2.Mulai merasakan keanehan

Sementara itu Aline,Raisa,dan Fauzan berjalan-jalan mengelilingi kampus.Fauzan nampak terkagum dengan ornamen begitu pun Raisa.

"Wah!ini alasan gue pengen kuliah disini ornamen dikampus keren banget ditambah letak nya yang strategis," ucap Fauzan terkagum-kagum.

Tiba-tiba teman mata Aline tertuju pada sesuatu ya di gudang samping tangga pin buru buru pergi ke gudang samping tangga.

"Woy lin!Mau kemana?" tanya Raisa.

"Loh!Kemana ya orang itu?" tanya Aline kebingungan.

"Siapa lin?Orang dari tadi?Enggak ada siapa-siapa kok,"jawab Fauzan yang langsung menghampiri Aline.

"Sumpah tadi gue lihat orang jalan terus masuk ke sini," ucap Aline sambil menjelaskan.

"Orangnya kayak apa?"tanya Raisa.

"Perempuan udah lumayan tua pakai baju dosen,"jawab Aline.

"Udah-udah enggak ada apa apa kok mending kita keliling keliling lagi," ucap Fauzan.

"Udah deh lin, bener kata Fauzan,"ucap Raisa.

"Kayak nya gue harus tanya sama Kak Hanna cuma dia yang tau seluk beluk Kampus ini apa orang yang gue liat tadi makhluk halus,"batin Aline sambil berjalan mengikuti temannya.

Aline, Fauzan dan Raisa pun kembali berjalan-jalan mengelilingi Kampus dan melewati Ruang Panitia Ospek yang nampak lengang.

"Ini ruang kakak-kakak senior panitia ospek bagus ya ruangan nya," ucap Raisa

Tiba-tiba ada sosok laki-laki tampan keluar dari dalam ruangan panitia dan menabrak Raisa hingga Raisa hampir jatuh.

"Astaghfirullah,"ucap Raisa yang hampir jatuh.

"Maaf ya aku enggak sengaja," ucap Kak Justin.

"Eh Kak Justin, kalau kakak yang nabrak gak papa kok,"ucap Raisa sambil tersenyum.

"Yaelah itu mah mauny loe,"ucap Fauzan.

"Kakak kenapa kok kayak ketakutan gitu?" tanya Aline sambil melirik dalam ruangan yang tidak terlalu rapat.

"Eeeee--- enggak papa kok lagi buru-buru aku duluan ya,"ucap Kak Justin sambil bergegas pergi.

"Aneh banget Kak Justin kayak ada sesuatu yang disembunyiin," ucap Aline sambil menatap dengan rasa curiga.

"Ya udah yuk lanjut jalan jalanya biar besok enggak nyasar,"ucap Raisa sambil berjalan menuju lokasi selanjutnya.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB.Mahasiswa dan Mahasiswi baru pun waktunya pulang dan kegiatan akan dilanjutkan besok.Aline,Raisa,dan Fauzan nampak di parkiran motor.

"Lin,bareng yuk pulangnya gue pengen tau rumah loe," ucap Raisa sambil memasang helm di kepalanya.

"loe duluan aja dan soal pengen tau rumah gue besok- besok aja kan bisa," sahut Aline sambil memakai jaket hitam kesayangannya yang ia simpan di jok motor nya.

"Yahhh!mentang-mentang baru tadi kenalannya jadi kayak gitu,"ucap Raisa dengan ekspresi sedikit kecewa.

"Besok-besok kalau kita udah jadi mahasiswi disini gue ajak loe kerumah gue,"ucap Aline sambil memasang helm di kepalanya.

"Beneran lho ya," ucap Raisa dengan nada santai.

"Gyus gue duluan ya," ucap Fauzan dengan suara tidak terlalu jelas.

"Oke zan, ati-ati,"sahut Raisa dengan suara cukup kencang.

Fauzan pun pergi dengan sepeda motornya namun ada yang menjanggal dipandangan Aline rupanya dia melihat sesosok perempuan tua memakai baju dosen dengan wajah pucat yang dilihatnya tadi berada di jok belakang motor Fauzan.Aline nampak menyadari hal tersebut.

"Itu kan perempuan yang tadi kok bisa,"ucap Aline dengan wajah kebingungan.

"Kenapa loe,lin?" tanya Raisa sambil menatap wajah Aline.

