Sementara itu Aline,Raisa,dan Fauzan berjalan-jalan mengelilingi kampus.Fauzan nampak terkagum dengan ornamen begitu pun Raisa.
"Wah!ini alasan gue pengen kuliah disini ornamen dikampus keren banget ditambah letak nya yang strategis," ucap Fauzan terkagum-kagum.
Tiba-tiba teman mata Aline tertuju pada sesuatu ya di gudang samping tangga pin buru buru pergi ke gudang samping tangga.
"Woy lin!Mau kemana?" tanya Raisa.
"Loh!Kemana ya orang itu?" tanya Aline kebingungan.
"Siapa lin?Orang dari tadi?Enggak ada siapa-siapa kok,"jawab Fauzan yang langsung menghampiri Aline.
"Sumpah tadi gue lihat orang jalan terus masuk ke sini," ucap Aline sambil menjelaskan.
"Orangnya kayak apa?"tanya Raisa.
"Perempuan udah lumayan tua pakai baju dosen,"jawab Aline.
"Udah-udah enggak ada apa apa kok mending kita keliling keliling lagi," ucap Fauzan.
"Udah deh lin, bener kata Fauzan,"ucap Raisa.
"Kayak nya gue harus tanya sama Kak Hanna cuma dia yang tau seluk beluk Kampus ini apa orang yang gue liat tadi makhluk halus,"batin Aline sambil berjalan mengikuti temannya.
Aline, Fauzan dan Raisa pun kembali berjalan-jalan mengelilingi Kampus dan melewati Ruang Panitia Ospek yang nampak lengang.
"Ini ruang kakak-kakak senior panitia ospek bagus ya ruangan nya," ucap Raisa
Tiba-tiba ada sosok laki-laki tampan keluar dari dalam ruangan panitia dan menabrak Raisa hingga Raisa hampir jatuh.
"Astaghfirullah,"ucap Raisa yang hampir jatuh.
"Maaf ya aku enggak sengaja," ucap Kak Justin.
"Eh Kak Justin, kalau kakak yang nabrak gak papa kok,"ucap Raisa sambil tersenyum.
"Yaelah itu mah mauny loe,"ucap Fauzan.
"Kakak kenapa kok kayak ketakutan gitu?" tanya Aline sambil melirik dalam ruangan yang tidak terlalu rapat.
"Eeeee--- enggak papa kok lagi buru-buru aku duluan ya,"ucap Kak Justin sambil bergegas pergi.
"Aneh banget Kak Justin kayak ada sesuatu yang disembunyiin," ucap Aline sambil menatap dengan rasa curiga.
"Ya udah yuk lanjut jalan jalanya biar besok enggak nyasar,"ucap Raisa sambil berjalan menuju lokasi selanjutnya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB.Mahasiswa dan Mahasiswi baru pun waktunya pulang dan kegiatan akan dilanjutkan besok.Aline,Raisa,dan Fauzan nampak di parkiran motor.
"Lin,bareng yuk pulangnya gue pengen tau rumah loe," ucap Raisa sambil memasang helm di kepalanya.
"loe duluan aja dan soal pengen tau rumah gue besok- besok aja kan bisa," sahut Aline sambil memakai jaket hitam kesayangannya yang ia simpan di jok motor nya.
"Yahhh!mentang-mentang baru tadi kenalannya jadi kayak gitu,"ucap Raisa dengan ekspresi sedikit kecewa.
"Besok-besok kalau kita udah jadi mahasiswi disini gue ajak loe kerumah gue,"ucap Aline sambil memasang helm di kepalanya.
"Beneran lho ya," ucap Raisa dengan nada santai.
"Gyus gue duluan ya," ucap Fauzan dengan suara tidak terlalu jelas.
"Oke zan, ati-ati,"sahut Raisa dengan suara cukup kencang.
Fauzan pun pergi dengan sepeda motornya namun ada yang menjanggal dipandangan Aline rupanya dia melihat sesosok perempuan tua memakai baju dosen dengan wajah pucat yang dilihatnya tadi berada di jok belakang motor Fauzan.Aline nampak menyadari hal tersebut.
"Itu kan perempuan yang tadi kok bisa,"ucap Aline dengan wajah kebingungan.
"Kenapa loe,lin?" tanya Raisa sambil menatap wajah Aline.
"Fauzannnn!"teriak Aline yang langsung berlari mengejar motor Fauzan yang sudah cukup jauh.
