"Lin sebenarnya nanti loe mau ngapain?" tanya Raisa.
"Ada apaan,nih?" tanya Fauzan.
"Sebenarnya gini guys hari ini gue mau jujur sama kalian." jawab Aline sambil menatap kedua temannya itu.
"Gue tanya apa loe jawab apa gimana,sih?" tanya Raisa.
"Jujur apaan,sih wah jangan jangan loe diem diem naksir sama Kak Justin." ucap Fauzan.
"Ih bukan itu gue enggak naksir ya cuma kagum sama Kak Justin." ucap Aline kesal.
"Aduh kenapa jadi ke Kak Justin buruan mau jujur apa?" tanya Raisa.
"Tapi kalian jangan kaget ya sama jangan teriak sama jangan kasih tau siapa-siapa." ucap Aline.
"Iya iya kita enggak akan kaget kok paling cuma haa." ucap Fauzan dengan mimik muka kaget sambil tertawa.
"Itu mah kaget,zan Iya iya kita enggak bakal kaget kok." ucap Raisa.
"Sebenarnya gue tuh beda dari kalian,guee...." ucap Aline tapi terpotong.
"Beda gimana?" tanya Raisa.
"Kita sama lah sama sama manusia ciptaan Tuhan yang Maha Esa." ucap Fauzan agak ngegas.
"Ya kita sama-sama manusia yang bilang kalau gue bukan manusia siapa? makannya orang lagi ngomong jangan dipotong." ucap Aline kesal.
"Habis nya ngomong beda dari kita yang jelas kita bingung bedanya tuh apa." ucap Raisa.
"Bener,tuh buruan Lin jawab beda apanya?" tanya Fauzan.
"Gue tuh sebenarnya dari lahir jadi anak indigo gue bisa ngeliat makhluk halus disekitar kalian kadang-kadang gue bisa berkomunikasi sama mereka makanya gue agak aneh ini real ya gue enggak bohong maaf baru jujur sekarang gue takut loe bakal jauhib gue ." ucap Aline panjang lebar dengan nada pelan
"Haaaaaaaa" teriak Fauzan dan Raisa bersamaan dengan ekspresi kaget melebihi biasanya.
Maba yang ada dikelas tersebut yang tadinya tenang tiba-tiba menoleh ke arah mereka bertiga dengan ekspresi bingung.
"Loe kenapa zan,sa teriak-teriak gitu?" tanya salah satu Maba.
"Eeee mereka enggak papa kok." ucap Aline sambil cengengesan.
"Gila loe,Lin." ucap Raisa.
"Parah loe,Lin." ucap Fauzan.
"Katanya enggak bakal kaget ha ini kaget aja pakai banget payah kalian." ucap Aline.
"Loe enggak bercanda kan?" tanya Raisa agak curiga.
"Gue jujur,sa loe enggak liat muka gue serius gini." ucap Aline sambil menunjuk muka cantiknya.
"loe beneran indigo?" tanya Fauzan ragu.
"Ih iya beneran ya gue emang beda dari anak indigo kebanyakan." ucap Aline.
"Coba sekarang loe terawang disini ada makhluk halus enggak mumpung kakak senior belum dateng."ucap Fauzan serius.
"Bentar-bentar." ucap Aline sambil beranjak dari tempat duduknya dan memperhatikan setiap sudut-sudut ruangan.
"Gue enggak percaya deh kalau Aline beneran indigo,anak indigo kan biasanya enggak bisa sekolah kayak gini." bisik Aline.
"Kalau dilihat dari mukanya dia dia enggak bercanda,sa dan mungkin dia anak indigo zaman now kali." bisik Fauzan sambil tertawa kecil.
Aline berusaha merasakan energi yang ada di ruangan itu rupanya dia belum melihat apa-apa hanya saja ada energi negatif yang berusaha untuk menariknya keluar.Namun tiba-tiba....
"Kamu kenapa kok depan." ucap Kak Niken.
"Eh,Kak Niken enggak papa kok kak." ucap Aline sambil cengengesan.
"Ada-ada aja kamu ceper kembali ke tempat duduk." ucap Kak Niken.
"Iya maaf ya." ucap Aline sambil bergegas kembali ke tempat duduknya.
Maba dikelas tersebut tertawa termasuk Raisa dan Fauzan melihat kelakuan Aline.
"Gimana,Lin Malu?" tanya Raisa sambil tertawa.
"Ih kok loe ngomong kayak gitu y pastinya gue malu." ucap Aline.
Kak Niken pun memberi penjelasan kemah yang dilaksanakan dihari opsek Maba.Kak Justin tidak ikut menjelaskan karena dia ada urusan.
"Gimana kalian udah jelas?" tanya Kak Niken.
