Aline pun mencari keberadaan Kak Hanna.Namun dia malah bertemu dengan Kak Jennie parasnya memang cantik tapi agak judes.
"Cari siapa,loe?" tanya Kak Jennie dengan nada ketus.
"Eeee nyari senior sini kak," jawab Aline sedikit gugup.
"Ya,siapa namanya ?Banyak kali senior disini," ucap Kak Jennie.
"Kak Hanna kak, Kakak kenal enggak?" tanya Aline sedikit lebih tenang.
"Hanna?ngapain ya maba ini nyariin Hanna?"tanya Kak Jennie dalam hati.
"Gimana,kak?" tanya Aline.
"Gue enggak kenal sama yang namanya Hanna ada perlu apa loe sama dia?" tanya Kak Jennie dengan nada suara ketus.
"Enggak perlu apa-apa kok cuma nanya aja,"ucap Aline dengan nada pelan.
Rupanya Kak Justin kebetulan lewat dan menghampiri mereka berdua yang sedang beradu pandang cukup lama.
"Ada apaan,nih?" tanya Kak Justin penasaran.
"Kak Jus,kenal sama Kak Hanna dia Mahasiswi sini cuma beda tingkat doang ?" tanya Aline pada Justin.
"Hanna?Astaga ngapain Aline nanyain Hannam?"tanya Kak Justin dalam hati.
"Gimana,kak?Soalnya aku tanya sama Kak Jennie dia enggak kenal?" tanya Aline.
"Eeee aku enggak kenal sama Hanna lin,maaf ya." jawab Kak Justin dengan nada terbata-bata.
"Ya udah deh,kak kalau gitu aku permisi dulu ya,"ucap Aline sambil bergegas pergi.
Aline pun pergi meninggalkan Kak Justin dan Kak Jennie.Sekarang mereka menatap kepergian Aline dengan penuh kebingungan.
"Gue terpaksa bohong kalau gue enggak kenal sama Hanna," ucap Kak Justin.
"Sama jus, aku juga bohong," sambung Jennie sambil melirik Justin
"Semua itu gara gara kejadian satu tahun yang lalu," ucap Justin dengan wajah masam.
Sementara itu Aline masih saja mencari keberadaan Kak Hanna hingga lantai 2 bahkan Aline sudah bertanya kepada mahasiswa dan mahasiswi yang lewat ,namun tidak ada yang tau.Akhirnya Aline berdiri di samping toilet.
"Gue udah nyari ke lantai 1,lantai 2,toilet,kantin,perpus kok Kak Hanna enggak ada ya?" tanya Aline kelelahan.
"Apa aku cari ke lantai 3 aja ya?Mungkin Kak Hanna ada disanaline," ucap Aline sambil melangkah kakinya ke arah tangga.
Baru saja Aline melangkah kaki ke tangga ada suara menyeramkan yang terdengar nyaring ditelinganya hingga membuat Aline clingak-clinguk mengamati suasana yang cukup ramai.
"Jangaannnn.....Jangaannnn,"bunyi suara itu dengan nada menyeramkan.
"Siapa kamu tolong tunjukkin wujud kamu?" tanya Aline dengan suara gemetar.
"Tolonggg.....tolonggggg akuuuu," bunyi suara itu dengan nada cukup keras.
"Siapa kamu aku tau kamu pasti ada disini atau kamu berada diatas?"tanya Aline dengan suara semakin gemetar.
Aline pun sudah tidak tahan lagi dia pun nekat naik ke lantai 3 melewati tangga walaupun dia tau lantai 3 kosong karena lantai itu memang hampir 1 tahun kosong dan kegiatan dialihkan ke lantai 4.
"Aku naik aja lah lagi pula aku
penasaran sama lantai 3,"ucap Aline sambil melangkah kakinya dengan penuh keyakinan.
"Alineeee!"teriak Raisa dari kejauhan.
"Aduh!Kok ada mereka gagal lagi aku naik ke lantai 3," batin Aline sambil memberhentikan langkahnya.
"Ih!loe tuh dari mana aja,sih?" tanya Raisa sambil ngos-ngosan.
"Iya kita keliling-keliling kampus tau enggak buat nyariin loe." ucap Fauzan dengan. suara ngos-ngosan.
"Maaf ya guys tadi gue nyari Kak Hanna."jawab Aline sambil melangkahkan kaki turun ke bawah.
"Nyari Kak Hanna?Ngapain naik ke lantai 3?" tanya Fauzan.
"Ada ada aja loe lin,dilantai 3 mana ada orang adanya setann,"ucap Raisa.
