"Gue denger denger si Aline,Raisa,dan Fuauzan dihukum ya?" tanya Jennie.
"Iya," jawab Justin singkat.
"Dihukum apa mereka?" tanya Jennie.
"Meraka disuruh bersihin Lantai 3 dan gue khawatir kalau mereka malah kepo soal hantu dosen yang mereka liat tadi," ucap Justin.
"Hah?Loe kok enggak nyuruh yang lain jus, seharusnya loe bisa ganti hukuman yang lain," ucap Jennie.
"Ini semua idenya Petter dan mereka semua setuju apalagi Aline," ucap Justin.
"Eeee aku pikirin dulu gimana caranya buat bikin meraka enggak jadi bersihin lantai 3," ucap Jennie sambil berpikir.
"Percuma mereka udah ada dilantai 3,"ucap Justin.
"Kamu mau mereka jadi kepo dan tau semua? selama ini enggak ada orang yang tau kecuali Kak Hanna,"ucap Jennie.
"Ya gue enggak mau tapi kalau kita kayak gini mereka bakal curiga," ucap Justin emosi.
"Kok pada ribut,sih?" tanya Petter.
"Peter gue mau ngecek mereka ya dilantai 3 takutnya mereka malah kabur,"ucap Jennie spontan.
Justin yang mendengar perkataan Jennie pun kaget.
"Loe mending enggak usah ikut-ikutan loe urus aja Maba fakultas loe,"ucap Peter.
"Emangnya kenapa?" tanya Jennie.
"Biar Justin aja yang ngecek,"ucap Petter.
"Hah?Gue nih yang ngecek mereka?" tanya Justin.
"Iya jus, mereka bertiga kan maba falkutas ekonomi," ucap Petter.
"Ya udah ter,"ucap Justin menyetujui pendapat Petter.
"Gue temenin yaa,"ucap Jennie sambil tersenyum.
"Loe denger omongan Petter enggak loe disini aja," ucap Justin sambil bergegas pergi.
Dilantai 3 mereka bertiga nampak serius membersihkan lantai 3.Raisa nampak serius menyapu lantai dengan perasaan takut.
"Nasib- nasib baru jadi Maba udah dihukum kayak gini gimana kalau udah jadi mahasiswi sini," ucap Raisa.
Tiba- tiba Lantai yang sudah di bersihkan kotor kembali dan membuat Raisa terheran-heran.
"Lho?Kok kotor lagi perasaan tadi udah gue bersihin dan bener- bener bersih,"ucap Raisa heran.
Raisa pun terpaksa menyapu kembali lantai tersebut dalam hatinya dia sungguh malas tapi juga heran.
"Aneh banget sih,bisa bisa jadi kotor bikin kerja dua kali," ucap Raisa dengan kesal.
Sambil menyapu lantai yang tiba tiba kotor Raisa dibuat kaget karena lantai yang tadi ia sapu tiba tiba menjadi kotor seperti lantai yang sedang ia sapu.
"Ihhh!Kok yang ini kotor juga padahal gue udah kumpulin kotorannya tinggal gue buang ,"ucap Raisa emosi.
Fauzan yang dari tadi jalan jalan sambil menunggu giliran mengepel melihat Raisa ngomel ngomel sendiri dan menghampiri nya.
"Sa,loe ngapain ngomel- ngomel kayak gitu?" tanya Fauzan.
"Nih,lantai yang udah sapu kotor lagi dan gue bingung kenapa bisa kayak gini,"jawab Raisa dengan ekspresi kesal.
"Wah!Jangan-jangan ulah makhluk halus dilantai ini,"ucap Fauzan sambil menakuti Raisa.
"Loe yang bener dong jangan bikin gue takut," ucap Raisa sambil mendekati Fauzan.
"Ya jangan nempel - nempel juga,"ucap Fauzan.
"Mending kita ke Aline aja yuk,"ajak Raisa sambil menarik tangan Fauzan.
Sementara Aline berjalan-jalan memastikan siapa yang menyentuh pundaknya tadi.
"Hei,kamu.. tunjukkin wujud kamu aku tau kamu ada disini,"ucap Aline dengan nada suara kencang.
Tiba- tiba terdengar suara.
"Tolonggggg akuuu..." ucap suara itu.
"Siapa kamu sebenarnyaaa tolong tunjukkan wujud kamu," teriak Aline.
"Hiks hiks tolonggggg akuuu...." ucap Suara itu sambil menangis.
Suara itu tiba tiba menghilang disertai angin yang begitu kencang sehingga membuat Aline terjatuh,namun.....
"Kamu enggak papa,lin?" tanya Kak Justin sambil menangkap tubuh mungil Aline.
Mereka berdua beradu pandang cukup lama dengan perasaan tidak karuan.
"Kok jadi deg-degan gini ya?" tanya Aline dalam hati.
"Kok gue jadi deg-degan gini ngeliat Aline dari deket?" tanya Kak Justin dalam hati.
