Hari ini adalah hari pertama Azkia sekolah. Ia berjalan menyusuri lorong sekolah sendirian untuk sampai ke ruang guru. Hari ini lorong sudah sepi, mungkin siswa siswi sudah masuk kelas semua berhubung sudah jam pelajaran pertama di mulai.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang menabraknya, Azkia yang tidak siap menjadi terhuyung hingga jatuh kelantai.
"Awwhh! Sakit." keluhnya.
"Heh! Kalo jalan itu pake mata!" bentak orang yang menabrak Azkia.
"Mana bisa!" jawab Azkia sambil berdiri menyeimbangkan badannya.
"Apanya?" tanya orang itu.
"Ya! Mana bisa jalan pake mata, jalan itu pake kaki matanya buat liat jalan lah." sambil membersihkan bajunya yang sedikit kotor, sekilas Azkia dapat membaca name tag yang tertera pada seragam orang itu.
"Azka Aldric," gumam Azkia pelan.
"Udahlah minggir sana, udah telat ini." sambil mendorong tubuh Azkia agar minyingkir dari jalannya.
"Dasar, dia yang salah gak mau minta maaf... maen pergi aja, awas ya lo." gerutu Azkia memaki orang tersebut.
Saat orang itu sudah bersiap untuk berlari tiba-tiba dari arah belakang ada yang meneriaki namanya.
"Azka Aldric, jalan pake mata biar gak nabrak lagi haha." tawa Azkia memenuhi lorong itu.
Azka yang merasa namanya di sebut sedikit heran dari mana cewek itu tau namanya, lagian siapa juga cewek itu, gak penting buat Azka.
Memang Azkia tadi yang salah karena saat ditengah jalan dia berjalan sambil menundukan kepalanya, siapa yang menyangka kalau dia akan ditabrak seseorang yang sedang berlarian di koridor kelas karena terlambat.
...............
Setelah sampai di ruang guru Azkia menghampiri meja Pak Saipul, yang sebelumnya sudah diberi tau oleh wakil kepala sekolah. Pak Saipul beliau adalah wali kelas di XI IPS, kelas yang akan Azkia tempati.
"Permisi pak, saya Azkia murid pindahan pak."
"Ohh kamu ya murid baru itu?" tanya Pak Saipul ramah.
"Ehh iya pak, saya Azkia murid baru." jawab Azkia sopan.
"Yaudah ikut bapak, saya antar ke kelas sekalian saya mau ngajar dikelas itu juga."
"Baik pak, terimakasih." Azkia menundukan badanya sedikit sebagai rasa hormat.
Kemudian Azkia mengekori Pak Saipul hingga sampai ke ruang kelas, yang bertuliskan XI IPS 1. Seketika kelas yang ramai san riuh seperti pasar menjadi sunyi saat Pak Saipul masuk kedalam kelas, dan diikuti oleh seorang gadis cantik di belakangnya.
Banyak yang bertanya-tanya siapa gadis itu, pasti siswa baru pikir mereka. Tapi lain halnya dengan Azka yang masa bodo dengan hal itu, karena ia tidak mau tahu dengan sesuatu yang tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.
"Pagii semuaa!" sapa Pak Saipul ramah, suaranya menggema didalam ruang kelas.
"Pagii Paak!" jawab mereka serempak dengan penuh semangat.
"Hari ini kelas kita kedatangan siswa baru, ayo perkenalkan namamu." perintah Pak Saipul.
Azkia lalu maju kedepan kelas, ia memperkenalkan dirinya.
"Haloo! Nama gue Azkia Agatha, siswa pindahan dari kota B, semoga kita semua bisa berteman... hmm apa ada pertanyaan?"
Lalu banyak siswa yang bertanya kesana kemari hingga Azkia bingung untuk menjawabnya.
"Hallo Azkiaa cantikk."
"Azkia dah punya pacar belum."
"Minta nomer Whatsoppnya dong."
"Haii manis."
Dan masih banyak lagi, membuat Azka terpaksa melihat siapa yang membuat gaduh kelasnya itu.
"Dia kan cewek yang gue tabrak tadi!" batin Azka lalu hanya terdiam melihatnya.
"Sudah, ya! Kalau mau tanya-tanya nanti saat waktu jam istirahat. Sekarang Azkia kamu duduk disebelah Azka ya.. karena hanya bangku itu yang masih kosong." ycap pak Saipul sambil menunjuk bangku kosong sebelah Azka.
"Baiklah." jawab Azkia singkat, lalu ia berjalan kearah belakang dimana bangku itu berada.
Semua kelas memperhatikannya, karena sangat jarang Azka mau duduk bersama orang lain. Karena mereka semua takut kepada Azka atau lebih tepatnya tidak ada yang berani duduk disebelah Azka. Saat sampai dibangkunya Azkia langsung duduk dan menyapa Azka.
"Ketemu lagi." sapa Azkia.
"Eloo... ngapain duduk disini? Cari tempat lain!" bentak Azka.
"Yeee kalo ada yang lain, gue juga gak mau kali duduk sama lo."
