Setelah sampai di rumah Azkia membersihkan badannya karena sudah merasa tidak nyaman lagi. Wangi mint tercium jelas di ruangan itu, wangi dari sampo yang di pakai Azkia memberikan ketenangan dan kesegeran untuk pemakainya.
Azkia memoleskan sedikit bedak pada wajahnya dan menggunakan lipsteen agar bibirnya tidak terlalu pucat. Dia bukan tipe cewek yang suka berdandan menor, jika tidak ada acara kondangan Azkia malas sekali untuk menggunakan full make up.
Setelah selesai dia turun ke bawah, mengenakan kaos oblong warna navy dan juga celana pendek selutut.
Azkia langsung menuju dapur menghampiri mamanya yang sedang memasak, Azkia mengambil camilan yang tadi dibelikan Azka lalu membawanya ke kamar.
"Gak makan dulu, nak?" tanya sang mama.
"Gak ah mah, masih kenyang tadi di traktir temen." tolak Azkia.
"Ohh yaudah kalo lapar nanti cari sendiri ya di dapur." ucap sang mama.
"Siap mama!" sambil berjalan menuju kamar.
"Eh itu camilan sebanyak gitu buat apa?" tamta mama Lala heran.
"Tadi di beliin temen mah.. hehe." jawab Azkia sambil tertawa.
"Temen apa pacar? Masa temen beliin sebanyak ini... mana lengkap banget ini." sambil melihat isi plastik itu.
"Temen ya mah, yaudah Kia ke kamar dulu." mama Lala hanya tersenyum sambil mengangguk kepada Azkia.
Setelah menaruh makanan ringan di atas meja, Kia bersantai sambil memainkan ponselnya diatas sofa. Radio yang sengajak Kia nyalakan untuk menemaninya memutarkan lagu - lagu favoritnya, tak jarang Kia ikut melantunkan lagu itu, seperti sekarang ini.
"Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Di balik topeng persahabatanmu yang palsu."
"Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah
Cinta sendiri,"
(Kekasih Bayangan - Cakra Khan)
Entah kenapa tanpa Kia sadari pipinya terasa basah, rasa sesak yang pernah Kia rasakan dulu kini muncul kembali. Namun dengan cepat Kia bisa menguasai dirinya lagi, dia tidak mau terpuruk dalam rasa sesak itu lagi.
"Semangaaatt Kia, Lo Bisa!" ucap Azkia untuk menyemangati dirinya sendiri.
Agar rasa sakit dari luka itu tidak ia rasakan lagi, perih yang dulu kini sudah mulai pudar. Hanya sesekali bila teringat akan merasakan sakit itu lagi.
Tanpa Kia sadari dia sudah terlelap sambil meringkuk di sofa itu, membiarakan suara radio terus menemaninya saat tertidur agar tidak sepi.
..........
Di Rumah Rayhan
Seorang anggota Osis yang masih aktif dalam organisasi, mungkin bisa di bilang sebentar lagi jabatannya sudah di alih tugaskan kepada Osis baru. Banyak juga yang menyukainya, dan mengaguminya. Bahkan tak jarang banyak yang memberikan hadiah kepada Rayhab tanpa diminta. Siapa yang tidak tertarik pada cowok betubuh tinggi, tegap, hidung mancung mata agak sipit ada kumis tipis di sudut bibirnya itu.
Rayhan Mahardika, salah satu most wanted di sekolahnya, sama halnya dengan Azka bedanya Rayhan versi malaikatnya sedangkan Azka versi iblisnya.
Sekarang ini Rayhan sedang duduk di ruang tamu rumahnya, dia tengah asik memainkan games online.
Langkah kaki mulai terdengar semakin lama semakim dekat dan.
"Hayoo nggame terus, makan dulu nakk!" sambil menepuk pundak Rayhan yang lagi fokus akhirnya terkejut juga
"Astagaa! Mama kebiasaan suka ngagetin deh, kalo jantung Rayhan loncat gimana ma?"
"Ya tinggal di tangkap lagi kan... hahaa." gurau mamanya Rayhan.
"Mana bisa mamaa." kesal Rayhan.
"Gimana sekolahnya lancar?" sambil ikut duduk disebelah putranya tersebut.
"Lancar sih mah kayak biasanya." datar Rayhan menjawab pertanyaan sang mama.
"Ada yang menarik gak? Mama lihat tadi pulang sekolah bahagia banget?" kepo mama Rayhan.
"Mama ini tau aja sih... tapi Rayhan gak mau ngasih tau mama.. haha."
