Dari tadi saat Azka sudah sampai dirumah Attaya, Azka hanya diam saja tanpa mengatakan apapun. Cowok yang biasanya banyak omong saat di depan teman - temannya itu menjadi lebih dingin dari biasanya. Suasana hatinya sedang tidak menentu, ada rasa tidak nyaman saat mengingat kejadian tadi di sekolah. Ingin melarangnya tapi Azka siapa? Dia bukan siapa - siapanya untuk Azkia, jika ingin tiba - tiba saja melarang Azkia berdekatan dengan Rayhan bisa - bisa nanti Azkia menjadi besar kepala. Jadi serba salahkan hati ingin melakukan ini namun badannya seakan menolak untuk melakukannya.
Azka hanya duduk termenung memandang ke arah luar jendela, pikirannya berterbangan kesana kemari. Langit sudah menampakkan warna kejinggaannya, iya senja sore yang hangat menyapa keheningan yang dingin itu. Pancaran sinarnya di biarkan menyapu wajahnya seakan sedikit mampu melelehkan hatinya yang membeku itu.
Kenapa Azka bersikap seperti itu? Ada sesuatu yang membuatnya berubah menjadi seperti itu, padahal dulu waktu kecil Azka adalah anak yang ramah, murah senyum, memiliki banyak teman tapi semua berbeda saat orang tuanya sangat sibuk dengar pekerjaannya tanpa menghiraukan Azka kecil, orang tuanya jarang memiliki waktu bersama. Bahkan sangat jarang sekali mereka bertegur sapa, bahkan untuk bercerita satu sama lain pun tak bisa. Semenjak itu sikapnya berubah menjadi agak pendiam, suka bikin rusuh karena Azka berfikir jika nanti dia berbuat masalah orang tuanya akan memperhatikannya tapi kenyataanya masih sama saja.
Attaya yang melihat temannya termenung bertanya - tanya kenapa Azka yang biasanya rese menjadi mellow seperti itu?
Perlahan Atta melangkahkan kakinya untuk mendekti Azka, mengulurkan tangan kanannya untuk menepuk bahu kiri Azka.
Azka yang merasa ada yang menepuk bahunya langsung saja menoleh ke arah orang yang berada di sebelahnya itu.
"Lo kenapa Ka?" tanya Atta yang kini sudah tepat berada di sebelah Azka.
"Gak." singkat Azka sambil kembali menatap keluar jendela.
"Jangan bohong! Gue tuh temenan sama lo gak sehari dua hari ya... jadi gue tau kalo lo sedang dalam keadaan tidak baik - baik saja." ucap Attaya sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Hist jijik gue lihatnya." sambil berlalu pergi meninggalkan Atta yang masih bingung kenapa, ada apa dengan temannya itu.
Azka merebahkan tubuhnya diatas kasur Attaya, hari ini dia akan menginap saja di sini. Orang tua Attaya tidak berada di rumah, mereka sedang berada di Jogja untuk menjenguk neneknya Attaya yang sedang tidak enak badan.
Sedangkan Attaya mengikuti jejak Azka membaringkan tubuhnya di sebelah Azka, Attaya tidak mau memaksa Azka untuk bercerita. Karena nanti Azka pasti akan menceritakan semuanya dengan sendirinya saat dia sudah bisa menguasai perasaanya itu.
Tanpa terasa mereka terlelap dalam mimpinya masing - masing.
.............
Pagi yang cerah matahari bersinar tanpa ada awan mendung yang menyelimutinya, kicauan burung yang bersaut - sautan menambah lelapnya tidur gadis itu, semalam dia bergadang untuk menonton drama Thailand kesukaanya. Alarm yang sudah beberapa kali berbunyi namun tidak dia hiraukan sama sekali, hanya bangun untuk mematikan alarm dan kembali menggulung badan di atas tempat tidur.
Hingga suara ketukan keras dari balik pintu kamarnya pun terdengar sangat nyaring, mau tidak mau membuatnya bangun.
"Kiaaaa... udah siang kamu mau sekolah jam berapa?" teriakan itu mengisi seluru isi ruangangan yang berada di lantai dua.
Tapi sayangnya masih saja tidak ada jawaban dari anak gadisnya itu, membuatnya terpaksa teriak lagi agar Azkia bangun dari tidurnya.
Teriakan itu membuat Azkia kaget dan langsung saja berlari menuju pintu kamar dan membukanya, mata gadis itu masih saja terpejam.
"Mau sekolah jam berapa? Ini udah siang Kia! Astaga ini anak tidur udah kaya kebo." gerutu mamanya Azkia.
Sang mama yang geram melihat kelakuan putrinya langsung saja membawa Azkia kekamar mandi lalu mengguyurnya dengan segayung air.
"Tenggelam!!" teriak Azkia karena kaget dengan air yang tiba - tiba saja membasahi wajahnya.
