Pagi ini Azkia sudah bersiap berangkat ke sekolah, walaupun terpaksa akhirnya ia mau mengendarai mobilnya sendiri.
Mobil sport dengan warna biru menyusuri jalan yang mulai padat dengan kendaraan lainnya. Maklum saja, di kota besar pasti akan macet pada jam-jam kerja, seperti saat ini.
Didalam mobil Azkia masih saja asyik memikirkan bagaimana caranya mengerjai Azka, tanpa disadari mobil yang ia kemudikan sudah memasuki area parkir sekolah dengan mulus.
Di sebelahnya ada mobil Devira dan Nayla yang berangkat bersama juga ikut memasuki area parkir.
Selang beberapa menit, motor Azka dan kedua sahabatnya pun juga memasuki area parkir. Ya tentunya setelah motor Azka sudah di perbaiki, kemaren orang bengkel datang ke sekolah untuk memperbaiki ban motor Azka. Setelah selesai langsung diantar ke rumah Azka, sehingga sekarang Azka bisa berangkat dengan motor kesayangannya itu.
Banyak pasang mata yang melihat pemandangan yang menyegarkan mata itu. Bagaiaman tidak, Azka dan kedua sahabatnya terkenal badboy tapi kece dengan paras yang hampir sempurna. Tinggi, putih, bibir tipis, alis mata yang tebal dan tegas memberi kesan tersendiri bagi yang melihatnya. Rambut yang di biarkan berangtakan karena memakai helem menambah kegantengannya.
"Pagi-pagi udah liat yang bening aja, kan tambah semangat nih sekolahnya," celetuk salah satu adek kelas.
"Ohh itu ya anak barunya, cantik juga... Jadi sayang kan!"
"Duh pangeran gue tuh... ganteng pisan oey."
"Kakak cantik, I Love You."
"Kakak kenalan dong."
"Bang Azkaaa... Dedek padamuu."
"Devan.. Ututuu tayang akuu."
"Duhhh gemes deh sama Attaya ♥ ."
Dan masih banyak lagi celotehan mereka, tapi yang menjadi topik pembicaraan hanya stay cool dan bodo amat dengan semua itu. Sudah biasa mereka mendapatkan perlakuan seperti itu, sehingga tidak kaget lagi.
Azka, Devan dan Attaya berjalan bak model papan atas menyusuri lorong sekolah menuju kelasnya, beda hal nya dengan ketiga cewek itu yang memilih pergi ke kantin untuk membeli camilan terlebih dahulu sebelum masuk kelas.
Lorong dekat kelas IPS 1
Sebelum Azka masuk ke dalam kelas, didepan kelas itu sudah ada Siska dan para dayangnya, yang setiap pagi selalu menyempatkan diri untuk menyapa Azka.
"Selamat pagi bebebnya Siska.. Udah sarapan belum? Ini aku bawain nasgor buat kamu." menyerahkan kotak makanan pada Azka.
Namun Azka tidak meresponnya, dia mengabaikan Siska yang masih berdiri didepan pintu kelas sambil menyodorkan kotak makan pada Azka. Siska sedikir kesal karena diacuhkan oleh Azka, tapi tetap semangat memperjuangkan cintanya.
"Dah siniin buat gue aja, kebetulan gue belum sarapan ini." Devan merebut kotak makan yang sedang Siska pegang.
"Ogaah! Gue kan buatinnya khusus buat Azka bukan buat lo! Kalo lo mau beli sendiri sana!" berjalan menuju bangku Azka.
"Kalo gak mau mah jangan di paksa, dikasih sama yang mau aja biar gak mubazir." kekeh Devan, maklum orang lagi lapar jadi rese.
Siska tidak perduli dengan ocehan Devan, Siska masih berusaha agar makanan yang ia bawa mau di terima Azka.
Entah itu dengan cara bagaimana sudah Siska coba dari mulai suara genit nan manja atau berlagak seperti anak kecil bahkan air mata buaya sudah Siska keluarkan tapi tetap saja tak membuat Azka mau menerimanya apalagi dari perempuan yang lebih mirip ondel-ondel itu. Kenapa seperti ondel-ondel karena dandanan Siska terlalu berlebihan tidak sesuai dengan dirinya yang masih seorang pelajar SMA.
