"Cukup!! Lo gila ya Sis, maen masuk kelas orang seenaknya aja terus bikin rusuh.. Gak punya kerjaan ya lo!" bentak Azka sontak membuat mereka semua terdiam membisu.
"Masih gak mau pergi juga? Apa perlu gue seret lo keluar dari sini? Dan satu hal lagi jangan mimpi disiang bolong!" kata Azka lagi sambil melangkah keluar kelasnya meninggalkan mereka semua yang masih terdiam.
"Gila ini pertama kalinya gue denger Azka ngomong panjang." ucap siswa lainnya.
"Tapi Ka, gue gak suka kalo ada cewek lain yang deketin lo!" bantah Siska sebelum Azka benar-benar keluar dari dalam kelas.
Azkia yang tidak terima jika dirinya dituduh mendekati Azka menjadi marah, apalagi tadi Azkia sudah dijambak oleh Siska.
"Eh nenek lampir kalo punya mulut tuh di jaga, jangan asal ngomong! Siapa juga yang deketin dia." sambil menunjuk wajah Azka dengan jari telunjuknya.
"Terus ngapain lo duduk disebelah Azka, kalo lo gak mau deketin dia haa!" bentak Siska lagi.
"Eh nenek lampir lihat noh bangkunya udah gak ada lagi yang kosong mbak, terus mau duduk dimana lagi coba? Masa iya duduk dilantai emang mau piknik apa!" ucap Azkia yang langsung menarik tangan Devira mengajaknya pergi ke kantin.
"Mau kemana lo, urusan kita belum selesai!" teriak Siska agar Azkia mendengarnya.
"Kantin! Mau ngikut juga lo?" jawab Devira tak kalah galaknya seperti Siska.
Azkia yang masih diambang pintu kelas langsung menoleh dan berucap sesuatu pada Azka.
"Ka, urusin yang bener noh cewek lo! Jangan maen asal jambak orang... ini sekolah bukan pasar, mau jadi preman gak usah sekolah!" setelah itu Azkia dan Devira pergi keluar kelas menuju kantin, kedua gadis itu tidak memperdulikan mereka lagi.
"Cihh! Dia bukan pacar gue! Minggir sana ganggu orang mau istirahat aja, jangan ganggu gue lagi... udah muak gue sama lo!" bentak Azka tepat diwajah Siska dan kemudian pergi begitu saja diikuti yang lainnya.
Setelah kepergian Azka, Siska marah-marah tak jelas hinhga menendang kursi, dan juga meja yang berada didepannya menjadi sasaran kemarahan Siska.
"Awas aja tuh murid baru bakal gue kasih pelajaran!" gerutunya sambil pergi meninggalkan kelas itu.
...............
Di kantin.
"Azkia, lo gak kenapa-kenapa kan? Sakit gak, kepala lo tadi dijambak nenek lampir," tanya Devira khawatir.
"Hmmm... lumayan sakit sih Ra, bikin pusing ini." kata Azkia sambil duduk disalah satu bangku bersama dengan Devira.
"Mau makan apa gue yang pesenin deh?" tanya Devira.
"Mau siomay sama teh anget aja Ra."
"Oke tunggu baik-baik disini, gue pesen dulu." kata Devira lalu menuju stan yang menjual makanan yang diinginkan.
Setelah memesan makanan Devira kembali bersama dibangku Azkia. Tiba-tiba saja ada yang datang menghampiri mereka berdua.
"Haloo boleh gabung gak?" tanyanya.
"Boleh kok duduk aja lagi." jawab Devira.
"Gue Nayla Lethisia, temen sebangku Devira.." menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Azkia.
"Azkia Agatha... panggil aja Azkia atau Kia." sautnya sambil menerima uluran tangan Nayla.
"Lo tau gak, lo tadi keren banget sumpah.. baru kali ini ada yang berani melawan tuh nenek lampir." ucap Nayla dengan sangat antusias.
"Apaan sih biasa aja, gue cuma bela diri gue sendiri lagi."
"Pokoknya gue suka keberanian lo," ucap Nayla sambil mengacungkan jempolnya.
"Dah ayo makan keburu bell masuk nih." saut Devira.
Mereka kambali makan dengan lahap, setelah itu mereka kembali menuju ruang kelas. Kia langsung duduk di kursinya tanpa menghiraukan Azka yang memperhatikannnya dari tadi.
"Az," panggil Attaya.
"Apa?" saut kedua orang itu bersamaan siapa lagi kalo bukan Azka dan Azkia.
"Cieee kompaknya hahaa." ejek Devan pada mereka berdua.
"****!" keluh Azkia dan Azka bersamaan lagi.
"Apaan sih lo ngikut aja." keluh Azka sambil menatap tajam Azkia.
"Bahahahahaa.... klian tuh lucu yaa, bisa kompak kayak gitu." tawa Devan dan Attaya bersamaan.
