Harta Karun Lembah Terlarang

Zhang Wei melangkah ke altar kuno dengan hati-hati. Aura dingin dan menekan yang terpancar dari benda bercahaya di atas altar membuat tubuhnya terasa bergetar, namun ia tetap melangkah maju. Di atas altar itu terdapat sebuah kristal hitam legam, berbentuk seperti tetesan air, dengan kilauan merah samar di dalamnya.

Lian Xuhuan berseru dalam kesadaran Zhang Wei, suaranya dipenuhi rasa puas. “Itu dia! Inti Kehidupan Nether. Salah satu dari sepuluh material penting untuk menciptakan tubuhku kembali. Dengan ini, langkah pertama rencana kita sudah terpenuhi.”

Zhang Wei mengulurkan tangan, mengambil kristal itu dengan hati-hati. Begitu tangannya menyentuhnya, energi hangat bercampur dengan dingin meresap ke tubuhnya. Rasanya seperti kehidupan dan kematian yang menyatu, menciptakan sensasi yang aneh namun menenangkan.

“Apa fungsi spesifiknya?” tanya Zhang Wei sambil memeriksa kristal itu lebih dekat.

“Inti Kehidupan Nether ini adalah elemen utama yang akan menjadi inti dari tubuh baruku. Tanpa ini, tubuh itu tidak akan memiliki keseimbangan antara energi hidup dan mati. Kristal ini adalah fondasi bagi semua material lainnya untuk menyatu dengan sempurna.”

Zhang Wei mengangguk. “Bagus. Sekarang aku tahu usaha ini tidak sia-sia.”

Setelah menyimpan kristal itu di dalam cincin penyimpanannya, ia mulai memandang sekeliling lembah. Tanaman roh yang bercahaya memenuhi tempat itu, menciptakan pemandangan yang indah namun penuh misteri. Tanaman-tanaman itu berwarna-warni, dengan bentuk yang aneh dan unik. Beberapa di antaranya memiliki duri-duri yang memancarkan cahaya merah, sementara yang lain memancarkan kabut lembut yang menyelimuti udara di sekitarnya.

“Tanaman-tanaman ini... mereka semua berada di tingkat 7 atau lebih tinggi,” gumam Zhang Wei, suaranya penuh rasa kagum.

“Jangan buang waktu. Panen sebanyak mungkin. Tanaman-tanaman ini akan sangat berguna, baik untuk membuat pil tingkat tinggi maupun untuk barter di masa depan,” kata Lian Xuhuan dengan nada mendesak.

Zhang Wei segera bertindak. Dengan gerakan cepat namun hati-hati, ia mulai memanen tanaman-tanaman roh itu satu per satu. Setiap tanaman dipetik dengan cara yang tepat untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga. Beberapa tanaman bahkan memiliki mekanisme pertahanan, seperti memancarkan racun atau menyemburkan api kecil. Namun, dengan keahlian dan pengalamannya, Zhang Wei mampu mengatasi semua rintangan itu tanpa kesulitan berarti.

Setelah beberapa jam, ia berhasil mengumpulkan ratusan tanaman roh. Di antara mereka, ada beberapa tanaman yang sangat langka, seperti Bunga Abyssal, yang dikenal mampu memperkuat energi spiritual hingga sepuluh kali lipat, dan Daun Cahaya Bintang, yang digunakan dalam pembuatan pil pemulihan tingkat tertinggi.

“Ini seperti menemukan harta karun,” gumam Zhang Wei sambil memasukkan tanaman terakhir ke dalam cincin penyimpanannya.

“Benar,” jawab Lian Xuhuan. “Tapi jangan terlalu lama di sini. Tempat ini memiliki energi yang tidak stabil. Jika kita berlama-lama, mungkin akan ada rintangan lain yang muncul.”

Zhang Wei mengangguk, lalu memandang sekeliling lembah untuk terakhir kalinya. Setelah memastikan tidak ada lagi yang tersisa, ia mulai bergerak keluar dari lembah. Jalan yang ia lalui kembali dipenuhi dengan energi gelap, namun ia tetap melangkah dengan tenang.

