Matahari mulai muncul di ufuk timur, menunjukkan sunrise yang cantik sekali. Burung berkicau dengan merdunya mengundang siapapun untuk bangun dari mimpi indahnya.
Tak terkecuali hal ini untuk Azkia, Kia mulai membuka matanya perlahan. Badannya mulai enakakan tidak seperti kemaren, dia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk melakukan rutinitasnya.
Setelah selesai Kia turun ke bawah untuk sarapan berasama kedua orang tuanya. Sebenarnya Kia memiliki kaka laki - laki namun dia sekarang berada di luar kota untuk menyelesaikan S1 nya. Jadi sekarang tinggal Kia dan kedua orang tuanya yang berada di rumah, dan ada bibi juga.
"Pagi mah paah.. " sapa Kia langsung duduk, mengambil roti dan selai coklat. Tak lupa segelas susu coklat ke sukaan nya sudah berada di meja itu
"Pagi sayang... Kamu udah baikan?" tanya mama Kia
"Sudah lumayan mah.."
"Loh kamu sakit Nak...?" tanya papa Kia langsung memegang kening putrinya itu
"Cuma kecapekan aja pah.. Kia gak papa kok.." sambil tersenyum manis
"Yaudah nanti papa antar ya..." tawar papa dan langsung di angguki oleh Kia
Setelah selesai sarapan Kia berpamitan dengan mamanya dan segera berangkat ke sekolah diantar papanya. Setelah beberapa saat sampai lah di sekolah Kia.
"Hati - hati ya nakk..."
"Iya pahh.. Kia sekolah dulu yaa.. Assalamualaikum" sambil mencium tangan sang papah
"Waalaikumsalam..."
Kia berjalan dari gerbang menuju kelasnya melewati parkiran dan lorong sekolah, saat di parkiran Kia bertemu dengan Azka tapi tidak memperdulikannya. Langsung saja dia berjalan menuju kelas dengan airphone di telinganya.
"Kenapa tuh bocah..? Masih marah soal kemaren?" tanya Devan pada Azka
"Mana gue tau, emang gue bokapnya apa?"
"Duhh gue jadi gak enak kan, kemaren gue yang marah - marah sama dia..." sedih Attaya
"Udah lah santay aja, namanya cewek biasa pasti kek gitu.." kata Devan
"Tapi gue tetep gak enak Van, kan dia anak pindahan juga. Belum lama kenal kita - kita ini.. Nanti gue mau minta maaf lah..." jelas Attaya
"Serah loo..." ucap Azka dan Devan
Kemudian mereka bertiga berjalan memuju kelas nya, tapi sebelum itu mereka melihat Azkia yang sedang di hadang oleh Siska. Tapi mereka hanya melihatnya dari jauh nanti kalo sudah keterlaluan baru ikut turun tangan.
"Eh lo anak baruu.. Berhenti..!" pangil Siska
Azkia mana denger orang dia pake airphone
"Heh Berhenti lo..." teriaknya lagi, tapi sama aja tidak ada respon, Azkia terus berjalan dengan santuy nya.
Lalu dengan kasar Siska menarik lengan Azkia, hampir saja Azkia jatuh untungnya dia bisa dengan cepat menseimbangkan badannya lagi.
"Cihh.. Paan sih..?" kesal Azkia sambil melepaskan tangan Siska
"Lo itu ya anak baru, jadi jangan sok kecantikan..!"
"Emang gue cantik, terus kenapa..?"
"Cihh.. Pd banget si lo! Gue peringatin lo jangan deketin Azka..!"
"Sapa juga yang mau deketin Azka.. Makan tuh Azka.." melangkah pergi, Kia gak suka jadi pusat perhatian orang banyak.
Tapi sebelum Kia benar - benar berjalan jauh, rambutnya yang indah di jambak oleh Siska. Azka, Attaya dan Devan yang melihat ini segera berjalan menghampiri mereka. Tapi sebelum sampai mereka melihat kejadian yang tak terduga. Tangan yang menjambak rambut indah Kia langsung saja di tarik paksa dan di plintir kebelakang pinggangnya Siska sendiri. Siska sekarang tertunduk di lantai dengan tangan yang masih di pelintir oleh Kia
"Aawwww.... Lepasin gue.." rintih Siska
"Makanya jadi orang jangan sok kecantikan! Lo kira lo bisa seenaknya nindas orang..? Haa...?" Kia sudah tidak perduli lagi dengan orang - orang yang melihatnya di koridor itu.
Kemudian Kia melepaskan tangan Siska dengan kasar sekali sehingga Siska sampai terjungkal ke lantai, membuatnya sangat malu dan benci kepada Kia. Sebelum Kia melangkah kan kaki dia bertiriak dan di sauti anak - anak lainnya yang berada di koridor itu.