"Ya gue punya inisiatif siapa tau Kak Hanna ada diatas,"ucap Aline sambil tersenyum.
"Udah yuk balik ke kelas bentar lagi ada dosen yang mau masuk,"ucap Raisa.
"Kalau gitu ya udah kita langsung aja ke kelas,"ucap Aline dengan ekspresi terpaksa padahal dia penasaran banget dengan lantai 3.
Aline,Fauzan,dan Aline pun bergegas ke kelas untuk perkenalan dengan dosen mereka.Sementara itu terlihat bayangan menyeramkan di tangga lantai 3.Perlahan bayangan itu menghilang.
"Hai,semuanya masih pada semangat ya?"tanya Kak Justin.
"Masih dong kak,"sahut para Maba secara serentak.
"Kali ini kita mau ngenalin ke kalian dosen-dosen fakultas ekonomi yang akan membimbing kalian selama selama 1 semester," ucap Kak Niken sambil tersenyum.
Disana terdapat beberapa dosen hanya saja ada 1 dosen yang diduga meninggal dan penyebabnya masih menjadi misteri hingga saat ini jenazah dosen itu belum di temukan padahal sudah dibantu pihak kepolisian.
"Oh ya teman-teman semua perlu saya sampaikan bahwa sekitar 10-11 bulan yang lalu kita baru aja kehilangan dosen kita yang kita hormati,namanya Rossa Fatmawati." ucap Kak Nikeen dengan ekspresi sedih.
"Innalilahi Wainnailaihi Roji'un." ucap Fauzan.
"Turut berduka cita ya kak,"ucap Raisa.
"Aku juga turut berduka cita,ya kak," ucap Aline .
"Kenapa Bu Rossa disebut-sebut,sih?" tanya Kak Justin dalam hati
Pengenalan pun selesai dan para Maba disuruh untuk berjabat tangan dengan dosen mereka yang akan membimbing mereka selama 1 semester.
"Ada dosen yang meninggal dan lantai 3 yang tiba tiba dikosongkan kayaknya 2 hal ini saling berhubungan?"tanya Aline dalam hati.
Setelah berjabat tangan mereka pun diberi tugas oleh kakak senior dan dikumpulkan besok.Tampak wajah mereka sedikit kesal karena mendapat tugas yang cukup banyak,namun tak sedikit yang senang
"Lin,serem banget ya ada dosen meninggal dikampus ini," ucap Raisa.
"Menurut gue sih,enggak serem justru menantang," ucap Fauzan sok berani.
"sok sok an berani loe,"ucap Raisa sambil menyenggol pundak Fauzan.
"Heh loe tuh baru kenal gue loe tuh enggak sok tau,"ucap Fauzan.
"Perasaan tadi gue ngomong sama Aline kenapa jadi loe yang njawab," ucap Raisa sedikit nyolot
Aline rupanya tidak mendengar omongan Raisa.Aline kepikiran soal lantai 3 dan dosen yang di ceritakan Kak Niken tadi serta kejadian-kejadian aneh yang ia alami di sini.
"Lin,loe tadi denger enggak gue ngomong apa?"tanya Raisa sambil menepuk pundak Aline.
.
"Eeee ngomong apa ya?" tanya Aline sambil cengengesan.
"Loe tuh kenapa sih,kebiasaan bengong?" tanya Raisa.
"gue enggak papa kok gue pergi dulu ya ada urusan,"ucap Aline sambil bergegas pergi.
"kok malah pergi lin,kayak nya gue
harus tau lebih dalam kepribadiannya Aline," ucap Raisa dengan ekspresi kesal.
"Iya sa,kayak gimana gitu sih Aline." ucap Fauzan.
"Mending kita ke perpustakaan aja yuk." ajak Raisa sambil tersenyum.
"Ya udah,yuk gue juga penasaran sama perpustakaan kampus ini," ucap Fauzan.
Fauzan dan Raisa pun bergegas ke perpustakaan kampus yang ada di lantai 2.Sementara itu Aline mencari lagi keberadaan Kak Hanna karena ingin menanyakan suatu hal.Sekarang Aline berada di depan ruang Dosen.
"Kak Hanna kemana,sih kok enggak dari tadi enggak kelihatan?"ucap Aline kebingungan.
"Linnn!"teriak seseorang dari kejauhan dengan suara cukup kencang dan menghampiri Aline.
"Kak Hanna? Aduh kak, aku cariin dari tadi akhirnya ketemu juga,"ucap Aline.
