Pembawa Sial?

Kurang lebih selama tujuh tahun ini Raka selalu menyimpan keperluan Zian, seperti pagi ini.

"Papi kolor Zian yang gambar Spongebob mana?." tanya Zian sambil berteriak di dalam walk in close.

Ini adalah normal day yang dialami Raka setelah di tinggal meninggal istrinya.

Raka yang mendengar teriakkan Zian langsung menuju kearah putranya.

"pake celana yang lain aja ya, mungkin celana gambar sepongebob nya masih kotor." Raka memberikan pengertian kepada Zian karena dia malas jika disuruh untuk mencari kolor keramat putranya.

"Ga mau papi pokoknya Zian mau yang gambar sepongebob." jawab Zian sambil berkaca-kaca.

"Nanti kita beli celana gambar sepongebob yang banyak ya,tapi sekarang pakai yang lain dulu,oke."Raka melakukan negosiasi dengan Zian.

Zian yang mendapatkan tawaran menggiurkan dari papinya langsung menyetujui,"oke deh,tapi sama boneka sepongebob yang besar juga ya." ini adalah ajaran dari Leon yang pintar memanfaatkan situasi, agar tidak semakin kesiangan akhirnya Raka menyetujui permintaan putranya toh cuma boneka sepongebob bahkan jika putranya meminta pabrik boneka pasti akan dia usaha (orang kaya di emang beda ya bund).

"Oke, sekarang Zian pake seragam terus kita turun sarapan." Zian memakai seragam dengan semangat karena terbayang akan mendapatkan banyak kolor dan boneka Spongebob besar.

Raka menuruni tangga dengan menggandeng Zain yang tampak ceria, sedangkan di meja makan sudah terdapat Revan dengan wajah dinginnya dan Leon dengan wajah ngantuk nya.

"Selamat pagi." Raka menyapa kedua putranya.

"Selamat pagi Pi." jawab Revan dan Leon secara bersamaan.

"Leon kenapa kamu terlihat lemas? apakah kamu sakit?."

Leon yang mendapat pertanyaan dari papi nya langsung mengangkat wajahnya dari meja.

"Engga Pi cuma ngantuk ringan."Jawab Leon.

"Kamu itu masih pelajar jangan begadang terus,itu yang membuat nilai kamu jelek." Nasihat Raka.

"iya Pi." Leon menanggapi dengan seadanya.

"Emangnya ngapain kamu begadang, belajar?." tanya Revan yang akhirnya buka suara.

"nonton Drakor kak, sumpah seru banget ceritanya tentang juru bicara presiden sama cewek bisu,beuhh menguras emosi banget." Jelas Leon dengan bersemangat ketika menceritakan alasan dia begadang.

"Kamu itu cowok kenapa nonton begituan." saut Revan.

"Kak Revan yang hidupnya kyk tembok, nonton Drakor itu ga ada gender nya ya alias hak asasi manusia." sewot Leon.

"Ayo kita makan jangan membahas hal-hal yang tidak penting,dan Zian nanti kamu dijemput karyawan papi namanya Tante Rania." Leon dan Revan terkejut lantaran Raka mempercayakan Zian kepada orang lain.

"wuih siapa tuh Pi kok kelihatannya deket banget." Revan yang penasaran merasa terwakilkan oleh pertanyaan Leon.

"Cuma office girl dikantor." saut Raka seadanya.

"Kirain pacar papi." goda Leon.

Zian dari tadi menyimak pembicaraan tiga pria dewasa tersebut. Sampai Leon menatap aneh adiknya yang terlihat sangat bahagia.

"Tumben lu semangat pergi ke sekolah yul." tanya Leon.

"Papi kak singa panggil Zian tuyul." adu Zian sambil berkaca-kaca.

"Leon." gumam Raka.

"Bercanda Pi,aelah lu baperan amat si yul."

Leon tetaplah Leon yang sangat susah di kasih tau.

"Nanti kalau papi beliin Zian boneka sepongebob kakak singa ga boleh pegang." ucap Zian sambil cemberut.

"weee lagian siapa yang mau sama karakter kuning aneh itu wleee." ejek Leon.

"Papi kak Leon gangguin Zian." rengek Zian.

Jika sudah seperti ini Raka pasti dibuat pusing oleh tingkat ke dua anaknya.

"Dia jangan terlalu dimanja Pi." Revan yang membuka suara sambil menunjuk Zian.

"Revan,kamu jangan bicara seperti itu Zian masih kecil wajar kalau dia menginginkan hal-hal seperti itu." ucap Raka.

"Asal papi tau,dan kamu-" Revan menata Zian dengan ekspresi datarnya. "gara-gara dia kita kehilangan mami."

"REVAN."

"KAK REVAN."

BRAKK

Raka menggebrak meja makan,dia marah atas ucapan anak sulungnya.

"Jaga bicara kamu,semua yang terjadi adalah takdir." tambah Raka.

"itu kan menurut papi,tapi menurutku kelahirannya adalah sial di keluarga ini ."ucap Revan sambil meninggalkan meja makan dan pergi ke kampus.

Zian yang sering mendapatkan ucapan tersebut dari sang kakak pertama hanya menundukkan kepala. Ya Zian awal-awal pasti menangis tapi semakin kesini Zian sudah terbiasa dengan kalimat sang kakak meskipun demikian tidak mengurangi kasih sayangnya kepada Revan.