Begitu keluar dari lembah, ia merasakan udara yang lebih segar, meskipun masih ada aura gelap yang melingkupi alam rahasia ini. Zhang Wei berdiri sejenak, memandang lembah di belakangnya. “Satu langkah lagi menuju tujuan kita,” katanya pelan.

“Jangan terlalu puas. Alam rahasia ini masih penuh dengan misteri, dan aku yakin ini baru permulaan,” balas Lian Xuhuan.

Dengan tekad yang semakin kuat, Zhang Wei melanjutkan perjalanannya, memasuki bagian lain dari alam rahasia yang penuh dengan bahaya dan rahasia yang belum terungkap. Di kejauhan, suara gemuruh dan kilatan cahaya menunjukkan bahwa tempat ini masih menyimpan banyak hal yang menunggu untuk ditemukan.

Zhang Wei melangkah dengan hati-hati melalui jalan setapak yang berliku di dalam alam rahasia itu. Suasana di sekelilingnya semakin aneh. Pohon-pohon yang sebelumnya tampak gelap dan suram kini berubah menjadi bentuk-bentuk yang tidak masuk akal. Ada yang batangnya melilit seperti ular, sementara daunnya memancarkan cahaya keemasan yang berdenyut seperti jantung.

Di kejauhan, suara-suara aneh menggema, seperti campuran tangisan bayi dan raungan binatang buas. Zhang Wei tetap waspada, pedangnya yang dingin berkilauan di tangan kanannya. Ia tahu, tempat ini bukan hanya rumah bagi tanaman roh, tetapi juga makhluk-makhluk yang tidak ada di dunia luar.

Langkahnya terhenti ketika ia melihat sosok besar bergerak di antara pepohonan. Makhluk itu berbentuk seperti kuda, tetapi memiliki enam kaki dan kepala yang menyerupai naga kecil. Tubuhnya bersinar biru gelap, dan setiap kali bergerak, angin dingin menyapu sekitarnya.

“Itu... Kuda Salju Abyssal,” ujar Lian Xuhuan dengan nada terkejut. “Makhluk langka ini hampir punah di dunia luar. Dagingnya memiliki energi dingin tingkat tinggi, dan darahnya bisa digunakan untuk membuat pil penguat tubuh.”

“Kita tidak punya waktu untuk berburu,” balas Zhang Wei, meskipun matanya tetap mengamati makhluk itu. “Aku tidak ingin membuang energi kecuali benar-benar diperlukan.”

Makhluk itu sepertinya tidak tertarik padanya dan berlalu begitu saja. Zhang Wei melanjutkan perjalanannya, tetapi tidak lama kemudian ia bertemu dengan makhluk lain. Kali ini, seekor serangga raksasa dengan tubuh seperti belalang dan kepala yang bersinar hijau. Serangga itu terbang rendah, mengeluarkan suara berdesis yang membuat telinga berdengung.

“Belalang Hantu Zamrud,” Lian Xuhuan berkata. “Racun mereka sangat mematikan, tetapi cangkangnya bisa digunakan untuk membuat senjata atau baju zirah tingkat tinggi.”

Zhang Wei menunduk, membiarkan serangga itu lewat tanpa memprovokasi. Ia menyadari bahwa tempat ini bukan hanya berbahaya, tetapi juga penuh dengan potensi kekayaan. Namun, ia harus tetap fokus pada tujuannya.

Setelah beberapa jam berjalan, ia menemukan sebuah area yang terbuka. Tanahnya datar dan dipenuhi dengan batu-batu hitam yang tampak seperti kristal gelap. Di tengah area itu berdiri sebuah menara yang aneh dan megah. Menara itu tampak seperti struktur yang berasal dari zaman kuno, dengan dinding hitam legam yang berkilauan di bawah cahaya redup alam rahasia ini.

