Di kantor tertentu.
Hari ini Devano Fernandez Wesley atau yang biasa di panggil Devan sedang duduk di kursi kebesarannya dengan wajah tidak bahagia. Alvin yang melihat ekspresi sang kakak hanya bisa menggelengkan kepala, Alvin merasa kakaknya sudah sangat berbeda sejak kejadian beberapa tahun yang lalu.
“Kak, aku mendapatkan kabar bahwa juara kompetisi tahun ini diraih oleh perusahaan yang baru di bangun."
Devan yang di ajak bicara hanya duduk diam di kursinya, dia terlihat tidak berminat untuk ikut bergosip dengan sang adik.
“Apakah kau tahu, pemiliki perusahaan itu sangat cantik dan masih muda, Kak." Alvin tidak menyerah, ia kembali berbicara. Jiwa gosipnya semakin menjadi-jadi.
“Aku tidak perduli.“ Terdengar sangat dingin dan acuh namun percayalah, Alvin tidak pernah perduli.
“Dia memiliki kecantikan yang langka, Kak. Bahkan sekarang, dia menjadi wanita paling di incar oleh banyak pria."
Alvin berusaha untuk mencairkan suasana, dia tahu bahwa kakaknya tidak pernah tertarik pada wanita kecuali sosok wanita misterius yang masih di cari oleh sang kakak.
Saat suasana di ruangan menjadi sepi, tiba-tiba saja ponsel Devan berdering. Ketika pria itu melihat si penelpon, Devan langsung mengangkatnya.
“Apakah kalian sudah mendapatkannya? Jika belum, jangan hubungi aku,“ ucap Devan langsung, berniat memutuskan sambungan telepon.
“Tunggu Bos, kami sudah mendapatkan identitas wanita itu.“
“Kalau begitu cepat datang ke kantor.“
“Baik.“
Setelah menutup sambungan teleponnya, wajah Devan berubah menjadi bahagia. Akhirnya dia bisa mengetahui siapa wanita yang sudah membuatnya penasaran dan mungkin sudah mencuri hatinya tanpa dia sadari.
“Siapa Kak?" Alvin ikut penasaran dengan si penelpon.
“Kau akan tahu nanti."
Setelah itu ruangan menjadi sangat sepi, Devan menjadi sedikit gugup saat menantikan informasi yang di dapatkan oleh orang-orang suruhannya.
Setengah jam kemudian, para penjaga yang dia perintahkan untuk mencari identitas wanita itu tiba. Mereka langsung memberi tahu hasil dari pencarian mereka yang akhirnya berhasil.
“Katakan.“
“Wanita itu berasal dari Negara M, sebelumnya dia memiliki nama keluarga Alaric dan memiliki seorang tunangan. Namun karena hasutan seorang anak angkat wanita itu di usir dari keluarganya dan datang ke Negara A seorang diri, di sini dia mendirikan sebuah perusahaan di bidang Aplikasi bersama dengan seorang pria yang kami selidiki bernama Raiden. Mereka bahkan tinggal dalam satu rumah bersama adiknya Sandra, nama wanita itu Quenza Alana. nama perusahaanya QA Crop “
Mendengar laporan pria itu Alvin tercengang, dia tidak mengira bahwa wanita yang selama ini di cari oleh kakaknya adalah sosok wanta yang baru saja terkenal karena keberanian dan kecantikan serta kejeniusannya.
“Apakah kau yakin itu sudah benar?“
“Ya Bos, kami sudah mendapatkan rekaman cctv yang ada di dekat gang itu dan dapat mengenali wanita yang sudah membantu kita beberapa tahun yang lalu.“
“Kalian bisa pergi."
“Baik Bos l.“
Setelah kepergian para penjaga, Alvin langsung berteriak histeris kepada kakaknya. Dia tidak mengira kakaknya akan memiliki keberuntungan yang sangat menakjubkan seperti ini.
“Dia adalah wanita yang sedang kita bicarakan tadi," Kak.“ Alvin sangat bersemangat sekarang.
“Apa maksud mu?"
“Dia wanita yang memimpin perusahaan QA Crop. Mereka baru saja memenangkan kompetisi dan sudah menanda tangani surat perjanjian kerja sama dengan perusahaan Stanly.”
“Kenapa kau tidak memberi tahu ku sejak tadi!“
“Siapa yang tahu bahwa dia adalah wanita yang sedang kau cari, lagi pula tadi kau tidak tertarik untuk mendengarnya “
“Coba perlihatkan fotonya pada ku." Devan menjadi sangat penasaran dengan wajah wanita itu, dulu dia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
“Aku tidak memilikinya, dia tidak mudah untuk di dekati."
Alana sangat tidak suka jika ada media atau wartawan yang mengambil fotonya. Baginya itu terlalu mengganggu, dia juga masih ingin hidup damai.
Mendengar penampilannya yang sangat misterius dan dingin membuat Devan menjadi semakin ingin segera bertemu dengannya. Dia tidak sabar untuk melihat jenis kecantikan langka yang disebutkan oleh adiknya.
