Rencana Rahasia Leon

Semenjak kejadian penculikan itu Zian sama sekali belum melihat keadaan Rania karena Raka tidak mengizinkannya. Alasan Raka tidak mengizinkan Zian karena takut putranya ke trigger jika melihat Rania, bahkan Raka menyewa jasa psikologi anak untuk memastikan apakah ada trauma tersendiri yang dialami Zian. Waktu itu Leon yang mendapat kabar bahwa adiknya di culik langsung meninggalkan tempat latihan basketnya.

flashback

Leon saat ini sedang latihan basket bersama teman-temannya,dia sebagai kapten basket berupaya agar selalu memenangkan pertandingan, sebentar lagi sekolahnya akan bertanding dengan salah satu sekolah elit di daerahnya di dalam tim basket itu terdapat musuh bebuyutannya sehingga dia berupaya agar mengalahkan musuhnya.

Leon yang terkenal play boy cap kadal mendapatkan sorakan dari para wanitanya.

"LEON SAYANG KAMU KEREN BANGET"

"WOY SIAPA YANG MANGGIL PACAR AKU SAYANG."

"HELLOW LEON ITU MILIK KITA BERSAMA YA."

Dan masih banyak sorakan yang membuat telinga panas tapi tidak dengan Leon yang sudah terbiasa akan hal itu.

"Le lihat tu cewek-cewek loh lagi berantem." ucap Denis teman Leon,dan seperti biasa sang primadona tidak menanggapi malah fokus pada latihannya.

"Resiko jadi cowok cakep tuh gini ya, kemana-mana ada aja yang minta foto,kadang agak capek sih jadi makhluk ganteng kaya aku." Leon adalah definisi manusia yang sangat percaya diri.

"Apalah dia apalah." saut temannya yang lain.

Tiba-tiba tiba ponselnya berdering dan tertera nama sang papi Leon langsung mengangkat telepon, karena pernah saat papinya telpon malah dia bisukan akhirnya dia dihukum fasilitas kemewahan dicabut selama satu mingguan yang mengakibatkan dia mendadak menjadi gelandangan tampan.

Dengan gaya selengekannya Leon mengangkat telepon,"Assalamualaikum papi yang ganteng banget ada apa kah -" belum sempat Leon mengeluarkan rayuan maut untuk sang papi malahan dia yang diberikan kejutan.

"APA ZIAN DI CULIK."

"Leon langsung kesana Pi,eh iya Leon langsung pulang." Leon yang mendapat kabar adiknya diculik langsung berlari meninggalkan lapangan basket.

Teman-temannya bertanya-tanya kenapa Leon terlihat sangat khawatir.

"LE MAU KEMANA LO" Denis bertanya sambil berteriak karena Leon sudah berlari menuju keluar.

"GUE CABUT DULU ADIK GUE DI CULIK." Jawab Leon yang ikut berteriak.

Teman-temannya ikut panik mendengar ucapan Leon.

"PERLU BANTUAN GA LE?" Tanya teman Leon.

"AMAN ZIAN UDAH DIRUMAH." Dan akhirnya Leon menghilang dari pandangan teman-temannya.

Leon mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, meskipun dia sering membuat adiknya menangis tapi dia tidak rela jika adiknya terluka Leon sangat menyayangi adiknya karena dia berpikir bahwa Zian adalah kenangan terakhir dari maminya.

Setelah sampai di rumah Leon langsung berlari masuk untuk memastikan keadaan adiknya.

"ZIAN ZIAN ZIAN." Sangking panik nya tidak sadar dia meneteskan air mata.

"KAKAK SINGA." Zian berlari menuju Leon dan langsung memeluk Leon.

"Zian kamu gapapa kan,mana yang sakit,mana yang luka." Rentetan pertanyaan dilontarkan oleh Leon.

"Kak Leon Zian gapapa,tapi Tante Rania tadi berdarah darah karena menyelamatkan Zian,huaaa." Zian mengadukan keadaan Rania kepada Leon.

"Nanti kita tanya papi ya." akhirnya Leon lega karena adiknya tidak kenapa-kenapa.