"Hehehe maaf ya aku tadi habis ada kelas.
"ucap Kak Hanna sambil tersenyum.
"Aku mau ngomong sesuatu,kak." ucap Aline.
"Mau ngomongin soal kampus ini?" tanya Kak Hanna yang sudah tau maksud dan tujuan Aline.
"Iya kak,tapi jangan disini dibangku deket kampus aja," jawab Aline penuh antusias.
"Ya,yuk." ucap Kak Hanna yang menyetujui perkataan Aline.
Aline dan Kak Hanna pun mengobrol dibangku dekat kampus yang nampak sepi dan tidak aktivitas di sana.Aline pun memulai pembicaraan.
"Jadi gini kak tadi kan pengenalan dosen fakultas ekonomi terus kakak senior ngomong kalau ada dosen yang meninggal namanya dosen Rossa Fatmawati bener enggak kak?" tanya Aline yang ingin memastikan apakah itu benar atau tidak.
Wajah Kak Hanna berubah murung.Dengan wajah termenung Kak Hanna pun menjawab pertanyaan Aline.
"Iya bener lin, kejadian hampir tahun yang lalu." ucap Kak Hanna dengan mata berkaca-kaca.
"Lho?kakak kok berkaca-kaca gitu?Ada apa kak cerita dong?"tanya Aline.
"Sebenarnya aku mau cerita,tapi suatu saat nanti kamu pasti tau," ucap Kak Hanna.
"Maksudnya apa,sih?Kak jangan bikin aku bingung." tanya Aline sambil kebingungan.
"Suatu saat kamu pasti ngerti lin,sekarang yang terpenting kamu harus bisa beradabtasi dengan makhluk-makhluk halus dikampus ini," ucap Kak Hanna berusaha menyembunyikan sesuatu.
"Kak Hanna main rahasia-rahasian," ucap Aline kesal.
Kak Hanna pun tersenyum dalam hatinya ia yakin Aline bisa memecahkan misteri dikampus ini.Rupanya Kak Justin dan Kak Jennie melihat Aline ngobrol dengan Kak Hanna dari kejauhan.Ekspresi Jennie sangat ketus dan terlihat tidak suka pada Kak Hanna.
"Jus,semenjak kejadian 1 tahun yang Kak Hanna kayaknya benci banget sama kita," ucap Jennie.
"Iya jen, gue bener bener enggak nyangka kalau Hanna bisa semarah itu,"ucap Kak Justin.
"Mending kita lupain aja kejadian itu jus,dan kita balikan seperti dulu," ucap Jennie sambil merangkul tangan Justin
"Maaf ya jen, gue enggak bisa.,"ucap Kak Justin sambil melepaskan rangkulan Jennie dengan cukup kasar.
"Emangnya kenapa,jusGue masih sayang sama loe," ucap Jennie spontan.
"Gue udah enggak ada perasaan apa apa lagi sama loe udah ya kita harus fokus sama kejadian 1tahun lalu," ucap Justin sambil bergegas pergi.
"Apa salahnya jus,kalau gue berharap dari awal kita ketemu perasaan gue enggak pernah berubah gue tetep cinta sama loe," ucap Jennie dengan mata berkaca-kaca.
Ketika Jennie ingin pergi juga tiba tiba dia melihat sesosok perempuan tua berseragam dosen berlumuran darah sedang menatap nya dengan tajam.Jennie pun nampak ketakutan dan berteriak secara tiba-tiba.
"AAAAAAAAA!" teriak Jennie dengan cukup keras.
Kak Hanna dan Aline pun kaget mendengar teriakan seseorang yang ternyata suara Kak Jennie dan menghampirinya.Kak Hanna mengikuti langkah Aline
"Kenapa,kak?" tanya Aline cemas.
"Eeee enggak papa kok lin, tadi ada ulet bulu aku kesana dulu ya,"ucap Kak Jennie sambil bergegas pergi dan nampak takut melihat Kak Hanna.
"Aneh banget ya kak, apa jangan jangan dia lihat penampakan?"tanya Aline sambil terheran-heran.
Kak Hanna nampak terdiam rupanya dia sangat membenci Jennie dan Justin karena suatu hal di masa lalu.
"Kakak enggak suka sama dia apalagi sama Justin," ucap Kak Hanna dengan nada ketus
"Kenapa kak?Dia orang nya lumayan baik ya walaupun judes Kak Justin juga baik
,ganteng lagi." ucap Aline sambil tersipu malu.
"Orang yang kelihatan baik belum sepenuhnya baik jadi kamu harus hati-hati," ucap Kak Hanna.