Menara itu memiliki tujuh lantai, dan setiap lantainya memancarkan aura yang berbeda. Lantai pertama terasa seperti energi api, lantai kedua seperti air, dan begitu seterusnya hingga ke lantai ketujuh yang tampaknya memancarkan aura kekosongan.

“Apa ini?” gumam Zhang Wei sambil memandang menara itu dengan penuh rasa ingin tahu.

“Menara ini... aku tidak tahu,” jawab Lian Xuhuan dengan nada serius. “Aku belum pernah melihat atau mendengar tentang bangunan seperti ini di dalam alam rahasia ini sebelumnya. Ini bukan sesuatu yang kubuat atau kusimpan di sini.”

Zhang Wei memandang menara itu lebih dekat. Pintu masuknya tertutup rapat, tetapi simbol-simbol aneh yang bersinar samar menghiasi permukaannya. Simbol-simbol itu tampak seperti tulisan kuno, tetapi tidak menyerupai bahasa yang pernah ia pelajari.

“Sepertinya kita harus masuk untuk mencari tahu,” kata Zhang Wei sambil melangkah lebih dekat. Ia bisa merasakan aura yang kuat dan misterius terpancar dari menara itu, seolah-olah menantangnya untuk mendekat.

Terpopuler

Comments

Nanik S

Nanik S

Apakah menara itu seperti Pagoda tingkatanya

2025-03-17

0

Mamat Stone

Mamat Stone

/Panic/

2025-03-28

0

Mamat Stone

Mamat Stone

/Doubt/

2025-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bayangan Perang di Tanah Barat
2 Mangsa ingin Memangsa
3 Menerobos ranah Martial Ancestor
4 Musuh Lainnya
5 Pertempuran Dimulai
6 Ancaman yang Sebenarnya
7 Pertarungan dua Martial Ancestor
8 Kekalahan yang Memalukan
9 Perkembangan Pesat
10 Musuh Baru
11 Rencana yang sia-sia
12 Hukuman Tak Terhindarkan
13 Musuh Bodoh
14 Mengakhiri Kebodohan
15 Lalat Pengganggu
16 Perlawanan yang tak berguna
17 Memasuki Alam Rahasia
18 Mencari Material
19 Harta Karun Lembah Terlarang
20 Menantang Menara
21 Akar Pohon Dunia
22 Api Abadi dan Mahluk Suci
23 Penghancur Semesta & Warisan
24 Entitas Aneh
25 Mei si Misterius
26 Kota Diserang
27 Pangeran Bodoh
28 Undangan Kaisar
29 Menerima Undangan
30 Tiba di Istana
31 Dibalik Tirai Kekaisaran
32 Rencana Zhang Wei
33 Perjamuan Kekaisaran
34 Bersiap
35 Memulai Aksi
36 Misi Berhasil
37 Kerajaan Tianlan
38 Kota Haifeng
39 Konflik di Restoran
40 Zhao Heng
41 Kesombongan Kosong
42 Para Penjilat
43 Memilih
44 Menyebrangi Samudera
45 Jejak Baru di Benua Selatan
46 Kota Tanpa Hukum
47 Yue Lian
48 Serikat Langit Senja
49 Tiba di Gurun Kuno
50 Sekte Seribu Belati
51 Iblis Kelabu
52 Menjelajahi Reruntuhan Kuno
53 Ancaman Tak Terlihat
54 Pertemuan Kembali Dua Jiwa Kuno
55 Pecahan Kegelapan Mutlak
56 Dilema
57 Situasi Tak Terduga
58 Pusat Reruntuhan
59 Pasukan Hitam
60 Zhang Wei Terdesak
61 Amarah Jiwa Kuno
62 Cerita Lama
63 Tragedi
64 Pewarisan
65 Tepat Waktu
66 Mencegah Bencana
67 Kepergian Lian Xuhuan
68 Perpisahan
