"Ada apa ini?" tanya Kak Justin.
"Ini kak Jennie kepleset ditoilet,kak,"jawab Aline.
"Kok bisa kepleset?" tanya Kak Justin.
"Ini semua gara-gara mereka jus,aku jadi jatuh kayak gini," jawab Kak Jennie.
"Enggak kok kak,Kak Jennie jatuh sendiri kok," ucap Raisa.
"Udah udah lagian kamu tuh enggak usah banyak gaya jen, jadi kepleset kan,"ucap Kak Justin.
"Kok kamu ngomong kayak gitu,Jus,"ucap Kak Jennie dengan kesal.
"Kak,kita udah selesai bersihin toiletnya,"ucap Aline.
"Cepet juga ya kalian ya udah nanti aku cek," ucap Kak Justin.
"Kita boleh istirahat kan kak ni badan pegel pegel banget,"ucap Fauzan sambil menggerakkan badannya.
"Boleh kok tapi,untuk Aline sebentar ya aku mau ngobrol bentar sama kamu bisa kan?" tanya Kak Justin.
Mendengar perkataan Justin,Jennie pun tambah kesal.
"Ih!Kustin apa-apaan sih ngajak cewe aneh ini ngobrol?" tanya Jennie dalam hati.
"Bisa kak,kita mau ngobrol dimana?"tanya Aline.
"Kita ngobrol di kursi deket taman ya biar nyaman,"jawab Kak Justin.
"Aku bilang sama temen-temennya dulu ya kak," ucap Aline.
"Guys gue mau diajak ngobrol sama Kak Justin kalian duluan aja nanti gue nyusul," ucap Aline.
"Wah!Jangan-jangan Kak Justin mau nembak loe lin,bisik Raisa
"Apaan sih sa,ada-ada aja loe ya enggak mungkin lah,"ucap Aline.
"Apanya yang enggak mungkin?" tanya Fauzan penasaran.
"Kepo banget loe zan,ini urusan cewe,"ucap Raisa.
"Ya kan gue cuma nanya ya udah mending gue ke kantin aja,"ucap Fauzan sambil bergegas pergi.
"Gitu aja ngambek,"ucap Raisa.
"Loe tuh pakai ngomong kayak gitu segala," ucap Aline.
"Udah sana loe ngobrol empat mata sama Kak Justin gue doain kalau Kak Justin beneran nembak loe wkwkw,"ucap Raisa sambil bergegas pergi.
"Terserah loe lah sa,"ucap Aline.
Sementara itu didalam ruang kesehatan.
"Jus,kamu disini aja nemenin aku,"ucap Jennie sambil memegang tangan Justin.
"Gue enggak bisa gue panggilin Sarah aja ya," ucap Justin.
"Loe mau ngobrol apa sama cewe aneh itu?" tanya Jennie.
"Mau tau aja urusan orang tapi kalau dipikir pikir yang bikin loe kepleset itu pasti diaa," ucap Justin.
"Kamu jangan nakut-nakutin aku dong jus," ucap Jennie agak ketakutan.
Aline masih berada diluar dan dia berpikir untuk masuk kedalam.Namun rupanya dia melihat Kak Justin dan Kak Jennie sedang berbicara dan dia tidak sengaja menguping pembicaraan tersebut.
"Ya coba loe pikir kalau bukan dia siapa dia itu sering banget kerjain kita," ucap Justin.
"Mereka lagi ngomongin apa,sih kok kayak serius gitu aku tadi denger dia dia siapa?" tanya Aline pada dirinya sendiri.
Tiba-tibaa..
"Jus,udah dong kamu jangan nakut-nakutin aku kayak gitu aku beneran takut nih,"ucap Jennie sambil memeluk tubuh Atletis Justin.
Aline pun kaget melihat Kak Jennie tiba-tiba memeluk Kak Justin dan membuatnya menyenggol sesuatu.
"Aduhhhh awwww,"ucap Aline kesakitan.
"Siapa itu?" tanya Justin yang langsung melepaskan pelukannya Jennie.
"Ih siapa,sih ganggu aja," ucap Jennie.
Justin pun keluar untuk melihat apakah ada orang atau tidak.
"Alinee kamu enggak papa?" tanya Kak Justin.
"Aku enggak papa kok kak hihihi,"jawab Aline.
"Sini aku bantu," ucap Kak Justin.
"Apa Aline denger pembicaraan aku sama Jen nie ya bahaya nih kalau sampai dia denger," ucap Kak Justin dalam hati.
"Kakk," ucap Aline yang langsung membuat Kak Justin kaget.
"Eh,iya maaf ya malah bengong,"ucap Kak Justin sambil tersenyum.
"Kita jadi ngobrol kalau enggak ya enggak papa aku bisa kekantin kak,"ucap Aline.
"Jadi kok,maaf ya kamu pasti nunggu lama
yaz" ucap Kak Justin.
"Santai aja kak,enggak kok,"ucap Aline.
Akhirnya Justin dan Aline pun bergegas ke Taman.Aline sangat penasaran sebenarnya apa yang ingin dibicarakan Kak Justin.Namun pada saat Aline ingin tahu apa yang dibicarakan Kak Justin,dia malah diam seribu bahasa.
