"Jus,tadi arwahnya Bu Rosaa gangguin aku." ucap Jennie sambil ketakutan.
"Loe jangan ngada-ngada,deh inget Bu Rossa udah meninggal dan dia enggak mungkin muncul lagi." ucap Justin.
"Jus,aku yakin gara-gara si Aline dia muncul lagi." ucap Jennie.
"enggak usah bawa-bawa dia jadi loe nyuruh gue disini cuma buat ngomongin hal kayak gini,mending gue ngurusin hal yang lain." ucap Justin sambil bergegas pergi.
Namun Aline mencegah Justin untuk tidak pergi.
"Mau kemana,jus sini dulu nemenin aku." ucap Jennie dengan muka sedih.
"Mau apa lagi,sih?" tanya Justin.
"Kok kayak ada yang ngintipin kita ya." ucap Jennie sambil menatap ke arah jendela.
Aline masih ada diluar sambil mengintip-ngintip.
"Meraka lagi ngomongin apa,sih serius banget." ucap Aline.
"Siapa ya yang ada diluar?" tanya Jennie.
"Orang enggak ada siapa-siapa." ucap Justin.
"Jus coba kamu cek diluar aku takut kalau si Aline yang nguping dan dia tau semuanya." bisik Jennie.
"Ya udah gue cek." ucap Justin.
"Wah Kak Justin mau keluar gue harus buru-buru pergi nih." ucap Aline panik.
Justin pun keluar untuk mengecek adakah orang diluar.Sayangnya Aline terlambat untuk kabur.
"Aduhhh Kak Justin makin deket lagi gimana cara kaburnya mau kabur pun bakal ketahuan kayaknya." ucap Aline panik.
Tiba-tiba ada sesosok yang menarik tangan Aline secara tiba-tiba...
"Eehhhh kok ada yang narik akuuu." ucap Aline kaget.
"Enggak ada siapa-siapa tapi kok kayak ada suara orang ya tadi semoga itu bukan Aline." ucap Kak Justin lalu bergegas masuk kedalam.
"Tadi siapa ya aku jangan-jangan...Ah enggak mungkin masak Fauzan sama Raisa." ucap Aline.
"Tapi untung enggak ketahuan sama Kak Justin tadi mereka ngomongin soal Bu Rossa iya tapi ngomongin apa soalnya kayaknya bisik-bisik gitu." ucap Aline dengan dirinya sendiri.
"Gimana ada orang apa enggak?" tanya Jennie.
"Enggak ada siapa-siapa kok." jawab Justin.
"fillingku kok berkata kalau tadi ada orang yang ngintipin aku sama Justin." ucap Jennie dalam hati.
"Gue harus cari tau,nih kayak nya tau soal kematian Bu Rossa dan Dosen Gaib yang tadi,mending gue ke kantin nyamperin Fauzan sama Raisa." ucap Aline sambil bergegas ke kantin.
Pada saat Aline pergi muncul sesosok perempuan berseragam Dosen rupanya dia yang menarik tangan Aline.
"Hai,guys wah kalian udah makan banyak ya?" tanya Aline.
"Iya,Lin loe pacaran melulu sama Kak Justin opss keceplosan deh." jawab Raisa.
"Ih enggak ya enggak usah sok tau." ucap Aline sambil meletakkan pinggulnya ke kursi kantin.
"Sebenarnya loe ngomongin apa,sih sama Kak Justin?" tanya Fauzan.
"Gue lagi ngomongin soal Dosen Gaib yang tadi cuma doang kok." jawab Aline.
"beneran,Lin cuma ngomongin itu doang." goda Raisa.
"Ya beneran lah,sa loe tuh godain gue melulu." ucap Aline kesal.
"muka loe lucu banget ya kalau lagi bete hahaha." ucap Raisa sambil tertawa.
"Terus Kak Justin gimana,Lin?" tanya Fauzan.
"Dia agak aneh gitu setiap gue ngomongin soal Dosen Gaib itu." ucap Aline.
"mungkin dia pingin topik yang lain,Lin." ucap Raisa spontan.
"Sa,kita lagi serius loe bercanda." ucap Fauzan kesal.
"Bisa serius juga loe ternyata." ucap Raisa.
"Eh guys tadi Kak Jennie pingsan dan dia kayak ketakutan gitu." ucap Aline.
"Hah ketakutan? terus gimana keadaan?" tanya Fauzan.
"Dia udah sadar kok." jawab Aline sambil menatap kedua temannya itu.
Rupanya Aline memesan satu porsi Mie Ayam pangsit dan satu gelas es teh manus,dan pesanannya pun tiba.Dia pun menceritakan kejadian- kejadian yang dialaminya pada saat diruang kesehatan.
"Alhamdulillah." ucap Fauzan.
"Mungkin dia liat Dosen itu jadinya ketakutan terus pingsan." ucap Raisa.
"Loe jangan nyebut-nyebut Dosen itu dong kalau dia tiba-tiba muncul disini gimana?" tanya Fauzan.
"Ya biarin aja,zan yang penting dia enggak ganggu kita." ucap Aline sambil melahap mie ayam pangsit pesanannya.
"Kok loe santai banget,sih Lin loe enggak takut?" tanya Raisa.
"Iya digentayangin baru tau rasa loe." ucap Fauzan.
"Ya enggak bakal takut kan gue kan....." ucap Aline tapi terpotong.
"Gue apaaa,Lin?" tanya Raisa.
"loe jangan bikin kita penasaran." ucap Fauzan.
"Gueeee....bsk gue kasih tau okee gue ke kelas dulu ya bayarin dulu ya." ucap Aline sambil bergegas pergi.
"Yee kok malah pergi sih aneh tuh orang." ucap Raisa.
Para Maba pun sudah diperbolehkan pulang termasuk Aline,Fauzan,dan Raisa.
"Lin,bsk beneran ya kasih tau soal yang tadi awas kalau enggak." ucap Raisa.
"Iya,iya bsk gue jelasin tapi jangan kaget apalagi pingsan." ucap Aline.
"Guys gue balik dulu ya eh,Lin jangan lupa lho." ucap Fauzan sambil bergegas pergi.
"Iya,iya." ucap Aline sambil melambaikan tangan.
*Gue duluan ya lin." ucap Raisa sambil melambaikan tangan.
"Iya hati hati ya,sa." ucap Aline sambil melambaikan tangan.
"Eh surat yang tadi belum gue buka penasaran banget sama isinya nantilah gue bukak." ucap Aline sambil mengenakan helm.
Ditempat lain Kak Justin rupanya juga ingin pulang.
"Gue bene-bener khawatir kalau rahasia gue terbongkar Aline pasti kecewa banget sama gue." ucap Justin.
Happy Reading semuaaa😊
Jangan lupa like dan vote
Ditunggu Kritik dan Sarannya🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓾𝓶𝓹𝓪𝓱 𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓴𝓸𝓴 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓼𝓻𝓮𝓰 𝔂𝓪 𝓴𝓵 𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓳𝓭 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓙𝓾𝓼𝓽𝓲𝓷🤔🤔🤔🤔🤔
2022-10-31
1
phiee
gue heran sama aline sama justin dia jujur bilang kalo dia indigo tapi sama temannya kaga
2021-08-05
1
Cici Cialhien Ciekhell
thor letak kalimatnya agak berantakan gtu ya..maaf yaa thor cuma saran..
2021-05-13
1