Akhirnya jam pelajaran pun telah berganti menjadi mata pelajaran selanjutnya, dan hari ini adalah jadwalnya olahraga. Semua siswa sudah siap menuju lapangan basket. Minggu lalu adalah teorinya dan sedikit mempraktekannya, dan sekarang saatnya mencoba kemampuan mereka semua dalam permainan bola basket. Tapi sebelum itu mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu agar nantinya tidak terjadi sesuatu pada tubuh mereka seperti cedera otot dan kesleo.
Kia mengikat rambutnya dengan asal -asalan saja, berbeda dengan temannya yang lain yang selalu memperhatikan penampilannya sedangkan Kia anaknya cuek saja pada penambilannya karena yang terpenting adalah dirinya merasa nyaman dengan apa yang di kenakannya, sedangkan tentang pandangan orang lain Kia tidak ambil pusing.
Setelah selesai pemanasan sekarang giliran mereka untuk mempraktekan dasar - dasar bermain bola basket. Satu - satu siswa telah mencoba nya kini giliran Kia yang mencobanya juga. Namun Kia sedikit mengalami kesulitan saat akan passing bola ke ring.
Karena gregetan melihat Kia yang salah, Azka langsung saja mendekat ke arah Kia. Dan ikut memegang bola yang Kia bawa, tindakan itu membuat semua anak kelas XI IPS 1 menjadi gaduh. Tau sendiri Azka mana pernah berbuat seperti itu terhadap anak cewek, pernah waktu itu ada anak cewek yang terpeleset di dekatnya saja dia abaikan. Ini Azka sendiri yang berinisiatif mengajari Kia. Sedangkan Kia hanya bengong melihat ke arah Azka, orang yang biasanya menjadi teman ributnya kenapa jadi baik. "Tumben sekali ini anak, jangan - jangan ada maunya..." batin Kia yang curiga akan perbuatan Azka yang tidak terduga.
"Uhukk... Uhukkk..." Devan yang berpura - pura batuk karna melihat sahabatnya itu.
"Ehemm.. " kata Attaya.
"Ciieeee... Cieeeee...." kata serempak anak - anak sekelas itu
"Lanjutkan ndan..." kata ketua kelas
"Kami mendukung mu..." kata Sasa teman sekelas Azka
Sedangkan Azka hanya diam saja, dia tidak memperdulikan ocehan teman - temannya itu. Azka hanya fokus mengajari Kia, sedangkan Kia agak canggung dengan posisi seperti ini. Azka berada tepat di belakang Kia, tangannya ikut memegang bola basket yang berada di tangan Kia. Tanpa sadar tangan Azka memegang tangannya Kia. Wangi parfum Azka begitu jelas tercium di hidung Kia, Kia sudah terbiasa mencium wangi parfum Azka tapi tidak sampai sedekat ini. "Ini terlalu dekat.." batin Kia
"Lo ogeb apa gimana sih gini aja gak bisa.." ejek Azka kepada Azkia.
Suara Azka membuat Kia tersadar dari lamunannya, yang sudah melayang jauh kemana - mana. Mana ada Azka baik dengannya ini hanya mimpikan. Karena dia tetap saja membully Kia, mengejeknya terus menerus hingga Kia merasa kesal. Untuk Azka seolah Kia itu adalah mainan barunya, yang selalu ingin dia bully. Tapi untuk orang lain yang melihatnya, mereka berdua seperti pasangan yang romantis.
"Hmm... Lo mau ngajarin apa mau ngerendahin gue doang..." kesal Kia sambil memanyunkan bibirnya
"Dua - duanya..." ucapan Azka, sepontan saja mendapatkan tatapan tajam dari Kia
"Mau di ajarin gak?" tanya Azka lagi
Kia hanya menganggukan kepalanya, entah kenapa Kia jadi males ngomong biasanya juga kalo sudah ngomong kayak kereta panjang banget tanpa jeda sekalipun.
Dengan perlahan dan serius Azka mengajari Kia secaea langsung, Kia pun juga serius mendengarkan arahan dari Azka. Membuat teman - teman mereka jadi gagal fokus, karena mereka berdua sudah seperti tom and jarry kalo ketemu tapi siapa sangka mereka memiliki sisi yang seperti ini.
"Ta, kalo Azka sama Kia gue dukung paling depan deh.. mereka kelihatan cocok sekali..." ucap Devan pada Attaya yang sedang minum sebotol air mineral.
"Uhhuukk... Lah padahal gue ada niatan buat deketin Kia, tapi kalo Azka beneran suka sama Kia gue iklas dah.." ucap Attaya yang hampir tersedak.