"Yaudaah, gak seru kamu Han di ajak bercanda... udah ah mama mau masak dulu buat makan malam." ucap sang mama sambil beranjak dari duduknya.
"Masak makanan kesukaan Rayhan ya ma." pintannya sambil memasang wajah cute membuat mamanya gemas.
"Baiklah." berjalan menuju dapur dan meninggalkan Rayhan sendirian.
"Mana mungkin cerita sama mama, nanti bisa di ledekin terus." gerutu Rayhan saat mamanya sudah berada di dapur.
.............
Di jalan
Azka melajukan motornya dengan kecepatan sedang, membiarkan orang - orang mendahuluinya. Entah kenapa Azka sedikit kesal melihat Azkia terlihat dekat dengan Rayhan, ada rasa tidak rela saat Azkia bersama Rayhan.
Ingin rasanya Azka menyeret Azkia pulang bersamanya saat di parkiran tadi. Tapi Azka tau diri siapa dia? Tidak ada hubungannya dengan Azkia, iya kalo Azkia mau kalo ditolak kan bisa malu. Apalagi di depan ketua Osis yang sudah sangat Azka kenal, bukan karena dekat melainkan karena dirinya yang sering masuk ke ruang bp gara-gara osis itu.
"Haaassstttt!!" desah Azka sambil menambah keceparan laju motornya.
Semakin lama semakin dekat dengan komplek perumahannya, perlahan Azka menurunkan kecepatannya. Jika melebihi batas kecepatan di kompleks bisa di denda, karena perumahan yang lumayan ramai ini membuat pengendara harus berhati - hati.
Setelah masuk dan memarkirkan motor kesayangannya di garasi, langsung saja menuju kamarnya. Rumah itu sepi, hanya ada tukang kebun dan bibi yang bekerja dirumah Azka. Bibi Mira, dialah yang merawat Azka saat Azka masih kecil. Kedua orang tua Azka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Tak jarang mereka terlihat jarang pulang ke rumah. Untuk sarapan pagi saja bisa di hitung berapa kali dalam sebulan.
Azka langsung menyambar handuk yang berada di dekat kamar mandi, setelah itu dia bergegas mandi menenangkan hati dan pikirannya yang begitu tidak nyaman saat melihat Azkia bersama Rayhan.
Hampir setengah jam Azka berada di dalam kamar mandi untuk berendam, dan sekarang suasana hatinya sudah tidak seburuk tadi.
Azka hanya memakai celana selutut dengan warna millo dan di padukan dengan t-strit warna hitam. menambah kesan ganteng dan coolnya. Percaya deh kalian bakalan terpaku saat melihatnya.
Dari pada di rumah ke pikiran Azkia terus, Azka memilih untuk pergi kerumah sahabatnya. Dia mengirim pesan ke pada Devan untuk bertemu di rumah Attaya. Ya mereka sering sekali menginap di salah satu rumah entah itu di rumah Azka, Attaya atau Devan sekalian. Orang tua mereka tidak khawatir karena mereka sudah berteman sejak kecil, jadi orang tua mereka sudah kenal betul siapa teman maen anaknya itu.
Setelah berganti pakaian Azka mengambil kunci motornya yang berada di atas meja belajarnya, langsung saja menuju parkiran untuk mengambil motornya. Tapi sebelum itu Azka sudah menyiapkan seragam ganti buat besok ke sekolah. Dia berpamitan kepada Bibi Mira yang sedang berada di depan rumah.
"Bi, Azka nginep di rumah Attaya, kalo mama papah nanyain Azka.." sambil menghidupkan motornya itu
"Iya den, hati - hati ya.. Kalo ada apa - apa telepon Bibi." Azka hanya menganggu mengiyakan nasehat dari bibi Mira.
......................
...Selamat Hari Sumpah Pemuda...
Semoga Kita semua menjadi pemuda yang berguna untuk orang lain dan diri kita sendiri
28 Oktober 2020
...----------------...
.
Lanjutkan ?
Like dan coment yaa kaka
Jangan Lupa Vote atau follow juga yaa ^.^
Mau kasih saran juga di persilahkan kok ^_^
.
.
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.^...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Suzieqaisara Nazarudin
gak mungkin kan Rayhan gak pernah punya pacar sebelum nya...biasanya ketos kan selalu di kelilingi cewek cantik..😂😂😂
2022-07-02
0
Tata
Hahahaaa, tp maap jauh² aja malaikat. Soalnya aku tim iblis wkwk😭
2022-06-08
0
Hasnah Siti
harussssss di bom like nih
2022-04-08
1