"Ih!Ditanyain malah kabur kayaknya loe tuh orang susah ditebak deh," ucap Raisa sambil menyusul Aline.
"Si Fauzan ibunya Dosen sini ya kok tadi gue lihat dia mboncengin ibu dosen,"ucap Aline.
"Mana sih? Orang Fauzan udah jauh loe tuh dari tadi aneh banget mending gue balik." ucap Raisa sambil beranjak kembali ke parkiran.
"Iya sih,emang udah jauh ya udah ati ati dijalan,"ucap Aline sambil memeluk Raisa.
"Lebay banget pakek meluk-meluk besok juga ketemu," ucap Raisa sambil membalas pelukan Aline.
"Biarin aja itu tandanya gue nerima lho jadi temen gue,"ucap Aline.
Raisa pun pulang dengan motornya scoopy berwarna putih.Sementara Aline masih ada diparkiran motor sambil berpikir.Baru kali ini dia dibuat bingung sama ulah makhluk halus.Tanpa pikir panjang dia pun bergegas pulang karena orang tuanya dan Arine pasti sudah menunggu.
"Mah,Pah,Rin aku pulang,"ucap Aline sambil mengetuk pintu.
Tidak ada jawaban yang ada hanya suara angin dan sinar matahari yang masih menunjukkan sinarnya.
Pada kemana,sih kok sepi gini ?" tanya Aline.
Aline pun nampak kebingungan karena rumah nampak sepi dan sunyi.Tiba tiba muncul sesosok gadis yang tadi dilihatnya
wajahnya tidak seseram tadi namun nampak pucat dan mata sayup.
"Bikin kaget aja,"ucap Aline dengan tatapan kaget.
"Tolong akuuu," ucap Gadis itu sambil mendekat ke arah Aline
"Tadi minta jangan kesanaaaa sekarang tolong maksud nya apa?" tanya Aline agak was-was.
"Tolong akuuu dan ibukuuu,"ucap Gadis itu sambil memegang tangan Aline.
"Aduh!"Kenapa ibu kamu aku enggak pernah lihat ibu kamu disini,"tanya Aline sambil mencoba melepas pegangan gadis itu.
"Ngomong sama siapa kamu,lin?" tanya tetangga yang lewat.
"Ee-- enggak mungkin nih aku bilang ngomong sama hantu mereka enggak bisa ngeliat gadis ini,"batin Aline.
"Lagi latihan drama pak, buat ospek dikampus." jawab Aline sambil cengengesan.
"Ohhh gitu ku kira ngomong sama setan,"ucap tetangga Aline.
Perlahan sesosok gadis itu pun hilang karena kehadiran tetangga Aline dan tidak begitu lama Ayah,Mamah,dan Arine pun sampai di Rumah.
"Lho?kok ada Pak Surya ada apa,Pak?" tanya Pak Lukman.
"Enggak papa kok pak,cuma tadi saya lihat si Aline lagi ngomong sendiri ternyata lagi latihan drama," ucap Pak Surya.
"Ohhh saya kira ada apa," ucap Pak Lukman.
Pak Surya pun pergi meninggalkan rumah Pak Lukman.Tak terasa jam menunjukka pukul 17.00 WIB mara
"Papah mau tanya sama kamu lin,kamu ngomong sama gadis itu?" tanya Pak Lukman sambil duduk dan menikmati secangkir kopi.
"Iya pah,tapi dia sekarang malah agak nyeremin," ucap Aline sambil merebahkan pinggulnya di sofa.
"Bukannya dari awal tuh hantu nyeremin ya," sahut Arine yang nampak asyik memainkan ponsel.
"Mendingan kamu diem deh,ku lagi ngomong sama papah,"ucap Aline ngegas.
"Santaiii dong aku tuh udah beberapa kali ngeliat,"ucap Arine kesal.
Aline nampak tidak menggubris omongan adiknya.Dia masih asik mengobrol dengan Ayahnya.Sementara Mama Lia sedang berada di dapur,namun dia sudah keluar dan menghampiri suami dan anak-anaknya di ruang tamu.
"Pada ngobrolin apa sih?Kok seru banget,"ucap Mama Lia
"Iya mah, kita lagi ngomong kejadian tadi,"sahut Aline dengan nada santai.
"Udah lupain aja kejadian tadi Lin,mama mau tanya sama kamu gimana hari pertama ospek lancar?" tanya Mama Lia.