"Tareekk Sis..." teriak Kia
"Semongkoooo..." ucap semua siswa yang berada di koridor itu. Mereka semua sangat kagum dengan Kia yang berani terhadap Siska, karena selama ini belum ada yang sampai seberani itu dengan Siska.
Siswa yang lainnya ada yang menyanyikan lagu Bunga yang menjadi jargon nya Tarik sis itu. Yang tadi nya suasana mencekam jadi rame pada dangdutan
Azkia berjalan lagi ke kelasnya, dia juga memasang airphone nya kembali. Butuh ketenangan hati Kia, dan moodnya yang tak beraturan dari kemarin.
Sedangkan Azka, Attaya dan Devan yang melihat kejadian itu, mereka terdiam kagum ada anak cewek yang kayak gitu biasanya kalo udah di labrak bakalan nangis.
"Gilaa keren banget si Azkia... T O P banget dehh.." kekaguman Attaya melihat itu
"Bener bangett.. Cewek pemberani.. Duh kok jadi sayang.." celetuk Devan
"Eh kek nya itu salah satu kriteria cewek yang lo suka Ka..?" tanya Attaya sambil mengingat perkataan Azka waktu itu
"Cihh mana ada..? Halu aja kerjaan lo..!" jitakan Azka mendarat mulus di jidat Attaya
"Yaudah buat gue aja.." serobot Devan
"Ngimpii bang... haha" celetuk Attaya sambil lari menjauh dari Devan agar tidak kena tinjuannya
Namun lain halnya dengan Azka dia hanya diam saja dengan sejuta pikirannya sendiri, mereka semua langsung bergegas pergi ke kelasnya karena bell sudah berbunyi
.........
Di kelas IPS 1
Kia memasuki ruang kelas langsung duduk ditempat duduknya, badannya serasa sakit semua. Perutnya sakit banget padahal tadi Kia juga sudah sarapan.
"Lo kenapa Kia..?" Tanya Devira
"Lo sakit ya, muka lo pucet banget..?" Tangan Nayla terulur memegang kening Azkia.
"Lah lo demam Kia, ayo gue anter ke UKS.." sambil menggandeng tangan Kia
Saat sampai di depan pintu kelas mereka bertemu dengan Azka, Attaya dan Devan yang baru saja akan masuk ke dalam kelas
"Kia kenapa Ra..?" tanya Attaya
"Sakit kek nya.. Badannya panas banget..." saut Devira
"Yaudah sini gue aja yang nganter dia ke Uks.." saran Devan, tapi tidak diperbolehkan oleh kedua teman Kia. Bukannya di bawa ke UKS mereka malah debat di depan pintu
Azka yang melihat wajah Kia pucat dan merintih kesakitan sambil memegangi perutnya jadi tidak tega. Dengan sigap Azka langsung menggendong Kia ala - ala bridal style. Semua orang yang tadinya berdebat jadi diam membisu melihat Azka yang sudah menjauh dari nya dengan menggendong Kia.
"Lah tuh bocah maen angkat anak orang aja.." kesal Devan
"Lah tumben banget Azka bisa perduli gitu sama cewek.. Maen gendong aja lagi, kagak ada permisi - permisinya.."saut Attaya
"Cihh.. Temen gue mau di culik lagi tuhh.." kesal Devira
"Kok mereka uwuwuuu yaa.." celetuk Nayla yang membuat ketiga orang itu memandangi Nayla
"Apaa? Benerkan mereka uwu banget tuhh." tunjuk Nayla ke arah Azka dan Kia dan diangguki oleh ketiga temannya itu
Tiba - tiba saja Azka berhenti dan berbalik badan, membuat mereka berempat kalang kabut. Mereka pikir Azka mendengar ucapan mereka dan akan memarahinya tapi kenyataannya berbeda
"Bilang sama Pak Ipul gue izin nganterin Kia ke UKS.." kata Azka dan diangguki patuh oleh mereka berempat
.
.
..."Yang awalnya hanya iseng bisa jadi perhtian beneran lohh.."...
...- Naiya -...
.
.
.
Lanjutkan ?
Like dan coment yaa kaka
Jangan Lupa vote atau follow juga yaa ^.^
Mau kasih saran juga dipersilahkan kok ^_^
.
.
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Suzieqaisara Nazarudin
Noh Azka udah mulai kesambet..kesambet cinta😂😂😂😂
2022-07-02
1
Tata
Wkwk Kia dilawan😂
2022-05-30
1
Dini Junghuni
haciyeeeeeeeee
2022-02-18
1