"Zian lain kali kamu ga boleh pergi tanpa didampingi papi atau kak Leon ya, janji." Leon menyodorkan jari kelingkingnya.

Zian menatap mata Leon yang menyiratkan kekhawatiran,"janji kak."

Leon mengusap kepala Zian,"adik kakak memang pintar."

Di atas tangga ada sepasang mata yang menatap momen kakak beradik yang tampak saling menyayangi itu,ya dia adalah Revan, meskipun dia tidak menunjukkan kekhawatiran seperti Leon tapi jauh di dalam lubuk hatinya Revan mengawatirkan Zian tapi dia menepis perasaan itu karena amarah dan dendam yang terpatri dihatinya.

flashoff

Seperti hari-hari sebelumnya,hari ini Zian menanyakan keadaan Rania kepada Raka dan Zian ingin bertemu dengan Rania.

"Papi Zian mau ketemu tante Rania,pipi sekarang suka bohong katanya besok,eh besok lagi,kan papi bilang kita tidak boleh bohong agar hidung kita tidak panjang tapi papi bohong terus, makanya hidung papi panjang." celotehan Zian dipagi hari membuat kepala Raka pusing.

"Iya nanti kita jenguk Tante Rania, sekarang Zian makan terus kita berangkat sekolah, ingat Zian ga boleh pergi kalau papi belum jemput Zian." Raka memberikan peringatan kepada putranya karena takut hal yang lalu terjadi lagi.

"Okey papi." Zian mengangkat jempolnya kearah Raka sambil mengunyah makanan.

"Leon jadi penasaran sama Tante Rania, apakah se spesies kaya Tante Lisa tetangga kita yang janda itu,yang suka genit sama papi itu loh." Leon terkikik membayangkan janda hot depan rumahnya yang mengincar Raka.

"Ngawur aja kamu,Rania masih muda mungkin usianya tidak terlalu jauh sama Revan." Revan yang disebut namanya hanya menyimak pembicaraan.

"Wuihh papi sekarang sukanya yang muda-muda ya." Leon menaik turunkan alisnya, sedangkan Raka hanya melirik sinis mendengar ucapan putra keduanya yang ajaib ini.

"Papi berniat menjadikan Rania sebagai pengasuh Zian, bagaimana menurut kalian?." Raka menanyakan pendapat putra-putranya.

Ting

Revan meletakkan sendok dengan keras mendengar ucapan papinya.

"Aku terserah papi aja,asal jangan ada yang menggantikan posisi mami di rumah ini,aku berangkat Pi." Revan langsung pergi setelah memberikan pendapat.

"Leon mah terserah,apa lagi masih muda, pasti cantik kan Yul." tanya Leon kepada Zian.

Zian menjawab" Cantik banget banget banget kak."

"Kalau gitu aku yes Pi."Leon mengatakan dengan semangat yang berapi-api.

"Kok jadi kamu yang semangat."Raka merasa aneh dengan putra keduanya.

"Gapapa Pi itu demi kebaikan Zian." Leon berkata sambil tersenyum misterius.

Di otaknya sudah tergambar rencana rahasia jika Rania menjadi pengasuh Zian.

Terpopuler

Comments

Patrish

Patrish

waah.. kakak Revan belum bisa menerima keadaan nih...

