Aline pun ingin membuka surat tersebut,namun....
"Loe kenapa lin, kok duduk dilantai?" tanya Raisa.
Aline pun kaget dan langsung menyembunyikan surat misterius tersebut didalam kantong celananya.
"Eee gue enggak papa kok cuma capek aja," jawab Aline.
"Tadi gue lihat loe bawa sesuatu apaan,lin?" tanya Raisa.
"Enggak gue enggak bawa apa apa kok salah liat loe sa,eh tadi Fauzan kenapa kayak orang kesurupan?" tanya Aline.
"Ooh Fauzan loe tau enggak dia tadi teriak teriak gara-gara ada yang megang pundaknya dia pikir itu Dosen Gaib yang tadi eh ternyata Pak Ridho," jawab Raisa sambil tertawa.
"Hhhhh ada-ada aja si Fauzan untung Pak Ridho coba kalau Kakak Senior atau Dosen udah mati kutu dia,"sambung Aline sambil tertawa.
"Bener banget lin,eh maaf ya tadi gue agak lama disana jadi enggak bantuin loe," ucap Raisa.
"Santai aja sa,udah hampir selesai kok,"ucap Aline.
"Wah beneran nih,keren juga loe pas SMA sering dihukum ya?" tanya Raisa sambil tertawa.
"Ih enak aja enggak ya gue anak tertib tau," ucap Aline agak sewot.
"Iya deh,gue percaya," ucap Raisa sambil mencubit pipi Aline.
"Gue cerita enggak ya soal kejadian sama surat misterius yang tadi?" tanya Aline dalam hati.
Mereka pun melanjutkanhukuman.Sementara itu Justin keluar dari ruang dosen dan berpapasan dengan Jennie.
"Jus,loe udah ganti hukuman mereka?" tanya Jennie.
"Iya,"awab Justin singkat.
"Ohh aku liat-liat kamu akrab banget ya sama Aline?" tanya Jennie spontan.
"Gue mau akrab sama siapa aja itu bukan urusan loe kalau loe mau deket sama siapa aja gue juga enggak peduli kok," jawab Justin ketus sambil bergegas pergi.
Hati Jennie terasa ditusuk-tusuk dengan seribu duri dan perasaannya seakan-akan di cabik-cabik mendengar perkataan Justin.
"Kok loe ngomong kayak gitu,jus gue enggak nyangka kalau kejadian yang udah hampir satu tahun yang lalu bikin kita jadi kayak gini,"ucap Jennie sambil meneteskan air mata.
"Loe kenapa,jen?" tanya Sarah teman satu jurusannya.
Sarah pun mengajak Jennie untuk duduk.
"Justin makin menjauh dari gue sar,dan dia malah deket sama Aline anak aneh itu,"ucap Jennie dengan muka ketus.
"Mendingan loe tuh move on dari Justin lagain loe aja mulai hubungan sama dia aja udah salah," ucap Sarah.
"Gue enggak bisa setiap gue deket sama dia perasaan gue masih sama waktu gue samaJustin masih pacaran,"cap Jennie.
"Ya emang susah sih, terus loe mau gimana?" tanya Sarah.
"Gue harus jauhin Aline sama Justin lagi pula gue pikir dia bukan cewek biasa,jwab Jennie sinis.
"Terserah loe,jen pusing gue,"ucap Sarah.
"Gue ke toilet dulu ya,sar,"ucap Jennie.
Pada saat Jennie ingin menuju ke toilet tiba tiba-tiba.Brukk...
"Aduh gimana sih,ati ati dong," ucap Jennie dengan ekspresi muka kesal.
"Maaf neng saya enggak sengaja,"ucap Pak Ridho dengan terbata-bata.
"Pak Ridhoo,"ucap Jennie.
"Neng Jennie maaf neng saya enggak sengaja permisi,"ucap Pak Ridho sambil bergegas pergi.
"Eh,tunggu dulu pak saya sih enggak masalah tapi awas kalo bapak sampai keceplosan saya dan Justin enggak akan tinggal diam," ancam Jennie sambil menata tajam Pak Ridho.
"Tapi mau sampai kapan saya harus tutup mulut cepat atau lambat mereka semua akan tau," ucap Pak Ridho.
"Saya enggak mau denger alasan apa pun dari mulut bapak kalau semua orang tau bapak bakal ikut kena,"ucap Jennie emosi.
"Kalau saya jadi eneng saya lebih memilih jujur dari pada penuh dengan kebohongan seperti ini," ucap Pak Ridho emosi.
Tiba tiba ada suara seram yang membuat siapa saja yang mendengar buluk kuduknya pasti berdiri.
"Aaaaaaaa kamuuu jahatttt!"teriak suara itu dengan seram.
"Siapa kamuuuuuu?" tanyaJennie agak ketakutan.
"Ampuni sayaaaaa." ucap Pak Ridho dengan suara gemetar.
"Jahattttt!" teriak suara itu.
Tiba-tiba suara itu hilang bersamaan dengan munculnya Aline tepat dihadapan mereka.
"Loe ngaget-ngagetin aja,"ucap Kak Jennie dengan ekspresi kaget.