"Fauzannnn!"teriak Aline yang langsung berlari mengejar motor Fauzan yang sudah cukup jauh.

"Ih!Ditanyain malah kabur kayaknya loe tuh orang susah ditebak deh," ucap Raisa sambil menyusul Aline.

"Si Fauzan ibunya Dosen sini ya kok tadi gue lihat dia mboncengin ibu dosen,"ucap Aline.

"Mana sih? Orang Fauzan udah jauh loe tuh dari tadi aneh banget mending gue balik." ucap Raisa sambil beranjak kembali ke parkiran.

"Iya sih,emang udah jauh ya udah ati ati dijalan,"ucap Aline sambil memeluk Raisa.

"Lebay banget pakek meluk-meluk besok juga ketemu," ucap Raisa sambil membalas pelukan Aline.

"Biarin aja itu tandanya gue nerima lho jadi temen gue,"ucap Aline.

Raisa pun pulang dengan motornya scoopy berwarna putih.Sementara Aline masih ada diparkiran motor sambil berpikir.Baru kali ini dia dibuat bingung sama ulah makhluk halus.Tanpa pikir panjang dia pun bergegas pulang karena orang tuanya dan Arine pasti sudah menunggu.

"Mah,Pah,Rin aku pulang,"ucap Aline sambil mengetuk pintu.

Tidak ada jawaban yang ada hanya suara angin dan sinar matahari yang masih menunjukkan sinarnya.

Pada kemana,sih kok sepi gini ?" tanya Aline.

Aline pun nampak kebingungan karena rumah nampak sepi dan sunyi.Tiba tiba muncul sesosok gadis yang tadi dilihatnya

wajahnya tidak seseram tadi namun nampak pucat dan mata sayup.

"Bikin kaget aja,"ucap Aline dengan tatapan kaget.

"Tolong akuuu," ucap Gadis itu sambil mendekat ke arah Aline

"Tadi minta jangan kesanaaaa sekarang tolong maksud nya apa?" tanya Aline agak was-was.

"Tolong akuuu dan ibukuuu,"ucap Gadis itu sambil memegang tangan Aline.

"Aduh!"Kenapa ibu kamu aku enggak pernah lihat ibu kamu disini,"tanya Aline sambil mencoba melepas pegangan gadis itu.

"Ngomong sama siapa kamu,lin?" tanya tetangga yang lewat.

"Ee-- enggak mungkin nih aku bilang ngomong sama hantu mereka enggak bisa ngeliat gadis ini,"batin Aline.

"Lagi latihan drama pak, buat ospek dikampus." jawab Aline sambil cengengesan.

"Ohhh gitu ku kira ngomong sama setan,"ucap tetangga Aline.

Perlahan sesosok gadis itu pun hilang karena kehadiran tetangga Aline dan tidak begitu lama Ayah,Mamah,dan Arine pun sampai di Rumah.

"Lho?kok ada Pak Surya ada apa,Pak?" tanya Pak Lukman.

"Enggak papa kok pak,cuma tadi saya lihat si Aline lagi ngomong sendiri ternyata lagi latihan drama," ucap Pak Surya.

"Ohhh saya kira ada apa," ucap Pak Lukman.

Pak Surya pun pergi meninggalkan rumah Pak Lukman.Tak terasa jam menunjukka pukul 17.00 WIB mara

"Papah mau tanya sama kamu lin,kamu ngomong sama gadis itu?" tanya Pak Lukman sambil duduk dan menikmati secangkir kopi.

"Iya pah,tapi dia sekarang malah agak nyeremin," ucap Aline sambil merebahkan pinggulnya di sofa.

"Bukannya dari awal tuh hantu nyeremin ya," sahut Arine yang nampak asyik memainkan ponsel.

"Mendingan kamu diem deh,ku lagi ngomong sama papah,"ucap Aline ngegas.

"Santaiii dong aku tuh udah beberapa kali ngeliat,"ucap Arine kesal.

Aline nampak tidak menggubris omongan adiknya.Dia masih asik mengobrol dengan Ayahnya.Sementara Mama Lia sedang berada di dapur,namun dia sudah keluar dan menghampiri suami dan anak-anaknya di ruang tamu.

"Pada ngobrolin apa sih?Kok seru banget,"ucap Mama Lia

"Iya mah, kita lagi ngomong kejadian tadi,"sahut Aline dengan nada santai.