2025-03-05

2

lihat semua
Episodes
1 Hal Baru
2 Lantai Dua Puluh
3 Makan siang
4 Raka
5 Pembawa Sial?
6 Bos Sombong
7 Dimana Rania?
8 Amarah Raka
9 Mas Zidane?
10 Maaf untuk Rania
11 Jalan-jalan
12 Sandal Dinosaurus
13 Penculikan
14 Bagaimana dengan Rania?
15 Ungkapan Perasaan
16 Rencana Rahasia Leon
17 Kedatangan Raka
18 Pertemuan tidak terduga
19 Tawaran menggiurkan
20 Selisih Paham
21 Melanjutkan hidup
22 Familiar
23 Saran Zidane
24 Keputusan Rania
25 Mengobati luka
26 Hari terakhir bekerja
27 Zian sakit
28 Tinggal bersama
29 Terjebak dalam hujan
30 Rasanya kok beda?
31 Peringatan untuk Sherly
32 Gombalan maut Leon
33 Minuman herbal dan kesalahan pahaman
34 bekal cinta Rania
35 Bekal - bekal gemoy
36 Wajah yang teduh
37 Izin
38 Patah hati Raka
39 Menciptakan jarak
40 Janur kuning belum melengkung
41 Lomba memasak
42 Siapa sangka?
43 Meyakinkan
44 Hanya Pengasuh anak
45 Akhirnya ditemukan
46 Kekecewaan Leon
47 Mencuri hati papi
48 Serangan janda depan rumah
49 Kedatangan Zidane
50 Saingan berat Zidane
51 Dilema Zidane
52 Keretakan hubungan
53 Cinta lama
54 Rasa bersalah
55 Seperti apa Rania?
56 Kunjungan dadakan
57 Rencana jahat Sherly
58 Sakit
59 Kekacauan
60 Misteri dibalik foto
61 Saya akan datang!
62 Resepsi pernikahan Zidane dan Sherly
63 Apa hubungan di antara kalian?
64 Putri yang terabaikan
65 Kesedihan
66 Penyesalan
67 Lamaran dadakan
68 Ketegangan di malam hari
69 Kamu tahu saya,kan?
70 Dia bukan.....
71 Kemarahan seorang ayah
72 Fakta tentang Rania
73 Om atau pak?
74 Tamu tidak di undang
75 Pernikahan dipercepat
76 Menyadarkan Revan
77 Dunia selalu berubah
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Hal Baru
2
Lantai Dua Puluh
3
Makan siang
4
Raka
5
Pembawa Sial?
6
Bos Sombong
7
Dimana Rania?
8
Amarah Raka
9
Mas Zidane?
10
Maaf untuk Rania
11
Jalan-jalan
12
Sandal Dinosaurus
13
Penculikan
14
Bagaimana dengan Rania?
15
Ungkapan Perasaan
16
Rencana Rahasia Leon
17
Kedatangan Raka
18
Pertemuan tidak terduga
19
Tawaran menggiurkan
20
Selisih Paham
21
Melanjutkan hidup
22
Familiar
23
Saran Zidane
24
Keputusan Rania
25
Mengobati luka
26
Hari terakhir bekerja
27
Zian sakit
28
Tinggal bersama
29
Terjebak dalam hujan
30
Rasanya kok beda?
31
Peringatan untuk Sherly
32
Gombalan maut Leon
33
Minuman herbal dan kesalahan pahaman
34
bekal cinta Rania
35
Bekal - bekal gemoy
36
Wajah yang teduh
37
Izin
38
Patah hati Raka
39
Menciptakan jarak
40
Janur kuning belum melengkung
41
Lomba memasak
42
Siapa sangka?
43
Meyakinkan
44
Hanya Pengasuh anak
45
Akhirnya ditemukan
46
Kekecewaan Leon
47
Mencuri hati papi
48
Serangan janda depan rumah
49
Kedatangan Zidane
50
Saingan berat Zidane
51
Dilema Zidane
52
Keretakan hubungan
53
Cinta lama
54
Rasa bersalah
55
Seperti apa Rania?
56
Kunjungan dadakan
57
Rencana jahat Sherly
58
Sakit
59
Kekacauan
60
Misteri dibalik foto
61
Saya akan datang!
62
Resepsi pernikahan Zidane dan Sherly
63
Apa hubungan di antara kalian?
64
Putri yang terabaikan
65
Kesedihan
66
Penyesalan
67
Lamaran dadakan
68
Ketegangan di malam hari
69
Kamu tahu saya,kan?
70
Dia bukan.....
71
Kemarahan seorang ayah
72
Fakta tentang Rania
73
Om atau pak?
74
Tamu tidak di undang
75
Pernikahan dipercepat
76
Menyadarkan Revan
77
Dunia selalu berubah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!