Makhluk itu pun perlahan menghilang dari punggung Aline.Aline pun nampak lega karena makhluk itu sudah hilang.
"Gimana lin, badan loe udah enakkan?" tanya Tasya dengan ekspresi khawatir.
"Udah kok enggak kayak tadi," ucap Aline sambil tersenyum.
"Syukur deh,kalau gitu gue khawatir banget kalau terjadi apa-apa sama loe," ucap Tasya.
Kegiatan jalan santai pun selesai para maba pun istirahat ada yang di kantin,di taman,dan dikelas.Aline pun memutuskan untuk duduk di koridor kampus ditemani Tasya yang dari tadi menemaninya.
"Tas,loe enggak gabung sama temen-temen loe? tanya Aline sambil meminum minuman yang ia beli di perjalanan.
"Nanti aja deh capek banget soalnya toh gue juga enggak tau temen-temen gue ada dimana,"ucap Tasya sambil meminum minuman.
"Ohh ya udah gue enggak masalah kok,"ucap Aline dengan nada santai.
"loe sendiri kok sendirian aja gue lihat biasanya sama Raisa sama Fauzan mereka kemana?" tanya Tasya sambil clingak-clinguk.
"lagi pengen sendiri aja tas,"ucap Aline singkat.
"Loe pasti lagi ada masalah ya sama mereka?" tanya Tasya.
"Masalah kecil kok tas,gue mau ke kelas dulu ya,"cap Aline sambil bergegas pergi.
"Kok gue jadi penasaran ya sama Aline,"ucap Tasya.
Sementara itu Raisa dan Fauzan berada di lapangan rupanya mereka sedang diberi hukuman oleh Kak Justin dan Kak Peter di tengah teriknya matahari dan angin sepoi-sepoi.
"Kalian pasti udah tau kan alasan saya suruh kalian berdua kumpul di lapangan?" tanya Kak Justin dengan suara lantang.
"Tau kak," ucap Raisa dan Fauzan secara serentak.
"Karena kalian tadi menyebar informasi bohong maka kita mau kasih kalian hukuman dan hukumannya adalah membersihkan lantai 3," ucap Kak Peter dengan nada suara lantang.
Mendengar perkataan Peter.Justin pun kaget dia tidak menyangka bahwa hukuman yang diberikan Peter yaitu membersihkan Lantai 3.Justin tidak bisa menyembunyikan ekspresi khawatir di wajah tampannya.
"Kok loe enggak ngomong dulu sama gue kalau hukumannya bersihin lantai 3?" tanya Kak Justin
"Tadi gue sebenernya mau ngomong,tapi enggak jadi karena loe pasti enggak setuju." ucap Kak Peter.
"Gue enggak setuju sama hukumannya lantai 3 udah lama enggak dibersihin loe enggak kasihan sama mereka apalagi mereka cuma berdua,"ucap Kak Justin.
"Justru karena udah lama enggak di bersihin kita suruh mereka bersihin jus, loe aneh banget,"ucap Kak Peter dengan tatapan aneh.
"Ini kita jadi dihukum enggak,kak?" tanya Raisa.
"Yah!Kita malah dicuekin sa,mana panas banget lagi,"sambung Fauzan dengan ekspresi kepanasan.
Sementara itu Aline rupanya sedang berjalan ke arah kelas dan melihat kedua temannya berada di lapangan.Aline nampak kasihan melihat kedua teman barunya harus berpanas-panasan di lapangan.
"Mereka pasti lagi dapet hukuman ini semua emang salah gue enggak seharusnya gue bohong,"ucap Aline.
Tanpa pikir panjang Aline pun menghampiri kedua temanya Kak Justin,dan Kak Peter bermaksud untuk menyatakan sesuatu.
"Selamat siang kak,"sapa Ada sambil tersenyum.
"Kamu ngapain kesini kamu kan enggak ikut dihukum?" tanya Kak Peter.
