Jennie yang kebetulan lewat di tiba-tiba berhenti dan memperhatikan mereka dengan sinis.
"Justin kok makin deket ya sama Aline ini enggak bisa dibiariin gue harus cari cara supaya mereka enggak makin deket tapi ada untungnya juga sih selama ini dia yang paling kepo soal Dosen Bu Rossa jadi Justin bisa buat dia lupa soal Dosen itu." ucap Jennie Sambil mengangguk-anggukan kepala.
"Eh Sampai lupa semangat juga buat kalian,ya udah aku pamit dulu masih ada urusan jangan lupa pukul 14.00 WIB." ucap Kak Justin sambil tersenyum.
"Ya,kak makasih pasti kita semangat kok iya kan,zan?" tanya Raisa sambil menatap Fauzan yang ada disebelahnya.
"Hmmm." ucap Fauzan singkat.
"Iya,kak kita enggak bakal lupa kok dan kita enggak bakal telat." ucap Aline sambil tersenyum.
Kak Justin pun pergi untuk melanjutkan urusannya dikampus.
"Cie-cie ada yang disemangatin nih." Goda Raisa.
"Apaan,sih sa kalian kan juga disemangatin." ucap Aline.
"Emang iya tapi cara Kak Justin nyemangatin loe tuh beda kayak agak gimana gitu." Goda Raisa.
"Gue duluan ya nanti ketemu diperempatan." ucap Fauzan.
"Eh,zan kok langsung pergi ?" tanya Aline.
"Tau tuh aneh banget." jawab Raisa.
Fauzan rupanya kesal dengan perhatian Kak Justin pada Aline.Namun dia juga bingung kenapa dia bisa kesal.Perasaanya benar-benar campur aduk.Fauzan juga tiba-tiba teringat dengan perkataan Kak Hanna waktu itu yang mengatakan bahwa kita harus menjauhi Kak Justin.
"Udah lah ngapain mikirin Aline belum tentu dia juga suka kan sama Kak Justin ya walaupun dia good looking banget." ucap Fauzan dalam hati.
Aline dan Raisa pun pulang.Aline nampak santai mengendarai motor meticnya.
"Lega banget udah bisa jujur sama mereka ya walaupun awalnya enggak percaya." ucap Aline.
Saat tengah asik berkendara tiba-tiba ada mobil mewah yang menghadap Aline.
"Siapa,nih?" tanya Aline penasaran.
Ternyata orang didalam mobil itu adalah Kak Jennie dia pun menghampiri Aline.
"Kak Jennie." ucap Aline gugup.
"Iya,ini gue." ucap Kak Jennie dengan tatapan agak sadis.
"Ada apa,kak oh ya kaki kakak udah sembuh?" tanya Aline gugup.
"Loe enggak liat gue udah bisa jalan berarti udah sembuh,gue mau ngasih peringatan buat loe kalau loe ada maksud tertentu buat deketin Justin mending loe jauhin dia." jawab Kak Jennie.
"Maksud Kakak apa?" tanya Aline.
"Enggak usah pura-pura enggak tau gue tau semuanya." ucap Kak Jennie.
"Aku enggak ada maksud apa-apa kok dan aku biasa aja sama Kak Justin." ucap Aline terbata-bata.
"Terserah loe ya pokoknya inget-inget peringatan gue tadi." ucap Kak Jennie.
"Ya,kak sebelumnya maaf kalau kakak ngerasa aku deket banget sama Kak Justin." ucap Aline gugup.
"Oke." ucap Kak Jennie dengan singkat lalu bergegas pergi.
Pada saat Jennie bergegas pergi tiba-tiba sekujur tubuhnya merinding karena melihat sesosok hantu di belakang Aline,dan rupanya Dia Almh.Bu Rossa dia menatap Jennie dengan penuh kebencian.
"Kakak kenapa?" tanya Aline.
"Eh enggak apa-apa,kok." jawab Kak Jennie dan langsung buru-buru masuk ke mobilnya.
"Aneh banget tapi hawanya emang aneh." ucap Aline.
Aline pun melanjutkan perjalanan pulang ucapan Kak Jennie tidak terlalu dipikirkan karena dia harus fokus kegiatan kemah dan misinya soal Dosen Gaib itu.
"Mah,Aline pulang." ucap Aline sambil meletakkan tasnya disofa.
"Eh,lin tumben udah pulang katanya ada kegiatan kemah?" tanya Mama Lia.
"Iya,ma kegiatan nya nanti sore makanya aku pulang dulu buat nyiapin kegiatan nanti." ucap Aline sambil bersalaman dengan mamanya.
"Oh gitu,lin Lin Oh ya tadi pagi Mama ngerasa aneh banget air keran di kamar mandi dapur tiba-tiba hidup sendiri." ucap Mama Lia.
"Wah,ini pasti ulah dia emang kebangetan ya sering banget ngerjain Mama gue." ucap Aline dalam hati.
"Lin kok diem aja?" tanya Mama Lia.
"Mungkin Mama lupa matiin atau enggak biasa ulah teman Aline,ma." ucap Aline.
