"Aaaaaaaaa setannnn!"teriak Raisa dan Fauzan sambil berlari.
Muka dosen tersebut penuh dengan darah dan sudah hancur setengah dengan luka tusukkan di bagian perut.
"Mukanya mukanya Ibu kenapa kayak gini,"ucap Aline gemetar.
"Tolonggggg ibuuu..."ucap Dosen itu dengan suara sendu.
"Aaaaaaa aduuh,"ucap Raisa dan Fauzan sambil menabrak kakak Senior.
"Aduh!Kalian gimana, sih?"tanya Kak Petter dengan muka kesal.
"Maaf kak, kita enggak sengaja," ucap Raisa sambil terengah-engah.
"Kalian dari mana kok sampe lari lari kayak gitu?" tanya Kak Peter.
"Kita tadi ketemu setannnn kak," ucap Fauzan gemetar.
"Masak pagi-pagi kayak gini ada setan ada-ada aja kalian berdua," ucap Kak Peter sambil menggelengkan kepala.
"Beneran kak,kita enggak bohong." ucap Raisa.
"Kok kita cuma berdua?Aline mana,sa?"tanya Fauzan agak panik.
"Iya ya Aline masih disana jangan jangan dia dijahatin sama hantu itu,"ucap Raisa.
"Jadi kalian bertiga sama Aline?" tanya Kak Peter.
"Iya kak,kita bertiga sama Aline za,susul Aline sana." ucap Raisa.
"Kok gue sih,loe aja gue ogah ketemu setan tadi,"ucap Fauzan dengan ekspresi ketakutan.
"Udah-Udah kenapa jadi pada ribut,"ucap Kak Peter agak emosi.
Kak Justin yang dari tadi memperhatikan mereka dari kejauha langsung menghampiri mereka bertiga.
"Lho?Kalian berdua kenapa ada disini bukannya ikut senam?" tanya Kak Justin.
"Ini Jus,katanya disana mereke ketemu sama setan,"ucap Peter.
"Ada-ada aja kalian pagi pagi gini ada setan," ucap Kak Justin.
"Beneran kak, kita enggak bohong,"ucap Raisa dengan wajah penuh keyakinan.
"Iya kak,ini aja si Aline masih ada disana mungkin dia pingsan kak,ucap Fauzan.
"Ya,udah kita kita susulin Aline aja,"ucap Kak Justin dan langsung melangkahkan kaki ke lokasi Aline
Disisi lain Aline berusaha berkomunikasi dengan sosok dosen itu.Dosen itu sangat menyeramkan hingga membuat Aline sedikit gemetar.
"Ada apa sama ibuu?"tanya Aline gemetar.
"Tolongggggg....."ucap Dosen itu sambil mendekati Aline.
Aline pun terjatuh dan berusaha menjauhi dosen sementara dosen itu terus mendekat ke arah Aline
"Aaaaaaaaa jangan dekettt dekett...." teriak
Aline dengan nada pelan.
Sekarang tangannya menggenggam tangan Aline sambil mengatakan sesuatu hal dengan nada menyeramkan.
"Diaa Jahattttt....Dia Jahattttt......." ucap Dosen itu sambil menatap Aline dengan mata tajam.
"Lepaskan saya saya mohon," ucap Aline sambil melepaskan pegangan dosen itu.
Tiba-tibaaa....
"Alineeee!"teriak Raisa dengan suara agak cempreng.
Melihat ada beberapa orang yang datang.Perlaha dosen gaib itu menghilang.
"Loe enggak papa,lin?" tanya Fauzan dengan ekspresi khawatir.
"Eee gue enggak papa,kok cuma kaget kalian dateng,"jawab Aline sambil membenarkan bajunya.
"Alhamdulillah." ucap Raisa dengan ekspresi lega.
"Lho?Kok ada Kak Peter sama Kak Justin." ucap Aline.
"iya lin, dua temen kamu teriak teriak katanya disini ada setan," ucap Kak Peter.
"Emang beneran ada setan?"tanya Kak Justin memasuki.
"Setann?hahahaha mereka berdua halu kak, disini enggak ada apa-apa kok,"ucap Aline sambil tertawa.
"Kok ngomongnya kayak gitu sih, dia bohong, kak,setannya duduk disitu tadi." ucap Fauzan sambil menunjuk ke arah ia melihat dosen gaib itu
"Lin,loe kan tadi lihat kok loe ngomong nya kayak gitu,"ucap Raisa kesal.
