Akhirnya Aline pun memutuskan untuk pulang.Dalam hatinya ia terus penasaran dengan sikap Kak Justin yang tiba tiba berubah.
"Aline pulang mah,pah,rin,"ucap Aline sambil membuka pintu rumah
"Tumben kak,loe jam segini baru pulang," ucap Arine sambil turun dari tangga.
"Iya rin, tadi kakak ada urusan tapi malah enggak jadi,padahal kalau jadi mungkin agak maleman kakak pulangnya,"ucap Aline sambil melepas sepatu nya.
"Urusan apaan sih?Jangan bilang kalau tentang hal-hal gaib," ucap Arine sambil merebahkan tubuhnya ke sofa.
"Ya tentang hal-hal gaiblah." ucap Aline.
"Ihhhh untung aku enggak bisa liat kayak gituan aku enggak bisa kebayangin kak,"ucap Arine dengan ekspresi takut.
"Tuh-tuh dibelakang kamu ada apa putih putih,"ucap Aline sambil menakuti-nakuti adiknya.
"Ihhhh apaan sih,jangan bikin takut,deh udah mau malem,"ucap Arine agak ketakutan.
"Gitu aja takut," ucap Aline sambil tertawa.
Mama Lia rupanya sedang berada didapur,namun ada yang aneh rupanya dia melihat sesosok bayangan hitam namun bukan yang biasanya dilihat Aline.
"Siapa ya itu?" tanya Mama Lia sambil mencuci piring dan peralatan dapur lainnya
Tidak ada jawaban akhirnya Mama Lia memutuskan untuk ke ruang tengah menghampiri kedua anaknya.
"Kok enggak ada jawaban apa-apa ya.udah mendingan aku ke ruang tengah nyamperin anak- anak,"ucap Mama Lia yang sudah selesai mencuci piring dan peralatan dapur lainnya.
"Kenapa mah, mukanya tegang gitu?" tanya Aline pada Mamanya
"Tadi mama liat bayangan hitam lin, di dapur." jawab Mama Lia gemetaran dan merebahkan pinggulnya ke sofa.
"Bayangan hitam?Berarti bukan yang biasa aku lihat," ucap Aline sambil menatap lembut mamanya
"Bukan Lin,mamah juga bingung tiba tiba muncul," ucap Mama Lia.
"Ya udah ma, enggak usah takut nanti coba Aline tanya maksud dia tuh apa." ucap Aline sambil menenangkan Mamahnya.
"Aduuh gue makin bingung sama semua ini gue tanya sama Kak Hanna dia diam seribu bahasa,gue tanya sama Kak Justin dia malah dia kayak marah gitu sumpah bingung,"batin Aline.
Drrtttt....
terdengar dering telefon Aline yang terdengar cukup nyaring.
"Ma,aku angkat telefon dulu ya," ucap Aline sambil bergegas pergi.
"Nomor siapa ,nih?" tanya Aline dalam hati.
Aline pun mengangkat telefon itu dengan rasa ragu-ragu karena nomornya tidak di kenal.
"Hallo,ini siapa?" tanya Aline dengan nada pelan.
"Ini aku lin, Kak Justin maaf malam malam menganggu," ucap Kak Justin.
"Kak Justin aku kira siapa ka,ada apa malem malem telefon?" tanya Aline sedikit canggung.
"Enggak papa kok cuma mau minta maaf soal kejadian tadi," jawab Kak Justin.
"Santuy kak, enggak papa kok mungkin tadi kakak lagi sensi,"ucap Aline sambil tertawa.
"beneran,nih?" tanya Kak Justin sambil tersenyum.
"Wkwkww beneran dong kak,"sahut Aline sambil tertawa.
"Kakak tau makamnya Almh.Bu Rossa?" tanya Aline secara tiba-tiba.
"Uhuuukkkk....." ucap Kak Justin sambil batuk
"Kak Justin kenapa?" tanya Aline sedikit khawatir.
"Eeee-- enggak papa kok kakak enggak tau aku tutup ya lagi banyak tugas buat besok byee," jawab Kak Justin sambil menutup telepon.
"Jangan ditutup dulu kak,yah udah ditutup," ucap Aline agak kesal.