"Udah lupain aja kejadian tadi Lin,mama mau tanya sama kamu gimana hari pertama ospek lancar?" tanya Mama Lia.

"Bisa dibilang lancar bisa dibilang enggak," sahut Aline sambil memakan camilan.

"Maksudnya gimana,lin?"tanya Mama Lia.

"Dari awal Aline masuk hawanya tuh udah aneh banget,mah,pah,rin apalagi waktu aku ngeliat di lantai 3 aura aura negatif udah kerasa padahal aku posisinya lagi dilapangan,"jawab Aline.

"Emang resiko kamu lin,karena bisa ngeliat makhluk halus dimana pun kamu berada kamu pasti ngerasa kayak gitu,"ucap Papah Lukman.

"Terus apa lagi,Kak lin?" tanya Arine yang semula berdiri mendekat ke arah Aline.

"Tadi kakak juga ngeliat Kakak senior yang ganteng banget,badannya tinggi,senyum manis lagi boyfriend material banget,"ucap Aline sambil tersenyum.

"Wah!Siapa kak?Boleh dong Arine kenalan?" tanya Arine antusias.

"Ih!'genit banget kamu masih kecil enggak boleh genit-genit,"ucap Aline sambil tertawa.

"Bodoamat," ucap Arine cuek

"Terus tadi aku juga lihat sekilas bayangan laki laki besar tapi mukanya enggak jelas, "ucap Aline yang mengalihkan topik pembicaraan.

"Ngeri juga ya lin,mamah jadi takut,"ucap Mama Lia.

"Papa malah penasaran sama sosok yang dilantai 3 yang kamu maksud lin," Papa Lukman.

"Ya udah pa,kuliah lagi aja kalau penasaran," ucap Arine sambil tertawa.

"Kamu tuh,ya masak papa kuliah disana ada-ada aja,." ucap Papa Lukman sambil ikut tertawa.

"Kayaknya aku harus tanya sama Kak Hanna," ucap Aline.

"Hanna?"tanya Papa,Mama,dan Arine dengan kompak.

"Iya yang waktu itu aku kenalin sama Papah,mamah sama Arine,"ucap Aline.

"Ohhh Mama inget dia kan sama kayak Aline." ucap Mama Lia.

"Lin,kapan-kapan suruh dia mampir," ucap Papa Lukman sambil menyeruput kopi.

"Apaan sih! Yang ada dia malah bawa setan disini dan ujung ujungnya ngomongin tentang hal hal gaib," ucap Arine tidak setujui.

"Mending loe belajar sana daripada disini nyambung -nyambung omongan orang,"ucap Aline agak emosi.

"Ya udah," ucap Arine kesal.

Arine pun pergi ke kamarnya dengan perasaan kesal.Sementara itu Aline beranjak dari sofa dan masuk ke kamar untuk mempersiapkan peralatan yang dibawa untuk ospek hari kedua.Sementara kedua orang tuanya asyik mengobrol di ruang tamu.

"Pokoknya gue harus semangat apapun yang terjadi dikampus itu harus gue hadapi,"ucap Aline dengan begitu gigih.

Drrttt..

Terdengar suara dering ponsel ternyata ponsel milik Aline.Ada pesan misterius yang diterima Aline.Aline nampak memeriksa

pesan tersebut.

"Siapa sih, yang ngirim pesan malem malem gini lagi?"tanya Aline sedikit kesal.

"Toloonggg sayaaaaa tolongggg sayaaaaa tangkap diaaa," ucap sang mengirim pesan misterius itu.

Aline nampak bingung dengan pesan misterius tersebut.Pada saat Aline membaca pesan itu tiba-tiba tulisan itu berupa menjadi darah segar hingga sekarang ponselnya di penuhi darah.

"Aaaaaa!Kok bisa jadi darah,ini sebenarnya ada apa,sih," ucap Aline panik.

Darah pun hilang dan membuat Aline pun sedikit panik namun untungnya dia sudah berhasil tenang dan melanjutkan prepare barang dan tidur supaya besok pagi tidak terlambat.

Hari pun sudah pagi Aline pun sudah bersiap siap ke kampus untuk melaksanakan kegiatan dan kegiatan hari ini adalah pengenalan falkutas.Kali ini Aline membawa macam macam kertas dan spidol.

"Pagi semuaa,"sapa Aline dengan ekspresi ceria.

