"Sekarang aku mau tanya sama kamu kenapa kamu kepo banget soal hantu itu?" tanya Kak Justin.
"Ya cuma pengen tau aja,kak." jawab Aline.
"Apa Hanna yang nyuruh kamu?" tanys Kak Justin sambil menatap wajah cantik Aline.
"Kak Hanna? Kakak kenal sama kak Hanna?" tanya balik Aline.
"Kok balik tanya tapi iya aku kenal sama dia." jawab Kak Justin.
"Ohhh kalau aku kenal dia gara-gara dia pernah jadi PPL di SMAku orang tuaku juga kenal kok sama dia." ucap Aline.
"Aline kayaknya enggak perlu tau soal Hanna yang dulu pernah jadi pacarku dan soal Jennie yang juga pernah.jadi pacarku." ucap Kak Justin dalam hati.
"Kayaknya Kak Justin nyembuiin sesuatu tapi apa ya gelagatnya itu lho kelihatan banget." ucap Aline dalam hati.
"Kok kamu malah diem terpesona sama kegantengan aku." ucap Kak Justin.
Aline pun kaget dengan apa yang dikatakan Kak Justin.
"Ih enggak kok,kak cuma lagi kepikiran sama Kak Jennie mending kita balik ke ruang kesehatan ngelihat kondisinya Kak Jennie." ucap Aline.
"Yah malah ngajakin ke ruang kesehatan padahal aku masih pengen tau banyak soal kamu,Lin." ucap Kak Justin dalam hati.
"gimana,kak soalnya fillingku enggak enak?" tanya Aline.
Ya udah,yuk." ucap Kak Justin.
Aline dan Kak Justin pun kembali ke ruang kesehatan untuk melihat kondisi Jennie.
Sementara itu Jennie masih ketakutan dan akhirnya pingsan.
"Astagfirullah,Kak Jennie bangun,kak." ucap Aline khawatir sambil menepuk muka Kak Jennie.
"Paling cuma akting itu tadi baik-baik aja kok." ucap Kak Justin.
"Kayaknya beneran ,kak aku tepuk tepuk dengan sadar-sadar." ucap Aline.
Aline pun kaget melihat Dosen Gaib disamping Kak Jennie menatap Jennie dan Justin dengan kebencian.
"Kamuu." ucap Aline spontan.
"Coba sini aku tepuk-tepuk Jen,bangun loe enggak usah akting." ucap Kak Justin sambil menepuk-nepuk muka Jennie.
Namun Jennie tidak sadar, akhirnya Kak Justin menggendong Jennie ke ranjang ruang kesehatan.
"Aduh,kak kenapa bisa pingsan gini,sih." ucap Aline khawatir.
Justin melihat sekeliling ruang dan tiba-tiba kaget melihat sesosok perempuan memakai seragam dosen menatap dia penuh kebencian.
"Ibuu." ucap Kak Justin spontan
"Kenapa,kak?" tanya Aline.
"eee enggak papa kok." jawab Kak Justin.
"Apa kak Justin ngeliat Dosen Gaib itu ya dan kenapa Dosen Gaib itu melihat Kak Justin dan Kak Jennie dengan penuh kebencian." ucap Aline dalam hati.
Sementara itu di kantin Raisa dan Fauzan nampak lelah sekali terlihat dari muka mereka yang kusut.Mereka nampak menikmati makanan nya yang mereka pesan.
"Si Aline lama banget sih ngobrol sama Kak Justin." ucap Fauzan.
"Kalau dilihat-lihat udah hampir setengah jam mereka ngobrol,ngobrol apaan coba?" tanya Raisa.
"Mana gue tauuuu." ucap Fauzan sambil menyantap bakso.
"Jangan-jangannn merekaa....." ucap Raisa.
"Jangan-jangan mereka apa?" tanya Fauzan.
"Jangan-jangan mereka ngobrol soal perasaan mereka dan mereka udah jadian." ucap Raisa.
Fauzan bukan nya kaget dia malah tertawa terbahak-bahak dan membuat Raisa kebingungan.
"Kok loe malah ketawa,sih emang ada yang lucu?" tanya Raisa.
"Hahahaha ya enggak mungkin mereka tiba-tiba jadian ada-ada aja loe." ucap Fauzan.
"Yaa kan bisa aja,dan loe kenapa,sih cemburu?" tanya Raisa sambil mengaduk es jeruk.
"Enggak,kok ya kali gue cemburu." ucap Fauzan sambil terbata-bata.
Rupanya Kak Hanna mendengar pembicaraan mereka,dia kebetulan sedang makan dikantin juga.
"Permisi,kalian ini temennya Aline?" tanya Kak Hanna.