"Saya mau jujur sebenarnya mereka enggak bohong justru saya yang bohong jadi kalian kalian mau hukum hukum aku aja,"ucap Aline datar.
Sontak Raisa dan Fauzan pun kaget dengan perkataan Mereka pun saling berpandangan satu sama lain.
"Kalian semua mempermainkan saya ya ini yang bener mana?" tanya Kak Peter emosi.
"Saya yang bener, kak." ucap Aline sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Jadi,soal tadi kalian ketemu setan itu bener?" tanya Kak Justin dengan nada pelan.
"Bener kak,"ucap Aline dengan ekspresi menyakinkan
"Setan apa yang kalian liat?" tanya Kak Peter.
"Sesosok perempuan setengah baya pakai baju dosen dengan luka tusukkan di perut," ucap Aline.
Raut muka Kak Justin pun berubah menjadi agak panik dan gelisah mendengar Aline menceritakan sosok yang ia temui pagi tadi
"Apa jangan-jangan yang mereka liat..."batin Kak Justin.
"Jujur ya saya enggak percaya apa yang kalian sampaikan saya udah putusin untuk menghukum kalian bertiga,"ucap Kak Peter dengan wajah kesal.
"Kita siap kak, menerima hukuman,"ucap Aline dengan suara lantang.
"Kita juga siap," ucap Raisa dan Fauzan secara bersamaan.
"Jus,loe kenapa diem aja?" tanya Kak Peter.
"Ee--enggak papa kok gue tetep enggak setuju kalau mereka disuruh bersihin lantai 3 mending mereka disuruh bersihin toilet, koridor,"ucap Kak Justin dengan nada terbata-bata.
"Kita enggak masalah kok kalau disuruh bersihin lantai 3,"ucap Aline spontan.
Lagi lagi Raisa dan Fauzan kaget dengan perkataan Mereka nampak tidak setuju dengan perkataan Aline.Apalagi ekspresi muka Kak Justin sangat panik.
"Si Aline kok malah setuju,sih jangan jangan dia ada maksud tertentu makanya dia nerima begitu aja." batin Kak Justin.
"Tuh,dia aja malah nerima jus,jadi enggak enggak ada alasan buat loe gak setuju,"ucap Kak Peter.
Dengan berat hati Kak Justin pun menerima usulan Kak Peter dan tiba tiba meninggalkan mereka berempat di lapangan.
"Jus,kok malah pergi?" tanya Kak Petter dengan ekspresi kebingungan.
"Lho?Kok Kak Justin malah pergi?" tanya Raisa.
"Jadi,fiks hukuman kalian membersihkan lantai 3 silahkan kalian ambil alat-alat kebersihan di kamar mandi saya beri waktu 1 jam mengerti?" tanya Kak Peter dengan suara lantang.
"Siap kak," ucap Aline,Raisa,dan Fauzan ecara bersamaan.
Kak Peter pun pergi meninggalkan meraka bertiga.Di lapangan tinggal mereka berempat saja.Raisa dan Fauzan nampak bertanya sesuatu pada Aline.
"loe kenapa tiba-tiba jujur,lin? tanya Raisa dengan ekspresi heran.
"Akhirnya kalian mau ngomong sama gue juga,gue ngelakuin ini karena gue sadar yang bohong itu gue bukan kalian," ucap Aline sambil tersenyum.
Percuma loe jujur gue sama Raisa juga ikutan dihukum,"ucap Fauzan dengan ketus
"Gue bener- bener minta maaf sama kalian kalian mau kan maafin gue?" tanya Aline dengan ekspresi penuh harap.
Tiba tiba......
"Gue udah maafin loe lin, walaupun gue tadi sempet kecewa banget sama loe,"ucap Raisa sambil memeluk Aline.
"Gue juga udah maafin loe lin,tapi nanti loe kenalin gue ya sama tadi yang bareng sama loe,"uap Fauzan sambil tersenyum.
"Maksud loe Tasya anak Sastra?"tanya Aline.