"Pagi juga ceria banget anak papah," ucap Papah Lukman sambil memeluk Aline

"Iya dong harus ceria enggak boleh murung apalagi males," sindir Aline sambil melirik adik nya.

"Pah, ayo berangkat mendadak badmood disini." ucap Arine bergegas pergi.

"Ya udah papah berangkat dulu ya adik kamu kalau lagi marah emang enggak bisa dipending," bisik Papah Lukman.

Aline pun juga bergegas berangkat ke kampus.Namun dijok belakang motornya terasa sangat berat padahal tidak ada siapa-siapa.Saat menengok ke belakang ada sosok misterius yang tidak asing.

"Aduh!Loe ngapain disini ngaget-ngagetin lagi," ucap Aline dengan ekspresi kaget.

"ikutt,"ucap Gadis itu dengan wajah pucat dan rambut kusut dengan ekspresi datar.

"Loe mau ngapain ikut mau ikut kuliah?" tanya Aline.

Tolloonggg ibukuuu,"ucap Gadis itu.

Pengendara lain nampak bingung dengan sikap Aline namun Aline diam seolah olah tidak ada kejadian apa apa.Akhirnya Aline pun sampai di kampus dengan kondisi gadis itu masih ada di jok motornya.

"Woyy,,"sapa Raisa dengan ekspresi sangat ceria.

"Woyy juga Raisa yang ternyata bawel,"sahut Aline.

"Yee! loe belum terlalu kenal gue ya udah yuk masuk ketemu sama cogan,"ucap Raisa genit.

"cogan melulu dasar genih,"ucap Aline.

"Udah yuk masuk,"ucap Raisa sambil merangkul pundak Aline.

"Yuk," ucap Aline sambil tertawa.

Memang awal ospek yang dekat dengan Aline cuma Raisa dan Fauzan.Namun Aline juga berusaha dekat dengan Maba yang lain.Walaupun tidak terlalu dekat.

"Selamat Pagi semuaa nya,"Sapa Kak Justin dan Kak Niken.

"Pagi kakkk,"sahut Maba fakultas ekonomi dengan serentak.

"Seneng banget rasanya liat kalian mengawali pagi ini dengan semangat,"cap Kak Justin sambil tersenyum manis.

"Iya apa lagi hari ini kita bakal ngenalin ke kalian apa apa aja sih yang kalian pelajari di falkutas Ekonomi," ucap Kak Niken.

"Kak,mau minta izin ke toilet,"ucap Aline sambil maju ke depan.

"Silahkan lin,taukan toiletnya dimana?" ucap Kak Justin dengan sangat ramah.

"Tau kok kak, permisi,"ucap Aline agak terburu -buru.

"Kita lanjut ya teman teman,"ucap Kak Justin sambil melanjutkan memberi materi.

Aline pun masuk ke toilet yang nampak bersih dan sepi, namun bau anyir sangat menyengat di Indra penciumannya hingga dia merasa sedikit terganggu.

"Bau apaan nih,gueekk,"ucap Aline sambil muntah.

Selesai buang air kecil Aline pun cuci tangan terlebih dahulu.Namun dia merasa ada hawa aneh dan cukup membuat bulu kuduk merimding.

"Kenapa tiba tiba hawa nya makin aneh?" ucap Aline sambil melihat sekeliling sudut ruangan.

"Kenapa loe?" tanya seorang gadis berambut pendek yang baru saja keluar dari kamar kecil.

"E---nggak papa kok hihihi,"ucap Aline sambil bergegas pergi.

"Dasar cewek aneh," ucap Gadis berambut pendek itu sambil mencuci tangan.

"Terimakasih ya kak,"ucap Aline yang langsung kembali ke tempat duduknya.

"Sama-sama,lin," ucap Kak Justin sambil tersenyum.

Waktu pengenalan falkutas pun selesai semua maba disuruh beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya.Mereka nampak berhamburan ke luar namun tidak sedikit yang lebih memilih berada di dalam ruang kelas untuk mendengarkan musik, mengobrol bahkan tidur.

"Lin,aku mau ngomong sama kamu,"ucap Kak Justin yang tiba-tiba mendekat ke meja Aline.

"Mau ngomong apa,kak?" ucap Aline agak kikuk

"Jangan disini kita ngomong nya disana aja." ucap Kak Justin.

Kak Justin dan Aline pun keluar dari ruang kelas untuk membicarakan sesuatu hal.Sementara meja sebelah terlihat Fauzan memandang penuh kecurigaan.