"Sudah,kak." ucap Maba secara serentak.
"Oke kalau begitu oh ya jangan lupa setiap regu mengumpulkan nama anggota ya beserta nama regunya paling lambat jam 14.00ya beserta yel-yel yang sudah kalian buat untuk informasi selanjutnya nanti kakak jelaskan tetap semangat, semangat,dan semangat sekian dan terimakasih." ucap Kak Niken panjang lebar.
"Siap,kak." ucap Maba secara serentak.
Kak Niken pun keluar dari kelas.Pemandangan ganjil terdapat pada pandangan Aline dia melihat ada yang mengikuti Kak Niken dari belakang.
"Ada yang ngikutin Kak Niken,sa." ucap Aline.
"Ada-ada aja loe." ucap Raisa cuek.
"Ayo ikut gue." ucap Aline sambil menarik tangan Raisa.
"Mau kemana,Lin?" tanya Raisa yang kaget tiba-tiba tangan nya ditarik.
"Eh kalian mau kemana kok gue enggak diajak-ajak." ucap Fauzan yang langsung mengejar kedua temannya itu.
Aline dan Raisa pun mengikuti Kak Niken dengan perasaan takut tapi juga penasaran.Kak Niken tiba-tiba berhenti utnuk mengikat tali sepatunya.Mata Aline tiba-tiba kaget.
"Dosen itu..." ucap Aline gemetar.
"Dosen mana loe jangan bercanda dong." ucap Raisa ketakutan dan gemetar.
"Dosen Bu Rossa dia yang ngikutin Kak Niken." ucap Aline.
"Loe jangan kayak gitu dong,Lin gue enggak liat tau." ucap Raisa yang semakin gemetar.
Dosen itu tiba-tiba menghilangkan,sementara Kak Niken sudah berdiri dan lanjut berjalan menuju ruang panitia.
"Kok tiba-tiba ilang." ucap Aline heran.
"Alhamdulillah ilang,Lin enggak kebayang kalau masih ada." ucap Raisa lega.
"Ya udah yuk kita balik ke kelas." ucap Aline.
"Yuk capek tau ditarik-tarik." ucap Raisa.
Aline dan Raisa pun berbalik badan untuk balik ke kelas.Namun tiba-tibaa....
"Aaaaaaaaaaaa." teriak Raisa ketakutan sambil menutupi mulanya.
"Ibu kok disini ?" tanya Aline gemetar.
Dosen gaib itu tiba-tiba muncul tepat dihadapan Aline dan Raisa.Raisa nampak sangat ketakutan sampai menutupi mukanya karena muka dosen gaib itu penuh darah, sementara Raisa yang sudah berulang kali melihat dosen itu berusaha untuk berkomunikasi.
"Lin,ayo kita balik ke kelas gue takut." ucap Raisa ketakutan.
"Jangan,sa kayaknya dia mau ngomong." ucap Aline sambil mendekati Dosen gaib itu.
"Loe gila ya malah diajak ngomong dia nyeremin banget." ucap Raisa sangat ketakutan sambil menutupi mukanya.
Dosen gaib itu hanya diam dengan muka menyeramkan dengan ekspresi seduh.Fauzan tiba-tiba datang ,namun dia tidak menyadari bahwa disebelahnya ada makhluk halus.
"Guys parah kalian gue enggak diajak-ajak." ucap Fauzan kesal.
"Zan,disebelah loe." ucap Aline sambil menunjuk sebelah Fauzan.
"Ada apa sih kok ekspresi kalian ketakutan apalagi si Raisa?" tanya Fauzan.
"Udah sekarang loe liat disebelah loe." ucap Aline gemetar.
Fauzan pun melihat sebelahnya.
"Astagfirullah Aaaaaaaaa."teriak Fauzan berbalik arah dan langsung kabur meninggalkan Aline dan Raisa.
"Zan,tungguuuuu." teriak Raisa yang langsung menyusul Fauzan untuk kabur.
Sekarang tinggal Aline,dia berusaha untuk berkomunikasi dengan Dosen itu.
Happy Reading semuaaa 🤗.
Jangan Lupa like dan vote.
Ditunggu kritik dan Sarannya 🙏.
Mohon maaf ya jarang update 🙏.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓕𝓪𝓾𝔃𝓪𝓷 𝓫𝓲𝓴𝓲𝓷 𝓷𝓰𝓪𝓴𝓪𝓴🤣🤣🤣🤣🤣
2022-10-31
0
yusrul ʏṳṧ
kyax crita bocah SMA dahh
2022-01-28
2
Ummu Istiqomah
kok raisa sama fauzan jadi ikut ikutan sering lihat hantu dosen itu
2020-10-30
1