"Siapa yang nelefon,lin?" tanya Mama Lia tiba-tiba menghampiri Aline.
"Kakak Senior mah," jawab Aline dengan nada santai.
"ohhh cowok apa cewe?" tanya Mama Lia sambil tersenyum tersenyum
"Mama kepo banget,sih kayak si Arine,"jawab Aline.
"Biarin orang mama cuma nanya,"ucap Mama Lia.
"Mah,aku ke kamar ya capek,"ucap Aline sambil berjalan menuju kamarnya.
"Ya,udah good night sayang," ucap Mama Lia sambil mencium pipi Aline.
"Rin,mau ikut naik enggak?" tanya Aline sambil melirik adiknya
"Enggak ah,mau nonton drakor bagus tau ceritanya," jawab Arine yang matanya fokus di ponselnya.
"Woyy belajar jangan drakoran melulu,"ucap Aline sambil mendekatkan suaranya ke arah telinga Arine.
Rupanya Arine tidak menghiraukan perkataan kakaknya. Aline pun mandi dan menyiapkan alat alat untuk besok.Dia masih saja memikirkan tentang Almh.Bu Rossa dia ingin sekali mengetahui penyebab kematian Almh Bu Rossa.
"fiks,gue besok harus cari info info Almh.Bu Rossa dan gue harus ke lantai 3 gimana pun caranya," batin Aline dalam hati sambil memejamkan mata.
Jam menunjukkan pukul 07.00 WIB Aline pun bersiap-siap berangkat ke kampus hari ini kegiatan ospek hari ini senam serta jalan sehat semua maba memakai baju olahraga bebas dan name tag.Namun pada saat memakai sepatu dan mengikat tali sepatu ada sesosok berdiri didepannya yang membuat Aline mendongak keatas.
"Ehhh ngagetin-ngagetin aja loe,"ucap Aline kaget.
Dia diam dengan rambut yang menutupi sebagian wajahnya.Wajahya tidak seseram beberapa waktu lalu dia menatap Aline dengan wajah sendu.
"linnn....tolonggggg ibukuuu,"ucap Gadis kecil tu sambil menangis.
"Ibumu siapa?aku aja enggak tau." ucap Aline sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Orang ituuu..jahattttt..." ucap gadis kecil itu sambil terus menangis
"Jangan nangis dong,siapa?pliss yang jelasin dong.Jujur aku enggak tau apa yang menimpa kamu walaupun aku udah biasa ngeliat kamu,"ucap Aline.
Gadis kecil tu mendadak menghilang dan membuat Aline semakin bertanya-tanya.Sebenarnya apa yang sudah terjadi.
"Tuh kan, main ngilang ngilang aja." ucap Aline sambil melihat sekeliling ruangan.
Aline pun keluar dan menemui Mama Lia dan Arine.Papa Lukman belum pulang karena ada tugas diluar kota dan dia lah yang menghantar adiknya Arine ke sekolah.Sekarang mereka berdua sudah ada di depan gerbang sekolah.
"Rin,belajar yang bener jangan ngehalu melulu," ucap Aline sambil tertawa.
"Ihh ngaca dong kakak juga sering ngehalu tapi ngehaluin setan hihihu,"cap Arine dengan nada songong.
"Yang kakak haluin benar-benar ada tapi emang enggak semuanya bisa ngeliat,"ucap Aline.
"Iya deh, ya udah aku masuk dulu ya tuh temen temenku udah pada nunguiin,"cap Arine sambil melambaikan tangan ke arah kakaknya.
"Ya udah sana,"ucap Aline sambil membalas lambaian tangan adiknya
Pada saat Arine dan teman-teman nya ingin masuk ke sekolah ia melihat sesosok wanita mengikuti Arine dan teman-temannya.Dia nampak tidak suka dengan kehadiran Aline wajahnya cukup seram belumururan darah.
"Ehh itu si Arine sama temen-temennya ada yang ngikutin," ucap Aline spontan.
"Orang enggak ada apa-apa gitu neng,"ucap Pak Satpam heran.
"Ehhh iya pak,mungkin saya salah lihat,"ucap Aline sambil bergegas pergi.
Aline pun sampai di kampusnya dan langsung menuju lapangan untuk menerima pengumuman dari Kakak Senior perihal kegiatan hari ini.