"Wah!Si Aline mau kemana ya sama Kak Justin ikutin enggak ya?" tanya Fauzan pada dirinya sendiri.

"Lho?Si Aline kemana,zan?" tanya Raisa yang nampak membawa beberapa makanan.

"Lagi ngobrol sama Kak Justin,"ucap Fauzan sambil mengambil makanan yang dibawa Raisa.

"Wah!Gercep juga ya si Aline udah akrab aja sama Kak Justin," ucap Raisa.

"Gue mau ikutin,ah,"ucap Fauzan yang langsung bangkit dari kursinya.

"Eeehh jangan loe tuh ya disini sama gue kepo banget Jadi orang," ucap Raisa sambil mencegah Fauzan.

Aline dan Kak Justin sedang ngobrol dikursi dekat lapangan.Saat itu lapangan sedang si gunakan untuk bermain basket.

"Aku mau tanya sama kamu apa kamu ngalami kejadian aneh dikampus ini?" tanya Kak Justin sambil menatap mata Aline.

"Gimana ya jelasinnya kak,"batin Aline bingung.

"Udah kamu jujur aja sama aku,"ucap Kak Justin sambil menatap wajah Aline dengan tajam.

"Jujur aku emang dari awal ngalamin kejadian aneh kak dikampus ini,"ucap Aline dengan nada pelan

"Oh gitu emang sih, kampus ini banyak mengandung misteri,tapi lupain aja," ucap Kak Justin.

"Kakak jadi sering ngerasain juga?" tanya Aline.

"Ya lumayan seringlah senior-senior sini juga banyak yang ngalamin,"jawab Kak Justin.

"Wahh!Bagus ya mereka masih ada disini." ucap Aline.

Dari kejauhan ada Perempuan tak kasat mata yang melihat Aline dan Kak Justin sedang mengobrol.Perempuan itu berpakaian dosen dari lantai 3 .Aline pun menyadarinya kemunculan perempuan itu

"Kak,maaf aku mau ke Raisa sama Fauzan kasihan mereka,"ucap Aline bergerak pergi.

"Lhomau? kemana,lin?" tanya Kak Justin kebingungan.

Perempuan itu masih ada disana dan menatap Justin penuh kebencian dengan tatapan tajam dan tubuh berlumuran darah dengan rambut yang acak-acakan.

"Eh, Aline udah selesai ngomong sama Kak Justin?"tanya Raisa sambil memakan makanan yang tadi

"Udah kok," sahut Aline singkat sambil meminum minuman.

"loe tuh habis dari mana sih?Llari maraton?minumnya banyak banget?"tanya Fauzan.

"Nomong apa loe sama Kak Justin?" tanya Raisa.

"Rere ngomongin soal kampus inilah." ucap Aline sedikit salah tingkah.

"Ohhh soal kampus gue kira loe habis pdkt sama Kak Justin." ucap Raisa dengan sangat santainya

"Sembarangan aja kalau ngomong," ucap Aline agak ngegas.

"Loe sama Kak Justin tuh udah akrab banget makanya gue berpikir kalau loe lagi pdkt sama Kak Justin," ucap Raisa.

"Emang kenapa sih? Loe enggak suka?" tanya Aline.

"Ya belum suka sih,tapi kalau boleh jujur dia tipe gue banget,"ucap Raisa sambil tersenyum.

"malah ngomong Kak Justin,cari topik yang lain dong,"ucap Fauzan dengan ekspresi bete.

"Eh zan, kemarin gue lihat loe mboncengin perempuan pakai seragam dosen ibu loe apa tante loe?" tanya Aline.

"Hah?Mboncengin Perempuan? Orang gue dari kemarin sendiri dan Ibu gue bukan dosen disini apa lagi tante gue," ucap Fauzan dengan ekspresi kebingungan.

"Terus yang kemarin gue lihat siapa dong?" tanya Aline.

"Jangannnn jangannnn setannnn,ucap Raisa dan Fauzan lalu kabur.

"Ih!kok pada kabu?Gue harus ketemu sama Kak Hanna." ucap Aline sambil Bergegas pergi.

Happy Reading semua 🤗.

Jangan lupa like dan coment🙏.

Jangan lupa kritik dan sarannya 🙏.