"Ini yang bener yang mana ada?" bentak Kak Peter.
"Jangan-jangan mereka ngeliattt ,ah enggak mungkin mereka kan masih maba." batin Kak Justin dalam hati.
"Enggak ada kak,buktinya wujudnya enggak ada kan,"ucap Aline sambil menunjuk.
"Raisa,Fauzan kalian udah ngebohongin saya sama Justin siap siap dapet hukuman,"ucap Kak Peter.
"Kak,kita enggak bohong si Aline yang bohong," ucap Raisa dan Fauzan dengan kompak.
"Seharusnya kalian tuh,enggak bohong apalagi kalian masih maba sangat disayangkan sekal,"ucap Kak Justin dengan nada tinggi
Kak Justin dan Kak Peter pun kembali ke Lapangan dan mempersiapkan hukuman untuk Raisa dan Fauzan.
"Maksud loe ngomong kita bohong loe mau kita dihukum?"tanya Raisa dengan nada emosi.
"Baru aja kenal udah kayak gitu loe sama kita tegaaa,"ucap Fauzan kesal.
"Guysss gue minta maaf gue sengaja ngelakuin ini karena gue enggak mau kalau masalah ini nyebar ke yang lain,"ucap Aline.
"Hah?Alesan loe enggak masuk akal,lin." ucap Raisa dengan wajah kesalm
"Iya nih,ngomong tuh yang jelas," ucap Fauzan.
"Nanti gue njelasin sejelas-jelasnya ke kalau sekarang gue juga bingung ngomong nya gimana sama kalian,"ucap Aline dengan ekspresi bingung.
"Ya udah gue balik aja ke lapangan males gue disini,"ucap Raisa sambil bergegas pergi.
"Gue juga ah, terserah loe aja,"ucap Fauzan sambil bergegas pergi.
"Maafin gue ya sebenarnya gue juga pengen ngomong jujur sama kalian tapi gue baru aja kenal sama kalian," ucap Aline sambil berkaca-kaca.
Aline pun kembali ke lapangan dengan
perasaan campur aduk.Rupanya kegiatan. senam sudah selesai dan kondisi lapangan sudah sepi hanya ada beberapa orang saja.Tak berselang lama maba di kumpulkan kembali untuk kegiatan selanjutnya.
"Yah,udah selesai aja senamnya padahal masih pengen senam,"ucap Aline dengan ekspresi kecewa.
Raisa dan Fauzan nampak masih kesal dengan sikap Aline tadi mereka nampak diam saja padahal jika sudah bertemu mereka sudah seperti teman lama.
"Kalian berdua masih marah ya sama gue?" tanya Aline Perlahan.
Mereka berdua seperti nya pura pura tidak mendengar perkataan Aline dan terus memandang kedepan.
"Gue nggak nyangka mereka bakal semarah ini padahal kita baru kenal,"batin Aline.
"Zan,kita pindah aja,yuk males disini,"ucap Raisa spontan.
"Ya udah yuk,gue juga males disini bentar lagi kita juga dihukum kan,"ucap Fauzan.
Raisa dan Fauzan pindah ke sisi kanan meraka sengaja menjauhi Aline karena kesal perihal kejadian tadi.
"Mereka kok pindah sih,apa gue jujur aja ya sama mereka?" tanya Aline dalam hati.
Kegiatan selanjutnya adalah Jalan Sehat.Maba melaksanakan Jalan Sehat sesuai rute yang telah ditentukan.Mereka melewati jalan-jalanan dan pohon- pohon rimbun.
"Lho?kok kamu sendirian biasanya sama Raisa sama Fauzan?" tanya Kak Justin.
"Mereka udah didepan kak,nggak papa kok." ucap Aline disertai senyum.
"Ohhh ya udah kalau ada masalah jangan sungkan cerita sama aku,"ucap Kak Justin sambil tersenyum.
"Hehehehe iya kak,makasih,"ucap Aline sambil membalas senyuman Kak Justin.
"Jus.."panggil Peter dari kejauhan
"Ya bentar Ter,aku kesana dulu ya,"ucap Kak Justin sambil tersenyum manis pada Alin
"Iya kak, ternyata Kak Justin bukan hanya ganteng,tapi juga baik, ucap Aline sambil tersenyum.