69 Menerobos Martial Sovereign
70 Menguji Kekuatan
71 Meninggalkan Gurun Kuno
72 Pertarungan Tanpa Pemenang
73 Kembali ke Benua Timur
74 Menyerang Kota Canyu
75 Menyerang Kota Canyu II
76 Kaisar Turun Tangan
77 Duel Entitas Terkuat Dari Benua Timur
78 Perbedaan Yang Membuat Perbedaan
79 Era Baru
80 Kemakmuran Wilayah Utara
81 Melanjutkan Misi Utama
82 Menantang Mei
83 Pengakuan dan Petunjuk
84 Membantai Naga Bumi
85 Panen Yang Luar Biasa
86 Diusir
87 Langkah Menuju Benua Tengah
88 Mulai Berlayar
89 Memasuki Samudera Petaka
90 Rintangan Pertama Samudera Petaka
91 Kepulauan Misterius
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bayangan Perang di Tanah Barat
2
Mangsa ingin Memangsa
3
Menerobos ranah Martial Ancestor
4
Musuh Lainnya
5
Pertempuran Dimulai
6
Ancaman yang Sebenarnya
7
Pertarungan dua Martial Ancestor
8
Kekalahan yang Memalukan
9
Perkembangan Pesat
10
Musuh Baru
11
Rencana yang sia-sia
12
Hukuman Tak Terhindarkan
13
Musuh Bodoh
14
Mengakhiri Kebodohan
15
Lalat Pengganggu
16
Perlawanan yang tak berguna
17
Memasuki Alam Rahasia
18
Mencari Material
19
Harta Karun Lembah Terlarang
20
Menantang Menara
21
Akar Pohon Dunia
22
Api Abadi dan Mahluk Suci
23
Penghancur Semesta & Warisan
24
Entitas Aneh
25
Mei si Misterius
26
Kota Diserang
27
Pangeran Bodoh
28
Undangan Kaisar
29
Menerima Undangan
30
Tiba di Istana
31
Dibalik Tirai Kekaisaran
32
Rencana Zhang Wei
33
Perjamuan Kekaisaran
34
Bersiap
35
Memulai Aksi
36
Misi Berhasil
37
Kerajaan Tianlan
38
Kota Haifeng
39
Konflik di Restoran
40
Zhao Heng
41
Kesombongan Kosong
42
Para Penjilat
43
Memilih
44
Menyebrangi Samudera
45
Jejak Baru di Benua Selatan
46
Kota Tanpa Hukum
47
Yue Lian
48
Serikat Langit Senja
49
Tiba di Gurun Kuno
50
Sekte Seribu Belati
51
Iblis Kelabu
52
Menjelajahi Reruntuhan Kuno
53
Ancaman Tak Terlihat
54
Pertemuan Kembali Dua Jiwa Kuno
55
Pecahan Kegelapan Mutlak
56
Dilema
57
Situasi Tak Terduga
58
Pusat Reruntuhan
59
Pasukan Hitam
60
Zhang Wei Terdesak
61
Amarah Jiwa Kuno
62
Cerita Lama
63
Tragedi
64
Pewarisan
65
Tepat Waktu
66
Mencegah Bencana
67
Kepergian Lian Xuhuan
68
Perpisahan
69
Menerobos Martial Sovereign
70
Menguji Kekuatan
71
Meninggalkan Gurun Kuno
72
Pertarungan Tanpa Pemenang
73
Kembali ke Benua Timur
74
Menyerang Kota Canyu
75
Menyerang Kota Canyu II
76
Kaisar Turun Tangan
77
Duel Entitas Terkuat Dari Benua Timur
78
Perbedaan Yang Membuat Perbedaan
79
Era Baru
80
Kemakmuran Wilayah Utara
81
Melanjutkan Misi Utama
82
Menantang Mei
83
Pengakuan dan Petunjuk
84
Membantai Naga Bumi
85
Panen Yang Luar Biasa
86
Diusir
87
Langkah Menuju Benua Tengah
88
Mulai Berlayar
89
Memasuki Samudera Petaka
90
Rintangan Pertama Samudera Petaka
91
Kepulauan Misterius

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!