"Iya ini Kak Kak Hanna kan?" tanya Raisa.
"Iya ini Kak Hanna." ucap Kak Hanna.
"Wah ada apa,kak sini duduk tumben-tumben nyapa kita." ucap Fauzan sok akrab.
"Sok akrab banget loe,zan." ucap Raisa.
"Oh ya makasih udah disuruh duduk,ini Aline mana kok enggak gabung sama kalian?" tanya Kak Hanna.
"Si Aline lagi sama Kak Justin,kak enggak tau tuh lagi ngomongin apa." ucap Fauzan.
"Iya udah setengah jam dia ngobrol." ucap Raisa.
"Ohh terus tadi kakak denger kalian tadi ngomong soal hubungan Aline sama Justin emang mereka ada hubungan?" tanya Kak Hanna sambil menatap muka polos Raisa dan Fuazan.
"Itu cuma bercandanya si Raisa,kak." ucap Fauzan.
"Hehehe cuma prediksi doang kok,kak soalnya mereka tuh kayak akrab banget." ucap Raisa malu-malu.
"Saran kakak mending kalian enggak usah ada hubungan apa-apa pun sama Justin dan Jennie." ucap Kak Hanna.
"Kenapa,kak Kak Justin baik, ganteng,ramah kalau Kak Jennie aku sih sebenarnya enggak terlalu suka sama dia." ucap Raisa.
"Iya,kak Kak Jennie juga kalau dilihat-lihat cantik,sexy gitu." ucap Fauzan spontan.
"Astagfirullah,zan jadi diem-diem loe suka merhatiin Kak Jennie." ucap Raisa.
Kak Hanna yang tadi memperhatikan mereka hanya bisa tertawa melihat kelakuan Raisa dan Fauzan.
"Kalian tuh lucu banget ya baru aja kenal udah kayak temen lama." ucap Kak Hanna.
"Iya,kak apalagi kalau ditambah Aline tambah seru." ucap Raisa.
"Kak tadi gimana kok kita enggak boleh ada hubungan sama Kak Justin dan Kak Jennie?" tanya Fauzan.
"Suatu saat kalian akan tau alasannya,jadi inget pesan kakak yang tadi dan kalian harus bantu Aline ya." ucap Kak Hanna sambil bergegas pergi.
" Lho,kak Hanna kok malah pergi." ucap Raisa.
Diruang kesehatan rupanya Kak Jennie sudah ada tanda-tanda sadar.
"Haaaaaaaa." teriak Kak Jennie.
Aline pun kaget mendengar teriakan Kak Jennie.
"Kak,Jennie kenapa?" tanya Aline.
"Kok loe disini Justin mana?" tanya Kak Jennie kebingungan.
"Kak Justin tadi keluar sebentar,Kakak kenapa tadi pingsan?" tanya Aline.
"Kepo banget,loe mending sekarang loe keluar." ucap Kak Jennie ketus.
"Kalau aku keluar yang njagain kakak siapa?" tanya Aline.
"Loe tuh enggak usah sok peduli gue kayak gini juga gara-gara loe." ucap Jennie sambil menunjuk-nunjuk.
"Heh,loe tuh apa-apaan sih malah nunjuk Aline kayak gitu?" tanya Kak Justin.
"Aku nyuruh dia keluar lagian disini dia tuh enggak ada kepentingan apa-apa." ucap Jennie.
"Ya kan bisa baik-baik." ucap Justin.
"Aku izin keluar ya,kak bener kok yang kata Kak Jennie aku udah enggak ada kepentingan apa-apa disini." ucap Aline sambil tersenyum.
"Oh yaa udah kalau gitu aku juga ikut keluar biar si Sarah kalau enggak Nita yang nemenin loe." ucap Kak Justin.
"Jus,kamu disini aja ada yang mau aku omongin penting." ucap Kak Jennie.
"Ya udah ya udah gue disini." ucap Kak Justin.
Aline pun keluar dari ruang kesehatan.Namun langkah nya terhenti,entah apa yang merasuki pikirannya dia ingin sekali menguping pembicaraan Kak Jennie dan Kak Justin.
"Gue penasaran banget mereka ngomongin apa ya?" tanya Aline.
Happy Reading semuaaa😊
Jangan lupa Like dan Vote
Ditunggu kritik dan sarannya 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Nia Sulistyowati
ganteng tapi playboy,,
masuk eliminasi ini,,,
2024-05-22
0
fanisa oktavia
playboy nih cowok
2022-12-21
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓫𝓲𝓴𝓲𝓷 𝓹𝓮𝓷𝓪𝓼𝓪𝓻𝓪𝓷 𝓷𝓲𝓱🤔🤔🤔🤔🤔
2022-10-31
0