"Itu baru namanya temen... tos dulu.." ucap Devan sambil mengangkat telapak tamgannya tos dengan Attaya
Sedangkan disisi para siswa perempuan tak kalah heboh, mereka juga mendukung jika Kia bersama Azka dari pada bersama si nenek lampir Siska
"Mereka bikin orang lain iri yaa.." ucap Devira
"Iya, gue mau dong digituin juga.." ucap Nayla sambil mendramatisir perkataannya
"Mereka berdua cocok banget..." kata Zea
Tanpa Kia dan Azka sadari, salah satu dari mereka ada yang mengambil gambar mereka berdua. Habisnya tangan ini gatal sekali jika tidak mengabadikan momen yang langka ini.
Kia dengan serius mempratekan apa yang di ajarkan oleh Azka, kali ini Kia sudah mulai menshoot bola basket ke ring. Dan hasilnya bola bisa masuk dengan mulus ke dalam ring basket.
Kia yang melihat lemparan bola basketnya tepat sasaran merasa sangat bahagia, dia seketika loncat - loncat dan tanpa sadar menghambur ke arah Azka dan memeluknya.
"Gue bisa dong, shoot pertama gue masuk dong... hehe.." kata Kia sambil memeluk Azka.
Azka hanya diam saja, karena Azka sedang syok begitu juga teman - teman mereka. Dengan berusaha keras Azka menyadarkan dirinya dan membuka percakapan yang menyadarkan Kia atas perilakunya itu.
"Lo mau sampe kapan peluk gue." kata Azka yang di buat sedatar mungkin padahal sebenarnya dia grogi banget.
"Peluk siapa..?" tanya Kia sambil melihat ke arah Azka
Azka tidak mau menjelaskan kepada Kia, Azka hanya memberi kode dengan matanya melihat kebawah ke arah tangan Kia yang berada di pinggang Azka.
"Eh ma-maaf gue gak sadar serius..." ucap Kia sambil panik
"Gak sadar gimana? Orang lo aja gak tidur, itu namanya sadar..."
"Bukan gitu.. Beneran tadi spontan gue... maaf..." ucap Kia yang sedikit canggung dan menahan malu.
"Spontan? Tapi buat nyaman ya.. sampe lama gitu peluknya.." goda Azka membuat pipi Kia merona
"Bukan gitu... beneran gak sadar tadi.. Dahlahh..." ucap Kia menahan malu meninggalkan Azka
"Ciee dapat PJ nih kita.. Yuhuuu.. Makan - makan di kantin aja" ucap Sam ikut menggoda mereka
"Makan gratis... makan gratiss.." ucap beberapa siswa lainnya.
"Kami mendukung mu bos..." ucap mereka dan di ikuti tawa renyah dari mereka semua.
Kemudian Azka mendekati Devan dan Attaya, langsung saja banyak pertanyaan yang di ajukan kepada Azka.
"Gimana bro rasanya di peluk sama cecan haha..." tanya Attaya
"Cecan apaan Ta..?" tanya Devan
"Cecan itu Cewek Cantik, ogeb banget sih lo.." jelas Attaya
"Lo tanya sama Devan dia yang lebih berpengalaman..." ucap Azka sambil menampol bahu Attaya
"Heleh mana ada, baru pernah dua kali di peluk itu pun di peluk adek gue..." ucap Devan
"Lah gue belum sama sekali, Van.. Masa gak ada yang mau sama gue .." ucap Attaumya memelas
"Kasiaann...." ucap Azka dan Devan bebarengan, langsung bertos mereka.
"Kalian berdua temen gak ada akhlak..." ucap Attaya sedikit nggas
Sedangkan Azka Devan dan yang lainnya berjalan kembali ke kantin karena waktu olahraga sudah habis.
.
..."Jangan terlalu membenci seseorang takutnya dia akan menjadi seseorang yang kamu sayang! Begitu juga sebaliknya. Maka sayanglah secukupnya, Benci pun secukupnya. Karena semua yang berlebihan tidak baik..." (E H)...
.
.
Like dan coment yaa kaka ^.^
.
.
...Terimakassiihh sudah mampir di karyaku, jangan bosen yaa! Jadiin Favorit agar tau update terbaru ^.~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Elvina scorpio
brnar banget
2022-03-04
0
Dini Junghuni
betul thor 😁
2022-02-18
1
zahira
dulu ax dan suami jg sering berantem di sekolah 😃
2022-01-19
1