"Ee-eehh iyaa pak, kami per-permisii..." ucap ketiga gadis itu, Siska dan dayangnya
Mereka bertiga lari terbirit - birit sampai salah satu teman Siska mencium pintu eh menabrak pintu dengan sangat keras
Hal itu membuat seisi kelas tertawa terbahak - bahak, hiburan dipagi hari
Sedangkan orang yang menabrak sudah sakit, malu pula kan? Ibaratnya tuh udah jatuh tertimba tangga
"Duhh hidung gue penyok ini.." gerutu Syla
"Lahh kasian tuh pintu di tabrak, nanti lecet.." drama Tino
"Mending nyium pipi gue ini dari pada pintu haha.." teriak Juan sang ketua kelas
"Huuuuuuuuuuuu....!" satu kelas kompak menyuraki Juan yang ke PDan nya di atas rata - rata.
"Apaa sih sirik aja, orang lagi usaha juga." kesal Juan
Sedangkan Syla mundur perlahan meninggalkan semua ocehan siswa kelas itu, dengan menanggung malu yang tidak bisa hilang
Sedangkan Pak Ipul sudah geram dengan semua siswanya, masih pagi sudah pada ribut sendiri. Membuat orang naik darah saja, kalo nanti cepet tua gimana coba?
"Sudah - Sudah kita mulai pelajarannya, kalo masih ada yang tidak serius lebih baik keluar sekarang juga!" teriakan Pak Ipul membungkam semua mulut muridnya itu
Pelajaran dimulai seperti biasanya dengan damai, sampai jam istirahat berbunyi mereka mendengarkan penjelasan yang dijelaskan dengan aura kelas yang sangat suram.
Semua siswa menghela nafas panjang saat mendengar bell istirahat berbunyi menandakan pelajaran telah usai.
"Akhirnyaa selesaaiii, dah kaya di penjara aja susah nafass.." teriak Bimo yang bahagia pelajaran sudah selesai
Semua siswa mulai berhaburan keluar kelas menuju kanting untuk mengisi perutnya dengan makanan
tak terkecuali trio cans. Terdiri dari Azkia, Devira dan Nayla mereka menjadi idola juga.
Hari ini Azka akan membalas perbuatan Kia kemaren, dia dan kedua temannya pergi ke kantin dan memesan bakso dan es teh.
Saat pesanannya sudah datang Azka melihat Kia yang mulai memasuki kantin dan muncul lah ide untuk mengerjainya
Kia dan Devira duduk di meja sebelah meja Azka, sedangkan Nayla sedang memesankan makanan untuk kedua temannya itu
"Nih buat lo.." menyodorkan bakso ke depan muka Kia
"Paan nih?" tanya Kia melihat mangkok itu
"Bakso lah masa batu!" kesal Azka
Sedangkan kedua teman Azka hanya memperhatikan mereka berdua dari meja yang meraka tempati
"Makasih.." seru Kia senang menerima bakso itu
"Buruan dimakan..!" perintah Azka
Dengan senang Kia menyendokkan bakso itu kedalam mulutnya tanpa curiga sedikit pun
Tiba - tiba saja ada teriakan yang sangat kencang
"Aaaaaaahh haah pedes, Aiir aiir aiirrr.. Minumm.... aiirr.." teriak Kia sambil mencari air
"Air air emangnya lagi kebakaran.. Hahaaa" tawa Attaya
"Iya yang kebakaran tuh mulutnya Kia, habis di kerjain Azka tuh pastinya." ucap Devan sambil memakan mie ayamnya
Dengan sigap Devira menyodorkan botol Aqua untuk Kia, dengan sekali minum Kia menghabiskan minuman itu agar pedasnya hilang
Ya di dalam bakso tadi sudah dimasukan sambel cabe banyak oleh Azka, tanpa sepengetahuan temannya. Kejadian itu membuat Azka tertawa terbahak - bahak
"Enaakk haha?" tanya Azka sambil terus tertawa
"Lo sengaja ya mau bikin gue mules..!" bentak Kia yang sudah mulai kesal, pasalnya itu bakso pueeedeess banget dan hampir saja Kia tersedak
"Emang." kembali duduk bersama teman - temannya
"Awass ya lo! Gue bales!" geram Kia
Mereka berdua menjadi pusat perhatian semua siswa yang ada di kantin itu, ya Azka memang jail tapi dia tidak pernah sejail itu sama perempun. Justru malah terkesan tidak perduli atau bahkan mengacuhkannya, namun ini berbeda.
"Udah daah, nih minum teh manisnya biar gak pedes lagi." saut Nayla di sebelah Kia
"Makasihh Nayla cantik.. Makin zheyeng dehh.." ucap Kia sambil mengedipkan salah satu matanya
"Ihh jijik Kiiaa...!" teriak Nayla dan Devira bersamaan
Setah kejadian itu mereka kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya
Kia membawa susu kotak rasa favoritnya yaitu coklat, pikirnya nanti kalo haus bisa diminum pas pelajaran.
Saat ini adalah pelajaran Ekonomi semua siswa tengah fokus pada materi yang di jelaskan oleh Bu Silfi. Sedangkan Kia? Dia tengah asyik meminum susu coklatnya tanpa ragu, dia kan duduk di belakang jadi Bu Silfi pasti tidak melihatnya
Azka yang melihat itu muncul lagi ide jailnya. Dengan sengaja dia memanggil Bu Silfi agar berbalik badan menghadap murid-muridnya, khususnya menghadap ke arah Azka.
Sontak membuat Kia kaget dan keselek susu coklatnya itu
"Uuhhuuhhuukk..."
"Kamu kenapa Kia sakit?" tanya Bu Silfi dari meja guru
"Ee-enggak bu, cuma keselek..."
"Hee keselek apa...?"
"Bu--bukaan apa - apa bu.."
"Ada - ada aja kamu Azkiaa.." heran Bu Silfi sambil menggelangkan kepalanya melihat kelakuan muridnya
Setelah itu Kia menatap tajam ke arah Azka yang di lihatin pun santuy, merasa tidak terjadi apa - apa
"Awas aja lo Ka, gue bales lo.. Dah 2x lo kerjain gue hari ini." batin Kia sambil terus melihat ke arah Azka yang duduk di sebelahnya
"Bales aja gue gak takut." kata Azka yang masih fokus pada Bu Silfi
"Gila nih cowok cenayang apa ya? Tau aja yang gue pikirin." batin Kia
"Bukan cenayang kok, wajah lo kelihatan jelas banget mau bales dendam." lanjut Azka tersenyum mengejek
Sontak itu membuat Kia memegangi wajahnya dan berfikir masa iya segitu jelasnya mana mungkin ya kan
Azka hanya tersenyum tipis melihat teman sebangkunya itu, yang agak aneh tapi cantik dan tetkadang juga lucu dan gak manja.
.
.
.
..."Percayalah nanti tingkah usil dan jail temen mu akan menjadi cerita indah di hari tuaa.."...
...- E H -...
Lanjutkan ?
Like dan coment yaa kaka
Jangan Lupa vote juga yaa ^.^
Mau kasih saran juga dipersilahkan kok ^_^
.
.
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
мєσωzα
dan sekarang ku sedikit menyesal karna dulu saat sekolah terlalu lurus & serius cuma ngurusin mapel aja, jadi cuma punya sedikit cerita buat dikenang🥺
2022-11-23
1
Tintin Suasih
syukaa..👍👍👏👏❤️
2022-06-30
0
Ifha Yuniar
terlalu lama baca novel kultivator jd nyari yg sger2 dlu
2022-05-22
0