"Ih kamu kok malah nakut-nakutin Mama." ucap Mama Lia ketakutan.
"Udah ma enggak usah dipikirin mulu,Oh ya ma temen-temen Aline mau dateng kesini boleh enggak?" tanya Aline.
"Ya boleh dong tapi takutnya mereka kaget liat temen-temen kamu." ucap Mama Lia sambil tertawa.
"Mama bisa aja,sih." ucap Aline sambil tertawa juga.
"Ya udah Mama ke kamar dulu ya." ucap Mama Lia sambil naik ke atas.
"Siap,ma." ucap Aline.
Drrtttt...
"Hallo,sa jadi enggak ke rumah gue?" tanya Aline.
"Jadi dong ini gue udah siap-siap tinggal nunggu Fauzan." jawab Raisa.
"Oke kalau gitu gue share alamat rumah gue nanti gue tunggu di depan gang." ucap Aline.
"Oke,Lin buruan share lewat WhatsApp." ucap Rais.
"Ya gue tutup ya telefonya." ucap Aline sambil menutup teleponnya.
Aline pun menulis alamat rumahnya dan memfotonya,namun ketika ia memfoto ada bayangan tangan yang membuatnya salah fokus.
"Tangan siapa,nih?" tanya Aline pada dirinya sendiri.
"Itu tangan ku,Lin." ucap sesosok wanita berambut panjang yang biasa ia liat
"Ngaget-ngagetin aja sih tiba-tiba muncul udah jangan ganggu gue gue lagi pengen foto ." ucap Aline sambil memfoto.
"Temen-temen kamu mau dateng ke sini ya?" tanya hantu itu.
"Iya dan loe enggak boleh ganggu mereka ya." ucap Aline.
"Iya tapi tergantung kalau mereka usil ya bakal aku ganggu." ucap Hantu itu.
"Ganggu sih boleh asal jangan keterlaluan." ucap Aline.
Sementara jam menunjukkan pukul 11.30 WIB.Raisa nampak sudah menunggu Fauzan diperempatan dan tak lama muncul lah Fauzan.
"Maaf ya gue lama." ucap Fauzan.
"Gak papa,kok loe kenapa mukanya kusut gitu kayak pakaian belum disetrika.?" tanya Raisa sambil tertawa.
"Enggak papa,kok gue cuma kepikiran sama omongan Kak Hanna kemarin sama soal tuh Dosen Gaib yang meresahkan." jawab
Fauzan.
"Gue yakin si Fauzan enggak cuma mikirin hal itu tapi ya udahlah." ucap Raisa dalam hati.
"Udah yuk kita ke rumah Aline udah dishare kan alamatnya?" tanya Fauzan.
"Udah kok ini." ucap Raisa sambil menunjukkan pesan ke Fauzan.
"Oh ini,gue sih tau nanti dia nunggu di gang kan?" tanya Fauzan yang mulai tersenyum.
"Iya,zan." ucap Raisa.
Raisa dan Fauzan pun bergegas ke gang rumah Aline.Sementara Aline bersiap-siap untuk ke gang menjemput temannya.
"Lin,mau kemana lagi kamu?" tanya Mama Lia.
"Mau njemput temen,mah digang paling mereka cuma sebentar soalnya waktu mepet." jawab Aline.
" Iya,Lin tuh liat udah hampir jam 12.00 WIB ati-ati ya." ucap Mama Lia.
Iya,ma." ucap Aline sambil bersalaman dengan mamanya.
Hantu yang dari tadi berada disamping Aline pun mengikuti Aline.Rajsa dan Fauzan pun sampai tepat digang rumah Aline
"Ini bener kan gangnya?" tanya Fauzan.
"Bener kok." ucap Raisa sambil melihat kearah gang.
"Ya udah kita tunggu sini aja." ucap Fauzan.
Yang ditunggu-tunggu pun datang.
"Hai,yuk langsung ke rumah ku." ucap Aline.
"Yuk." ucap Raisa dan Fauzan bersamaan.
Mereka pun sudah sampai ke rumah Aline.
"Wah ini rumah loe,lin enggak terlalu besar,sih tapi bagus gue suka "ucap Raisa terkagum-kagum
"Makasih,sal loe enggak tau aja kalau ni rumah banyak setannya " ucap Aline dalam hati
"Kita mau berdiri disini terus,nih?" tanya Fauzan.
"Ya enggak lah yuk masuk ada mama gue di dalem." ucap Aline sambil mempersilahkan kedua temenannya masuk.
Happy Reading semua🤗
Jangan lupa like dan Vote
Ditunggu kritik dan Sarannya 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓹𝓮𝓶𝓮𝓬𝓪𝓱𝓪𝓷 𝓴𝓪𝓼𝓾𝓼𝓷𝔂𝓪 𝓶𝓪𝓶𝓪🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2022-10-31
0
DEWI PERTIWI
kak maaf kenapa bertele tele sekali 😐😐😐sampe Aq skip ceritanya
2022-03-04
2
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
lanjuuuuut
2021-09-02
1