"Makasih banget ya, Ka.. Ututtuu pasti bahagia banget cewek yang akan jadi pacar lo." sambil mencubit kedua pipi Azka membuat siempunya syok.
Azka hanya diam saja tanpa menjawab sepatah katapun, entah kenapa hatinya ada rasa senang saat Azkia bilang seperti itu tadi.
Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi Azkia menghampiri Azka yang masih duduk di pinggiran ranjang UKS, dia sedang menatap ke luar jendela. Entah apa yang di pikirkannya sampai Azkia sudah disebelahnya saja tidak sadar.
"Hooyy nglamun aja kaya orang yang di tinggal pas sayang - sayangnya." celetuk Azkia sambil menepuk bahu Azka.
"Apaan sih gak lucu!" saut Azka agak nggas.
"Yee... gue yang pms situ yang nggas. Btw makasih banget ya, Ka... udah mau bantuin gue. Nanti kalo lo butuh sesuatu bilang deh sama gue, nanti gue bantu." kata Azkia sambil memakan ice creamnya.
"Halah yang bener loo... nanti cuma omdo doang lo mah?"
"Seriuss gue. Karna lo baik sama gue hari ini, nanti kalo ada apa - apa bakal gue tolongin hihii..." tidak sengaja ice cream yang di makan Azkia menempel di pipinya.
"Cihh... dasar bocahh gede." Azka tersenyum melihat tingkah Azkia, dengan santainya mengelap ice cream yang menempel di pipi Azkia.
Kalian tau itu membuat siapa aja yang melihat akan berkata.
"Ciiieeeeee." ucapan kompak dari teman mereka yang sudah berada di depan pintu masuk UKS, hal itu sontak saja membuat Azka kaget dan langsung menyingkirkan tangannya dari pipi Azkia.
Mereka berempat masuk ke dalam UKS untuk mengecek keadaan Azkia, tapi apa yang di dapat? Pemandangan yang jarang terjadi untuk seorang Azka yang terkenal nakal tapi susah sekali di dekatin terutama untuk seorang cewek.
Pernah ada gosip yang mengatakan kalo Azka itu gay, karena selalu menolak cewek yang menyatakan cinta padanya. Bahkan sangat jarang Azka menggadeng seorang cewek selama dia sekolah di situ.
"Sorry bro kita ganggu." kata Devan sambil senyum menunjukkan deretan giginya.
"Apaan sih Van, kita kan pengen liat keadaannya bebeb, Kia... bukan nyariin si Azka."
"Lo pada mau jenguk gue apa mau keroyokan kok rame - rame gitu?" tanya Azkia polos.
"Kita mau selamatin lo, Kia, sapa tau aja di culik lagi sama nih anak.. haha." gurau Devira.
"Cihh! Apaan sih, mana ada tampang penculik di wajah gue." kesal Azka
"Lah gitu aja ngambek sih?" Tanya Attaya.
"Gak usah nggas, Ka, pms beneran ya loo.. haha." ledek Devan.
"Tau tuh Van, orang gue yang pms dia yang nggas mulu dari tadi." jelas Azkia.
Azka yang kesal langsung saja menjitak kening Kia lagi, entahlah mungkin itu hobby baru buat Azka. Yang di jitak tentu saja sebal dan memanyunkan bibirnya.
"Hobi baru bos?" ledek Attaya.
"Hmmmm." Azka males menanggapi Attaya yang selalu meledeknya.
"Oh iya Kia, ini makanan lo banyak banget.. siapa yang ngasih?" tanya Nayla.
"Eh iya... mana lengkap bener ini mah. Gue mau dong?" minta Devira.
"Itu dari Azka, dia yang beliin, gak tau tuh bisa se toko di bawa. Mana kesukaan gue semua." jelas Azkia sambil menyodorkan camilan pada Devira.
"Eh ehh dari Azka yaa? Yaudah gak jadi aja, buat lo semua aja.. ya gak Nay?" mengurungkan diri untuk menerima camilan dari Azkia.
"He em Kia, buat lo aja... lagian kita juga udah makan di kantin." bohong Nayla, mana berani mereka mengambil makanan yang di belikan Azka untuk Azkia.
Teretetteetttt!
Bel masuk sudah berbunyi kemudian mereka berempat berpamitan kepada Azkia, Azkia belum merasa enakkan karena perutnya masih nyeri jadi dia masih tinggal di uks itu.
Azka yang tidak ada kepentingan apa - apa lagi di uks tidak ikut balik ke kelas.
