di toko bonekanya
7
tugimen dan boti
8
cita cita sugi
9
kaeros sih pembunuh berdarah dingin
10
kakek onjoyo sih dokter ajaib
11
berita yang menggemparkan dunia bawah
12
tuan sakti tidak terkalahkan
13
isna vs dirman
14
kecelakaan
15
dirman yang malang
16
berbicara dengan dua wanita cantik
17
aku kaya
18
ikut ke Banyumanik bersama surya
19
sugi adalah tuan sakti tidak terkalahkan itu sendiri
20
mendongakan dagu
21
sugi dan kadal eksotis
22
Mencium kotoran kadal
23
hadiah boneka murahan untuk tuan surya
24
nimas dan don
25
kedatangan gembel
26
memukuli orang gila
27
kehadiran adrian, dan kemunculan harimau putih penghuni alas saradan
28
akhir dari don dan nimas
29
cerita mengerikan dari adrian
30
pergi dari Banyumanik
31
takut gak dong
32
mengobrol dengan arwah
33
rencana memanfaatkan khodam sugi
34
dua boneka buto
35
menginjak kecoak
36
kerasukan
37
pensiun dini
38
mengambil buhul pring sedapur
39
cingkrobolo, bolouputo
40
santet pocong
41
ki brotho
42
terjengkang
43
terlalu cinta
44
nenek narti yang sadar
45
sugi vs sawerlarang
46
minyak wangi bolo jiwo
47
bersin asmara menggunjang hati angela
48
cincin pintajenar
49
kedatangan badut
50
kakek tua yang ketakutan
51
rongsokan sampah
52
kena kamu
53
50 ribu
54
sugi menunjukan kesaktiannya
55
sugi menunjukan kesaktiannya 2
56
rencana merebut cincin pintajenar
57
menyerang sugi
58
serangan balik
59
serangan balik 2
60
kertas mantra dan tubuh autodifen
61
menuju rumah pak joko
62
A' sugi
63
berpapasan
64
gelandangan
65
saat kau telah mengerti
66
gagal juara
67
menantang sugi
68
meragukan sugi
69
seperti novel fiksi saja
70
angela
71
ada apa dengan diriku???
72
rencana haris
73
sebelum battle
74
sugi yang jengkel!
75
arga sang tuan muda ternama
76
ronde 1
77
tuan sugi
78
battle siter
79
merpati
80
seruling naga taksaka
81
astaga dan astaga
82
sita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!