Pemandangan dari restoran ini benar-benar luar biasa, dengan jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota yang gemerlap. Mila tidak bisa menahan kekagumannya.
"Wah, ini baru restoran! Lihat deh, pemandangannya. Luar biasa." Mila memandang ke luar jendela, matanya berbinar.
"Jangan terpesona dulu, Mil. Ayo makan dulu," kata Desi sambil tersenyum. "Kita pesan yang enak saja, biar perut kita kenyang."
Mila tertawa dan duduk dengan tenang. "Ya, ya, aku tahu. Boleh juga, sih, sedikit berlagak di sini."
Bi Inah duduk dengan tenang di samping mereka, dan mereka bertiga pun mulai memilih hidangan yang menggugah selera dari menu yang diberikan pelayan.
Setelah menikmati hidangan lezat di restoran, suasana di dalam ruangan terasa lebih santai. Tapi ketika matahari mulai meredup, mewarnai langit dengan rona jingga yang indah, Mila menyadari sudah waktunya untuk kembali.
Mila menatap jam di tangannya dan tersentak. "Ah, sudah sore, ya? Aku harus pulang, Des. Ada yang perlu aku urus."
Desi mengangguk dengan paham. "Kamu nggak apa-apa? Kalau perlu, aku bisa mengantarmu."
Mila menggelengkan kepala, tersenyum. "Tidak perlu, Des. Yang penting, sekarang aku sudah tahu di mana rumahmu. Nanti kalau ada waktu, aku pasti datang lagi."
Desi tersenyum ramah, "Ya, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya. Semoga lancar semua urusannya."
Bi Inah yang mendengar percakapan mereka ikut mengangguk dengan lembut. "Selamat jalan, Nona Mila. Semoga sehat selalu."
Mila mengangguk, menghormati ucapan Bi Inah, dan tersenyum lebar pada keduanya. "Terima kasih, Bi. Aku pasti kembali lagi."
Dengan langkah mantap, Mila berbalik dan berjalan menuju lift, meninggalkan Desi dan Bi Inah yang masih berdiri di depan meja. Saat pintu lift menutup, Desi menghela napas panjang, seakan mengingatkan dirinya sendiri akan sesuatu yang penting.
Setelah Mila pergi, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju lantai 50. Di dalam lift, suasana sedikit hening, hanya terdengar suara desisan ringan dari mesin lift…
Ambil Saja Suamiku
Semua Salahmu Sendiri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments
Nisa Nisa
Saat kecelakaan dulu itu pilihanmu Bima utk meninggalkan istri dan calon anakmu bukan tekanan keluargamu, begitupun waktu 4 hari kamu habiskan tanpa sedikitpun ingat Dedi itu pilihanmu jangan selalu bersembunyi dengan dalih tekanan keluarga duhai pengecut
2025-10-18
0
Ida Rohani
🤔hmn itu lah ke bodohan nya sendiri yg lemah bukannya bela istri sendiri malah tunduk am kelakuan ibu be ade2ny yg tw nya duit😓😓makasih thor up x🤗semangat terus 💪💪💪ya/Determined//Angry//Determined/
2025-01-29
0
Moertini
sudah terlambat deh kamu akan selalu menyesal akan perbuatan yang tanpa dipikir panjang cuma menuruti hati yang keliru syukurin dilanjutin Author selalu sehat
2025-09-13
0