Kak Justin pun bergesas pulang dengan motor sport nya.Diperjalanan dia sangat merasa tidak nyaman.
"Ini kenapa motor gue kayak berat ya lagian gue enggak mboncengi siapa-siapa?" tanya Justin pada dirinya sendiri.
Justin berhenti dipinggir jalan dan menengok ke belakang.
"Kok gue jadi merinding gini ya filling gue bener-bener enggak enak udah ah mending gue lanjut jalan aja keburu kemalaman." ucap Justin.
Justin pun melanjutkan perjalanan dengan perasaan tidak karuan.Namun dia tetap merasa seperti ada seseorang dibelakangnya dan dia rasa berat yang tadinya biasa aja sekarang sangat berat.
"Kok jadi tambah berat gini,sih apa karena gue capek ya?" tanya Justin pada dirinya sendiri.
"Justinnnnn." ucap sebuah suara dengan nada seram.
"Suara apa ituuu kok tadi gue ngerasa ada yang manggil nama gue." ucap Justin kaget.
Dia pun kembali berhenti di dekat angkringan yang cukup ramai pengunjung.
"Kenapa,mas kok tiba-tiba berhenti?" tanya bapak-bapak yang lewat.
"Enggak papa kok,Pak cuma ngerasa aneh aja sama motor saya kok tiba-tiba rasanya berat." jawab Justin.
"Beratt? orang mas aja enggak bonceng siapa-siapa kok perasaan mas aja kali." ucap Bapak-bapak itu.
"Awalnya saya mikirnya kayak gitu tapi lama-kelamaan makin beratt." ucap Justin dengan nada kelelahan.
Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Justin.Rupanya Aline yang kebetulan membeli makanan di angkringan tersebut.
"Kak Justin." ucap Aline sambil menghampiri Justin.
"Aline kamu ngapain disini?" tanya Kak Justin.
"Aku beli makanan di angkringan kebetulan lewat sini terus mampir Kakak sendiri ngapain disini?" tanya Aline.
"Neng,kenal sama mas ini?" tanya bapak-bapak tadi.
"Kenal,Pak dia senior saya dikampus." ucap Aline.
"Oh yaa udah saya pamit dulu ya ditenangin masnya." ucap Bapak-bapak itu sambil bergegas pergi.
"Emang ada apa,kak kok bapak- bapak itu ngomong kayak gitu?" tanya Aline.
"Enggak papa kok cuma waktu diperjalanan rasanya berat banget lin tapi bukan berat rindu lho ya." ucap Kak Justin sambil bercanda.
"Bisa aja,nih Kak Justin." ucap Aline sambil melihat ke arah Motor Justin.
Aline sangat kaget melihat apa yang ada di jok motor Kak Justin.Rupanya dari tadi Dosen gaib itu mengikuti Justin dengan duduk dijok motor Justin.Dia menatap Aline dengan tatapan sendu dengan wajah tertutup rambut.
"Pantes aja Kak Justin ngerasa berat orang dia mboncengi Dosen gaib itu." ucap Aline spontan tapi dengan nada rendah.
"Kamu kenapa,Lin?" tanya Justin.
"Eeee enggak papa kok,kak mungkin itu efek kecapekan jadi ngerasa berat." ucap Aline terbata-bata.
"Kok tadi gue ngerasa kalau Aline ngomong soal Bu Rossa ya apa jangan-jangan Bu Rosaa ngikutin gue?" tanya Kak Justin dalam hati.
"Udah enggak usah dipikirin,kak kita barengan aja yuk pulangnya." ucap Aline membuyarkan lamunan Kak Justin.
"Seriusan,nih mau barengan?" tanya Kak Justin.
"Iya,kak dari pada terjadi apa-apa dijalan." jawab Aline sambil tersenyum manis.
Dosen Gaib Bu Rossa masih saja berada di jok belakang motor Justin seperti dia sangat tidak suka Aline berdekatan dengan Justin bahkan dia menatap Justin penuh kebencian.
"Alineeee jangaannnn." ucap Dosen gaib itu dengan suara seram.
"Jangan?"ucap Aline spontan.
"kenapa,Lin?" tanya Kak Justin.
"Enggak papa kok,kak yuk kita pulang keburu kemalaman." ucap Aline.
Mereka berdua pun pulang walaupun dengan perasaan ganjal terutama Aline.Dia terus saja memperhatikan jok belakang motor Kak Justin.Sementata Kak Justin nampak khawatir karena masih terasa berat.
"Kenapa Dosen Gaib itu ngikutin Kak Justin terus ya?" tanya Aline pada dirinya sendiri.
Drttt....
Tiba-tiba Aline berhenti di pinggir perempatan Jalan Kenangan,rupanya ada telefon.
"Hallo,mah kenapa nelefon?" tanya Aline.
