"Udah debatnya? gue mau masuk kelas nih jangan halangin pintu dong.. dikira pintu itu buat ngasih sembako?!" kesal Kia sambil berjalan masuk kedalam kelas.
Tapi sebelum Kia sampai ke dalam kelas tangannya sudah di tahan oleh Siska.
"Apaan sih?" menghempaskan tangannya agar cekalan Siska terlepas.
"Lo anak baru gak usah banyak gaya deh..!" bentak Siska kepada Azkia.
"Lah siapa juga yang banyak gaya.. Lo kali yang banyak tingkah.." berjalan meninggalkan mereka berdua yang masih berada di ambang pintu.
Sedangkan Siska menahan amarahnya, ingin sekali Siska menjabak rambut Kia tapi dia urungkan karena di sebelahnya ada gebetannya alias si Azka. Siska tidak mau reputasinya di depan Azka makin jelek, bisa - bisa Azka beneran menjauh darinya.
"Ka, kamu kok gitu sih sama aku? Acuh dan gak pernah menganggapku ada, sedangakan sama anak baru itu kamu bisa akrab gitu...?" protes Siska dengan nada agak manjanya.
"Gak tau." sambil mengangkat kedua bahunya lalu berjalan masuk ke dalam kelas.
"Jangan giniin aku Ka, kamu sama orang baru bisa baik kenapa sama aku enggak..?" mata Siska sudah hampir berkaca - kaca.
"Dari kelas satu Ka, aku ngejar kamu.. tapi sampai sekarang tidak sedikitpun kamu melihatnya..." suara Siska sedikit keras membuat semua siswa yang ada di dalam kelas sepontan menoleh bersamaan ke arah Siska dan Azka.
Mereka semua sudah tidak heran lagi, karena sudah sering Siska berbuat onar seperti itu. Siswa yang lain bukannya makin respek malah menjadi eneg melihat drama yang Siska buat.
Tiba - tiba dari arah belakang ada yang menepuk bahu Siska dan membisikan sesuatu.
"Itu artinya lo harus mundur, Azka gak suka sama lo." bisikan dari Devan membuat Siska semakin marah.
"Lo tau apa soal perasaan gue? Kalo gak tau apa - apa gak usah ikut campur...!" bentak Siska kepada Devan.
"Gue cuma nyaranin aja, mau lo terima apa gak terserah sama lo." kata Devan sambil pergi ke tempat duduknya
"Bye.. Oh ya jangan jadi satpan di depan pintu kelas orang.. Mending sana noh bantuin jagain gerbang kan lumayan lebih bermanfaat..." kata Attaya sedikit ada candaan namun semua itu di anggap hinaan oleh Siska.
Dengan geram Siska meninggalkan kelas Azka, sudah berapa kali Siska seperti itu tapi masih saja kekeh mau mendapatkan hati Azka.
..........
Di dalam kelas XI IPS1
Kia duduk di bangkunya dengan wajah yang di tekuk, tapi tidak membuatnya terlihat jelek sama sekali namun terlihat lucu dan imut. Kedua sahabatnya yang melihat itu heran kenapa dengan Kia masih pagi wajahnya sudah di tekuk seperti itu. Devira dan Nayla menghampiri tempat duduk Kia yang berada di sebelah mereka berdua.
"Lo kenapa Kia, masih pagi muka udah di tekuk gitu.. Pms ya lo?" tanya Devira
"Mana ada." jawab Kia singkat.
"Lah terus kenapa?" tanya Nayla yang penasaran dengan Azkia.
"Ketemu nenek sihir di depan pintu.." dengan wajah kesalnya Kia masih saja judes dengan kedua sahabatnya itu.
"Lah mana nenek sihirnya.. Bawa sapu terbang gak..?" canda Devira agar mood Kia menajdi baik lagi.
"Bawa sapu tapi bukan buat terbang, buat nyapu hati nya noh yang patah hahaa." Kia akhirnya ikut menimpali candaan Devira
"Ada ya nenek sihir patah hati haha.. Ada - ada aja lo Ki haha..." Nayla pun tak mau kalah untuk menimpali candaan kedua sahabtnya itu
Azka yang melihat Kia tertawa pun ikut tersenyum wapaupun hanya sedikit, mungkin tidak ada yang menyadarinya. Tapi siapa sangka jika Devan melihat senyum Azka tadi.