"Siap,deh Kak," sahut Aline sambil tersenyum.
"Lin,Kakak mau tanya kamu udah pernah liat sesosok perempuan tua berseragam dosen?" tanya Kak Hanna.
"Nah, hampir aja aku lupa untung kakak ngingetin iya kak,kira kira tuh siapa ya?" tanya Aline dengan wajah penasaran.
"Dia salah satu dosen yang paling deket sama aku," ucap Kak Hanna.
"Wah boleh dong,kak aku dikenalin dosen fakultas apa?" tanya Aline.
"Falkultas ekonomi,"ucap Kak Hanna.
"Yang mana kak soalnya aku belum begitu hafal?" tanya Aline.
Kak Hanna pun langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Aline.Aline nampak kebingungan.
"Loh?kok malah pergi,Kak Hannaaa!"teriak Aline dengan nada cukup keras.
"Maaf lin,suatu saat nanti kamu pasti paham," ucap Kak Hanna sambil menangis.
"Kak Hanna kenapa,ya kayak nya aku harus cari tau,deh,"ucap Aline sambil berjalan.
Sementara itu Raisa dan Fauzan sedang berada di Perpustakaan.Mereka nampak takjud dengan kondisi perpustakaan di Universitas Merah Putih yang nampak luas dan rapi.
"Wih,luas juga ya perpustakaan nya,"ucap Fauzan kagum.
"iya zan, lengkap lagi fasilitas nya." sambung Raisa yang ikut terkagum-kagum.
"Selamat datang di perpustakaan Universitas Merah Putih," ucap Penjaga perpustakaan dengan ramah.
"Terima kasih bu,"ucap Fauzan dan Raisa sambil tersenyum.
Raisa dan Fauzan pun melihat-lihat macam macam buku.Mereka berdua pun berpisah.Pada saat ingin mengambil buku dia merasa ada menyentuh tangan seseorang.
"Loh?Kok tadi gue kayak megang tangan seseorang ya,tapi disebelah disana enggak ada siapa-siapa," ucap Fauzan sambil mengecek ruangan yang ada di depannya.
Fauzan pun kembali ke lokasi ia melihat buku. dia tidak tertarik dengan buku yang diambil.Fauzan pun mengembalikan buku tersebut ke tempatnya.Namun dia kembali merasa menyentuh tangan seseorang tangan itu terasa agak kasar.
"Tuh,kan gue ngerasa nyentuh tangan enggak mungkin tangannya Raisa Jangan jangan setannnn!" teriak Fauzan.
Fauzan pun berlari dan menabrak Aline yang baru saja tiba di perpustakaan karena tiba-tiba ingin membaca buku di perpustakaan tersebut setelah di buat bingung dengan sikap Kak Hanna.
"Loe kenapa,zan?"tanya Aline dengan ekspresi khawatir.
"Lin tadi gue mengalami hal mistis gue ngerasa nyentuh tangan tapi enggak ada wujudnya." jawab Fauzan panik.
"Ada ada aja perasaan loe aja kali,"ucap Aline berusaha menenangkan Fauzan.
"Sumpah gue enggak bohong,"ucap Fauzan sambil duduk di kursi yang tersedia di perpustakaan.
"Ada apa,nih?" tanya Raisa sambil membawa beberapa buku.
"Inii sa,si Fauzan katanya tadi ngerasa nyentuh tangan tapi enggak ada wujudnya," ucap Aline.
"Tangan loe ya,sa?" tanya Fauzan yang langsung bangkit dari tempat duduk
"Loe tadi enggak lihat gue itu dari sana berarti dari tadi gue disana,"ucap Raisa dengan nada tidak santai.
"Tuh,kan bener pasti ini makhluk halus,"ucap Fauzan dengan ekspresi ketakutan.
"Ya mungkin aja bener zan,"ucap Aline.
"Kenapa,sih gue melulu yang dikerjain mahasiswa/mahasiswi yang lain biasa biasa aja,"" ucap Fauzan kesal.
"Udah enggak usah kesal gitu zan,kalau mau masuk ke tempat baru tuh baru baca doa," ucap Aline sambil memegang pundak Fauzan.
"Kenapa gue jadi deg-degan gini ya deket sama Aline," batin Fauzan.
"Bener,tuh kata Aline," ucap Raisa sewot.
"Jangan jangan sosok perempuan tua berseragam dosen itu yang tangan nya disentuh sama Fauzan dan bisa jadi dia Bu Rossa bener enggak?" tanya Aline dalam hati.