"Bisa dibilang lancar bisa dibilang enggak," sahut Aline sambil memakan camilan.
"Maksudnya gimana,lin?"tanya Mama Lia.
"Dari awal Aline masuk hawanya tuh udah aneh banget,mah,pah,rin apalagi waktu aku ngeliat di lantai 3 aura aura negatif udah kerasa padahal aku posisinya lagi dilapangan,"jawab Aline.
"Emang resiko kamu lin,karena bisa ngeliat makhluk halus dimana pun kamu berada kamu pasti ngerasa kayak gitu,"ucap Papah Lukman.
"Terus apa lagi,Kak lin?" tanya Arine yang semula berdiri mendekat ke arah Aline.
"Tadi kakak juga ngeliat Kakak senior yang ganteng banget,badannya tinggi,senyum manis lagi boyfriend material banget,"ucap Aline sambil tersenyum.
"Wah!Siapa kak?Boleh dong Arine kenalan?" tanya Arine antusias.
"Ih!'genit banget kamu masih kecil enggak boleh genit-genit,"ucap Aline sambil tertawa.
"Bodoamat," ucap Arine cuek
"Terus tadi aku juga lihat sekilas bayangan laki laki besar tapi mukanya enggak jelas, "ucap Aline yang mengalihkan topik pembicaraan.
"Ngeri juga ya lin,mamah jadi takut,"ucap Mama Lia.
"Papa malah penasaran sama sosok yang dilantai 3 yang kamu maksud lin," Papa Lukman.
"Ya udah pa,kuliah lagi aja kalau penasaran," ucap Arine sambil tertawa.
"Kamu tuh,ya masak papa kuliah disana ada-ada aja,." ucap Papa Lukman sambil ikut tertawa.
"Kayaknya aku harus tanya sama Kak Hanna," ucap Aline.
"Hanna?"tanya Papa,Mama,dan Arine dengan kompak.
"Iya yang waktu itu aku kenalin sama Papah,mamah sama Arine,"ucap Aline.
"Ohhh Mama inget dia kan sama kayak Aline." ucap Mama Lia.
"Lin,kapan-kapan suruh dia mampir," ucap Papa Lukman sambil menyeruput kopi.
"Apaan sih! Yang ada dia malah bawa setan disini dan ujung ujungnya ngomongin tentang hal hal gaib," ucap Arine tidak setujui.
"Mending loe belajar sana daripada disini nyambung -nyambung omongan orang,"ucap Aline agak emosi.
"Ya udah," ucap Arine kesal.
Arine pun pergi ke kamarnya dengan perasaan kesal.Sementara itu Aline beranjak dari sofa dan masuk ke kamar untuk mempersiapkan peralatan yang dibawa untuk ospek hari kedua.Sementara kedua orang tuanya asyik mengobrol di ruang tamu.
"Pokoknya gue harus semangat apapun yang terjadi dikampus itu harus gue hadapi,"ucap Aline dengan begitu gigih.
Drrttt..
Terdengar suara dering ponsel ternyata ponsel milik Aline.Ada pesan misterius yang diterima Aline.Aline nampak memeriksa
pesan tersebut.
"Siapa sih, yang ngirim pesan malem malem gini lagi?"tanya Aline sedikit kesal.
"Toloonggg sayaaaaa tolongggg sayaaaaa tangkap diaaa," ucap sang mengirim pesan misterius itu.
Aline nampak bingung dengan pesan misterius tersebut.Pada saat Aline membaca pesan itu tiba-tiba tulisan itu berupa menjadi darah segar hingga sekarang ponselnya di penuhi darah.
"Aaaaaa!Kok bisa jadi darah,ini sebenarnya ada apa,sih," ucap Aline panik.
Darah pun hilang dan membuat Aline pun sedikit panik namun untungnya dia sudah berhasil tenang dan melanjutkan prepare barang dan tidur supaya besok pagi tidak terlambat.
Hari pun sudah pagi Aline pun sudah bersiap siap ke kampus untuk melaksanakan kegiatan dan kegiatan hari ini adalah pengenalan falkutas.Kali ini Aline membawa macam macam kertas dan spidol.
"Pagi semuaa,"sapa Aline dengan ekspresi ceria.
"Pagi juga ceria banget anak papah," ucap Papah Lukman sambil memeluk Aline
"Iya dong harus ceria enggak boleh murung apalagi males," sindir Aline sambil melirik adik nya.
"Pah, ayo berangkat mendadak badmood disini." ucap Arine bergegas pergi.