"Sebenarnya Kak Justin mau ngomong apa, sih?" tanya Aline.
"Apa ya?" tanya Kak Justin.
"Coba coba diinget-inget dulu mau ngomong apa," ucap Aline.
"Jadi lupa,nih grogi gara-gara deket sama kamu," ucap Kak Justin spontan.
"Ih apaan,sih kak masak iya lupa gara-gara deket sama aku,"ucap Aline sambil tersenyum malu.
Diruang Kesehatan Jennie masih kesakitan dan kesal dengan sikap Justin kepadanya.
"Sebenarnya mereka ngomongin apa,sih pokoknya gue harus tau,"ucap Aline pada dirinya sendiri
Jennie pun nekat berdiri dan berniat untuk menguping pembicaraan Justin danAline.Namun.....
"Aww sakit banget,sih cuma kepleset gitu doang kayak habis kecelakaan,"ucap Jennie.
Tiba-tiba ketika dia ingin berdiri ada sesosok perempuan setengah tua memakai seragam dosen,berambut panjang bergelombang dengan wajah tidak karuan,dan berlumuran darah berdiri dihadapannya
"Aaaaaaaaaaaa ibu....ibu kenapa ada disini kita!" teriak Jennie.
"Kamuuuuuuuu diaaaaa .....matiiii,"ucap perempuan itu sambil memegang kaki Jennie.
"Aaaaaaaa lepaskan akuuuu tolongggg,Justin tolong akuuuu!" teriak Jennie.
Hantu dosen terus mendekati Jennie dengan tatapan marah dan menyeramkan, sedangkan Jennie tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa berteriak dan menangis.
"Saya mohon tolonggggg jangan ganggu saya,"ucap Jennie sambil menangis.
"Matiiii kamuuuuuuuu,"ucap Hantu Dosen itu.
Kak Justin masih saja belum membuka pembicaraan dia malah asik melihat wajah cantik dan manis Aline sambil tersenyum.
"Kak,jadinya gimana?" tanya Aline.
"Eh,iya maaf ya sebenarnya aku mau ngomong soal Kamu yang waktu itu bilang kalau kamu itu Gadis Indigo emang bener?" tanya Kak Justin.
"Eee gimana ya ngomongnya,"ucap Aline sambil berpikir.
"Udah jujur aja cuma aku doang yang tau," ucap Kak Justin.
Sebenarnya iya,kak dari lahir emang aku anak yang bisa ngeliat hal-hal yang berbau mistis, ucap Aline dengan terbata-bata.
Kak Justin kaget bahwa Aline adalah gadis indigo,pikirannya langsung menuju bagaimana jika Aline tau semuanya.
"Kok gue takut gini ya gue takut kalau sampai Aline tau semuanya dia bakal benci banget sama gue,"ucap Kak Justin dalam hati.
"Kak Justin kok ngelamun lagi sebenarnya dia mikirin apa?" tanya Aline dalam hati.
Tiba-tiba....
"Wah!Aku enggak nyangka kalau bisa ketemu gadis indigo kayak kamu." ucap Kak Justin.
"Hehehe iya kak,jangan ngomong sama siapa-siapa ya kak." ucap Aline.
"Tenang aja aku bisa jaga rahasia kok," ucap Kak Justin.
"Oh ya kak,ujur ya soal penampakan yang tadi pagi itu aku bener- bener lihat dan aku penasaran banget siapa hantu dosen itu," ucap Aline.
"Eeee soal itu aku enggak tau dan aku pikir kamu enggak usah cari tau enggak penting juga kan," ucap Kak Justin agak aneh.
"Kak Justin kenapa berubah aneh gini ya setiap aku bahas soal Dosen Gaib itu?" tanya Aline dalam hati.
Happy Reading semua...🤗
Jangan lupa Like dan Vote
Ditunggu kritik dan sarannya 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓸𝓴 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓳𝓭 𝓴𝓮𝓼𝓮𝓵 𝔂𝓪 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓼𝓲𝓴𝓪𝓹 𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓴𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝓭𝓲 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓫𝓪𝓬𝓪 𝓰𝓮𝓵𝓪𝓰𝓪𝓽 𝓙𝓾𝓼𝓽𝓲𝓷 𝔂𝓰 𝓫𝓮𝓻𝓾𝓫𝓪𝓱" 𝓴𝓪𝓷 𝓪𝓷𝓮𝓱 𝓳𝓭 𝓷𝔂𝓪🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️𝓽𝓻𝓾𝓼 𝓴𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓱𝓻𝓼 𝓳𝓾𝓳𝓾𝓻 𝓴𝓵 𝓐𝓵𝓲𝓷𝓮 𝓪𝓷𝓪𝓴 𝓲𝓷𝓭𝓲𝓰𝓸 😤😤😤
2022-10-31
0
elvi nopricha
aline gk peka nich.msok gk bs bca gelagat justin
2020-10-24
17
ʏᴏͯɴͥɴͣaͦ🍿👑🎧⁹²⁵BT
upp lagi Thor,,, 💪💪💪
bikin hatiku shock baca nyy dan bikin penasaran 🤔🤔🤔🤔
2020-10-08
6