“Bantu aku membuat jadwal untuk berkunjung ke QA Crop, aku harus bertemu dengan wanita itu secara langsung.“
“Biasanya dia tidak suka jika ada yang mengunjungi. Semua tentang perusahaan dia serahkan pada Raiden wakilnya, dia hanya bertugas membuat aplikasi.“
“Aku tidak perduli, katakan pada Raiden bahwa aku ingin bertemu dengan Direkturnya untuk mengajak kerja sama l.“
“Baiklah akan aku lakukan.“
Dia tahu bahwa percuma untuk menentang keinginan kakaknya. Pria itu sangat keras kepala dan arogan. Dengan berat hati Alvin langsung menghubungi kontak Raiden yang dia dapatkan dari temannya yang sudah bekerja sama dengan perusahaan itu.
“Halo, tuan Raiden."
“Maaf ini siapa?"
“Perkenalkan nama ku Alvin Addison Wesley adik dari Devano Fernandez Wesley Direktur dari perusahaan Wesly.“ Alvin sengaja memperkenalkan dirinya secara lengkap.
“Maaf Tuan Alvin, aku tidak tahu. Apakah Tuan Alvin memiliki sesuatu untuk di bicarakan?“
Alvin melirik kakaknya yang sedang menatapnya dengan tatapan serius saat dia sedang berbicara dengan Raiden melalui telepon. Alvin juga sangat gugup saat ingin menanyakan hal yang sangat diinginkan oleh sang kakak.
“Ya, bisakah perusahaan kami bertemu dengan Direktur utama anda?"
Mendengar hal itu, Raiden terdiam sejenak. Dia tahu bahwa Ana tidak suka bertemu dengan orang lain, jika ada yang ingin bekerja sama dengan perusahaan dia akan memintanya untuk mengurus.
“Maaf sebelumnya Tuan, aku tidak tahu apakah Ana akan bersedia. Tapi aku akan mencobanya.“
Alvin sedikit bahagia saat mendengar perkataan Raiden, setidaknya ada sedikit harapan untuk mempertemukan kakaknya dengan wanita itu.
“Terima kasih Tuan Raiden, katakan pada Direktur anda bahwa kami Wesley Corp ingin bekerja sama dan sangat ingin bertemu langsung dengan Direktur untuk memintanya membuatkan sebuah aplikasi.“
“Baik Tuan Alvin, aku akan mencobanya semoga dia mau. Anda pasti tahu bahwa dia tidak terlalu suka bertemu dengan orang lain, bukan karna dia memiliki sifat sombong hanya saja dia sedikit dingin pada orang yang tidak dia kenal.“
“Tidak apa-apa tuan, itu hal yang wajar.“
“Baiklah, kalau begitu. Jika nanti Ana bersedia aku akan menghubungi anda.“
“Sekali lagi, terima kasih Tuan Raiden.“
Setelah itu sambungan telpon itu terputus, Alvin langsung menghirup udara segar. Dia tidak tahu bahwa untuk menghubungi dan meminta wanita itu mau bertemu dengan kakaknya akan sangat menegangkan.
“Apakah kau sudah puas?“
“Belum, bagaimana aku bisa puas jika dia belum setuju.“
Alvin tidak tahu harus tertawa atau menangis saat mendengar hal seperti, kakaknya terlalu kejam padanya. Bahkan sebelum bertemu wanita itu dia sudah pilih kasih, bagaimana jika nanti mereka berhubungan. Dia pasti menjadi adik yang tidak di anggap oleh kakaknya.
“Kau terlalu kejam, Kak.“
“Jika wanita itu bersedia bertemu, aku akan membelikan mobil yang sedang kau incar.“
“Setuju, aku ingin Lykan Hypersport itu. Kau harus menepati janji mu." Alvin menunggu momen seperti ini. Dia akan berdoa supaya Alana bersedia menerima ajakan kakaknya untuk bertemu.
"Hm."
Setelah mendengar hadiah yang super mewah yang di tawarkan kakaknya, Alvin menjadi sangat bahagia bahkan jika kakaknya memintanya untuk datang ke hadapan wanita dingin itu dia pasti akan melakukannya.
Sama seperti sang adik, Devan juga akan melakukan hal apa pun agar bisa bertemu dengan wanita itu, dia sangat penasaran dengan wanita misterius itu.
Baru kali ini dia bisa sangat tertarik dengan seorang wanita, biasanya dia hanya tertarik dengan pekerjaan. Namun sekarang dia sangat ingin bertemu dengannya.
“Jika kau bertemu dengannya, apa yang akan kau lakukan, Kak?"
“Mengucapkan terima kasih."“
“Apakah kau yakin hanya itu?"
“Tentu! Apakah kau ingin aku melakukan hal yang lain padanya?“
“Entahlah, aku tidak yakin kau hanya akan melakukan hal jika sudah bertemu dengannya."
“Apa maksud mu?”
“Kau akan tahu nanti, Kak.“
Devan hanya tidak tahu bahwa ketika mereka bertemu, hidupnya tidak akan lagi tenang seperti sebelumnya. Dia akan menjadi sangat terobsesi dengan wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Arifa Zahra
apa ibu2 yg di tolong Alana ibu Devan atau bukan ya ?
2022-09-07
6
Vina Rodiana
uhuyyyyyyy
2022-01-07
0
Ve❤️
mohon segera diberitahukan my pren
2021-11-06
0