"Ya udah papah berangkat dulu ya adik kamu kalau lagi marah emang enggak bisa dipending," bisik Papah Lukman.
Aline pun juga bergegas berangkat ke kampus.Namun dijok belakang motornya terasa sangat berat padahal tidak ada siapa-siapa.Saat menengok ke belakang ada sosok misterius yang tidak asing.
"Aduh!Loe ngapain disini ngaget-ngagetin lagi," ucap Aline dengan ekspresi kaget.
"ikutt,"ucap Gadis itu dengan wajah pucat dan rambut kusut dengan ekspresi datar.
"Loe mau ngapain ikut mau ikut kuliah?" tanya Aline.
Tolloonggg ibukuuu,"ucap Gadis itu.
Pengendara lain nampak bingung dengan sikap Aline namun Aline diam seolah olah tidak ada kejadian apa apa.Akhirnya Aline pun sampai di kampus dengan kondisi gadis itu masih ada di jok motornya.
"Woyy,,"sapa Raisa dengan ekspresi sangat ceria.
"Woyy juga Raisa yang ternyata bawel,"sahut Aline.
"Yee! loe belum terlalu kenal gue ya udah yuk masuk ketemu sama cogan,"ucap Raisa genit.
"cogan melulu dasar genih,"ucap Aline.
"Udah yuk masuk,"ucap Raisa sambil merangkul pundak Aline.
"Yuk," ucap Aline sambil tertawa.
Memang awal ospek yang dekat dengan Aline cuma Raisa dan Fauzan.Namun Aline juga berusaha dekat dengan Maba yang lain.Walaupun tidak terlalu dekat.
"Selamat Pagi semuaa nya,"Sapa Kak Justin dan Kak Niken.
"Pagi kakkk,"sahut Maba fakultas ekonomi dengan serentak.
"Seneng banget rasanya liat kalian mengawali pagi ini dengan semangat,"cap Kak Justin sambil tersenyum manis.
"Iya apa lagi hari ini kita bakal ngenalin ke kalian apa apa aja sih yang kalian pelajari di falkutas Ekonomi," ucap Kak Niken.
"Kak,mau minta izin ke toilet,"ucap Aline sambil maju ke depan.
"Silahkan lin,taukan toiletnya dimana?" ucap Kak Justin dengan sangat ramah.
"Tau kok kak, permisi,"ucap Aline agak terburu -buru.
"Kita lanjut ya teman teman,"ucap Kak Justin sambil melanjutkan memberi materi.
Aline pun masuk ke toilet yang nampak bersih dan sepi, namun bau anyir sangat menyengat di Indra penciumannya hingga dia merasa sedikit terganggu.
"Bau apaan nih,gueekk,"ucap Aline sambil muntah.
Selesai buang air kecil Aline pun cuci tangan terlebih dahulu.Namun dia merasa ada hawa aneh dan cukup membuat bulu kuduk merimding.
"Kenapa tiba tiba hawa nya makin aneh?" ucap Aline sambil melihat sekeliling sudut ruangan.
"Kenapa loe?" tanya seorang gadis berambut pendek yang baru saja keluar dari kamar kecil.
"E---nggak papa kok hihihi,"ucap Aline sambil bergegas pergi.
"Dasar cewek aneh," ucap Gadis berambut pendek itu sambil mencuci tangan.
"Terimakasih ya kak,"ucap Aline yang langsung kembali ke tempat duduknya.
"Sama-sama,lin," ucap Kak Justin sambil tersenyum.
Waktu pengenalan falkutas pun selesai semua maba disuruh beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya.Mereka nampak berhamburan ke luar namun tidak sedikit yang lebih memilih berada di dalam ruang kelas untuk mendengarkan musik, mengobrol bahkan tidur.
"Lin,aku mau ngomong sama kamu,"ucap Kak Justin yang tiba-tiba mendekat ke meja Aline.
"Mau ngomong apa,kak?" ucap Aline agak kikuk
"Jangan disini kita ngomong nya disana aja." ucap Kak Justin.
Kak Justin dan Aline pun keluar dari ruang kelas untuk membicarakan sesuatu hal.Sementara meja sebelah terlihat Fauzan memandang penuh kecurigaan.
"Wah!Si Aline mau kemana ya sama Kak Justin ikutin enggak ya?" tanya Fauzan pada dirinya sendiri.