Leon melihat sang adik bersedia langsung mengeluarkan jurus andalannya "Yul nanti mau ga nonton film Spongebob movie?" dan benar saja Zian langsung menatap Leon dengan wajah berbinar.

"mau kakak singa mau." antusias Zian memunculkan senyum tipis di bibir Leon.

"tapi lu kudu cosplay jadi tuyul dulu, hahahahaha."

"Papiiiii kak Leon nakal."

Raka hanya bisa menghela nafas dengan situasi yang dialaminya.

Terpopuler

Comments

Rahma Inayah

Rahma Inayah

Zian LBH dekt dgn Leon kak singa ..walau suka bulu tp baik SMA adik nya perhatian

2025-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Hal Baru
2 Lantai Dua Puluh
3 Makan siang
4 Raka
5 Pembawa Sial?
6 Bos Sombong
7 Dimana Rania?
8 Amarah Raka
9 Mas Zidane?
10 Maaf untuk Rania
11 Jalan-jalan
12 Sandal Dinosaurus
13 Penculikan
14 Bagaimana dengan Rania?
15 Ungkapan Perasaan
16 Rencana Rahasia Leon
17 Kedatangan Raka
18 Pertemuan tidak terduga
19 Tawaran menggiurkan
20 Selisih Paham
21 Melanjutkan hidup
22 Familiar
23 Saran Zidane
24 Keputusan Rania
25 Mengobati luka
26 Hari terakhir bekerja
27 Zian sakit
28 Tinggal bersama
29 Terjebak dalam hujan
30 Rasanya kok beda?
31 Peringatan untuk Sherly
32 Gombalan maut Leon
33 Minuman herbal dan kesalahan pahaman
34 bekal cinta Rania
35 Bekal - bekal gemoy
36 Wajah yang teduh
37 Izin
38 Patah hati Raka
39 Menciptakan jarak
40 Janur kuning belum melengkung
41 Lomba memasak
42 Siapa sangka?
43 Meyakinkan
44 Hanya Pengasuh anak
45 Akhirnya ditemukan
46 Kekecewaan Leon
47 Mencuri hati papi
48 Serangan janda depan rumah
49 Kedatangan Zidane
50 Saingan berat Zidane
51 Dilema Zidane
52 Keretakan hubungan
53 Cinta lama
54 Rasa bersalah
55 Seperti apa Rania?
56 Kunjungan dadakan
57 Rencana jahat Sherly
58 Sakit
59 Kekacauan
60 Misteri dibalik foto
61 Saya akan datang!
62 Resepsi pernikahan Zidane dan Sherly
63 Apa hubungan di antara kalian?
64 Putri yang terabaikan
65 Kesedihan
66 Penyesalan
67 Lamaran dadakan
68 Ketegangan di malam hari
69 Kamu tahu saya,kan?
70 Dia bukan.....
71 Kemarahan seorang ayah
72 Fakta tentang Rania
73 Om atau pak?
74 Tamu tidak di undang
75 Pernikahan dipercepat
76 Menyadarkan Revan
77 Dunia selalu berubah
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Hal Baru
2
Lantai Dua Puluh
3
Makan siang
4
Raka
5
Pembawa Sial?
6
Bos Sombong
7
Dimana Rania?
8
Amarah Raka
9
Mas Zidane?
10
Maaf untuk Rania
11
Jalan-jalan
12
Sandal Dinosaurus
13
Penculikan
14
Bagaimana dengan Rania?
15
Ungkapan Perasaan
16
Rencana Rahasia Leon
17
Kedatangan Raka
18
Pertemuan tidak terduga
19
Tawaran menggiurkan
20
Selisih Paham
21
Melanjutkan hidup
22
Familiar
23
Saran Zidane
24
Keputusan Rania
25
Mengobati luka
26
Hari terakhir bekerja
27
Zian sakit
28
Tinggal bersama
29
Terjebak dalam hujan
30
Rasanya kok beda?
31
Peringatan untuk Sherly
32
Gombalan maut Leon
33
Minuman herbal dan kesalahan pahaman
34
bekal cinta Rania
35
Bekal - bekal gemoy
36
Wajah yang teduh
37
Izin
38
Patah hati Raka
39
Menciptakan jarak
40
Janur kuning belum melengkung
41
Lomba memasak
42
Siapa sangka?
43
Meyakinkan
44
Hanya Pengasuh anak
45
Akhirnya ditemukan
46
Kekecewaan Leon
47
Mencuri hati papi
48
Serangan janda depan rumah
49
Kedatangan Zidane
50
Saingan berat Zidane
51
Dilema Zidane
52
Keretakan hubungan
53
Cinta lama
54
Rasa bersalah
55
Seperti apa Rania?
56
Kunjungan dadakan
57
Rencana jahat Sherly
58
Sakit
59
Kekacauan
60
Misteri dibalik foto
61
Saya akan datang!
62
Resepsi pernikahan Zidane dan Sherly
63
Apa hubungan di antara kalian?
64
Putri yang terabaikan
65
Kesedihan
66
Penyesalan
67
Lamaran dadakan
68
Ketegangan di malam hari
69
Kamu tahu saya,kan?
70
Dia bukan.....
71
Kemarahan seorang ayah
72
Fakta tentang Rania
73
Om atau pak?
74
Tamu tidak di undang
75
Pernikahan dipercepat
76
Menyadarkan Revan
77
Dunia selalu berubah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!