"Kamu kemana aja,sih jam segini belum pulang?" tanya balik Mama Lia.
"Ini lagi otw kok." jawab Aline.
"Siapa yang nelefon,lin?" tanya Kak Justin sambil menghampiri Aline.
"Mama aku,kak." ucap Alime singkat.
"Wah suara siapa tuh,kak hayo Kak Aline lagi ngapain?" tanya Arine yang ikut dalam pembicaraan Mama Lia dan Aline.
"Ih diem loe anak kecil enggak usah ikut-ikutan." ucap Aline kesal.
"Ya udah cepet ya udah malem soalnya bsk kan kamu masih ada kegiatan nanti kamu kecapekan." ucap Mama Lia.
"Oh iya besok kan ada kegiatan camping dideket kampus,ya udah ma 5 menit lagi nyampek kok byeee maaaa." ucap Aline.
"Ya udah kamu duluan aja,lin gpp enggak usah nemenin aku lagian besok ada camping nanti kamu kecapekan." ucap Kak Justin sambil tersenyum.
"hehehe beneran,nih enggak papa,kak?"tanya Aline.
"Iya gapapa." jawab Kak Justin.
"Ya Ampun Kak Justin perhatian banget pantes aja dia banyak yang suka termasuk Kak Jennie." ucap Aline dalam hati.
Aline dan Kak Justin pun berpisah di perempatan.
"Kalau diliat-liat si Aline lucu juga ya tapi gue harus hati-hati sama dia jangan sampek dia tau semuanya." ucap Kak Justin.
Tiba-tiba...
"Bu Rossa enggak mungkin..." teriak Justin sambil ketakutan.
Bu Rossa semakin dekat dengan Justin dan menatap Justin penuh kebencian.Wajahnya seram dengan berlumuran darah.
"Matiiii kamuuuuu." ucap Bu Rossa sambil berusaha mencekik leher Justin disertai dengan hawa seram.
"Jangannn Buuuuu.....saya mohonnnn." teriak Justin ketakutan sekaligus gemetaran.
Justin berusaha melepaskan cekikan Bu Rossa sekuat tenaga.
"Lepasin sayaaa saya mohon buuu." ucap Justin.
Bu Rossa masih mencekik Leher Justin membuat Justin kesakitan.
"Kamuuu harus Matiiii." ucap Bu Rossa.
Sementara itu Aline sudah sampai dirumah.Lalu dia berpikir tentanf kejadian tadi.
"kenapa Dosen Gaib itu ngikutin Kak Justin ya apa jangan-jangan Kak Justin tau banyak soal Dosen itu dan Almr.Bu Rossa." tanya Aline dalam hati.
Drttt...
"Siapa,sih ini yang nelepon no enggak dikenal,nih gue angkat aja lah." ucap Aline.
"Hallo,ini siapa ya?" tanya Aline.
"Hai,lin ini gue Tasya maaf ya malem-malem telefon." jawab Tasya.
"Oh Tasya gue kira siapa,gak papa kok santai btw loe ngapain nelefon gue?" tanya Aline.
"Gue mau tanya dong emang bener ya dikampus ada Dosen Gaib?" tanya Tasya.
"Iya tapi kebayakan mahasiswa/mahasiswi disana pada enggak nyadar." jawab Aline.
"Nyereminn banget,sih gue jadi takut deh." ucap Tasya.
"Enggak usah takut,tas selagi dia enggak ganggu enggak papa kok." ucap Aline.
"Iya,sih ya udah deh gue cuma mau nanya itu doang mau mastiin aja." ucap Tasya.
"Oh ya udah,tas semangat ya buat besok soalnya besok kita camping byee." ucap Aline sambil menutup telefon.
"Byee,linn." ucap Tasya.
"Ada-ada aja,nih si Tasya nelefon malem-malem cuma nanya itu doang." ucap Aline.
Aline pun mengeluarkan barang-barang ditasnya.Namun ada benda berwarna putih yang mencuri perhatiannya,rupanya secarik kertas misterius yang tiba-tiba ia temukan ditoilet tadi.
"Gue buka sekarana aja,deh daripada gue penasaran terus." ucap Aline pada dirinya sendiri.
Happy Reading semuaaa🤗.
Jangan Lupa Like dan Vote.
Ditunggu Kritik dan Sarannya🙏.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓽𝓾𝓱 𝓴𝓪𝔂𝓪𝓴 𝓰𝓲𝓶𝓪𝓷𝓪 𝓰𝓲𝓽𝓾🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2022-10-31
0
Hayani Yanie
saya kok tdk suka ya sama si Alien...Polos banget apa Bego banget yaa...cuman nyimak alur ceritax sj
2022-02-07
2
Cik Cuantex
lelet bgt si aline mikir nya
2021-05-10
1