"Maaf kak,"ucap Aline gugup sambil bangkit.
"Enggak papa kok untung kamu enggak jatuh.," ucap Kak Justin.
"Makasih ya kak, udah nolong aku,"ucap Aline."
"Sama-sama lin,kok kamu bisa hampir jatuh?" tanya Kak Justin.
"E---enggak papa kok kak,tadi agak pusing," ucap Aline.
"Sekarang masih pusing enggak?" tanya Kak Justin.
"Enggak kok kak, udah enggak pusing." ucap Aline.
"Lho?Kok ada Kak Justin ngapain kak kesini?" tanya Fauzan.
"Mau ngecek kalian aja udah selesai apa belum,"jawab Kak Justin.
"Ohh masih banyak yang kotor kak,loe kenapa,lin?" tanya Raisa.
"Gue enggak papa kok cuma tadi hampir jatuh," jawab Aline.
"Iya tadi Aline hampir aja jatuh untung tadi saya tolongin,"ucap Kak Justin.
"Kok loe bisa jatuh,sih?" tanya Fauzan.
"Katanya tadi agak pusing," ucap Kak Justin.
"Kenapa Kak Justin sih yang jawab," batin Fauzan.
"Dilihat- lihat kok masih kotor ya?" tanya KakJustin sambil meliy sekeliling ruangan.
"Iya kak,tadi aku udah nyapu dari sebelah sana eh,malah kotor lagi,"ucap Raisa.
"Yang bener loe,sa?" tanya Aline.
"Ya bener lah masak gue bohong,"jawab Raisa dengan ekspresi kesal.
"Kamu ada ada aja masak tiba tiba jadi kotor lagi," ucap Kak Justin sambil tertawa.
"Beneran kak,aku juga bingung kenapa kotor lagi," ucap Raisa.
"Jangan-jangan ini ulahhhh udah pasti ini ulah dia,"batin Kak Justin dengan ekspresi panik.
" Fillling gue tuh bener pasti ulah Makhluk halus dilantai ini atau enggak Dosen yang kita liat tadi,"ucap Fauzan gemetar.
"Udah-udah mending kalian saya ganti hukuman nya bersihin toilet aja,"ucap Kak Justin.
"Alhamdulillah akhirnya diganti juga,"ucap Raisa dengan ekspresi senang.
"Nah!Gitu dong kak,diganti,"sambung Fauzan dengan ekspresi tak kalah senang.
"Kok tiba- tiba diganti,kak?" tanya Aline tanda ia kurang setuju.
"Enggak papa lin,aku kasihan sama kamu,Raisa sama Fauzan,"jawab Kak Justin.
"Tapi Kakak udah diskusi sama Kak Petter?" tanya Aline.
Fauzan dan Raisa pun turun ke bawah.Sementara KakJustin mengajak Aline untuk ngobrol sebentar.
"Ssttt.....kamu jangan bilang sama Petter ya dia pasti enggak setuju,"ucap Kak Justin.
"Aneh banget kak Justin padahal aku masih pengen tau soal suara tadi,"batin Aline keheranan.
"Kamu enggak masalah kan?" tanya Kak Justin.
Aline pun masih diam.Beberapa detik kemudian ia ingin mengucapkan sepatah kata, namun dipotong oleh Kak Justin.
"Ya,udah ini aja hukuman buat kamu bikinin saya sarapan selama 1 bulan soalnya saya jarang banget sarapan,"ucap Kak Justin sambil tersenyum.
Aline pun terkejut dengan hukuman yang diusulkan Kak Justin.Rupanya Kak Justin mulai mendekati Aline.
"Eeee saya mau bersihin toilet aja ya kali saya bikinin sarapan Kak Justin selama 1 bulan," ucap Aline sambil bergegas pergi.
"Yah!Susah juga ya deketin Aline tapi kalau dilihat dia cantik juga,"ucap Kak Justin sambil tersenyum.
Rupanya ada yang sedang melihat Justin dan Justin pun menyadari.
Happy Reading semuaaaa 🤗
Jangan lupa Vote dan Likenya yaa🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓪𝓷𝓮𝓱 𝓴𝓸𝓴 𝓼𝓾𝓴𝓪 𝔂𝓪 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓙𝓾𝓼𝓽𝓲𝓷 𝓹𝓭𝓱𝓵 𝓼𝓲𝓴𝓪𝓹" 𝓼𝓾𝓴𝓪 𝓫𝓮𝓻𝓾𝓫𝓪𝓱" 🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2022-10-31
0
나의 햇살
kata² yg diucapkan buaya darat ketika ngelihat ada yg glowing dikit
2022-05-04
2
Hayani Yanie
Iya aku heran yaa..anak Indigo kenapa bego sekali ya, Sok berani tapi penakut juga gemetaran kalau dengar n lihat hantu...aneh Novel ini. sejarah kalau orang Indigo pastinya udah biasa ke temu hantu...
2022-02-07
2