"Eh ada neng Aline ada apa neng?" tanya Kak Justin.
"Enggak tadi saya tadi kebetulan lewat terus kayak ngeliat Kak Jennie marah-marah sama Pak Ridho sama teriak-teriak,"ucap Aline.
"Gue enggak marah-marah kok sama Pak Ridho iya kan,Pak?" tanya Kak Jennie sambil menatap Pak Ridho penuh makna.
"Eh iya neng,tadi saya cuma enggak sengaja nabrak neng Jennie tapi saya udah minta maaf kok," ucap Pak Ridho.
"Oh gitu pak,maaf ya kak Jen kalau sempet nuduh-nuduh,"ucap Aline.
"Ya udah saya permisi dulu ya,"ucap Pak Ridho sambil bergegas pergi.
"Loe mau kemana,lin?" tanya Kak Jennie.
"Saya mau bilang ke Kak Justin kalau hukumannya udah selesai kak,"ucap Aline gugup.
"Eh,gue mau cek dulu bener- bener bersih atau enggak,"ucap Kak Jennie.
"Tapi ini kan hukuman dari Kak Justin,"ucap Aline gugup.
"Loe mendingan enggak usah protes sekarang loe ikut gue,"ajak Kak Jennie.
Aline pun terpaksa mengikuti perintah Kak Jennie.Dalam hatinya ia merasakan bahwa dari awal ia bertemu dengan Kak Jennie sepertinya Kak Jennie memang tidak suka dengannya.
"kok diem aja ayo,"ucap Kak Jennie.
"Eh iya kak,"ucap Aline.
"Si Aline lama banget,sih manggil Kak Justin keburu laper," ucap Raisa.
Terdengar suara seseorang rupanya itu Kak
Jennie dan Aline.
"Itu pasti Kak Aline sama Kak Justin," ucap Raisa.
Saat Raisa balik badan mukanya berubah masam.
"Loh kok Kak Jennie harusnya Kak Justin." ucap Raisa.
"Gue disini mau liat apakah toilet ini udah bersih apa belum,"ucap Kak Jennie sambil berkeliling melihat tiap tiap sudut toilet.
"Loe kenapa nurut-nurut aja,lin?" tanya Raisa.
"Ya mau gimana lagi daripada gue nanti ada masalah sama Kak Jennie,"ucap Aline dengan nada pelan.
Saat Kak Jennie berkeliling tiba tiba....
"Aduhhhh!" teriak Kak Jennie.
"Astagfirullah kak kok bisa kepleset,sih,"ucap Aline sambil menghampiri Kak Jennie.
"Aduuh kasian banget,sih Kak makanya jadi orang itu jangan judes,"ucap Raisa sambil tertawa.
"Aduhhh sakit banget kakiku,"ucap Kak Jennie kesakitan.
"Kakak enggak kenapa-kenapa?" tanya Aline.
"Loe enggak liat gue kesakitan," jawab Kak Jennie.
"Ya udah sini kak aku bantu kita ke ruang kesehatan ya," ucap Aline.
"Enggak usah loe pasti sengaja kan bikin gue kepleset,"ucap Kak Jennie sambil beranjak untuk berdiri walau sakit kakiku.
"Enggak kok kak, kita enggak tau apa-apa lagian lantai bersih kok iya kan,sa?" tanya Aline.
"Iya kak,untuk masalah kayak gini kita bener bener enggak tau apa-apa kak," jawab Raisa.
"Kalian tuh,enggak usah banyak alasan kalian pasti enggak suka kan sama saya makanya kalian ngerjain saya terutama kamu,"ucap Kak Jennie sambil menunjuk Aline.
"Kok pada ribut-ribut ada apa,sih?" tanya Fauzan.
"Atau jangan-jangan kamu yang bikin saya kepleset aduhh,"ucap Kak Jennie sambil kesakitan.
"Jangan seenaknya nuduh gitu dong kak,saya enggak gitu ya orangnya ya udah saya bantu ke ruang kesehatan,"ucap Fauzan.
"Ih!enggak usah saya enggak butuh bantuin kalian semua,"ucap Kak Jennie sambil bergegas pergi.
"Mending kita bantu aja kak,kakak kesakitan banget takutnya malah kenapa-kenapa,"ucap Aline.
Akhirnya Kak Jennie pun mau untuk dituntun oleh Aline,Raisa,dan Fauzan ke ruang kesehatan.Nampaknya Dosen itu yang sengaja mengerjai Jennie saat ditoilet tadi hingga dia kepleset dan kesakitan.
Happy Reading semuaaa
Jangan lupa like dan vot
Ditunggu Kritik dan Sarannya🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Totas saint
kata pak Ridho mungkin?
2022-11-14
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓙𝓾𝓼𝓽𝓲𝓷 𝓹𝓪𝓽𝓾𝓽 𝓭𝓲 𝓬𝓾𝓻𝓲𝓰𝓪𝓲🤔🤔🤔🤔🤔
2022-10-31
0
나의 햇살
kok gk sekalian aja mukanya masuk ke WC
2022-05-04
2