"Gue harus cari tau,"ucap Aline spontan.
"Cari apaan,lin?" tanya Raisa dan Fauzan.
"Aduh!gue cerita enggak ya sama mereka soal diri gue yang sebenarnya dan soal perempuan itu," batinAline dalam hati.
"Lin,loe dengerin kita enggak,sih?"tanya Raisa.
"Cari tau materi materi tentang falkutas kita hihihi," ucap Aline sambil cengengesan.
"kalau itu mah emang harus lin," ucap Fauzan heran.
"Bentar aja gue ngomong sejujur nya sama mereka gue takutnya mereka malah syok," ucap Aline dalam hati.
Jam menunjukkan pukul 4 sore.Para Maba pun pulang.Namun seperti nya Aline tidak pulang langsung dia ingin kembali ke perpustakaan untuk mencari info tentang Bu Rossa dan tentang lantai 3.Fauzan dan Raisa sudah pulang duluan.
"Gue hari ini harus dapet infomarsi yang bener bener jelas karena enggak mungkin gue terus nanya sama Kak Hanna," ucap Aline sambil berjalan
"Lin,kok belum pulang?" tanya Kak Justin yang kebetulan berpapasan di tengah jalan.
"Eee mau keperpustaan mau cari buku,"ucap Aline terbata-bata.
"Oh,sama dong aku juga mau keperpustaan ya udah bareng aja yuk,"ajak Kak Justin sambil tersenyum.
"Apa aku tanya aja ya sama Kak Justin mungkin dia tau,"tanya Aline dalam hati.
"Gimana,lin?Kak Justin penuh harap.
"Ya udah yuk kak,"ucap Aline sambil tersenyum.
Mereka pun berjalan menuju perpustakan ,tapi Aline sedikit khawatir kalau Kak Justin tau tujuan nya ke perpustakaan itu untuk apa.AkhirnyaAline pun sampai ke Sekarang mereka nampak melihat-melihat buku di rak buku yang disediakan.
"Kak Justin aku mau nanya sesuatu boleh?" tanya Aline.
"Boleh kok,kamu mau nanya apa?" tanya Kak Justin dengan suara lembut.
"Ini bukan soal mata kuliah kak,ini soal Almh.Ibu Rossa Fatmawati yang tadi diceritain sama Kak Niken Kakak tau enggak profil dia gitu,"ucap Aline agak gugup.
Wajah Kak Justin berubah yang tadinya tersenyum berubah agak panik.Dia terlihat memikirkan sesuatu.
"Kenapa kamu jadi nanya soal Almh.Ibu Rossa Fatmawati?" tanya Kak Justin agak ngegas.
"Ya enggak papa kak cuma pengen tau aja," ucap Aline.
"Itu udah lumayan lama kejadiannya mending kamu fokus aja enggak usah mikirin hal-hal yang enggak penting,"ucap Kak Justin dengan nada tidak santai.
"Kenapa Kak Justmn jawab nya gitu ya?"tanya Aline keheranan.
"Kalau soal lantai 3 itu kenapa ya kok dikosongin katanya semenjak Almh.Ibu Rossa Fatmawati meninggal ya?" tanya Aline ragu-ragu.
"Aku tadi udah bilang enggak usah nanya nanya hal itu kamu disini fokus kuliah apa mau jadi wartawan dadakan,"bentak Kak Justin.
"Ya maaf kak aku cuma pengen tau lagi pula aku ini gadis yang bisa ngeliat....." ucap Aline namun terpotong.
"Ngeliat apa?"tanya Kak Justin penasaran.
"Aduh!Kenapa aku keceplosan jadi tau kan Kak Justin." ucap Aline dalam hati
"Ya,udah aku mau pulang dulu ya kak, maaf atas kejadian yang tadi,"ucap Aline sambil bergegas pergi.
"Gue harus lebih hati hati lagi sama Aline ternyata dia sama kayak Hanna kalau enggak semua orang bakal tau yang sebenarnya," ucap Kak Justin dengan muka khawatir.
Happy Reading semua 🤗
Jangan lupa kasih like dan coment
terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓷𝓮𝓱 𝓴𝓸𝓴 𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓬𝓮𝓻𝓸𝓫𝓸𝓱 𝓫𝓪𝓷𝓰𝓮𝓽 𝔂𝓪🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2022-10-31
0
Anii Anil
suka sih sama ceritanya tapi agak bertele tele gitu
2022-07-17
1
Naya Kunaya
apa hanna dah mati?
2022-04-01
1