Perlawanan yang tak berguna

Suara pedang yang beradu memenuhi lembah, memecah keheningan malam. Zhang Wei melompat gesit, menghindari serangan-serangan mematikan yang dilancarkan oleh para Martial Emperor dan Martial Ancestor yang mengepungnya. Meski secara individu mereka bukan tandingannya, kerja sama mereka cukup untuk membuat Zhang Wei sedikit terdesak.

"Anak muda, meskipun kau berbakat, kau tidak bisa melawan kami semua sendirian," kata pemimpin mereka, seorang Martial Ancestor lapisan kedua dengan senyum dingin di wajahnya.

Zhang Wei mendengus, menepis dua serangan yang datang dari arah berlawanan dengan bilah pedangnya. "Banyak bicara untuk seseorang yang hanya berani menyerang dengan keroyokan."

Salah satu Martial Emperor mencoba menyerangnya dari belakang, namun Zhang Wei dengan cepat berbalik dan meluncurkan tebasan horizontal yang nyaris memutus tubuh lawannya. Namun, momen itu dimanfaatkan oleh seorang Martial Ancestor lain untuk menyerang dari sisi kanan. Sebuah gelombang energi meluncur cepat, menghantam perisai energi Zhang Wei dan membuatnya terdorong mundur beberapa langkah.

“Hmph, hanya karena kalian bekerja sama, bukan berarti kalian bisa menang,” kata Zhang Wei, suaranya penuh keyakinan.

Namun, di dalam pikirannya, Lian Xuhuan berbicara. "Jangan remehkan mereka, Wei. Kerja sama mereka cukup baik untuk mengurangi celah kekuatan. Jika kau tidak segera mengakhiri ini, kau akan kehabisan energi."

Zhang Wei mengangguk kecil. Napasnya berat, namun matanya tetap tajam.

Pemimpin kelompok itu, seorang pria dengan rambut panjang berwarna perak dan aura menindas, melangkah maju. Dia memandang Zhang Wei dengan penuh ejekan. "Kau cukup kuat, aku akui itu. Tapi bahkan harimau tidak bisa bertahan lama melawan segerombolan serigala."

Zhang Wei memandangnya dingin. "Serigala? Kalian lebih mirip anjing liar yang hanya berani menggonggong bersama."

Pria itu tertawa dingin, lalu memberi isyarat kepada bawahannya. Para Martial Emperor segera bergerak bersamaan, melancarkan serangan gabungan yang menciptakan badai energi di sekitar Zhang Wei. Pemimpin mereka menambahkan serangannya sendiri, membuat badai itu semakin ganas.

Zhang Wei melompat tinggi, mencoba keluar dari jangkauan serangan, namun salah satu Martial Emperor telah menunggu di atasnya. Sebuah pukulan energi menghantam bahunya, membuatnya jatuh kembali ke tanah.

"Aku harus mengakui," gumam Zhang Wei, menghapus darah di sudut bibirnya, "kerja sama kalian cukup merepotkan."

Namun, di saat itu juga, aura di sekitarnya mulai berubah. Udara menjadi dingin, dan kabut tipis mulai muncul dari pedangnya. Zhang Wei menutup matanya sejenak, mengumpulkan energi dalam-dalam.

“Sekarang!” seru Lian Xuhuan dari dalam pikirannya. “Gunakan bentuk kedua! Tunjukkan pada mereka bahwa kerja sama mereka tidak ada artinya.”

Zhang Wei membuka matanya, yang kini bersinar dengan warna abu-abu kehijauan. "Kalian ingin tahu apa artinya melawan Pendekar Pedang Kelabu? Aku akan tunjukkan."

Pedangnya bergetar, memancarkan aura dingin yang menusuk tulang. Dalam sekejap, bentuknya berubah, dari pedang biasa menjadi bilah panjang yang diliputi kabut tipis berwarna keperakan. Energi yang dilepaskan dari pedang itu membuat para lawannya terpaku sejenak.