Terpopuler

Comments

Tytha Radyttya

Tytha Radyttya

bahasa loe belepetan gak. beraturan gak jelas

2023-10-12

0

Maliqa Effendy

Maliqa Effendy

berasa lg di kejar dead line..tanda bacanya ituloh...

2023-05-27

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝓶𝓾𝓵𝓪𝓲 𝓼𝓮𝓻𝓾 𝓷𝓲𝓱👍👍👍👍👍👍

2022-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 1.Hari pertama ospek
2 2.Mulai merasakan keanehan
3 3.Penjelasan singkat Kak Hanna
4 4. Penampakan di lapangan
5 5.Pertemuan Pertama
6 6.Hukuman untuk Aline,Raisa,dan Fauzan.
7 7.Kejadian di Lantai 3
8 8.Hukuman membersihkan toilet
9 9.Penampakan di toilet
10 10.Surat Misterius untuk Aline
11 11.Sikap Aneh Kak Justin
12 12.Penampakan di ruang kesehatan.
13 13.Kepanikan Justin dan Jennie
14 14.Ketakutan Kak Justin
15 15.Membuka Surat Misterius
16 16.Pengakuan Aline
17 17.Perhatian Kak Justin
18 18.Persiapan Kemah
19 19.Acara Perkemahan
20 20.Tragedi di acara perkemahan
21 21.Menghilangnya surat misterius
22 22.Mencari Kayu di belakang kampus
23 23.Gundukkan misterius
24 24.Pengakuan Lili
25 25.Penampakan Dosen Gaib di Tenda
26 26.Malam Api Unggun
27 27.Dosen misterius
28 28.Rasa penasaran Aline dan Fauzan
29 29.Gundukkan misterius
30 30.Kembalinya surat misterius
31 31.Pencarian Aline,Raisa,dan Fauzan.
32 32.Mengelabuhi Aline
33 33.Penampakan Dosen Gaib
34 34.Tragedi di belakang kampus
35 35.Hari kedua Kegiatan Kemah
36 36.Kecurigaan mereka
37 37.Kegiatan di siang hari
38 38.KecurIgaan Tania
39 39.Malam Api Unggun
40 40.Tania kerasukan
41 41.Kepanikan Kak Justin
42 42.Usaha Aline
43 43.Tania sudah sadar.
44 44.Kecurigaan Aline
45 45.Kegiatan Api Unggun
46 46.Arine terpesona
47 47.Bercak darah di kelas.
48 48.Pindah Kelas
49 49.Dosen Gaib di kelas.
50 50.Foto di tas Kak Justin.
51 51.Kekepoan Aline soal foto foto itu.
52 52. Arine kaget melihat foto di tas Kak Justin
53 53. Penyelidikan Aline di lantai 3
54 54.Penyelidikan Aline
55 55.Aline kembali ke kelas
56 56.Guru Les untuk Arine
57 57.Arine menyukai Kak Justin
58 58.Aline menemukan sebuah flashdisk
59 59.Aline kembali ke ruangan itu
60 60.Penelusuran Aline dan kawan-kawan
61 61.Rencana Menjebak Kak Justin part 1
62 62.Rencana Menjebak Kak Justin part 2
63 63.Rencana Menjebak Kak Justin part 3
64 64.Arine Ngambek
65 65.Kemarahan Arine
66 66. Arine mengundang Kak Justin ke Pestanya
67 67.Arine sedang bahagia.
68 68.Hari Ulang Tahun Aline
69 69.Penampakan Dosen Gaib di Kelas