"Ya itu lah pokoknya kenalin ya,lin,ucap" Fauzan sambil memohon-mohon Aline.
"Beres zan," ucap Aline dengan nada santai.
"Ada udang dibalik batu nih," ucap Raisa dengan suara cempreng.
"Cuma kenalan dong kok siapa tau jodoh," ucap Fauzan sambil tersenyum-senyum.
"Gue doain jodoh loe setan yang tadi," ucap Raisa sambil tertawa.
"Udah-udah malah ribut mending kita otw ke lantai 3 kita cuma dikasih waktu 1 jam," ucap Aline antusias.
"Baru kali ini orang dihukum malah seneng," ucap Fauzan dengan ekspresi keheranan.
"Tapi kok gue merinding ya disuruh bersihin lantai 3,"ucap Raisa dengan ekspresi ketakutan.
"Iya gue merinding semenjak kejadian tadi," ucap Fauzan.
Kok kalian takut sih?Enggak ada apa apa kok." ucap Aline dengan santai.
"Kalau kita ketemu sama setan yang tadi gimana,lin?Kalau cantik sih,enggak apa apa ini seremm," ucap Fauzan dengan ekspresi kocak.
"Bener lin,gimana kalau dia setan jahat?"tanya Raisa.
"Jadi,kalian enggak mau nih?Ya udah nanti aku ngomong sama Kak Justin sama Kak Peter aja,"ucap Aline dengan suara santai.
"Ya,jangan gitu juga lin, loe enggak kasihan sama kita." ucap Raisa agak panik
"Ya makanya kita sekarang kita otw ke Lantai 3 biar cepet kelar,"ucap Aline sambil melangkahkan kaki ke arah lantai 3.
Dengan perasaan takut Raisa dan Fauzan pun mau menerima ajakan Aline dan mereka bertiga pun bergegas ke kamar mandi untuk mengambil alat-alat kebersihan.
"Gue bagi ya tugas kalian," ucap Aline dengan penuh semangat.
"Oke lin," ucap Raisa dan Fauzan secara bersamaan.
"Raisa loe bagian nyapu,Fauzan loe bagian ngepel, dan gue sendiri bersihin jendela sama nanti kalau kalian belum selesai gue bantu," ucap Aline sambil menunjuk Raisa dan Fauzan.
"Beneran ya nanti bantuin,"ucap Raisa dengan nada tinggi.
"Iya beneran."ucap Aline dengan nada pelan.
"Ruang-ruang yang ada di lantai 3 kita bersihin enggak ya?" tanya Fauzan sambil memegang alat pel.
"Kita harus bersihin dong." ucap Aline sambil memegang lap bersih dan pembersih kaca.
Mereka pun bergegas ke lantai 3 dengan perasaan campur aduk.Sementara itu Kak Justin sedang berjalan di koridor kampus dengan ekspresi gelisah dan khawatir.
"Mereka liat penampakan Dosen wah!Ini bahaya gue harus ngawasin mereka,"ucap Kak Justin.
Tiba-tiba ...
Kak Justin pun menabrak seseorang perempuan cantik berhijab dengan postur tubuh tinggi menggunakan hijab pashmina berwarna putih dan seseorang itu adalah Hanna.
"Hannaaa," ucap Justin sambil menatap Hanna dengan tatapan kaget.
"Kenapa aku bisa ketemu sama Justin?"tanya Hanna dalam hati.
Happy Reading semuaaaa🤗
Jangan lupa Vote dan Likenya😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
gemini boy
lah iya itu ,,, susah klo ngobrol masalah setan sama orang yg ngga paham
2023-10-11
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝔂𝓪 𝓙𝓾𝓼𝓽𝓲𝓷 𝓭𝓲 𝓫𝓮𝓷𝓬𝓲 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓗𝓪𝓷𝓷𝓪🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2022-10-31
0
나의 햇살
kalau gk percaya coba dibuka aja mata batin dia biar sekalian dilihat semua penampakan yg ada di kampus itu
2022-05-04
1