"Wehh ada angin apa ini seorang Azka bisa tersenyum, lo gak kesambet kan, Ka? Hahahaha...." gurau Devan kepada Azka
"Mana senyum gak tuh.." elak Azka
"Halah.. Gak usah bohong lo... tadi gue lihat sendiri lo senyum pas lihat si Kia tertawa kan.. Hayoo lo gak mau ngaku juga?" desak Devan
"Siapa - siapa yang senyum? Senyum sama siapa?" tanya Attaya yang tidak paham siapa yang di omongin namun ikut nimbrung.
"Mana ada gue gak senyum.. Lo salah lihat kali, makanya sekolah itu bangun dulu jangan mimpi mulu..." elak Azka
"Halah.... gue lihat ya tadi, gak mau ngakuin lo.. jangan - jagan lo suka ya sama Kia..." kepo Devan
"Yang bener lo, Van? Yah padahal gue mau jadiin Kia gebetan gue loh.." ucap Attaya dengan wajah sok sedihnya
Azka enggan menjawab pertanyaan mereka, lebih memilih untuk pergi ke tempat duduknya di sebelah Kia. Devan dan Attaya hanya saling pandang melihat tingkah Azka yang seperti itu.
"Kiaa, lo tumben jam segini baru datang... untung ini guru nya juga belum masuk, kalo enggak habis lo nanti di hukum..." ucap Nayla
"Iya loh Ki, hari ini kan gurunya killer semua..." ucap Devira sambil bergidik ngeri membayangkan guru kilernya
"Hmmm... gue telat bangun jadi ya gini telat deh.." ucap Kia sambil melihat Azka, Attaya dan Devan yang sudah duduk di bangku sebelah Kia
"Tapi lo kok bisa lolos dari hukuman ketos, Ki?" tanya Nayla yang kepo, pasalnya jika sudah terlambat pasti akan mendapat hukuman lah ini Kia bisa santai masuk ke dalam kelas tanpa hukuman apapun.
"Hehehee...." Kia hanya tertawa membuat tanda tanya besar dalam pikiran teman - temannya.
"Oh ya lo tadi datangnya kok bisa bareng sama Azka, Ki...?" tanya Devira yang penasaran sama sahabtnya itu.
Kia hanya melihat ke arah Azka, sambil menaikan sedikit dagu nya ke arah Azka. Membuat ke empat temannya menajdi semakin penasaran.
"Jangan bilang kalian jadian..." ucap Devan yang menebak dengan salah.
"Mana ada..!" jawab Azka dan Kia bebarengan kemudian saling pandang.
"Ehm gak usah kompakan gitu juga kali jawabnya.. Hahaha..." ledek Attaya dan diikuti tawa mereka semua kecuali Azka dan Kia.
"Hisstt.. Apaan sih! gak lucu tauk.." kesal Kia
"Ututu tayangnya Ira ngambek wkwk..." canda Devira sambil mencubit kedua pipi Kia
"Sakit ogeb.." sambil menyingkirkan tangan Devira dari pipinya.
"Jadii....?" tanya Nayla
"Apaa..?" jawab Kia dan Azka bersamaan lagi.
"Ehmm Ehmm.... Duh kesek rindu nih.." canda Attaya
"Jadi kenapa kalian bisa datang barengan...?" lanjut Nayla yang masih saja penasaran dengan Azkia dan juga Azka.
"Jadi tadi tuh gue...... nungguin yaa...?" kata Azka membuat yang lainnya kesal
"Kalian berdua ini sama aja tau gak?" kata Devan yang sedikit membentak.
"Sama apaan...?" tanya Azka kepada Devan.
"Sama ngeselinnya..." jawab kompak Devira, Devan, Nayla dan Attaya
"Mana ada...!" kata Azka dan Kia bersamaan lagi.
"Sekali lagi kalian barengan kaya gitu, nanti dapat piring cantik loohh... Hahaha..." ucap Nayla dan di ikuti tawa semuanya
"Hahahaa. . " tawa mereka berenam
"Lumayan kan buat nambahin piring mamah di rumah.." kata Attaya
"Yoii Ta.. " kata Devan
Kemudian mereka kembali ke tempat duduk masing - masing karena gurunya sudah datang, ya walapun udah telat satu jam pelajaran tapi tetap hadir di jam mata pelajaran ke dua. Mereka dengan tenang mendengarkan penjelasan dari guru ekonomi itu.
.
...Memang sahabat itu yang bisa mengerti kita disaat kondisi apapun, percayalah tanpa kamu berbicara pun mereka sudah mengerti...
.
Like dan coment ya kaka ^.^
.
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Tata
Beneeerrr😌
2022-06-17
0
Tata
Nah kan
2022-06-17
0
Tata
Mangkannya sadar, klo kamu harus munduur😤
2022-06-17
0