70 70.Almh.Bu Rossa bertamu Lili
71 71.Pesta Ulang Tahun Arine
72 72.Arine menungggu kedatangan Kak Justin
73 73.Kak Justin mau datang ke Pesta Arine
74 74.Arine terpesona dengan penampilan Kak Justin
75 75.Jennie memfitnah Aline
76 76.Pengakuan Jennie
77 77.Menjebak Kak Justin
78 78.Aline dan kawan-kawan berhasil menjebak Kak Justin
79 79.Kak Jennie kabur
80 80.Jennie meninggal dan pengakuan Kak Justin
81 81.Penjelasan Kak Justin
82 82.Penyesalan Kak Justin
83 83.Justin kembali menceritakan semuanya
84 84.Kak Justin menyatakan perasaannya pada Aline
85 85.Penangkapan Kak Justin
86 86.Arine salah paham
87 87.Kehebohan di Kampus
88 88. Reward untuk Aline,Raisa,dan Fauzan
89 89.Ketidakpercayaan Aline
90 90.Justin di keluarkan dari Kampus
91 91.Aline mengajak Arine ke Kantor Polisi
92 92.Arine bertemu dengan Kak Justin
93 93.Aline bolos sekolah
94 94.Arine di culik
95 95.Fauzan menyatakan perasaannya pada Aline
96 96.Aline dan mamanya khawatir dengan kondisi Arine
97 97.Rencana Aline
98 98.Kekhawatiran Aline
99 99.Misi Aline dkk
100 100.Misi Aline dkk
101 101.Kecurigaan Aline
102 102.Pelaku sebenarnya
103 103.Siapakah Gadis itu?
104 104.Pak Ali dan Luna
105 105.Pengakuan Justin
106 106.Misi Aline Dkk part 2
107 107.Misi Aline dkk part 3
108 108.Rencana Aline dkk ke Bogor.
109 109.Kesedihan Luna
110 110.Teringat Masa lalu
111 111.Pertemuan Luna dan Arine
112 112.Luna menyelamatkan Arine
113 113.Menolong korban kecelakaan
114 114.Kebaikan Luna pada Arine.
115 115.Pertemuan Pak Ali dengan Arine dan tempat menginap Aline dkk.
116 116.Pesan singkat dari Justin untuk Aline.
117 117.Justin berhasil menemukan keberadaan Arine
118 118.Justin dan anak buahnya terjebak
119 119.Pengumuman.
120 120.Kegagalan dan kekhawatiran Justin
121 121.Menyampaikan amanat.
122 122.Firasat aneh yang di rasakan Aline.
123 123.Aline berhasil menemukan Justin.
124 124.Permintaan Justin.
125 125.Duel maut Fauzan dan Justin serta melapor ke Pak RT
126 126.Aline melihat Arine di rumah Pak RT
127 127.Pertemuan Aline dan Arine
128 128.Kak Justin kecelakaan.
129 129.Kak Justin meninggal dunia
130 130.Luna adalah anak sulung Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib).
131 131.Aline mengatakan suatu hal.
132 132.Perjalanan menujuJakarta.
133 133.Pemakaman Almh.Bu Rossa( Dosen Gaib) part 1.
134 134.Pemakaman Almh.Bu Rossa part 2
135 135.Seusai Pemakaman Almh.Bh Rossa
136 136.Pengumuman
Episodes