“Ini… apa ini?” salah satu Martial Emperor bergumam, suaranya bergetar.

“Kau akan segera tau,” kata Zhang Wei dengan suara dingin. "Dan ini adalah akhir bagi kalian."

Zhang Wei mengarahkan pedangnya ke arah musuh, aura dingin dari Pelahap Embun memenuhi lembah, membuat semua orang merasa seperti menghadapi kematian itu sendiri.

Dengan satu gerakan cepat, Zhang Wei melepaskan energi pedangnya yang kelabu, menyelimuti area pertarungan dalam kabut mematikan. Para Martial Emperor yang sebelumnya menyerangnya bersama-sama mulai kehilangan koordinasi mereka. Teknik tingkat tinggi yang Zhang Wei gunakan—Jaring Ilusi Tanpa Batas—memanipulasi ruang di sekelilingnya, memutuskan koneksi antara anggota kelompok lawannya. Teknik ini merupakan salah satu ajaran Lian Xuhuan yang sangat sulit untuk dikuasai, namun Zhang Wei, dengan bakat luar biasa dan latihan kerasnya, berhasil menguasainya dengan sempurna.

Para Martial Emperor itu kini terlihat kebingungan. Mereka tidak lagi bisa melihat atau merasakan kehadiran satu sama lain. Serangan mereka yang sebelumnya terkoordinasi berubah menjadi serangan membabi buta, menghantam udara kosong atau bahkan sesama mereka. Zhang Wei melangkah maju dengan tenang, senyum tipis menghiasi wajahnya. “Apa yang terjadi? Bukankah kalian begitu sombong sebelumnya?” tanyanya dengan nada mengejek.

Satu demi satu, Zhang Wei mulai menargetkan musuh-musuhnya. Dalam sekejap, salah satu Martial Emperor yang mencoba menyerangnya dengan jurus mematikan mendapati pedang kelabu itu menembus jantungnya. Zhang Wei menarik pedangnya dengan gerakan halus, membiarkan tubuh musuhnya terjatuh ke tanah tanpa daya.

“Sekarang giliranku,” bisik Zhang Wei dengan dingin.

Melihat rekan mereka mulai tumbang satu per satu, beberapa Martial Emperor mencoba melarikan diri, tetapi Jaring Ilusi Tanpa Batas mencegah mereka melangkah keluar dari area pertempuran. Zhang Wei, seperti serigala yang mengintai mangsanya, melancarkan serangan dengan kecepatan dan presisi yang tidak bisa mereka lawan.

Dalam waktu singkat, hanya tersisa pemimpin kelompok itu, seorang Martial Ancestor lapisan kedua yang terlihat geram dan mulai menunjukkan tanda-tanda kepanikan. “Kau pikir kau bisa melawan aku seorang diri? Jangan sombong hanya karena kau menang melawan bawahanku!” teriaknya.

Zhang Wei tidak menanggapi. Sebagai gantinya, dia mengayunkan pedangnya, mengaktifkan bentuk kedua, Pelahap Embun, sekali lagi. Pedang itu bersinar dengan kilauan abu-abu yang tampak seperti menyerap segala sesuatu di sekitarnya, termasuk energi musuh. Pemimpin itu mencoba melancarkan serangan besar, tetapi energi yang dia kumpulkan terasa tersedot ke arah pedang Zhang Wei, membuat serangannya melemah bahkan sebelum dilancarkan.

“Tidak mungkin…!” Pemimpin itu mundur beberapa langkah, tatapan matanya penuh ketakutan.

Zhang Wei maju perlahan, setiap langkahnya penuh tekanan. “Aku sudah memperingatkan kalian. Tapi kalian memilih untuk tidak mendengarkan,” katanya dengan suara yang penuh ketenangan namun mengandung ancaman.