"Salah sendiri lo manggilnya kayak gitu, ya otomatis gue kan ikutan jawab." jelas Azkia sambil mencubit lengan Attaya.
"Auuhhh.. sakit Azkiaa!" keluh Attaya merintih kesakitan saat lengannya di cubit oleh Azkia.
"Wleeee." Azkia menjulurkan lidahnya mengejek Attaya.
"Udah! gitu aja pake berantem... kek bocah." bentak Azka.
Azkia hanya mengerucutkan bibitnya, begitu juga dengan Attaya. Setelah itu guru mata pelajaran sejarah datang dan memberikan materi pelajarannya dengan sangat serius.
Saat itu Azkia kepala Azkia terasa pusing sekali, dia langsung merebahkan kepalanya diatas meja.
"Suutt... Kia kenapa lo?" tanya Devira yang melihat Azkia seperti sedang sakit.
Azkia tidak menjawab pertanyaannya, hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak apa-apa, kemudian Azkia membalikkan kepalanya menghadap ke arah Azka. Karena Azka duduk di pinggir dekat tembok jadi Azkia memalingkan wajahnya kesana agar guru tidak melihatnya.
Namun lama-lama tanpa Azkia sadari, ia tertidur juga karena terlalu pusing dan capek setelah berberes pindahan kemaren.
Azka yang melihat itu mengambil ponselnya, lalu mengambil foto Azkia saat tertidur. Azka berfikir foto itu bisa ia gunakan untuk foto aib teman satu kelas.
Setelah itu Azka menusuk pipi mulus milik Azkia dengan bolpoin, dan berkata "Heii! Lo dipanggil sama Bu Jea." guru sejarahnya itu bernama Bu Jea.
Spontan Azkia bangun karena kaget "Iya bu ada apa?" sautnya tanpa sadar.
Semua siswa yang awalnya diam jadi riuh karena ulah Azkia, pasalnya dia tidak dipanggil sama sekali oleh Bu Jea.
"Kamu murid baru itu ya.. kamu berani sekali tidur di jam saya?" tanya Bu Jea sedikit marah.
"Ee-eenggak bu cuma sedikit pusing aja tadi," ucapan Azkia terbata-bata menjawab pertanyaan dari Bu Jea.
"Kalo sakit ke Uks aja, jangan tidur saat pelajaran... apalagi di jam saya!" tegas Bu Jea.
"I-iyaa Bu."
"Sudah kembali duduk, kita lanjutkan pelajarannya." sambung Bu Jea mengintrupsi mereka semua.
Lalu Azkia kembali duduk dan menatap geram kepada Azka, wajahnya yang putih jadi memerah karena menahan amarahnya.
Sorot mata Azkia seolah berbicara "Awas ya, lo nanti gue bales!"
Azka yang merasa dirinya sedang dicacimaki dalam diam oleh Azkia, langsung bertanya pada Azkia.
"Apa?" sambil menaikkan sebelah alisnya dan menahan tawa.
"Gak lucu ya canda lo... gue beneran pusing ini." keluh Azkia sambil memegang pelipisnya.
"Masa?" spontan memegang jidat lebar Azkia dan hanya diangguki oleh siempunya jidat.
Dan perilaku itu membuat Devan dan Attaya melongo, melihat Azka yang selalu jaga jarak dengan perempuan. Tiba-tiba saja jadi perhatian begitu pada perempuan yang belum ada sehari dia kenal. Melihat kejadian itu membuat keduanya syok, mereka berfikir jika Azka mulai tertarik kepada murid baru itu.
"Panas sih, tapi boong.. hahaa." kata Azka sambil menyentil jidat Azkia itu pelan.
"Iiisstt.. sakit tau Ka, nih coba pegang kalo gak percaya, panas ini badan gue." mengambil tangan Azka lagi dan menempelkannya di jidat dan leher miliknya.
Perilaku itu membuat Azka diam mematung memandangi Azkia, yang wajahnya memang sudah agak merah karena demam.
"Eheemmm." deheman Devan membuat mereka berdua salting.
"Cieeee cieee.... salting nihh." goda Attaya lagi.
Mereka berdua hanya diam dan memalingkan wajahnya masing-masing, kejadian itu membuat sahabat mereka tertawa gemas.
.
..."Hati - hati, karena benci dan cinta hanya beda tipis, Jangan terlalu membeci seseorang takutnya nanti jadi Cinta"...
...- E H -...
...----------------...
.
...Terimakassiihhh sudah mampir di ceritaku, jangan bosen yaa ^.^...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Ciihh kamu gak kenal aja Azkia dulu itu gimana orgnya, kali ini loe salah pilih lawan..
2023-07-02
0
Santoso Zha
ye iyee
2022-07-02
0
girll
baca ulng lagi😁
2022-06-18
2