"Iya tenggelam dalam mimpi! Udah mandi sana udah jam tujuh kurang lima belas menit!" kesal sang mama sambil berjalan meninggalkan kamar anaknya.
Mendengar ucapan mamanya seketika Kia bangun dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 06:45WIB
"Astaga telat banget ini!" teriak Azkia panik.
Tidak butuh waktu lama dia sudah menyelesaikan acara mandinya, mungkin bisa di bilang waktu yang sangat cepat untuk ukuran orang mandi pada umumnya.
Setelah semua sudah siap Azkia berlari menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang makan menunggunya untuk sarapan.
"Pagi pah, mah." sapa Azki.
"Pagi!" jawab kedua orang tua Azkia dengan kompak.
Dengan cepat Azkia hanya mengambil sepotong roti dan langsung saja berpamitan kepada orang tuanya.
"Pa, ma, Kia berangkat duluan udah telat banget soalnya." sambil bersalaman dengan kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum Kia berangkat!" teriaknya sambil berlari menuju garasi.
"Waalaikumsalam,"
Dengan keceptan sedang Azkia melajukan kendaraanya, mau ngebut juga sama aja sudah telat jadi santai saja yang penting selamat sampai tujuan.
......................
Di gerbang sekolah
Dan tenyata tebakan Azkia benar, gerbang sudah tertutup rapat. Pak satpam enggan untuk membukakan gerbangnya, menunggu anak Osis yang akan mengurusi siswa yang datang terlambat.
Tanpa pikir panjang lagi Azkia beralih ke gerbang samping biasanya di situ tidak ada yang menjaganya. Mobil Azkia sudah dititipkan di rumah warga yang tinggalnya sebelahan dengan gerbang samping sekolah.
"Untung aja gak tinggi banget, bisa ini lompat." gumam Azkia pada dirinya sendiri.
Pertama-tama Azkia melemparkan tasnya terlebih dahulu, setelah itu dirinya yang mulai menaiki gerbang tersebut. Untung saja sepi kalo tidak bisa malu melihat cewek cantik manjat pagar.
Saat akan melompat turun dari atas gerbang tiba - tiba saja di sebelahnya sudah ada orang, yang membuat Azkia sangat kaget. Untung saja Azkia tidak memiliki riwauat jantungan, jika punya bisa bahaya nanti.
"Kenapa, gak berani loncat ya?" tanya orang itu sambil tersenyum meremehkan Azkia.
Seketika saja membuat Azkia memalingkan wajahnya ke asal suara tersebut.
"Lo!" kaget Azkia sambil menunjuk orang itu dengan jari telunjuknya.
"Ngapain ikutan manjat gerbang coba?" tanya Azkia yang belum sadar jika orang yang berada di sebelahnya ini juga terlambat.
"Mau masuk lah." jawabnya singkat jelas padat.
Kemudian orang itu loncat turun terlebih dahulu, dengan mulusnya bisa mendarat dengan aman seperti atlit olahraga saja. Iya olahraga panjat gerbang sekolah.
Orang itu langsung saja pergi meninggalkan Azkia yang kesusahan untuk turun, namun sebelum orang itu melangkahkan kakinya Azkia sudah berteriak memanggilnya membuatnya berhenti dan berbalik badan menatap Azkia.
"Oeee!!" teriak Azkia kepada Azka yang akan berjalan menuju kelas.
"Kenapa?" tanya orang itu.
"Bantuin kek, susah ini turunya pake rok." keluh Azkia sambil berusaha turun.
"Naik aja bisa tuh." cibir Azka.
"Kan ada pijakannya ogeb ya bisa lah.. terus sekarang gak bisa turun mana tinggi lagi ternyata.." gerutu Kia
"Bantuin napa." ucap Azkia lagi sambil memasang wajah memelasnya agar yang di mintai bantuan luluh.
Dengan berat hati orang itu mau membantu Kia turun dari dinding pagar.
"Lompat gue tangkep." kata orang itu.
"Hmm?" Azkia meragukannya.
"Atau mau gue tinggal aja?" tanya orang itu lagi.
"Jangan dong.. iya iya lompat, yang bener ya nangkepnya awas aja kalo jatuh." ucap Azkia.
Sambil membuang nafasnya perlahan akhirnya Azkia memberanikan diri untuk lompat dan akan di tangkap orang itu.
Brruuuukkk!
......................
Hayoo apa yang terjadi pada Kia? Nantikan kelanjutannya oke?
Like dan coment yaa kak
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Suzieqaisara Nazarudin
Duuhh Azka nya cuek banget,pas depan mata di cuekin..ntar jalan dengan cowok laen loe yg uri uringan🙄🙄
2022-07-02
0
Tata
Kegalauan Azka nyampe sini🥲
2022-06-08
0
angie_13
nyungsep berdua 😄😄😄
2022-05-18
0