Ketika jarak di antara mereka semakin dekat, Zhang Wei mengayunkan pedangnya dengan kecepatan luar biasa. Pemimpin itu hanya bisa bertahan dengan sisa energi yang dia miliki, tetapi setiap tebasan Zhang Wei terasa seperti membawa beban dunia. Meskipun dia adalah seorang Martial Ancestor, pemimpin itu mulai menyadari bahwa pemuda di depannya adalah lawan yang tidak bisa dia kalahkan.

Pertarungan itu kini berubah menjadi dominasi sepihak. Zhang Wei, dengan pengalaman dan kecerdasannya, telah sepenuhnya menguasai medan pertempuran. Sang pemimpin hanya bisa menggeram dalam hati, menyesali keputusan bodohnya untuk melawan pemuda yang ternyata jauh lebih berbahaya dari yang dia bayangkan.

Zhang Wei berdiri dengan tenang di tengah ladang kehancuran yang baru saja ia ciptakan. Tubuh pemimpin kelompok itu gemetar, wajahnya memucat. Dia tahu bahwa akhir hidupnya sudah di depan mata, tetapi ketakutan yang lebih besar menghantuinya—kehilangan rahasia tentang siapa yang mengirim mereka.

Zhang Wei mendekat, aura kelabu dari pedangnya masih berdenyut seolah hidup. “Katakan kau dikirim oleh organisasi mana!,” perintahnya dengan nada dingin.