"Berani ya lo sama gue." Azka terus memandangi Azkia yang acuh padanya.
Azkia lebih memilih menanggapi kedua teman Azka yang mengajaknya berkenalan.
"Hai, gue Devan Narendra.... panggil aja Devan." sambil mengulurkan tanganya.
"Gue Attaya Putra, panggil aja Attaya atau Atta.. eh panggil sayang juga boleh," ucap Attaya sambil terkekeh.
"Azkia Agatha, panggil aja Azkia atau Kia." sambil menerima uluran tangan mereka berdua satu persatu.
Tanpa mereka tau Pak Saipul sedari tadi melihat tingkah Azka yang terus memandangi Azkia, tanpa berkedip sekalipun.
"Eheemmm Azka udah dong liatin Azkia nya, tuh liat matamu sudah mau keluar loh.. ayo fokus dulu!" sindir pak Saipul.
Sontak saja ucapan pak Saipul membuat semua warga kelas itu tertawa terbahak-bahak membuat Azka emosi.
"Yaelah pak sapa juga yang ngliatin nih bocah." sambil menunjuk Azkia.
"Apa wlee!" Azkia mengejek Azkia dengan menjulurkan lidahnya membuat hal itu membuat Azka semakin geram.
Tanpa Azkia sadari, sejak tadi ia ditatap oleh seseorang yang menghubunginya kemaren. Sayangnya orang itu tidak terlihat oleh Azkia.
"Ssttttt Kiaa, lo tega ya masa gak liat gue disini." gerutu Davira yang duduk di sebalah Azkia.
"Ehh Iraa.. duh maap ya gak kelihatan hehe," ucap Azkia sambil mengacungkan kedua jarinya memebentuk huruf V.
"Iya, iya mentang-mentang duduk sama cogan," ledek Devira.
"Apaan sih Raa—"
Belum sempat Azkia melanjutkan bicaranya sudah kepotong dengan suara bariton Pak Saipul yang mengagetkan jiwa.
"Devira Romania, mau kamu yang jelasin di depan atau saya!" bentak Pak Saipul membuat semuanya kaget.
"Ma-maap pak," ucap Devira yang langsung tertunduk malu.
Mereka semua mengikuti pelajaran dengan tenang dan terkadan juga berisik. Dua jam kemudian selesai lah jam pelajaran matematika itu.
Setelah Pak Saipul mengakhiri pelajarannya hari ini semua siswa pergi ke kanti seperti biasa, ada yang ke lapangan maen bola ada yang cuma di kelas sambil gosip atau maen game.
"Kia, kantin yuk gue laper nih." ajak Devira.
"Boleh." sambil tersenyum manis.
Tapi sebelum Azkia dan Devaria beranjak dari kursi datanglah tiga makluk ghoib eh bukan maksudnya tiga cewek cantik Siska, Syla dan Rima.
"Lo siapa berani duduk di sebelah pacar gue!" sambil mengebrak meja Azkia membuat semuanya kaget, siapa lagi kalo bukan si Siska.
"Gue?" Azkia menunjuk dirinya sendiri dengan jarinya.
"Iya siapa lagi kalo bukan lo!" bentak Siska lagi.
"Azkia." sambil mengulurkan tanganya, tawa semua orang dikelas itu pecah termasuk Devan dan Attaya.
"Gue gak ngajak kenalan ogeb." kesal Siska sampai ingin memakan orang di depannya ini.
"Lah terus? Kan lo nanya siapa gue tadi," kata Azkia sambil berlalu pergi. Tapi belum sempat melangkahkan kakinya, rambut hitam pekat milik Azkia sudah ditarik Siska.
"Aaawhhh." rintik Azkia memegangi rambutnya yang dijambak oleh Siska.
"Apaan sih lo!" menepis tangan Siska, Devira marah saat melihat sahabatnya di sakiti oleh orang gila eh orang gak jelas.
"Gak usah ikut campur deh." Rima dan Syla memegangi tangan Devira.
Dan saat itu juga Azka sangat marah sekali kepada Siska, sudah mebuat onar di kelas orang dan ngaku-ngaku menjadi pacarnya juga.
"Cukup! Lo gila ya Sis, maen masuk kelas orang terus bikin rusuh... gak punya kerjaan ya, lo." bentak Azka sontak membuat mereka semua terdiam.
"Masih gak mau pergi juga? Apa perlu gue seret lo keluar dari sini.. dan satu hal lagi jangan mimpi disiang bolong." kata Azka lagi sambil melangkah keluar kelas.
......................
..."Pertemuan singkat namun berkesan dihati."...
...-Azka Aldric...
...----------------...
Ini cerita kedua author kalo ada salah penulisan mohon dimaafkan
.
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Astaga nih curut udah di bentak di maluin,eh gak jera juga ternyata 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2023-07-02
0
ygpastinyasayahuman
Saipul nama bapak guwa anjwing
2022-10-21
0
Nadri Nadri
mintak visualnya biar tambah gregret bacany🙏🙏
2022-08-20
0