Selama jalan sehat Aline rupanya bergabung dengan teman temannya yang lain dari berbagai falkutas,tapi tak jarang ia merasakan hal aneh hingga tak sedikit mahasiswa dan mahasiswi baru melihat Aline dengan tatapan aneh.
"Maksud dosen tadi apa ya?"tanya Alin dalam hati
Tiba-tiba ia merasakan hawa aneh disekujur tubuhnya yang membuat langkahnya terhenti di depan pohon rimbun yang ukurannya cukup besar.
"Badan gue kenapa ya?" tanya Aline pada dirinya sendiri.
Tiba - tiba ada yang menghampirinya seorang gadis berambut pendek,berkulit kuning Langsat dan berpipi tirusb dengan tatapan khawatir.
"Loe kenapa?" tanya mahasiswi itu yang di diketahui bernama Tasya Maba falkutas Sastra.
"Eeee gue enggak papa kok,"jawab Aline dengan nada santai.
"Beneran nih?oh ya kenalin nama gue Tasya Nirmala maba prodi astra Indonesia,"ucap Tasya dengan ekspresi ramah dan menjulurkan tangan.
"Salam kenal tas,kenalin nama gue Aline Dwi Sanjaya Maba prodi ekonomi,"ucap Aline sambil membalas uluran tangan Tasya.
"Salam kenal juga lin, loe beneran enggak papa?" tanya Tasya berusaha memastikan kondisi Aline.
"Gue juga enggak tau kenapa badan gue kayak berat gitu,"ucap Aline sambil berusaha jalan.
"Gue lapor sama Kak Justin ya kalau enggak sama Kak Petter gue takut loe kenapa-napa," ucap Tasya
"Gue enggak papa enggak usah lapor yang ada malah jadi repot,"ucap Aline dengan langkah berat.
"Ya udah terserah loe," ucap Tasya dengan nada pelan.
Rupanya ada makhluk halus yang berada di punggung Aline sehingga punggung nya terasa berat dan sekujur tubuh nya aneh.Makhluk itu berwajah menyeramkan dan setengah binatang.Rupanya dia memang suka menghinggap dipunggung orang orang yang lewat dijalan Kenangan.Aline pun akhirnya menyadari bahwa ada makhluk halus dipunggung nya.
"Ya ampun pantesan aja badan aku kerasa aneh ternyata ada yang aku gendong,"ucap Aline sambil melirik ke belakang.
"Hah?Loe gendong? Dipunggung loe enggak ada apa-apa,lin" ucap Tasya heran
"Eeee iya emang kemarin gue gendong... gendong buah buah dipunggung jadi agak berat,"ucap Aline sambil cengengesan.
"Emang bener ya kata Raisa loe tuh cewek aneh btw Raisa itu teman gue waktu SMA,"ucap Tasya.
Makhluk itu masih saja berada dipunggung Aline dan enggan untuk turun dan menghilang.Aline nampak kewalahan dan sangat kelelahan.
"Udah dong cepetan turun gue udah enggak kuat,"ucap Aline sambil melirik ke belakang.
"Tuhh kan loe ngomong sama siapa,lin? tanya Tasya sambil melirik ke arah punggung Aline.
"Gue enggak ngomong sama siapa siapa kok
," jawab Aline sambil tersenyum.
Dari kejauhan Almh.Ibu Rossa mengikuti kegiatan mereka dengan sorot mata tajam rupanya ada yang ia benci disana.
Happy Reading semua 🤗
Jangan lupa Vote dan like🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓱𝓻𝓼 𝓷𝔂𝓪 𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓷𝓰𝓸𝓶𝓸𝓷𝓰𝓷𝔂𝓪 𝓭𝓵𝓶 𝓱𝓪𝓽𝓲 𝓪𝓳𝓪 𝓳𝓭 𝓰𝓪𝓴 𝓴𝓮𝓵𝓲𝓪𝓽𝓪𝓷 𝓪𝓷𝓮𝓱 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷"𝓷𝔂𝓪🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2022-10-31
0
☆Ayieeee☆
Saya pencinta novel horor😂😂...lanjutin tetap semangat author 💪
2021-07-26
1
ᶜᶠkavella hera🌿🌿[🐧²⁴]
lanjut
2021-06-21
0