"Lho?Si Aline kemana,zan?" tanya Raisa yang nampak membawa beberapa makanan.
"Lagi ngobrol sama Kak Justin,"ucap Fauzan sambil mengambil makanan yang dibawa Raisa.
"Wah!Gercep juga ya si Aline udah akrab aja sama Kak Justin," ucap Raisa.
"Gue mau ikutin,ah,"ucap Fauzan yang langsung bangkit dari kursinya.
"Eeehh jangan loe tuh ya disini sama gue kepo banget Jadi orang," ucap Raisa sambil mencegah Fauzan.
Aline dan Kak Justin sedang ngobrol dikursi dekat lapangan.Saat itu lapangan sedang si gunakan untuk bermain basket.
"Aku mau tanya sama kamu apa kamu ngalami kejadian aneh dikampus ini?" tanya Kak Justin sambil menatap mata Aline.
"Gimana ya jelasinnya kak,"batin Aline bingung.
"Udah kamu jujur aja sama aku,"ucap Kak Justin sambil menatap wajah Aline dengan tajam.
"Jujur aku emang dari awal ngalamin kejadian aneh kak dikampus ini,"ucap Aline dengan nada pelan
"Oh gitu emang sih, kampus ini banyak mengandung misteri,tapi lupain aja," ucap Kak Justin.
"Kakak jadi sering ngerasain juga?" tanya Aline.
"Ya lumayan seringlah senior-senior sini juga banyak yang ngalamin,"jawab Kak Justin.
"Wahh!Bagus ya mereka masih ada disini." ucap Aline.
Dari kejauhan ada Perempuan tak kasat mata yang melihat Aline dan Kak Justin sedang mengobrol.Perempuan itu berpakaian dosen dari lantai 3 .Aline pun menyadarinya kemunculan perempuan itu
"Kak,maaf aku mau ke Raisa sama Fauzan kasihan mereka,"ucap Aline bergerak pergi.
"Lhomau? kemana,lin?" tanya Kak Justin kebingungan.
Perempuan itu masih ada disana dan menatap Justin penuh kebencian dengan tatapan tajam dan tubuh berlumuran darah dengan rambut yang acak-acakan.
"Eh, Aline udah selesai ngomong sama Kak Justin?"tanya Raisa sambil memakan makanan yang tadi
"Udah kok," sahut Aline singkat sambil meminum minuman.
"loe tuh habis dari mana sih?Llari maraton?minumnya banyak banget?"tanya Fauzan.
"Nomong apa loe sama Kak Justin?" tanya Raisa.
"Rere ngomongin soal kampus inilah." ucap Aline sedikit salah tingkah.
"Ohhh soal kampus gue kira loe habis pdkt sama Kak Justin." ucap Raisa dengan sangat santainya
"Sembarangan aja kalau ngomong," ucap Aline agak ngegas.
"Loe sama Kak Justin tuh udah akrab banget makanya gue berpikir kalau loe lagi pdkt sama Kak Justin," ucap Raisa.
"Emang kenapa sih? Loe enggak suka?" tanya Aline.
"Ya belum suka sih,tapi kalau boleh jujur dia tipe gue banget,"ucap Raisa sambil tersenyum.
"malah ngomong Kak Justin,cari topik yang lain dong,"ucap Fauzan dengan ekspresi bete.
"Eh zan, kemarin gue lihat loe mboncengin perempuan pakai seragam dosen ibu loe apa tante loe?" tanya Aline.
"Hah?Mboncengin Perempuan? Orang gue dari kemarin sendiri dan Ibu gue bukan dosen disini apa lagi tante gue," ucap Fauzan dengan ekspresi kebingungan.
"Terus yang kemarin gue lihat siapa dong?" tanya Aline.
"Jangannnn jangannnn setannnn,ucap Raisa dan Fauzan lalu kabur.
"Ih!kok pada kabu?Gue harus ketemu sama Kak Hanna." ucap Aline sambil Bergegas pergi.
Happy Reading semua 🤗.
Jangan lupa like dan coment🙏.
Jangan lupa kritik dan sarannya 🙏.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Tytha Radyttya
bahasa loe belepetan gak. beraturan gak jelas
2023-10-12
0
Maliqa Effendy
berasa lg di kejar dead line..tanda bacanya ituloh...
2023-05-27
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓶𝓾𝓵𝓪𝓲 𝓼𝓮𝓻𝓾 𝓷𝓲𝓱👍👍👍👍👍👍
2022-10-31
0