Updated 136 Episodes

1
1.Hari pertama ospek
2
2.Mulai merasakan keanehan
3
3.Penjelasan singkat Kak Hanna
4
4. Penampakan di lapangan
5
5.Pertemuan Pertama
6
6.Hukuman untuk Aline,Raisa,dan Fauzan.
7
7.Kejadian di Lantai 3
8
8.Hukuman membersihkan toilet
9
9.Penampakan di toilet
10
10.Surat Misterius untuk Aline
11
11.Sikap Aneh Kak Justin
12
12.Penampakan di ruang kesehatan.
13
13.Kepanikan Justin dan Jennie
14
14.Ketakutan Kak Justin
15
15.Membuka Surat Misterius
16
16.Pengakuan Aline
17
17.Perhatian Kak Justin
18
18.Persiapan Kemah
19
19.Acara Perkemahan
20
20.Tragedi di acara perkemahan
21
21.Menghilangnya surat misterius
22
22.Mencari Kayu di belakang kampus
23
23.Gundukkan misterius
24
24.Pengakuan Lili
25
25.Penampakan Dosen Gaib di Tenda
26
26.Malam Api Unggun
27
27.Dosen misterius
28
28.Rasa penasaran Aline dan Fauzan
29
29.Gundukkan misterius
30
30.Kembalinya surat misterius
31
31.Pencarian Aline,Raisa,dan Fauzan.
32
32.Mengelabuhi Aline
33
33.Penampakan Dosen Gaib
34
34.Tragedi di belakang kampus
35
35.Hari kedua Kegiatan Kemah
36
36.Kecurigaan mereka
37
37.Kegiatan di siang hari
38
38.KecurIgaan Tania
39
39.Malam Api Unggun
40
40.Tania kerasukan
41
41.Kepanikan Kak Justin
42
42.Usaha Aline
43
43.Tania sudah sadar.
44
44.Kecurigaan Aline
45
45.Kegiatan Api Unggun
46
46.Arine terpesona
47
47.Bercak darah di kelas.
48
48.Pindah Kelas
49
49.Dosen Gaib di kelas.
50
50.Foto di tas Kak Justin.
51
51.Kekepoan Aline soal foto foto itu.
52
52. Arine kaget melihat foto di tas Kak Justin
53
53. Penyelidikan Aline di lantai 3
54
54.Penyelidikan Aline
55
55.Aline kembali ke kelas
56
56.Guru Les untuk Arine
57
57.Arine menyukai Kak Justin
58
58.Aline menemukan sebuah flashdisk
59
59.Aline kembali ke ruangan itu
60
60.Penelusuran Aline dan kawan-kawan
61
61.Rencana Menjebak Kak Justin part 1
62
62.Rencana Menjebak Kak Justin part 2
63
63.Rencana Menjebak Kak Justin part 3
64
64.Arine Ngambek
65
65.Kemarahan Arine
66
66. Arine mengundang Kak Justin ke Pestanya
67
67.Arine sedang bahagia.
68
68.Hari Ulang Tahun Aline
69
69.Penampakan Dosen Gaib di Kelas
70
70.Almh.Bu Rossa bertamu Lili
71
71.Pesta Ulang Tahun Arine
72
72.Arine menungggu kedatangan Kak Justin
73
73.Kak Justin mau datang ke Pesta Arine
74
74.Arine terpesona dengan penampilan Kak Justin
75
75.Jennie memfitnah Aline
76
76.Pengakuan Jennie
77
77.Menjebak Kak Justin
78
78.Aline dan kawan-kawan berhasil menjebak Kak Justin
79
79.Kak Jennie kabur
80
80.Jennie meninggal dan pengakuan Kak Justin
81
81.Penjelasan Kak Justin
82
82.Penyesalan Kak Justin
83
83.Justin kembali menceritakan semuanya
84
84.Kak Justin menyatakan perasaannya pada Aline
85
85.Penangkapan Kak Justin
86
86.Arine salah paham
87
87.Kehebohan di Kampus
88
88. Reward untuk Aline,Raisa,dan Fauzan
89
89.Ketidakpercayaan Aline
90
90.Justin di keluarkan dari Kampus
91
91.Aline mengajak Arine ke Kantor Polisi
92
92.Arine bertemu dengan Kak Justin
93
93.Aline bolos sekolah
94
94.Arine di culik
95
95.Fauzan menyatakan perasaannya pada Aline
96
96.Aline dan mamanya khawatir dengan kondisi Arine
97
97.Rencana Aline
98
98.Kekhawatiran Aline
99
99.Misi Aline dkk
100
100.Misi Aline dkk
101
101.Kecurigaan Aline
102
102.Pelaku sebenarnya
103
103.Siapakah Gadis itu?
104
104.Pak Ali dan Luna
105
105.Pengakuan Justin
106
106.Misi Aline Dkk part 2
107
107.Misi Aline dkk part 3
108
108.Rencana Aline dkk ke Bogor.
109
109.Kesedihan Luna
110
110.Teringat Masa lalu
111
111.Pertemuan Luna dan Arine
112
112.Luna menyelamatkan Arine
113
113.Menolong korban kecelakaan
114
114.Kebaikan Luna pada Arine.
115
115.Pertemuan Pak Ali dengan Arine dan tempat menginap Aline dkk.
116
116.Pesan singkat dari Justin untuk Aline.
117
117.Justin berhasil menemukan keberadaan Arine
118
118.Justin dan anak buahnya terjebak
119
119.Pengumuman.
120
120.Kegagalan dan kekhawatiran Justin
121
121.Menyampaikan amanat.
122
122.Firasat aneh yang di rasakan Aline.
123
123.Aline berhasil menemukan Justin.
124
124.Permintaan Justin.
125
125.Duel maut Fauzan dan Justin serta melapor ke Pak RT
126
126.Aline melihat Arine di rumah Pak RT
127
127.Pertemuan Aline dan Arine
128
128.Kak Justin kecelakaan.
129
129.Kak Justin meninggal dunia
130
130.Luna adalah anak sulung Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib).
131
131.Aline mengatakan suatu hal.
132
132.Perjalanan menujuJakarta.
133
133.Pemakaman Almh.Bu Rossa( Dosen Gaib) part 1.
134
134.Pemakaman Almh.Bu Rossa part 2
135
135.Seusai Pemakaman Almh.Bh Rossa
136
136.Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!