"Lo ngapain masih di sini? Udah bell itu, gih pergi sonoo!" usir Azkia.
Tapi tidak sedikit pun di hiraukan oleh Azka, dia ikut berbaring di ranjang satunya dan memejamkan matanya.
"Males gue balik ke kelas, udah lama juga gak bolos gue." ucap Azka yang masih memejamkan matanya.
"Serah lo dah." sambil meminum obat nyeri yang di beli Azka tadi, akhirnya Azkia terlelap juga.
Azka tidur? Gak dia cuma merem doang, supaya gak ganggu Azkia biar bisa istirahat, baik ya Azka? Iya dong, Azka sendiri juga heran kenapa dia bisa sedikit perhatian pada gadis yang belum lama dia kenal itu.
.........
Di Kantin
Saat istirahat tadi Siska pergi ke kelas Azka tapi sayang dia tidak menemukan Azka, di kantin pun juga sama Siska sudah mencarinya kemana - mana tapi tidak menemukan Azka.
Dari pagi sudah tidak bertemu dengan Azka gara - gara perselisihannya dengan Azkia tadi di lorong sekolah, yang membuat Siska malu setengah mati. Selama ini tidak ada yang berani tidak patuh kepada Siska apalagi melawannya. Tapi kali ini berbeda Azkia yang notabenya murid baru, belum juga ada sebulan sudah berani kepadanya. Di tambah mempermalukannya di depan siswa siswi yang lain, tentu saja itu membuat Siska semakin geram kepada Azkia. Siska tentu saja akan membalas semua perbuatan Azkia kepadanya.
Saat Siska asyik melamun, dia di kagetkan oleh kedatanagn Rima dan Syla yang sedikit terburu - buru. Sebelum itu mereka berdua mengatur nafas agar bisa bercerita kepada Siska.
"Lo pada kenapa sih? Dikejar setan?" tanya Siska kesal.
"Bukan," ucap Syla.
"Di kejar guru bp ya lo?" tebak Siska lagi.
"Bukan!" ucap Rima.
"Terus apaan dong yang jelas lah jangan bikin penasaran!" sambil meminum jus melonnya.
"Tadi pas gue di toilet gue denger gosip, katanya si Azka tadi pagi gendong Azkia di bawa ke UKS." jelas Rima setelah mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"APA!" teriak Siska sambil menyemburkan jus melon ke wajah kedua temannya.
"Cihh! Kebiasaan ya, Sis." kesal Syla sambil mengelap wajahnya.
"Yang kalian bilang itu beneran? Jangan bercanda deh, mana mau Azka gendong bocah bar - bar itu." Siska tidak percaya dengan ucapan kedua sahabatnya, karena Siska tahu jelas bagaimana sifat Azka.
"Beneran Sis, kita udah tanya langsung sama mereka yang gosipin di toilet tadi." jelas Rima.
"Kurang ajar itu bocah, belum tau siapa gue!" kesal Siska.
"Kita samperin aja, Sis,... dia masih di UKS katanya." saran Rima, dan diangguki oleh Siska dan Syla.
Mereka bertiga menuju UKS dengan api cemburu yang membara, ingin sekali Siska memakan Azkia hidup - hidup.
Dengan kasar Siska membuka pintu UKS, membuat yang di dalam jadi terkejut. Siska langsung menghampiri Azkia yang masih tiduran diatas ranjang UKS.
"Lo udah gue peringatin masih aja kecentilan yaa! Lo gak denger omongan gue tadi pagi haah!" bentak Siska langsung didepan wajah Azkia.
Sambil menarik tangan Azkia dengan kasar, sehingga Azkia terjatuh dari bankar UKS.
Bruukkk!
"Aaawwww." rintih Azkia.
Belum sempat Siska menyelesaikan perbicaranya lagi, dari ranjang sebelah yang tertutup tirai tertengar suara yang sangat Siska kenal.
......................................
..."Rasa itu muncul tanpa aku sadari, perlahan tumbuh menajdi semakin besar.. Tapi aku terus menyangkalnya..."...
...- Azka Aldric -...
...----------------...
Lanjutkan ?
Like dan coment yaa kaka
Jangan Lupa Vote atau follow juga yaa ^.^
.
.
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
yuhuwww
.
2022-05-23
0
💞🎗Yannie🎗💞
cieeeeee cieeeeee
2022-03-02
1
Dini Junghuni
yg bar bar itu sebenernta siapa ya???
2022-02-18
1