"Selamat pagi teman -teman semua hari ini kita akan melaksanakan kegiatan senam dan jalan sehat serta melakukan game untuk refreshing kalian,"ucap Kak Justin sambil tersenyum.
Para maba pun menyambut antusias kegiatan tersebut.Mereka nampak gembira dan tersenyum termasuk Aline,Raisa,dan Fauzan.
"Ya sudah mari kita melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum ke gerakan inti,"ucap Instruktur Senam sambil memposisikan diri.
Mereka pun melakukan senam dengan begitu semangat begitu pun Aline,Raisa,dan, Fauzan bahkan tak sedikit dari mereka yang bersorak gembira.
"Seru banget ya senamnya,"ucap Raisa sambil mengikuti gerakan senam.
"Iya sa,gue belum-belum udah keringetan." ucap Aline sambil mengikuti gerakan senam.
Ketika sedang melakukan senam Aline tiba tiba melihat ada dosen yang diam saja dipojokan sama persis yang dilihatnya beberapa waktu lalu.Dosen itu tidak ikut senam seperti yang lainnya.
"Sa,tuh dosen kenapa ya diem aja?" tanya Aline sambil menunjuk dosen itu.
"Yang mana lin,semuanya ikut?"tanya Raisa sambil melihat arah yang di tunjuk Aline.
"Itu yang dipojokan,"ucap Aline sambil terus menunjuk arah dosen itu.
"Eh iya ya ngapain tuh dosen diem aja?Kita ajakin yuk." ajak Raisa sambil memperhatikan dosen itu.
"Hai guysss seru ya senamnya musicnya juga asik,"ucap Fauzan sambil mengikuti senam.
Mereka berdua fokus melihat dosen itu dan tidak mendengarkan omongan Fauzan.Fauzan terlihat sangat kesal di cuekin Aline dan Raisa.
"Astagfirullah gue dicuekin,"uap Fauzan dengan ekspresi cemberut.
"Eh ada Fauzan sejak kapan loe disini?tanya Aline sambil melihat samping nya.
"Sejak tahun kemarin yang dari tadi lah,"ucap Fauzan dengan nada kesal.
"sorry ya,zan enggak bermaksud cuekin." ucap Raisa.
"Iya zan,sorry ya jangan marah ya nanti ganteng nya ilang," ucap Aline sambil tertawa.
"Ganteng?Emang gue ganteng tadi loe berdua liat apaan,sih?" tanya Fauzan
"itu lihat dosen itu." jawab Raisa sambil menunjuk ke arah pojok.
"wah kok enggak ikutan malah mojok disitu." ucap Fauzan.
"ya udah kita samperin,yuk." ucap Aline.
"tapi kok gue merinding ya,Lin." ucap Fauzan.
"gitu aja merinding,zan udah ah yuk." ucap Raisa sambil menarik tangan Fauzan.
Mereka bertiga pun menghampiri Dosen tersebut.
"Permisi ,buk perkenalkan saya Aline Maba fakultas Ekonomi ibu kenapa enggak ikut senam?" tanya Aline.
Dosen itu hanya terdiam dengan muka menunduk.
"ibu lagi sakit ya?" tanya Raisa.
Dosen itu hanya terdiam.
"Lin,ni dosen ni dosen kok diem aja ya ?" tanya Fauzan.
"gue juga enggak tau." jawab Aline.
"kita ke keruang kesehatan aja,bu muka ibu kelihatan pucet banget." ucap Aline.
Dosen itu masih terdiam,namun dia akhirnya mendongakkan kepalanya sehingga terlihat.Tiba-tiba........
Happy Reading semuaaaa🤗
Jangan lupa Vote dan like....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓭𝓮𝓰 𝓭𝓮𝓰 𝓰𝓪𝓷 𝓷𝓲𝓱😱😱😱😱😱😱😱
2022-10-31
0
Erna Virgo Diaf
selalu bikin penasaran nih cerita Thor...👍
2021-10-04
1
Aruna Zahrani
yg drmh aline blg "tolong ibuku" yg d kampus blg "tolong ibu" apa jgn2 mereka berhubungan?
2021-07-19
1