Saat Siska masih merayu Azka agar makananya mau di terima. Azkia, Devira dan Nayla tiba-tiba sudah berada di belakang Siska.
"Oee! Minggir pacaran jangan di bangku gue, yaelah kek gak ada tempat lain aja." gerutu Azkia yang melihat cabe bergerombol.
"Apaan sih lo, ganggu mulu dari kemaren!" bentak Siska yang tak terima saat Azkia mengusirnya.
"Ini bangku gue, salah gue marah tempat gue dibuat pacaran! Pake bawa kotak makan segala emang mau piknik apa?" ketus Azkia sambil milirik kotak makan Siska.
"Eh kok lo nyolot sih!" bentak Siska lagi dan mulai mengundang gaduh siswa lainnya.
"Dah mau bell, balik sana lo!" saran Attaya.
Sedangkan orang yang menjadi sumber masalahnya tetap tak menanggapi, Azka sudah malas dengan sikap Siska yang dari kelas sepuluh sudah mengganggunya seperti itu.
Azkia dengan santainya duduk di tempatnya yaitu sebelah Azka, dengan meniupkan permen karet yang dia makan dari kantin tadi hingga membuat gelembung yang lumayan besar.
"Gue gak mau pergi sebelum, Azka menerima nasgornya." Siska masih saja kekeh dengan pendiriannya.
"Dah lah Sis, yuk balik ke kelas aja... udah mau bel ini."
"Iya Sis dari pada nanti kita dihukum," ucap Syla.
"Nah dengerin tuh apa kata dayang-dayang lo, masa iya pinteran dayangnya hahaha." celotehan Azkia membuat seisi kelas tertawa.
"Dan lo, Ka! Tinggal terima aja apa susahnya sih, entah mau lo buang lo makan terserah lo kan." lanjut Azkia lagi, tanpa takut ia mengomeli Azka.
"Gak usah ikut campur lo!" bentak Azka.
"Oy ooy santuy broo masih pagi ini, lo pms ya nggas mulu," saut Devira yang tak mau sahabatnya dibentak.
"Fiks PMS ini." tambah Azkia.
Azka menyentil jidat Azkia lumayan keras membuat siempunya jidat merintih kesakitan.
"Lo apaan sih, Ka! Malah nyentil gue, gara-gara gue bilang lo pms? Makanya tuh selesain masalah lo sama pacar lo biar gak ganggu yang lain." kesal Azkia.
Sedangkan Azka hanya menatap malas pada Azkia dan lainnya, pasalnya Azka sedang malas untuk berdebat apalagi mengurusi Siska yang selalu mengganggunya.
Siska sudah menahan emosinya melihat kedekatan Azka dan Azkia, padahal mereka berdua musuhan itulah yang tepat untuk menggambarkannya. Tapi beda orang beda cara pandangnya, sehingga yang mereka lihat keromantisan dari Azka dan Azkia bukan permusuhan.
Belum sempat Siska memaki Azkia, Pak Ipul sudah masuk ke dalam kelas dan melihat ada siswa lain di kelasnya.
"Kalian ngapain? Gak denger udah bel? Masuk sekarang ke kelas kalian, atau mau saya hukum hormat di lapangan!" bentaknya mengisi seluruh penjuru ruangan kelas itu.
"Ee-eehh iyaa pak, kami per-permisii," ucap ketiga gadis itu, siapa lagi kalau bukan Siska dan dua pengikutnya.
Mereka bertiga lari terbirit-birit sampai salah satu teman Siska mencium pintu dengan sangat keras. Kejadian itu membuat seisi kelas tertawa terbahak-bahak, seolah mereka sedang menonton pertunjukan yang sangat lucu.
Sedangkan orang yang menabrak sudah sakit dan malu tentunya.
......................
"Selalu berusaha mendapatkan apa yang kamu mau tidak masalah kok, hasilnya urusan belakangan"
-Siska Kumalasari-
...----------------...
Like dan coment yaa kaka
Jangan Lupa Vote juga yaa!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
veyy
bener,tpi gw ga mau nyoba kaya siska yg ngungkapin gt takut ga bisa deket lgi
2023-01-29
2
Santoso Zha
tarik sis
2022-07-02
1
Nunung Nurhasanah
semangat,, Sis.. 🤣🤣🤣
2022-06-24
0