Terpopuler

Comments

Mamat Stone

Mamat Stone

/Casual/

2025-03-28

0

Mamat Stone

Mamat Stone

/CoolGuy/

2025-03-28

0

Nanik S

Nanik S

Bantai semuanya

2025-03-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bayangan Perang di Tanah Barat
2 Mangsa ingin Memangsa
3 Menerobos ranah Martial Ancestor
4 Musuh Lainnya
5 Pertempuran Dimulai
6 Ancaman yang Sebenarnya
7 Pertarungan dua Martial Ancestor
8 Kekalahan yang Memalukan
9 Perkembangan Pesat
10 Musuh Baru
11 Rencana yang sia-sia
12 Hukuman Tak Terhindarkan
13 Musuh Bodoh
14 Mengakhiri Kebodohan
15 Lalat Pengganggu
16 Perlawanan yang tak berguna
17 Memasuki Alam Rahasia
18 Mencari Material
19 Harta Karun Lembah Terlarang
20 Menantang Menara
21 Akar Pohon Dunia
22 Api Abadi dan Mahluk Suci
23 Penghancur Semesta & Warisan
24 Entitas Aneh
25 Mei si Misterius
26 Kota Diserang
27 Pangeran Bodoh
28 Undangan Kaisar
29 Menerima Undangan
30 Tiba di Istana
31 Dibalik Tirai Kekaisaran
32 Rencana Zhang Wei
33 Perjamuan Kekaisaran
34 Bersiap
35 Memulai Aksi
36 Misi Berhasil
37 Kerajaan Tianlan
38 Kota Haifeng
39 Konflik di Restoran
40 Zhao Heng
41 Kesombongan Kosong
42 Para Penjilat
43 Memilih
44 Menyebrangi Samudera
45 Jejak Baru di Benua Selatan
46 Kota Tanpa Hukum
47 Yue Lian
48 Serikat Langit Senja
49 Tiba di Gurun Kuno
50 Sekte Seribu Belati
51 Iblis Kelabu
52 Menjelajahi Reruntuhan Kuno
53 Ancaman Tak Terlihat
54 Pertemuan Kembali Dua Jiwa Kuno
55 Pecahan Kegelapan Mutlak
56 Dilema
57 Situasi Tak Terduga
58 Pusat Reruntuhan
59 Pasukan Hitam
60 Zhang Wei Terdesak
61 Amarah Jiwa Kuno
62 Cerita Lama
63 Tragedi
64 Pewarisan
65 Tepat Waktu
66 Mencegah Bencana
67 Kepergian Lian Xuhuan
68 Perpisahan
69 Menerobos Martial Sovereign
70 Menguji Kekuatan
71 Meninggalkan Gurun Kuno
72 Pertarungan Tanpa Pemenang
73 Kembali ke Benua Timur
74 Menyerang Kota Canyu
75 Menyerang Kota Canyu II
76 Kaisar Turun Tangan
77 Duel Entitas Terkuat Dari Benua Timur
78 Perbedaan Yang Membuat Perbedaan
79 Era Baru
80 Kemakmuran Wilayah Utara
81 Melanjutkan Misi Utama
82 Menantang Mei
83 Pengakuan dan Petunjuk
84 Membantai Naga Bumi
85 Panen Yang Luar Biasa
86 Diusir
87 Langkah Menuju Benua Tengah
88 Mulai Berlayar
89 Memasuki Samudera Petaka
90 Rintangan Pertama Samudera Petaka
91 Kepulauan Misterius
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bayangan Perang di Tanah Barat
2
Mangsa ingin Memangsa
3
Menerobos ranah Martial Ancestor
4
Musuh Lainnya
5
Pertempuran Dimulai
6
Ancaman yang Sebenarnya
7
Pertarungan dua Martial Ancestor
8
Kekalahan yang Memalukan
9
Perkembangan Pesat
10
Musuh Baru
11
Rencana yang sia-sia
12
Hukuman Tak Terhindarkan
13
Musuh Bodoh
14
Mengakhiri Kebodohan
15
Lalat Pengganggu
16
Perlawanan yang tak berguna
17
Memasuki Alam Rahasia
18
Mencari Material
19
Harta Karun Lembah Terlarang
20
Menantang Menara
21
Akar Pohon Dunia
22
Api Abadi dan Mahluk Suci
23
Penghancur Semesta & Warisan
24
Entitas Aneh
25
Mei si Misterius
26
Kota Diserang
27
Pangeran Bodoh
28
Undangan Kaisar
29
Menerima Undangan
30
Tiba di Istana
31
Dibalik Tirai Kekaisaran
32
Rencana Zhang Wei
33
Perjamuan Kekaisaran
34
Bersiap
35
Memulai Aksi
36
Misi Berhasil
37
Kerajaan Tianlan
38
Kota Haifeng
39
Konflik di Restoran
40
Zhao Heng
41
Kesombongan Kosong
42
Para Penjilat
43
Memilih
44
Menyebrangi Samudera
45
Jejak Baru di Benua Selatan
46
Kota Tanpa Hukum
47
Yue Lian
48
Serikat Langit Senja
49
Tiba di Gurun Kuno
50
Sekte Seribu Belati
51
Iblis Kelabu
52
Menjelajahi Reruntuhan Kuno
53
Ancaman Tak Terlihat
54
Pertemuan Kembali Dua Jiwa Kuno
55
Pecahan Kegelapan Mutlak
56
Dilema
57
Situasi Tak Terduga
58
Pusat Reruntuhan
59
Pasukan Hitam
60
Zhang Wei Terdesak
61
Amarah Jiwa Kuno
62
Cerita Lama
63
Tragedi
64
Pewarisan
65
Tepat Waktu
66
Mencegah Bencana
67
Kepergian Lian Xuhuan
68
Perpisahan
69
Menerobos Martial Sovereign
70
Menguji Kekuatan
71
Meninggalkan Gurun Kuno
72
Pertarungan Tanpa Pemenang
73
Kembali ke Benua Timur
74
Menyerang Kota Canyu
75
Menyerang Kota Canyu II
76
Kaisar Turun Tangan
77
Duel Entitas Terkuat Dari Benua Timur
78
Perbedaan Yang Membuat Perbedaan
79
Era Baru
80
Kemakmuran Wilayah Utara
81
Melanjutkan Misi Utama
82
Menantang Mei
83
Pengakuan dan Petunjuk
84
Membantai Naga Bumi
85
Panen Yang Luar Biasa
86
Diusir
87
Langkah Menuju Benua Tengah
88
Mulai Berlayar
89
Memasuki Samudera Petaka
90
Rintangan Pertama Samudera Petaka
91
Kepulauan Misterius

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!